Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH PELATIHAN LANGKAH BAYANGAN (SHADOW) MEMINDAHKAN BOLA BULUTANGKIS TERHADAP KELINCAHAN DAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI Saputra, Gde Ryan; Budiawan, Made Budiawan; Tisna, Gede Doddy
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v6i3.3691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan langkah bayangan (shadow) memindahkan bola bulutangkis terhadap kelincahan dan daya ledak otot tungkai. Jenis penelitian adalah eksperimen semu dengan rancangan the non randomized pretest-posttest control group design. Subjek penelitian sebanyak 20 orang. Kelincahan diukur dengan tes zig-zag run, dan untuk daya ledak otot tungkai menggunakan tes vertical jump, selanjutnya data dianalisis dengan bantuan komputer program SPSS 16.0. Hasil analisis data kelincahan pada kelompok perlakuan langkah bayangan terjadi peningkatan rata-rata gaint score sebesar 0,49 dan pada kelompok kontrol terjadi peningkatan rata-rata gaint score sebesar 0,25. Hasil analisis data daya ledak otot tungkai pada kelompok perlakuan langkah bayangan terjadi peningkatan rata-rata gaint score sebesar 9,1 dan pada kelompok kontrol terjadi peningkatan rata-rata gaint score sebesar 5,0. Hasil uji t-independent variabel kelincahan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol didapat Thitung sebesar 5,082 dengan signifikansi 0,000 dan untuk variabel daya ledak otot tungkai antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol didapat Thitung sebesar 6,403 dengan signifikansi 0,000. Dari hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa; (1) pelatihan langkah bayangan (shadow) memindahkan bola bulutangkis berpengaruh terhadap peningkatan kelincahan pada siswa putra ekstrakurikuler bulutangkis SMP Negeri 1 Ubud. (2) pelatihan langkah bayangan (shadow) memindahkan bola bulutangkis berpengaruh terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai pada siswa putra ekstrakurikuler bulutangkis SMP Negeri 1 Ubud.Kata Kunci : Langkah Bayangan (shadow), kelincahan, daya ledak otot tungkai The aims of this study was to determined the effect of training shadow step moving a shuttlecock to the agility and leg muscle power. Type of research was quasi experiment with the non randomized pre-test-post-test control group design. This research as many as 20 subjacts. Agility measured with a zig-zag run test and Leg muscle power measured with a vertical jump tests, then the data were analyzed with the aid of a computer program SPSS 16.0. The results of the analysis of agility on a shadow step treatment group, the mean of gaint score increased of 0,49, in the control group there was an increase of 0,25. The result of the analysis of leg muscle power on a shadow step treatment group, the mean of gaint score increased of 9,1, in the control group there was an increase of 5,0. The results of t-Independent agility variables between the treatment and control groups obtained Taccount of 5,082 with significance 0,000, leg muscle power variables between the treatment and control groups obtained Taccount of 6,403 with significance 0,000. From the results of the data analysis and discussion, it can be concluded that; (1) shadow step training effect on the increase in agility men's badminton extracurricular of SMPN 1 Ubud. (2) shadow step training effect on the increase in leg muscle power men's badminton extracurricular of SMPN 1 Ubud.keyword : shadow step, agility, leg muscle power
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU FISIOLOGI OLAHRAGA Budiawan, Made
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.138 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v2i1.1410

