Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Pergerakan untuk Pengembangan Jaringan Jalan di Kota Lubuklinggau Meliana, Eta; Buchari, Erika; Agustien, Melawaty
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v7i2.45155

Abstract

The suitability of road class and service is an important thing that impacts the road's capacity. Currently, in Lubuklinggau City, district/city roads have the same level of service as national roads, with high traffic flows resulting from changes in land use. Road class change plants were analyzed using a four-stage transportation modeling method and processed with a post-mortem program and analysis of service levels and suitability of road classes with MKJI 1997 Level of Service (LOS) and Volume Capacity Ratio (VCR). The locations examined were Yossudarso Street and Letkol Sukirno Lapter Street, south ring of Lubuklinggau City. The traffic volume of Yossudarso Street obtained from the application visum was 2,053 pcu/hour. The traffic account survey results were 2,019 pcu/hour, and Letkol Sukirno Lapter Street obtained from the application visum was 1,718 pcu/hour, and the traffic account survey results were 1,705 pcu/hour. VCR value on Yossudarso Street is 0.72, Letkol Sukirno Street 0.60, Yossudarso Street is 0.72, and Letkol Sukirno Street is 0,60. The level of service for both roads is C. ABSTRAK Kesesuaian kelas jalan dengan pelayanan jalan merupakan hal penting yang berdampak pada kemampuan daya tampung jalan tersebut. Saat ini di Kota Lubuklinggau jalan kabupaten/kota tingkat pelayanannya sudah setara jalan Nasional tingginya arus lalu lintas yang terjadi akibat dari perubahan tata guna lahan. Analisis rencana perubahan kelas jalan dilakukan dengan menggunakan metode empat tahap permodelan transportasi dan diolah dengan program visum dan analisa tingkat pelayanan dan kesesuaian kelas jalan dengan MKJI 1997 Level of Service (LOS) dan Volume Capacity Ratio (VCR). Lokasi yang di teliti yaitu Jalan Yossudarso dan Jalan Letkol Sukirno Lapter Lingkar Selatan Kota Lubuklinggau. Volume lalu lintas Jalan Yossudarso diperoleh dari program visum 2.053 smp/jam dan hasil survei traffic count 2.019 smp/jam dan Jalan Letkol Sukirno Lapter Lingkar Selatan diperoleh dari aplikasi visum sebesar 1.718 smp/jam dan hasil survei traffic count 1.705 smp/jam. Nilai VCR di jalan Yossudarso 0,72, jalan Sukirno Lapter 0,60, jalan Yossudarso 0,72 dan jalan Sukirno Lapter 0,60. Tingkat pelayanan kedua jalan tersebut adalah C.
Monitoring dan Evaluasi Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan Yunianti, Wina; Buchari, Erika; Agustien, Melawaty
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v7i2.44264

Abstract

Palembang is the first city in Indonesia to have light rail transit. Enthusiasm for the LRT was high enough that the number of passengers reached 2,619,159 people in 2019. 2020 there was a drastic decline due to the COVID-19 pandemic, and the number of passengers decreased to 1,053,637. The problem in the field is that after COVID-19, there was a decrease in the number of passengers by up to 59.8% from 2019. Apart from that, there is no monitoring system to monitor the growth of LRT passengers. Therefore, Monitoring and evaluation need to be carried out to monitor and supervise the progress of policy performance implemented by the South Sumatra Light Rail Center and assess whether the performance is on target and by its objectives. This research aims to evaluate the performance of the LRT and the policies that have been implemented. This research uses operational data, analytical methods, and descriptive analysis. Research results show that the number of passengers in 2023 will increase by 10,299 per day compared to 2022, of 8,436 per day. Several policies implemented by the light rail center to increase LRT passengers include providing shopping trolleys at Ampera station, student subscription cards, and others. People with disabilities and the community, as well as delivering feeder transportation. ABSTRAK Kota Palembang merupakan kota pertama di Indonesia yang memiliki kereta api ringan listrik. LRT Sumatera Selatan. Antusiasme masyarakat terhadap LRT cukup tinggi sehingga jumlah penumpang mencapai 2.619.159 pada tahun 2019. Tahun 2020 terjadi penurunan yang drastis akibat pandemic covid-19, jumlah penumpang menurun menjadi 1.053.637 penumpang. Masalah yang terlihat dilapangan saat habis Covid 19 adalah penurunan jumlah penumpang sampai 59,8% dari tahun 2019. Selain itu belum ada system monitoring untuk mengawal pertumbuhan penumpang LRT. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memantau dan mengawal progres kinerja dari kebijakan yang dilakukan oleh balai kereta api ringan sumatera Selatan dan menilai kinerja apakah tepat sasaran dan sesuai tujuannya karena jika tidak di monitor bisa terjadi penyimpangan. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi kinerja LRT dan kebijakan yang telah dilakukan. Penelitian menggunaka metode analisis data operasional dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan penumpang tahun 2023 meningkat 10.299 perhari yang sebelumnya 8.436 perhari pada tahun 2022. Balai kereta api ringan melakukan beberapa kebijakan untuk meningkatkan penumpang LRT seperti Tas Troley belanja di stasiun ampera, kartu berlangganan untuk pelajar, disabilitas, dan masyarakat serta menyediakan angkutan feeder.
Rencana Aksi Mitigasi Emisi CO2 Dengan Skema Park And Ride Dan Lajur Khusus Trans Musi Di Kota Palembang Alzahri, Syahril; Buchari, Erika
Jurnal Deformasi Vol. 1 No. 1 (2016): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v1i1.480

