Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan EGR Panas Terhadap Daya Dan Emisi Jelaga Mesin Diesel Syarifudin Syarifudin
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 9, No 2 (2020): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v9i2.2264

Abstract

Emisi jelaga terbentuk akibat bahan bakar yang tidak terbakar atau imbas dari pembakaran tidak sempurna. Hal ini merugikan daya yang dihasilkan mesin diesel. Sistem EGR panas digunakan untuk meningkatkan temperatur sehingga dapat meningkatkan kualitas pembakaran dan meningkatkan nilai daya serta menurunkan emisi jelaga mesin diesel. Penelitian ini bertujuan mengobservasi penggunaan sistem EGR panas terhadap daya dan emisi jelaga yang dihasilkan oleh mesin diesel. pembebanan divariasikan dari 0% sampai 100%. Hasil pengujian menunjukkan penggunaan sistem EGR panas mengakibatkan daya mesin semakin meningkat dan emisi jelaga semakin menurun. Peningkatan daya tertinggi terjadi saat pembebanan 25% sebesar 1,51% dengan pembukaan katup EGR 75%. Sedangkan penurunan emisi jelaga tertinggi terjadi pada pembebanan 25% dengan persentase pembukaan katup 100% yaitu sebesar 13,46%.
Pengaruh Penambahan Jatropa Dan Butanol Terhadap Emisi Jelaga Mesin Diesel Injeksi Langsung Syarifudin Syarifudin
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 7, No 2 (2018): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v7i2.2186

Abstract

Volume kendaraan bermotor setiap tahunnya terjadi peningkatan. Data Badan Pusat Statistika menunjukkan peningkatan dari tahun 2011 sampai tahun 2017 sebesar 52%. Trend ini memicu peningkatan kebutuhan bahan bakar dan emisi gas buang yang dihasilkan kendaraan bermotor. Biodiesel Jatropa adalah solusi untuk menekan ketergantungan bahan bakar fosil. Penelitian ini bertujuan mengobservasi emisi jelaga yang dihasilkan mesin diesel injeksi langsung menggunakan bahan bakar solar yang dicampuran jatropa sebesar 10%. Hasilnya dibandingkan dengan emisi hasil pengujian bahan bakar solar murni. Hasil ekperimen menunjukkan penggunaan mesin diesel berbahan bakar solar campuran jatropa 20% menghasilkan emisi jelaga yang lebih tinggi sebesar 8,89% dibandingkan bahan bakar solar murni. Sedangkan penambahan butanol pada bahan bakar solar campuran jatropa menyebabkan penurunan emisi jelaga sebesar 27,37% dibandingkan S100 dan DJ20.
Daya Dan Konsumsi Bahan Bakar Mesin Diesel Injeksi Langsung Berbahan Bakar Solar-Minyak Jarak Syarifudin Syarifudin
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 9, No 1 (2020): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v9i1.2256

Abstract

Kebutuhan bahan bakar solar semakin meningkat akibat peningkatan volume kendaraan. Sifat bahan bakar solar yang tidak bisa diperbaharuhi memicu untuk mencari solusi bahan bakar yang dapat mengganti bahan bakar solar. Minyak jarak dapat dijadikan sebagai bahan bakar altenatif untuk menggantikan bahan bakar solar. Minyak jarak dapat diproduksi dengan mudah melalui biji pohon jarak. Akan tetapi, nilai kalor yang rendah daripada solar mengakibatkan daya mesin lebih rendah dan konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi dibandingkan bahan bakar tanpa minyak jarak. Daya mesin tertinggi terjadi pada bahan bakar tanpa campuran minyak jarak sebesar 25,47 kW. Sedangkan konumsi bahan bakar tertinggi terjadi pada pengggunaan bahan bakar campuran solar-minyak jarak sebesar 0,327 kg/kW.jam.
Pengaruh Penggunaan Exhaust Gas Temperature (EGR) Terhadap Temperatur Gas Buang Dan Emisi Jelaga Mesin Diesel Syarifudin Syarifudin
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 8, No 2 (2019): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v8i2.2224

Abstract

Exhaust gas recirculation system (EGR) terbukti membawa dampak positif bagi penurunan emisi gas buang yang dihasilkan mesin diesel. Sistem EGR panas terbukti dapat meningkatkan temperatur ruang bakar sehingga mengakibatkan peningkatan proses pembakaran. Sedangkan sistem EGR dingin terbukti dapat menurunkan emisi gas buang mesin diesel. Penelitian ini bertujuan mengobservasi temperatur exhaust dan emisi jelaga dengan sistem EGR panas dan dingin. Pengujian menggunakan mesin diesel injeksi langsung 4JB1 dengan kapasitas 2800 cc. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan sistem EGR panas menyebabkan peningkatan temperatur gas buang sebesar 7,83%  dan penurunan emisi jelaga mesin diesel sebesar 13,46%. Adapun penggunaan sistem EGR dingin menyebabkan penurunan temperatur exhaust sebesar 3,56% sehingga meningkatkan emisi jelaga sebesar 7,01%.
Konsumsi Bahan Bakar Dan Emisi Gas Buang Mesin Motor 100 cc Berbahan Bakar Premium Dan Metanol Firman Lukman Sanjaya; Syarifudin Syarifudin
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 9, No 2 (2020): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v9i2.2261