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Pengaruh model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw terhadap prestasi belajar Ilmu Fisiologi Olahraga. 2) Pengaruh motivasi terhadap prestasi belajar Ilmu Fisiologi Olahraga. 3) Interaksi antara model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw dan motivasi terhadap prestasi belajar Ilmu Fisiologi Olahraga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Penelitian dilaksanakan bulan April sampai Desember 2012. Populasi adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan dan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha. Sampel adalah mahasiswa semester III yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelas A sebagai perlakuan dan kelas B sebagai kontrol. Karena populasinya kecil, maka tidak dilakukan sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket motivasi dan tes prestasi belajar. Teknik analisis data menggunakan Analisis Varian Dua Jalur. Hasil analisis data pada taraf signifikansi α=0,05 sebagai berikut: (1) Prestasi belajar mahasiswa yang diajarkan dengan model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw (mean=60,81) lebih baik dari pada mahasiswa yang diajarkan dengan model konvensional (mean=60,21) diperoleh nilai statistik 7,234 dengan signifikansi 0,002. (2) Prestasi belajar mahasiswa dengan motivasi tinggi (mean=71,05) lebih baik daripada mahasiswa yang belajar dengan motivasi rendah (mean= 50,00)  diperoleh nilai statistik 146,905 dengan signifikansi 0,000. (3) Terdapat interaksi pengaruh antara model pembelajaran dan motivasi dalam meningkatkan prestasi belajar pada mata kuliah Ilmu Fisiologi Olahraga  diperoleh nilai statistik 12,342 dengan signifikansi 0,001. Simpulannya adalah bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw lebih baik daripada model konvensional, dan motivasi belajar yang tinggi lebih baik daripada motivasi belajar yang rendah. Dengan demikian motivasi tinggi sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar, dan pembelajaran dengan model Kooperatif tipe Jigsaw lebih tepat dilaksanakan.
KAJIAN TERHADAP KLAIM “ARAK BALI DAN KOPI CAMPUR ARAK SEMBUHKAN COVID-19” Muderawan, I Wayan; Giri, Made Kurnia Widiastuti; Budiawan, Made; Suja, I Wayan
Ganesha Medicina Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.123 KB) | DOI: 10.23887/gm.v1i2.38386

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit sistem saluran pernapasan yang disebabkan oleh genus β-coronavirus, severe acute respiratory syndrome coronavirus 2, dari famili Coronaviradae. Covid-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dan percikan cairan pada saat bersin dan batuk. Covid-19 menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, dan berdampak pada sistem kesehatan dan sosial ekonomi masyarakat dunia. Virus korona penyebab Covid-19 sudah mengalami mutasi, menghasilkan varian yang sangat berbahaya, meliputi varian alpa, beta, gamma dan delta.Varian baru ini menyebabkan lonjakan kasus Covid-19.  Sampai saat ini belum ada obat anti virus korona yang dapat menyembuhkan Covid-19. Arak Bali dicampur dengan ekstrak daun jeruk purut (Citrus hystrix) dan minyak kayu putih (Eucalyptus) serta kopi canpur arak yang diklaim dapat menyembuhkan Covid-19, sampai saat ini belum terbukti dan tidak bisa diyakini kebenarannya. Ini merupakan klaim subjektif dan tidak didukung oleh data ilmiah.
Studi Literatur: Analisis Faktor-Faktor Nutrisi Yang Memperburuk Akne Vulgaris Ni Made Ayu Shandy Berliana Putri; Made Budiawan; Ida Ayu Diah Purnama Sari
Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Mahardika
Publisher : LPPM ITEKES Mahardika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54867/jkm.v12i2.281

Abstract

Acne vulgaris is a chronic inflammatory skin disorder commonly affecting adolescents and young adults, often leading to decreased self-confidence and quality of life. Its pathogenesis involves hormonal imbalance, bacterial colonization, and environmental influences, including nutrition. This study aims to analyze the nutritional factors that aggravate acne vulgaris through a literature review. Articles were obtained from PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar using the keywords “acne vulgaris,” “nutrition,” “diet,” “glycemic index,” “dairy products,” and “inflammation,” limited to studies published between 2015–2025. Out of 48 identified articles, 17 met the inclusion criteria, including observational studies, randomized trials, and systematic reviews discussing the relationship between diet and acne. Results indicate that high-glycemic foods, dairy products, whey protein, and saturated fats exacerbate acne through hormonal and inflammatory mechanisms, while fiber, fruits, vegetables, and omega-3 fatty acids have protective effects. In conclusion, nutrition plays a significant role in acne severity, emphasizing the importance of balanced dietary patterns and nutrition education as supportive strategies for acne management, particularly among adolescents.
The Relationship Between Body Mass Index with Uric Acid Levels at Puskesmas Kubutambahan II in 2025 Widana, I Nengah Krisna Murthi Ary; Rahmayani, Irma; Budiawan, Made; Arsani, Ni Luh Kadek Alit
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i3.4892

