Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Start-Up Business Camp TDA Wilayah Jakarta Bambang Eko Samiono; Hanny Nurlatifah
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v3i2.549

Abstract

Komunitas Bisnis Tangan Di Atas (TDA) adalah komunitas wirausaha terbesar di Indonesia, wadah bergabungnya para wirausahawan di Indonesia. Beberapa program banyak dilakukan untuk meningkatkan capacity building anggota TDA tersebut. Namun, sebagian besar program masih belum terstuktur dan tersegmen untuk level tertentu. Sehingga hal ini menyulitkan untuk pebisnis pemula untuk mendapatkan pelatihan dalam satu paket yang tepat. Selain itu, terlihat bahwa banyak sekali pebisnis pemula mengikuti berbagai macam pelatihan secara berulang karena masih belum paham bagaimana menerapkan materi pelatihan yang didapat. Tim pengabdian masyarakat yang telah lama bekerjasama dengan divisi edukasi Internal TDA Jakarta Selatan dan Jakarta Timur bekerjasama sebagai kontribusi untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi mitra yaitu berupa 1) Memberikan Program Workshop series dalam bentuk Camp, 2) Penyediaan mentor yang sesuai dengan bidangnya yang mampu memberikan pembekalan secara praktis dan sistematis serta 3) Memberikan materi praktis berupa lembar kerja sebagai template untuk memulai bisnis sehingga bisa di gunakan secara praktis. Pelatihan Start Up Business Camp ini di jalankan dalam 4 sesi selama 2 kali pertemuan dengan 10 orang peserta bisnis pemula dari TDA Jaksel dan Jaktim. Di akhir pelatihan diperoleh evaluasi adanya tingkat kepuasan terhadap peaksanaan pelatihan ini sebesar 96%.Kata kunci:  Bisnis, Wirausaha, Pendampingan, Start up, Pelatihan
PROGRAM KELOMPOK MENTORING BISNIS KOMUNITAS TANGAN DI ATAS WILAYAH JAKARTA SELATAN 5.0 Bambang Eko Samiono; Hanny Nurlatifah
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v1i1.334

Abstract

AbstrakKomunitas Tangan Di Atas wilayah Jakarta selatan (TDA Jaksel) merupakan salah satu TDA Wilayah dibawah TDA Pusat dan merupakan pusat penggerak kegiatan dalam organisasi. Prioritas kegiatan utama TDA Jaksel adalah mengadakan peningkatan capacity building bagi anggotanya. Salah satu program TDA Jaksel untuk meningkatkan kemampuan manajemen dan pengelolaan usaha anggotanya adalah program Kelompok Mentoring Bisnis (KMB). Tahun 2018, KMB menggunakan format yang lebih terstruktur dengan konsep berkurikulum dan diikuti oleh member yang berbayar. Peserta program KMB berjumlah 32 orang yang terbagi dalam 4 group berdasarkan pilihan terhadap mentornya. Permasalahan yang ditemui pada saat evaluasi di pertengahan program KMB adalah ketidakefektifan dalam KMB. Team Pengabdian masyarakat bekerjasama dengan TDA Jaksel membantu memberikan solusi dengan menerapkan konsep efektifitas pelatihan melalui: pengelompokan kembali group program mentoring berdasarkan level bisnisnya, menyusun kurikulum mini/SAP untuk group basic, memberikan sesi mentoring sesuai SAP serta melakukan evaluasi. Sementara untuk pembekalan yang dilakukan oleh Team Pengabdian masyarakat UAI difokuskan pada kelompok basik yang berjumlah 6 orang dan sesi pertemuan dalam 4 tahap yang memadukan metode mentoring dan coaching. Di akhir program diperoleh evaluasi bahwa kepuasan dalam pelaksanaan program KMB ini meningkat 25% setelah dilakukan pengelompokan ulang dan dibenahi materi serta metode pengajarannya. Kata kunci: Bisnis, Elearning, Mentoring, Startup, TDA, Training, Wirausaha,                                          AbstractTDA Wilayah Jakarta Selatan (TDA Jaksel) is one of TDA wilayah under TDA Pusat and is the driving center for activities in the organization. TDA Jaksel's main priority is to increase capacity building for its members. One of the South Jakarta TDA programs to improve the management and management capabilities of its members is the Kelompok Mentoring Bisnis (KMB) program. In 2018, KMB uses a more structured format with curriculum concepts and paid members only. 32 participants of the KMB program were divided into 4 groups based on their choice of mentor. The problem encountered during the evaluation in the middle of the KMB program was the ineffectiveness of the KMB. The Community Service Team in collaboration with TDA Jakarta helped provide solutions by applying the concept of training effectiveness through: grouping back mentoring programs based on their business level, compiling mini / SAP curriculum for the basic group, providing mentoring sessions according to SAP and conducting evaluations. While for the debriefing conducted by the UAI Community Service Team, the focus was on the basics group, which consisted of six people and meeting sessions in four stages, which combined mentoring and coaching methods. At the end of the program, an evaluation was obtained that satisfaction in the implementation of the KMB program increased by 25% after regrouping and fixing the material and teaching methods.Keywords: Business, E-learning, Mentoring, Startup, TDA, Training, Entrepreneurship,
Program Peningkatan Kinerja Usaha Berbasis Muslimpreneur Terhadap UMKM Binaan DKPP Provinsi Jawa Barat Hanny Nurlatifah; Bambang Eko Samiono; Dody Haryadi
Media Abdimas Vol 1 No 3 (2022): Jurnal Media Abdimas Vol 1 No 3 Bulan November 2022
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.791 KB) | DOI: 10.37817/mediaabdimas.v1i3.2553

