Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Kekuatan Tali Baja Mini Crane Dengan Penggerak Mesin Sepeda Motor Amin Nur Akhmadi; Wawan Junaidi Usman
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 8, No 1 (2019): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v8i1.2202

Abstract

Crane (mini crane) merupakan pesawat pengangkat yang digunakan untuk membantu dalam pemindahan bahan / material.  Mini crane membantu sistem pengangkatan karena efektif dan cepat untuk memindahkan bahan bangunan ke tempat lebih tinggi. Tali baja merupakann komponen penting di sebuah crane karena komponen tersebut berhubungan langsung dengan beban, maka perlu dilakukan penelitian tentang  kekuatan tali baja pada mini crane. Uji tarik tali baja di lakukan di Laboratorium Perindustrian Kabupaten Tegal, dengan metode uji benda sesuai dengan SNI 0076 : 2008.  Metode  uji tarik tali baja mengunakan mesin Shimadzu UH 1000 kNI dengan suhu ruangan 24°C.  Kekuatan tali baja sesuai dengan spesifikasi kekuatan mini crane dengan hasil uji tarik pada tali baja sebesar 411,96 kgf sehingga aman digunakan pada mini crane. Untuk tekanan gulungan satuan tali baja pada drum berat beban sebesar 200 kg didapatkan tekanan drum sebesar 1,30 kg, dengan dibantu puli majemuk (puli tetap dan bebas) yang memperingankan beban tegangan tali sehingga menjadi 100 kg dengan tegangan kait tunggal sebesar 70,71 kg.
Analisis Emisi Gas Pembuangan Pada Mesin Diesel Alkon Jenis Starke DWP80 Amin Nur Akhmadi
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 7, No 2 (2018): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v7i2.2181

Abstract

Emisi gas buang mesin pompa air merupakan sisa hasil pembakaran bahan bakar di dalam mesin yang di keluarkan melalui sistem pembuangan mesin. Banyaknya penggunaan mesin pompa air dengan bahan bakar bensin berdampak buruk pada lingkungan yaitu bertambahnya emisi gas buang yang sudah sangat menumpuk. Apabila hal ini di teruskan tentunya akan sangat berbahaya bagi kesehatan makhluk hidup dan lingkungan sekitar. Untuk mengatasi masalah tersebut maka pada penelitian ini pompa air sawah dimodifikasi dari bahan bakar Pertalite menjadi bahan bakar LPG dengan tujuan untuk mengurangi polusi udara. Untuk membuktikan bahwa gas buang bahan bakar LPG lebih baik atau tidak dari gas buang bahan bakar Pertalite maka perlu dilakukan pengujian emisi gas buang. Metode pengujian menggunakan  Exhaust Gas Analizer (EGA), ukur kadar emisi gas buang pada 1.300 rpm, 2.200 rpm, 3.500 rpm meliputi karbon monoksida (CO), Carbon Dioxida (CO2) dan Hydro Carbon (HC). Durasi masing–masing pengujian adalah 60 detik, kemudian di catat berapa kadar emisi dari bahan bakar Pertalite dan juga bahan bakar LPG. Hasil analisis dari pengujian emisi gas buang yang telah dilakukan yaitu emisi gas buang dari bahan bakar LPG ternyata tidak lebih baik jika dibandingkan dengan emisi gas buang dari bahan bakar Pertalite.
Analisa Hasil Pengelasan 2g Dan 3g Dengan Bahan Plat Besi St 40 Ketebalan 10 mm Dan Voltase 20 - 35 Menggunakan Mesin Las Mig Amin Nur Akhmadi; M. Taufik Qurohman
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 9, No 2 (2020): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v9i2.2259

Abstract

Pengelasan secara umum dapat diartikan sebagai suatu ikatan metalurgi pada sambugan logam atau logam paduan yang dilaksanakan pada saat logam dalam keadaan cair. Prosedur pengelasan kelihatannya sangat sepele dan sederhana dalam pengelasan, pengetahuan harus turut serta mendampingi praktek. Secara lebih terperinci dapat dikatakan bahwa dalam perancangan konstruksi bangunan dan mesin dengan sambungan las, harus direncanakan pula tentang cara pengelasan, cara pemeriksaan, bahan las dan jenis las yang akan dipergunakan berdasarkan fungsi dari bagian-bagian bangunan atau mesin yang dirancang. Definisi las berdasarkan DIN (Deutche Industrie Normen) adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam atau logam panduan yang dilaksanakan dalam keadaan lumer atau cair.Secara umum pengelasan dapat didefinisikan sebagai penyambungan dari beberapa batang logam dengan memanfaatkan energi panas Adapun jenis-jenis las yaitu seperti las tig, las mig, las listrik dan las karbit. Las mig yaitu merupakan proses penyambungan dua material logam atau lebih menjadi satu melalui proses pencairan setempat, dengan menggunakan elektroda gulungan (filler metal) yang sama dengan logam dasarnya (base metal) dan menggunakan gas pelindung ( inert gas ). Dalam pengujian bahan di lakukan uji lengkung pada sambungan las plat besi ST 40, uji tekan adalah suatu alat uji mekanik yang berguna untuk mengukur dan mengetahui kekuatan benda terhadap gaya tekan. Metode pengujian dilakukan di laboratoriumdiketahui bahwa bahan mengalami beban tekanan maksimum 24,21 kgf,kemudian mengalami kuat tarik 62,64 kgf/cm².
Rancang Bangun Mesin Shredder Pencacah Sampah Plastik Berbantu Perangkat Lunak Autodesk Inventor 2015 Amin Nur Akhmadi
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 8, No 2 (2019): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v8i2.2217