Abstract

Population growth has contributed to gout becoming a global health issue with a significant prevalence rate. According to WHO data in 2017, the global prevalence of gout reached 34.2%. In Indonesia, the prevalence of doctor-diagnosed gout among the population aged ≥ 15 years reached 7.30%, with Bali recording 10.46% and Buleleng Regency reaching 12.93% (Riskesdas, 2018). WHO has recognized Body Mass Index (BMI) as the best epidemiological measure to evaluate overweight or underweight and is a potential risk factor for various metabolic problems, including increased uric acid levels. This study aimed to determine the relationship between BMI and uric acid levels at Kubutambahan II Public Health Center in 2025. This study used an observational analytic design with a cross-sectional approach, aiming to analyze the relationship between variables at a single point in time. Secondary data were used, consisting of medical records with a sample size of 45 patients. Data analysis included univariate analysis to determine the frequency distribution of the independent variable (BMI) and dependent variable (uric acid levels), as well as bivariate analysis using the Spearman correlation test to examine the relationship between the two variables. The results showed a weak positive correlation between BMI and uric acid levels, with a correlation coefficient (r) of 0.344 (0.20-0.399) which Indicated an increase in BMI tends to be followed by an increase in uric acid levels. The results also showed a p- value of 0.021 (< 0.05), indicating a significant relationship between BMI and uric acid levels.
LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DENGAN USIA MENARCHE Adistika, Larasati; Budiawan, Made; Suputra, Putu Adi
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2400

Abstract

Konsumsi makanan cepat saji yang tinggi kalori dan lemak telah menjadi gaya hidup remaja modern yang diduga kuat berkontribusi terhadap perubahan sistem hormonal dan percepatan usia menarche. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan usia menarche pada remaja putri melalui tinjauan literatur (literature review). Hasil tinjauan menunjukkan bahwa mayoritas studi menemukan hubungan positif yang signifikan antara frekuensi konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian menarche dini, di mana asupan lemak berlebih memicu akumulasi jaringan adiposa dan peningkatan hormon leptin yang mempercepat pematangan seksual, meskipun beberapa studi lain tidak menemukan signifikansi akibat dominasi faktor genetik. Secara keseluruhan, konsumsi makanan cepat saji teridentifikasi sebagai faktor risiko lingkungan yang berperan dalam tren pubertas dini pada remaja. Diperlukan edukasi gizi seimbang dan pembatasan konsumsi makanan cepat saji sebagai upaya preventif untuk meminimalisir risiko gangguan kesehatan reproduksi dan metabolik jangka panjang pada remaja.
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Tidur Mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha I Putu Paramananda; Ketut Indra Purnomo; Made Budiawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57693

Abstract

Aktivitas fisik merupakan kontraksi pada otot rangka yang mengakibatkan terjadinya suatu bentuk gerakan pada tubuh manusia sehingga terdapat penggunaan kalori tubuh. Kualitas tidur merupakan adanya kepuasan dari individu terhadap dan berpengaruh pada produktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa kedokteran memiliki kecenderungan sedentary lifestyle karena padatnya jadwal kuliah dan belajar sehingga terjadi penurunan jumlah aktivitas fisik dan olahraga. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan besar sampel yang digunakan sebanyak 50 responden. Data dari penelitian ini diperoleh dari kuesioner GPAQ dan kuesioner PSQI yang dicatat dalam aplikasi Microsoft Excel. Dari penelitian yang sudah dilakukan diperoleh hasil aktivitas fisik paling banyak adalah aktivitas fisik tingkat sedang yaitu 38 orang (76%). Sedangkan untuk kualitas tidur paling dominan adalah kualitas tidur buruk yaitu 37 orang (74%). Uji normalitas data menunjukkan data tidak terdistribusi normal sehingga uji analisis data yang digunakan adalah uji Rank Spearman. Pada uji Rank Spearman didapatkan hasil nilai r adalah 0,117 positif menunjukan kekuatan hubungan yang sangat lemah dan searah. Selain itu nilai p adalah 0,417 yang berarti menunjukkan hubungan yang tidak signifikan. H0 diterima sedangkan H1 ditolak sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha. Kata Kunci: aktivitas fisik, GPAQ, kualitas tidur, mahasiswa, PSQI
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK PADA WAKTU LUANG DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA KEPERAWATAN Ave Yunika; Made Budiawan; Made Bayu Permasutha
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.4.2025.670-678