Abstract

Permasalahan utama yang terjadi pada UMKM Binaan DKPP Jabar adalah legalitas,manajemen usaha dan akses permodalan. Kondisi ini menyebabkan rendahnya kinerja usaha dariUMKM sehingga menjadi sulit berkembang. Produk-produk yang dihasilkan dari UMKM DKPPJabar adalah produk pangan lokal yang mempunyai kualitas yang baik, kemasan yang bagus sertaproduk kuliner yang bergizi tinggi. Dari situasi tersebut ada beberapa hal yang menjadipermasalahan dari UMKM DKPP Jabar yang diprioritaskan untuk diberikan solusi yaitu 1)Permasalahan kinerja usaha yang meliputi permasalahan manajemen usaha dan permasalahansaluran pemasaran, 2) Permasalahan etika berusaha.Solusi permasalahan dilakukan melalui pembinaan dengan pendekatan konsepMuslimpreneur. Solusi diterapkan yang mengacu pada tujuan utama dari pengabdian masyarakatini yaitu 1) Peningkatan hard skill yang meliputi a) Pelatihan kewirausahaan, b) Pelatihanpemasaran, c) Pelatihan teknologi digital dan 2) Peningkatan soft skill dengan pelatihan nilai-nilaiMuslimpreneur. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi tujuh tahapan yaitu tahapan persiapan,tahapan evaluasi awal (pre-test), tahapan kegiatan yang terdiri dari tahapan pelatihan hard skilldan pelatihan soft skill dan diakhiri dengan evaluasi akhir (post-test).Hasil kegiatan secara umum ada peningkatan baik secara hardskill maupun softskill.Peningkatan secara hardskill yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang meliputipemahaman mengenai teknologi digital, konsep pemasaran, kewirausahaan, proses produk halalserta peningkatan kinerja usaha. Peningkatan secara softskill meliputi adalah terbentuknya karakterkewirausahaan yang positif yaitu beretika dan bereputasi baik serta pelayanan konsumenyang lebih
Analisis Pengaruh Perceived Easy of Use, Religiosity, dan Perceived Usefulness terhadap Minat Berdonasi Online Melalui Trust Irman Nasrudin; Hanny Nurlatifah; Shohibul Imam
JUDICIOUS Vol 4 No 1 (2023): Judicious
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/jdc.v4i1.1251

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of the analysis of Perceived Easy of use, Religosity, and Perceived usefulness of Trust on online donation intentions. This study uses a quantitative approach with the number of samples taken using the Non-Probability Sampling technique by means of Purposive sampling as many as 100 respondents for this study. The data analysis method used is descriptive analysis and path analysis. The sample used in this study were respondents aged 20-40 years, active in South Jakarta and have made online donations in the last 12 month in an institutions. Based on the research that has been done, the conclusions that can be drawn are that the variables Perceived Easy of use, Religiosity and Perceived Usefulness through Trust on online donation interest have a positive effect, meaning that there is a direct and significant relationship to online donation interest.
PROGRAM PEMBINAAN MUSLIMPRENEURSHIP TERHADAP UMKM BERBASIS DIGITAL Hanny Nurlatifah; Bambang Eko Samiono; Dody Haryadi
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i4.19255