Abstract

Trans musi merupakan transportasi publik di Palembang yang beroperasi layaknya Busway. Sejauh ini, trans musi mampu menarik minat para penumpang di kota Palembang. Namun, nampaknya trans musi diminati oleh masyarakat hanya karena adanya pendingin udara didalam bus, fungsinya sebagai transportasi umum belum mampu menarik minat pengendara kendaraan pribadi secara maksimal. Alasan mengapa trans musi belum terlalu menarik adalah susahnya akses transportasi publik ini. Belum ada hierarki jaringan dimana jaringan utama dan cabang lainnya sering kali tumpang tindih. Hal itu menyebabkan penurunan daya angkut angkot dan pada akhirnya angkot dapat bangkrut. Seharusnya, trans musi dan angkot harus saling menguatkan satu sama lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana respon minat masyarakat bila sistem Park and Ride dan lajur khusus diaplikasikan dalam sistem trans musi; untuk mengetahui seberapa banyak emisi gas CO2 di terminal alang-alang lebar palembang, dan untuk merencanakan serta memprediksi program mitigasi melalui sistem park and ride. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa emisi gas CO2 diterminal alang-alang lebar sebesar 18.526,86 ton per tahun. Jika sistem park and ride serta lajur khusus diterapkan dalam sistem trans musi pada tahun 2015 mendatang, diprediksi penurunan maksimal emisi CO2 pada koridor 1 adalah sebesar 43.98 ton per hari atau 16,052.7 ton per tahunnya,dengan target minimal sebesar 8.37 ton perhari atau 3,184.45 ton per tahunnya. Pada tahun 2020, target maksimal penurunan emisi di koridor 1 adalah sekitar 64.26 ton perharinya atau 23,454.9 tonper tahunnya, dan target minimal adalah sekitar 12.76 ton perharinya atau 4,657.4 ton per tahunnya.
Rencana Aksi Mitigasi Emisi CO2 Dengan Skema Park And Ride Dan Lajur Khusus Koridor 2 Trans Musi Di Kota Palembang Alzahri, Syahril; Buchari, Erika
Jurnal Deformasi Vol. 1 No. 2 (2016): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v1i2.917

Abstract

Emisi CO2 dari transportasi penyumbang 15% emisi dunia, memprioritaskan angkutan umum merupakan salah satu cara mengurangi emisi CO2.. Kehadiran Trans Musi sejak 2010 sebagai angkutan umum yang nyaman dan aman di Kota Palembang belum mampu menarik minat pengguna kendaraan pribadi untuk pindah naik Trans Musi, sehingga diperlukan alternatif solusi lain diantaranya penerapan Park and Ride dan lajur khusus Trans Musi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi masyarakat jika di terapkan Park and Ride dan lajur khusus Trans Musi, mengetahui emisi CO2 yang dihasilkan dikawasan Terminal Sako Palembang dan memprediksi serta merencanakan mitigasi CO2 dengan menggunakan metode Naive untuk analisa survey stated preference. Hasil yang diperoleh, untuk Trans Musi yang dilengkapi fasilitas Park and Ride sekaligus Lajur Khusus (Dedicated Lane) lebih diminati dibanding Mobil Pribadi dengan persentase sebesar 82,62% dan lebih diminati dibanding Motor dengan persentase terbesar sebesar 61,41%, dengan biaya perjalanan lebih murah dan waktu perjalanan lebih cepat jika memakai Trans Musi. Untuk Park and Ride motor lebih diminati dibanding Park and Ride sepeda dengan rating terbesar 79,92%. Emisi CO2 dikawasan Sako dan Kenten Laut sebesar 21.741,63 ton/tahun.Dengan nilai keandalan potensi perpindahan moda (moda shift) sebesar 0,199 di Kota Palembang, jika diterapkan fasilitas Park and Ride dan Lajur Khusus Trans Musi maka pada tahun 2015, target optimis pengurangan emisi CO2 di sepanjang koridor 2 sebesar 59,11 ton/hari, target pesimisnya 11,73ton/hari, pada tahun 2020 target optimis pengurangan emisi CO2 di sepanjang koridor 2 sebesar 88,71ton/hari, target pesimisnya 17,61 ton/hari
Perencanaan Integrated Airport Bus Route Dari dan Menuju Bandara Sultan Thaha, Jambi Dalimunte, Irham H; Buchari, Erika; Herno Della, Rhaptyalyani; Nugraha, Fahmi Karya
Jurnal Transportasi Multimoda Vol 22 No 2 (2024): Desember
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/mtm.v22i2.2384