Abstract

Mesin pencacah sampah plastik ini merupakan alat untuk membantu para pengepul dalam mencacah sampah plastik untuk mempermudah pembawaannya ke agen yang nantinya akan dijadikan bijih plastik. Dalam pengoperasiannya,  mesin pencacah ini dibantu oleh beberapa komponen penunjang yaitu motor listrik, reducer, box mata pisau, dan rangka. Dan peranan dari komponen penunjang tersebut sangatlah penting, karena itu perlu dilakukan perancangan yang baik dan salah satunya yaitu dari segi kekuatan, dimana rangka mesin menerima beban dari beberapa komponen itu sendiri maupun dari sampah plastik yang akan cacah. Dalam penulisan tugas akhir ini, akan dibahas mengenai perencanaan box mata pisau, dan kapasitas produksi, dalam perancangan ini perlu dilakukan suatu analisis untuk memastikan hasil perancangan dapat digunakan. Bila dahulu proses perancangan dilakukan suatu mesin dilakukan dengan cara “trial and error “ hingga diperoleh hasil yang optimal, maka sekarang ini rancang bangun mesin dilakukan dengan proses komputerisasi dalam hal ini mesin pencacah botol plastik digambar dengan menggunakan software Autodesk Inventor. Dan material rangka mesin yang dipakai adalah baja konstruksi holow.
Analisis Penambahan Methanol 5%, 10% dan 15% Terhadap Torsi, Daya dan Exhaust Gas Temperature (EGT) Mesin Bensin 150 CC Berbahan Bakar Pertamax Faqih Fatkhurrozak; Firman Lukman Sanjaya; Syarifudin; Amin Nur Akhmadi; Nur Aidi Ariyanto; Gunawan
Infotekmesin Vol 15 No 1 (2024): Infotekmesin: Januari, 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/infotekmesin.v15i1.2064

Abstract

Indonesia is one of the countries that uses the most motorized vehicles, which increases air pollution and fuel crises. Using biofuel is one solution to overcome this problem. Methanol is used as a mixture of Pertamax to produce environmentally friendly and renewable biofuel. This is because methanol has high octane and oxygen. Mixing methanol in Pertamax was carried out to analyze the impact of Torque, Power, and Exhaust Gas Temperature (EGT) of a 150cc petrol engine. Methanol 5%, 10%, and 15% was mixed into Pertamax with engine speed variations of 1000, 2000 and 3000 rpm. Dynotest is used to measure engine performance and thermocouples to measure EGT. Test results show the highest increase in engine torque and power of up to 25% at a speed of 2000 rpm with the PM15 mixture compared to P100. The highest reduction in EGT value occurred when using the PM15 mixture at a speed of 1000 rpm up to 28% compared to P100. This shows that the addition of methanol to Pertamax increases torque and power and reduces the EGT of the gasoline engine.
Desain Rancang Bangun Mesin Pemarut Kelapa Listrik Di Wilayah Kota Tegal Amin Nur Akhmadi
JURNAL ENGINEERING Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jureng.v14i2.28

Abstract

Kemajuan teknologi yang sangat pesat banyak terciptanya produk-produk yang beredar di masyarakat, teknologi diciptakan untuk membantu meringankan pekerjaan masyarakat dan agar menghasilkan hasil yang lebih maksimal dan cepat, salah satu contohnya yaitu mesin parut kelapa.Tujuan penelitian ini adalah mewujudkan mesin parut kelapa yang mempunyai sistem sederhana, murah, mudah dioperasikan dan dirawat, serta dapat meningkatkan penggunaan mesin tersebut, Penelitian ini menggunakan computer sebagai media untuk menggambar atau merancang bangun desain mesin pemarut kelapa metodenya yaitu dengan menganalisa besarnya rpm yang dihasilkan pada motor AC,dengan ekperimen melakukan pengujian pemarut kelapa, studi Pustaka yaitu dengan membaca refrensi dan jurnal-jurnal,Dari pengujian dengan beban didapat kelapa yang sudah dibelah dimasukan kedalam mesin satu persatu stopwatch dinyalakan semenjak kelapa pertama dimasukan sampai dengan potongan kelapa terakhir, 1 butir kelapa dari awal sampai selesai dengan menggunakan duras waktu 03 menit 49 detik sampai menjadi butir-butir ampas, Pengujian tanpa beban mata pisau diberi scotlight yang akan di center dengan sinar laser motor listrik dihidupkan untuk mengukur kecepatan putar tanpa beban menggunakan digital tachometer, pengujian mesin parut kelapa dengan menggunakan alat digital laser tachometer menghasilkan putaran mesin 2948 Rpm.