Abstract

As a solution to the problems of MSMEs, there are two programs carried out, namely: 1) Hard skills program, which includes training in business management, financial management, halal production management, as well as marketing concepts consisting of brands, sales, and services. 2) Soft skills program that provides Muslimpreneurship values. Provision of a digital marketplace platform used to implement product marketing. The digital marketplace platform serves not only to bring together sellers and buyers but also to bring together investors. The primary purpose of this community service is to improve hard and soft skills to answer the main problems of MSMEs: 1). Legal aspects and 2) Unprofessional business management problems. The service method used is training, followed by implementation on the digital marketplace that has been provided. The training is carried out with a Muslimpreneurship approach for Forbis Alumni Greeone MSME Group Partners. Partners are a collection of MSME entrepreneurs whose majority members are SMPN 1 Cimahi. The results of the activities, in general, have increased hard and soft skills. Hard skill improvement increases knowledge and skills, including a digital understanding of technology, marketing concepts, entrepreneurship, halal product processes, and improving business performance. Soft skills improve by forming a positive entrepreneurial character, namely an ethical and good reputation and better customer service. ---  Sebagai solusi permasalahan UMKM ada dua program yang dilakukan yaitu:1) Program hardskill yang meliputi pelatihan pengelolaan usaha, pengelolaan keuangan, pengelolaan produksi halal, serta konsep pemasaran yang terdiri dari brand, sales dan services. 2) Program softskill dengan memberikan pembekalan nilai-nilai muslimpreneurship. Penyediaan platform digital marketplace yang digunakan sebagai sarana untuk implementasi pemasaran produk. Platform digital marketplace selain berfungsi untuk mempertemukan penjual dan pembeli, juga untuk untuk mempertemukan pemodal. Tujuan utama dari pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatkan kemampuan hardskill dan softskill sehingga dapat menjawab permasalahan utama UMKM yaitu: 1). Aspek legalitas dan 2) Permasalahan manajemen usaha yang belum profesional. Metode pengabdian yang digunakan adalah pelatihan kemudian dilanjutkan dengan implementasi pada digital marketplace yang telah disediakan. Pelatihan dilakukan dengan pendekatan muslimpreneurship. Kegiatan dilakukan terhadap Mitra Kelompok UMKM Forbis Alumni Greeone. Mitra adalah kumpulan pengusaha UMKM yang mayoritas anggotanya adalah alumni SMPN 1 Cimahi. Hasil kegiatan secara umum ada peningkatan baik secara hardskill maupun softskill. Peningkatan secara hardskill yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang meliputi pemahaman mengenai teknologi digital, konsep pemasaran, kewirausahaan, proses produk halal serta peningkatan kinerja usaha. Peningkatan secara softskill meliputi terbentuknya karakter kewirausahaan yang positif yaitu beretika dan bereputasi baik serta pelayanan konsumen yang lebih baik.
Hubungan Pengetahuan tentang Pangan Halal dan Thoyyib dengan Kebiasaan Makan Mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia Puspa, Amalina Ratih; Umami, Zakia; Nurlatifah, Hanny
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 8, No 3 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v8i3.1559

Abstract

The large muslim population in Indonesia makes the need for halal food and thoyyib increases. This need has not been matched by public awareness in choosing, buying and consuming halal products, especially among students. This cross sectional study aims to analyze the relationship between knowledge of halal food  and thoyyib with the eating habits of Al-Azhar Indonesia University students. The research was conducted from March  to October 2020. The research subjects were 110 active students of Al-Azhar Indonesia University who were  selected by proportional random sampling. Data was collected online using google forms. The results showed that most of the subjects (63.6%) had moderate knowledge of halal and thoyyib food, with a score of 60-80. The results also showed that most of the study subjects (76.4%) had relatively good eating habits (score ≥ 92). There was a significant relationship between knowledge of halal food and thoyyib with the frequency of meals per day (r = 0.834, p <0.05).Keywords - Halal, Thoyyib, Knowledge, Eating Habits, Students.