Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERAN BADAN ARBITRASE SYARIAH NASIONAL MAJELIS ULAMA INDONESIA (BASYARNAS-MUI) DALAM MENGATASI SENGKETA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA Abdul Rachman; Sri Tamara Devi; Widi Astuti
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 5 No 2 (2022): Madani Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v5i2.385

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Badan Arbitrase Syariah Nasional (BASYARNAS) dalam menyelesaikan sengketa ekonomi syariah di luar peradilan. Badan Arbitrase Syariah merupakan lembaga yang memiliki peran dalam menyelesaikan sengketa yang berprinsip syariah secara damai dengan tidak melibatkan peradilan umum. Dalam UU No. 30 tahun 1999 menyatakan bahwa Arbitrase memiliki hak dalam mengatasi masalah atau sengketa yang berkaitan dengan hukum perdata, seperti ekonomi, bisnis, keuangan, perdagangan, serta industri-industri yang menggunakan prinsip syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan menggunakan pendekatan studi Pustaka (library research) dengan menganalisis dokumen, data, informasi yang berkaitan dengan BASYARNAS. Penelitian ini menghasilkan bahwa peran BASYARNAS sangat penting dalam menyelesaikan sengketa ekonomi syariah terutama dalam dunia perbankan syariah namun masih belum optimal karena terdapat beberapa kendala, yaitu penyelesaian sengketa ekonomi syariah oleh BASYARNAS dibatasi dengan adanya klausul perjanjian para pihak yang memuat perjanjian penyelesaian sengketa oleh BASYARNAS, adanya kesulitan dalam eksekusi putusan karena adanya kewenangan yang tumpang tindih antaran Peradilan Agama dan Pengadilan Negeri dan adanya potensi pembatalan putusan BASYARNAS dalam memutus perkara sengketa ekonomi syariah.
MODEL IMPLEMENTASI AKAD MURABAHAH PADA PRODUK PEMBIAYAAN PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA Abdul Rachman
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 6 No 1 (2023): Madani Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v6i1.478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model implementasi akad Murabahah pada produk pembiayaan perbankan syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan pada studi pustaka yang membahas terkait akad Murabahah pada perbankan syariah di Indonesia. Selain itu juga, peneliti menggunakan pendekatan hukum Islam dalam penerapan akad Murabahah pada perbankan syariah. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat tiga model penerapan murabahah di perbankan syariah yakni model pertama konsisten terhadap fiqih muamalah. Model kedua hampIr menyamai model pertama namun demikian terdapat perbedaan yaitu dalam hal perpindahan kepemilikan langsung dari supplier kepada nasabah dan pembayaran langsung dilakukan oleh pihak bank kepada penjual pertama. Model ketiga, pihak nasabah melakukan akad Murabahah dengan pihak bank, dan pada saat yang sama mewakilkan (akad wakalah) kepada nasabah untuk membeli sendiri barang yang akan dibelinya. Model ketiga menjadi model yang saat ini diterapkan oleh perbankan syariah di Indonesia yang menuai banyak perbincangan sebab akad Murabah tidak dilakukan secara murni, yang menjadi syarat sah murabahah akad jual beli menurut DSN-MUI ialah adanya kepemilikan sendiri terhadap objek jual beli, namun pada temuan kali ini akad murabahah dilakukan tanpa melalui proses kepemilikan barang oleh bank itu sendiri atau dengan kata lain akad murabahah dilakukan secara bersamaan dengan akad wakalah yang dimana akad wakalah belum selesai sampai dengan prinsip barang menjadi milik bank.
SIGNIFIKANSI PERAN DEWAN PENGAWAS SYARIAH DALAM MENJAMIN KEPATUHAN SYARIAH PADA BANK SYARIAH DI INDONESIA Abdul Rachman; Sunardi Sunardi; Elis Rahmawati; Lailatul Jannah; Sasa Billah
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 6 No 2 (2023): Madani Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v6i2.517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam menjamin kepatuhan bank syariah terhadap prinsip syariah. Dewan Pengawas Syariah (DPS) memiliki peran penting dalam menjaga kesesuaian operasional bank dengan prinsip-prinsip syariah. Dewan Pengawas Syariah (DPS) bertanggung jawab untuk memastikan bahwa bank syariah mengikuti prinsip-prinsip etika Islam, termasuk larangan riba (bunga), spekulasi, dan aktivitas yang diharamkan. Penelitian ini menggunakan depskriptif kualitatif dengan menggunakan studi pustaka sebagai metode untuk mengumpulkan informasi dan analisis literatur terkait peran Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam menjamin kepatuhan bank syariah. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan sumber data sekunder yang terdiri dari berbagai artikel, buku, dan laporan terkait perbankan syariah, Dewan Pengawas Syariah (DPS), dan prinsip syariah yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dewan Pengawas Syariah (DPS) memiliki peran sentral dalam menjaga kepatuhan bank syariah terhadap prinsip syariah melalui pengawasan operasional, pengambilan keputusan, pendidikan dan pelatihan, serta komunikasi dengan masyarakat. Namun, tantangan dalam pemilihan anggota Dewan Pengawas Syariah (DPS), otoritas dan independensi, serta pembaruan pengetahuan terkait perbankan syariah dapat ditingkatkan agar eksistensi Dewan Pengawas Syariah (DPS) dapat lebih efektif dalam menjalankan perannya sebagai pengawas kepatuhan bank syariah di Indonesia.