Abstract

Bandara Sultan Thaha merupakan salah satu simpul transportasi yang berperan penting dalam perkembangan wilayah di Kota Jambi karena statusnya sebagai Ibu Kota Provinsi Jambi, tentunya merupakan pusat pemerintahan, sosial, politik, pendidikan dan kebudayaan. Kemudahan transportasi dari dan menuju Bandara sultan Thaha menjadi pertimbangan penting untuk menarik minat turis dalam negeri maupun mancanegara untuk berkunjung ke Kota jambi. Dengan menyediakan Bus Bandara yang menghubungkan moda transportasi udara dengan moda transportasi lainnya yang terintegrasi dapat memudahkan pengguna jasa untuk menuju Bandara Sultan Thaha. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan demand potential dan rencana sistem operasional bus bandara yang melayani rute dari dan menuju Bandara Sultan Thaha Jambi. Berdasarkan hasil analisis dengan kombinasi model (G-MS) untuk demand potential dari logit binomial nisbah, dihasilkan demand angkutan umum adalah 2116 penumpang/hari. wilayah sebaran penumpang di bagi berdasarkan zona-zona dimana zona yang berpotensi sebagai titik kumpul penumpang adalah zona 4, zona 9 dan zona 10. Titik kumpul di tempatkan pada Terminal Tipe A Alam Barajo dengan mempertimbangkan kondisi, lokasi dan konsep integrasi. Waktu pelayanan angkutan umum di desain selama 17 jam/hari dengan tarif angkutan umum Rp5.000 untuk rute Terminal Tipe A Alam Barajo – Bandara Sultan Thaha Jambi.
Optimasi Penjadwalan Light Rail Transit dan Teman Bus Koridor Terminal Plaju- Terminal Jakabaring Okpatiasari, Puspania; Buchari, Erika; Agustien, Melawaty
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 2 (2023): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46774/pptk.v6i2.549

Abstract

Light Rail Transit (LRT) which has been operated since 2018 in Palembang City has Teman Bus as its feeder. Based on service condition, LRT has fix timetable on every its station but Teman bus does not have timetable. Teman Bus has not provided departure or arrival time on every its halte. This condition concludes that public transportation has lack of adequate service for passengers. Therefore, optimizing timetable scheduling of LRT and Teman Bus is required as one of efforts for improving good public transport facilities. This paper aimed creating simulation of Teman Bus timetable based on real condition with headway and trip time data distribution method with case study in 2021. In addition, Program Linear Method will be used for syncrhonizing Teman Bus timetable and existing Light Rail Transit timetable based on passenger’s behavior to minimize waiting time. The result shows that passengers need 27 second of waiting time while transferring from LRT station to Teman Bus Stop and 60 second of waiting time while transferring from Teman Bus Stop to LRT station.
Rencana Induk Jaringan Jalan Kabupaten Musi Rawas Utara Permata, Indah; Buchari, Erika; Rhaptyalyani, Rhaptyalyani
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i12.62967

Abstract

Kabupaten Musi Rawas Utara merupakan wilayah otonom baru yang berperan sebagai penghubung antar-kecamatan, antar-kabupaten, dan antar-provinsi, sehingga memerlukan jaringan jalan yang sesuai dengan fungsi dan kebutuhan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan menata kelas jalan di Kabupaten Musi Rawas Utara berdasarkan pola pergerakan dan kinerja ruas jalan. Analisis dilakukan melalui penyusunan Matriks Asal–Tujuan (MAT) menggunakan road interview survey dan origin–destination survey, serta analisis kinerja jalan menggunakan Volume Capacity Ratio (VCR) dan Level of Service (LOS) mengacu pada MKJI 1997. Hasil analisis menunjukkan peningkatan perjalanan dari 53.940 perjalanan/hari pada kondisi eksisting menjadi 90.904 perjalanan/hari pada tahun rencana. Pergerakan terbesar mengarah ke wilayah luar kabupaten, khususnya Kota Lubuklinggau dan Provinsi Jambi. Analisis kinerja jalan menunjukkan nilai VCR berkisar 0,02–0,45 dengan tingkat pelayanan LOS A hingga LOS C, yang mengindikasikan kapasitas jaringan jalan masih memadai. Namun demikian, diperlukan penataan kelas jalan agar fungsi dan kapasitas jaringan tetap selaras dengan pertumbuhan mobilitas di Kabupaten Musi Rawas Utara.
Analisis Spasial Titik Rawan Kecelakaan Lalu Lintas (Blackspot) Di Kabupaten Banyuasin Menggunakan Kernel Density Amaliasari, Fitri; Buchari, Erika; Kadarsa, Edi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i12.63456