Abstract

Mahasiswa keperawatan cenderung memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa dari program studi lain. Aktivitas fisik pada waktu luang berperan sebagai intervensi nonfarmakologis yang dapat memberikan efek fisiologis melalui peningkatan hormon endorfin serta manfaat psikologis berupa pengaturan emosi dan penurunan ketegangan mental. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara aktivitas fisik waktu luang dan tingkat stres pada mahasiswa keperawatan. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional dengan 68 responden yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Godin Leisure-Time Exercise Questionnaire untuk aktivitas fisik dan  Depression Anxiety Stress Scale-42 untuk mengukur tingkat stres. Analisis hubungan menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan bantuan perangkat lunak statistic yaitu SPSS 29.0.1. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami stres tingkat sedang. Uji Spearman menghasilkan nilai p = 0,007 dan koefisien korelasi r = -0,325, menandakan hubungan negatif signifikan dengan kekuatan lemah antara aktivitas fisik waktu luang dan tingkat stres. Semakin aktif mahasiswa secara fisik, semakin rendah tingkat stres yang dialami. Aktivitas fisik secara rutin dapat menjadi strategi efektif untuk menjaga keseimbangan mental dan meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa keperawatan
Melukat as Hydro-Spiritual Healing in Balinese Wellness Tourism: An Ethnomedical Study of Ritual, Natural, and Psychosomatic Well-Being I Gusti Intan Ayu Pramesti Utami; Made Budiawan; Made Ajiswara Laba; Veronica Aurelie Buntoro; Ayu Putu Githa Maheswari; Laras Nazillah Putri
PROMOTOR Vol. 9 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v9i1.1818

Abstract

Melukat is a Balinese cultural tradition aimed at cleansing the soul and mind of negative energy. Today, melukat has become widespread and sought after as a form of spiritual practice popular in wellness tourism. This study aims to determine how melukat as a hydro-spiritual practice is viewed from an ethnomedical perspective. This study is a qualitative study with a phenomenological approach. Data were collected through interviews with priests and melukat practitioners. The results indicate that melukat is also a hydro-spiritual therapy process that integrates ritual, nature, and the balance of body and soul. Interviews with respondents revealed that melukat is considered a self-purification effort to achieve cleanliness and peace of mind. From an ethnomedical perspective, the practice of melukat represents a traditional healing system that remains relevant as global spiritual tourism grows. Melukat demonstrates that local cultural traditions can be a valuable source of comprehensive healing for Balinese people and tourists seeking spiritual experiences.
The Relationship Between Body Mass Index and Pain Severity in Patients with Knee Osteoarthritis at Buleleng Regional General Hospital (RSUD Buleleng): Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Derajat Nyeri Pada Pasien Osteoarthritis Genu Di Rsud Buleleng I Komang Trio Cahyadi; Putu Adi Suputra; Made Budiawan
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9686

Abstract

Osteoarthritis (OA) is a prevalent joint disease marked by morning stiffness, crepitus, and pain during movement, and it represents a major cause of disability among older adults worldwide. Body mass index (BMI) has been identified as an important factor associated with pain severity in patients with knee osteoarthritis. This study aimed to examine the relationship between body mass index and pain intensity in individuals with knee osteoarthritis. A cross-sectional study design was employed involving 50 participants who fulfilled the inclusion and exclusion criteria, consisting of 22 men and 28 women. Body mass index was assessed using standardized measurements of body weight and height, while pain intensity was evaluated using the Numeric Rating Scale (NRS). The association between BMI and pain severity was analyzed using Spearman’s rank correlation test. The findings demonstrated a statistically significant positive correlation between body mass index and pain intensity in patients with knee osteoarthritis, with a moderately strong correlation (p < 0.001; r = 0.549).