Abstract

Metanol merupakan bahan bakar alternatif yang mampu menggantikan bahan bakar fosil. Metanol memiliki nilai oktan dan kadar oksigen yang tinggi sehigga mampu memberikan efek positif pada mesin. Penelitian ini bertujuan mengobservasi pengaruh konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang  mesin berbahan bakar premium dan metanol dengan prosentase metanol 5%, 10%,15%, dan 20%. Pengujian ini menggunakan mesin 100cc dan dilakukan pada putaran mesin 2000 rpm. Hasil pengujian menunjukan konsumsi bahan bakar meningkat seiring dengan pertambahan metanol pada bahan bakar. Namun, emisi CO dan HC mengalami penurunan masing-masing 96,92% dan 31,5%. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan oksigen pada metanol yang memperbaiki proses pembakaran dalam silinder.
Analisis Perpindahan Gaya SideLoad Pegas Suspensi Tipe C Menggunakan Finite Element Method (FEM) Sigit Setijo Budi; Firman Lukman Sanjaya; Faqih Fatkhurrozak; Syarifudin Syarifudin; Nur Aidi Ariyanto
Infotekmesin Vol 14 No 2 (2023): Infotekmesin: Juli, 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/infotekmesin.v14i2.1783

Abstract

The suspension must provide comfort and safety to the vehicle. Therefore, it is necessary to analyze the load's effect on the pressure distribution on the axle so that the spring strength from the sideload force can be simulated. This study aims to analyze the sideload force of type C suspension springs using FEM. Spring variations are the number of different threaded coils, namely 11, 12, and 13. In the FEM simulation, the spring is given a load until 50mm, 100mm, 150mm, 200mm, and 250mm displacement occurs. The loading spreads to the X, Y, and Z axes. Each direction of the axis is measured by the pressure that occurs. The results showed that the pressure values that occur on the X, Y, and Z axes decreased with each increase in the number of screw coils. The lowest X-axis pressure reduction occurs in thread 12 at 63%. Meanwhile, the pressure on the Y axis decreased by 27% on the spring screw 12. The highest decrease in pressure on the Z axis occurred by 34% on the spring screw 12 compared to the spring screw 11.
Efek Pencampuran Butanol dan Diethyl Ether (DEE) Pada Pertalite Terhadap Torsi, Daya dan Brake Spesific Fuel Consumpsion Mesin Bensin 160cc Firman Lukman Sanjaya; M. Khumaidi Usman; Faqih Fatkhurrozak; Syarifudin Syarifudin; Andre Budhi Hendrawan
Infotekmesin Vol 14 No 2 (2023): Infotekmesin: Juli, 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/infotekmesin.v14i2.1906

Abstract

The increase in the volume of vehicles resulted in a crisis of fossil fuels so there is a need for alternative fuels to replace gasoline. Butanol and Diethyl Ether (DEE) are alternative fuels that can be added to gasoline. This is because the Octane Number and high O2 levels optimize combustion in the cylinder and increase torque and power and save fuel. This study compares the addition of butanol and DEE to gasoline on torque, power, and Brake Specific Fuel Consumption (BSFC). The study used a 160cc gasoline engine with a carburetor with engine speeds of 1000, 2000, and 3000 rpm. Variation of fuel mixture 5%, 10%, and 15% on gasoline. The results showed that the DEE15 mixture increased the highest torque by 28% at 3000 rpm compared to other fuel mixtures. Engine power also increases the highest by 28% when using a mixture of DEE15 compared to other fuels. Meanwhile, BSFC experienced the highest decrease of 19% when using the DEE15 mixture compared to other mixtures.
Komparasi Efek Gasoline-Butanol dan Gasoline-Ethanol Terhadap Exhaust Gas Temperature dan Emissions Mesin EFI Firman Lukman Sanjaya; Faqih Fatkhurrozak; Syarifudin Syarifudin; M. Khumaidi Usaman; Agus Wibowo
Infotekmesin Vol 15 No 2 (2024): Infotekmesin, Juli 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/infotekmesin.v15i2.2335

Abstract

The use of gasoline in vehicles produces CO, HC, and NOx emissions which are dangerous for the environment. Using butanol and ethanol as additional gasoline can reduce pollutant emissions. This is because alcohol has a high oxygen content and helps combustion more completely. This research compares the Exhaust Gas Temperature and Emissions results of EFI engines using gasoline-butanol and gasoline-ethanol. The EFI engine used has a capacity of 150CC. The alcohol used was butanol and ethanol with a percentage of 5%, 10%, and 15% in each test. The test results showed that the highest EGT reduction occurred in the E15 mixture at 23.98% and B15% at 8.65. Meanwhile, CO emissions experienced the highest reduction in E10 by 53.6% and B15 by 44.6%. HC emissions also experienced the highest reduction in E15 by 70.5% and B15 by 66.7% compared to gasoline. However, CO2 emissions increased to 17.07% in the E15 mixture and 11.46% in B15. This proves that the addition of ethanol produces more complete combustion than the addition of butanol.