Abstract

The increase in population and mobility in Banyuasin Regency has a direct impact on traffic safety risks. Throughout 2023, 162 traffic accidents were recorded, exhibiting a fluctuating pattern. This study aims to identify and map the spatial distribution of accident-prone points (black spots) and measure the validity of the vulnerability model. The method employed is Geographic Information System (GIS)-based Kernel Density Estimation (KDE), utilizing 2023 incident data as the training set and January 2024 data for validation. The analysis integrates parameters of victim fatality, time of occurrence, and vehicle type. The results indicate the formation of a "Very High" risk zone covering 75.67 km² (0.60% of the total area), concentrated along the East Trans-Sumatra Road (Palembang–Jambi) at KM 24.5–32.5 in Sembawa District and KM 63–77 in Betung District. Model validation demonstrated an accuracy rate of 90.91%. The reliability of the model was confirmed through statistical tests, where the Binomial Test yielded a p-value of 0.0002 < α = 0.05, and the Chi-Square Test showed a calculated value χ² of 25.74 (greater than the table value of 9.488). These results prove that the distribution of accidents is significantly concentrated in the predicted high-risk zones and is not randomly distributed. This study validates the effectiveness of the KDE method as a strategic tool for prioritizing road safety infrastructure improvements in Banyuasin Regency.
Analisis Kebutuhan Fasilitas Pedestrian di Kawasan Stasiun Adilah, Anisah; Buchari, Erika; Agustien, Melawaty
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 15 No 1 (2024): June 2024
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55511/jpsttd.v15i1.671

Abstract

The Ampera LRT Station is located in the center of Palembang City and on the banks of the Musi River. This area is a center of community activity, with the presence of hospitals, offices, restaurants, hotels, and shopping centers. The existence of the Palembang LRT is intended to overcome congestion and accommodate the mobility needs of the community in Palembang, especially in the Ampera area. However, there are several issues related to pedestrian facilities in the Ampera LRT Station area, such as the misuse of sidewalk functions, the presence of many side barriers in the form of street vendors and on-street parking, as well as the lack of safe and comfortable crossing facilities for pedestrians, especially for people with disabilities. This study analyzes the pedestrian facility needs in the Ampera LRT Station area of Palembang. The method used in this study is the calculation of the level of service (LOS) based on the Indonesian Highway Capacity Manual (MKJI) 1997 and the empirical formula calculation of pedestrian conflicts based on the pedestrian flow and vehicle traffic flow (PV2) using quantitative data. The research results show that it is necessary to repair and add pedestrian facilities under the concept of walkability, such as providing sidewalks that can be used according to their function, providing crossing facilities such as pelicans with waiting platforms on Merdeka Street, Sudirman Street, and Tengkuruk Permai Street, while on Masjid Lama Street and Palembang Darussalam Street, zebra crossings or pedestrian platforms are needed. The results of this study are expected to be input for the Palembang City Government to improve the quality of pedestrian facilities in the Ampera LRT Station area so that it can support the station's function as a center of community activity and movement in the area.
Kombinasi Model Trip Generation-Modal Split (G-MS) Dalam Perencanaan Bus Bandara Terintegrasi Hasahatan Dalimunte, Irham; Buchari, Erika; Herno Della, Rhaptyalyani
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 15 No 1 (2024): June 2024
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55511/jpsttd.v15i1.672

Abstract

The modal split model can be varied to other model in the concept of four step models transportation. This approach model can be varied depending on the purpose of transport planning, such as the modal split planning process which is carried out at the trip generation calculation stage, and in this process the movement of public transport can be directly separated from private transport with the assumption that someone who will travel can choose the model that is influenced by socioeconomic valiable. The model combined experiment (G-MS) was carried out on the route to and from Jambi’s Sultan Thaha Airport, which is one of the transportation nodes that plays an important role in regional development in Jambi City. The aim of this research is to analyze potential demand using a combination of the Trip Generation-Modal Split (G-MS) model. Based on the results of the analysis using the binomial ratio logit model with the value Y = Proportion of passengers/days. The passenger distribution area is devided base on zones where the zones that have the potential to be passenger gathering point are zone 9, zone 10 and zone 11. Calculation of the chi-square test (goodness of fit test) shows that the calculation X2 value is 11.583 and the table X2 is 14.067 because X2 count <X2 table, then H0 is accepted which means the observation results are the same as the average model results so that model validation is declared successful, so this research can be used to calculate passenger demand to plan airport buses.