Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Do Profit-Sharing Rate, Promotion Media, Location, And Service Facilities Affect Muslim Decisions To Use Islamic Banks? Nur Rizqi Febriandika
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 10 No 2 (2021): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December
Publisher : LPPM ISNJ Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46367/iqtishaduna.v10i2.414

Abstract

The majority of Indonesian people are Muslim, making Indonesia a potential market in the development of Islamic banking. The purpose of this study was to determine whether profit-sharing rate, promotion media, location, service facilities affect the decisions of the Muslim community to use Islamic banks. This type of research is quantitative research, which uses the method of structural equity modelling (SEM). The large sample size for the SEM method is based on the number of indicators in the variable due to the enormous population size, namely Muslims in Indonesia. The number of respondents in this study was 214 people. The results of this study indicate that profit-sharing rate, promotion media, location, service facilities do not affect the decisions of the Muslim community to use Islamic banks. Muslims are more likely to choose Islamic banks because of the halal label than other factors. Factors that generally make customers use conventional banks do not apply to Islamic banks. This research can be a reference or a reference for Islamic banks in making policies. Variables that are proven to have no effect can be eliminated in making policies to increase Islamic bank customers.
Pendampingan dan Pembinaan Sekolah Binaan Internasional di Sekolah Bersepadu Musa-Asiah (SEPAMA) Cambodia: Perintisan Sekolah Islami Jenjang Menengah Pertama Febriandika, Nur Rizqi; Inayati, Nurul Latifatul; Alam, Azhar; Azizi, Muhammad
Abdi Psikonomi Vol 5, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/psikonomi.v5i3.8838

Abstract

Kamboja merupakan suatu negara yang masih dalam area Asia Tenggara dan berbentuk kesatuan dengan penduduknya secara mayoritas berkeyakinan agama budha (97%). Walaupun demikian di bagian wilayah kamboja yakni daerah champ mayoritas beragama Islam dengan corak budaya melayu. Di Champ terdapat pendidikan yang berbasis kepada keislamaan setara sekolah dasar (SD) yaitu Sekolah Bersepadu Musa-Asiah (SEPAMA). SEPAMA berniat untuk membuka di jenjang sekolah menengah pertama (SMP) sebagai satu-satunya sekolah Islam yang ada di jenjang tersebut yang mana sebelumnya hanya selesai di jenjang SD. Dalam kondisi yang membutuhkan bantuan dari pihak luar, SEPAMA membutuhkan pendampingan dan pembinaan dalam aspek kurikulum, manajerial, dan sumber daya manusia. Mereka kesulitan untuk mencari sekolah Islami di jenjang SMP dan satu-satunya opsi yang mereka miliki adalah masuk ke sekolah negeri yang tidak ada muatan keislaman sama sekali. Dengan demikian, keberadaan sekolah setingkat SMP menjadi sangat penting dan dibutuhkan. Oleh sebab itu tim pengabdian melaksanakan pengabdian masyarakat selama 1 tahun di Sekolah Bersepadu Musa-Asiah (SEPAMA) Cambodia yang merupakan satu-satunya sekolah muslim yang ada di Champ yang dikelola oleh Yayasan Musa-Asiah Fondation. Pengabdian masyarakat ini dalam bentuk pendampingan dan pembinaan dalam aspek kurikulum, manajerial, dan sumber daya manusia. Tim pengabdian akan bekerja sama dengan pihak sekolah dalam aspek kurikulum, manajerial, dan sumber daya manusia. Setelah itu, mahasiswa akan diterjunkan di kamboja selama 1 tahun sebagai penutur asing guna mengajarkan dan memonitoring kegiatan.
Wirausaha Merdeka: Pemberdayaan Mahasiswa Melalui Program Wirausaha Merdeka di Universitas Muhammadiyah Surakarta Chayo, Erlan Dwi; Febriandika, Nur Rizqi; Aji, Nur Prasetyo; Ramadhan, Moch Hisyam
Abdi Psikonomi Vol 3, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/psikonomi.vi.1394

Abstract

Dengan hadirnya perguruan tinggi baik swasta dan negeri memberikan sumbangan tenaga ahli lulusan mahasiswa di setiap tahunnya, akan tetapi dengan predikat sarjana hal tersebut belum tentu menjanjikan untuk mendapat pekerjaan yang sesuai, terkadang dari banyaknya lulusan tak semua terserap di lapagan pekerjaan yang menyebabkan pengangguran. Pemberdayaan mahasiswa dari dini melalui program wirausaha merdeka tahun 2022 di universitas muhammadiyah surakarta dengan cara mengoptimalkan potensi yang dimiliki tiap – tiap mahasiswa merupakan sebuah hal yang penting dalam mengembangkan wirausaha muda. Tujuan dilakukannya program wirausaha merdeka ini yaitu untuk membantu mahasiswa dalam menciptakan pendapatan sesuai dengan kemampuan dan kompetensi dari mahasiswa tersebut agar mereka dapat mandiri, berkembang serta tidak selalu bergantung dari bantuan pemerintah dengan cara membantu peningkatan kelangsungan usaha yang dikelola oleh mahasiswa. Mahasiswa perlu mengetahui betapa pentingnya untuk tetap berwirawasta dalam masa mendatang. Tahapan kegiatan dirancang selama empat bulan yang didahului dengan kegiatan koordinasi dan komunikasi dengan peserta dan panitia maupun stack holder dalam mendukung program tersebut, salah satunya dengan mitra Praktik Magang peserta WMKUMS yang akan dilaksanakan di Unit Kerja Budidaya Air Tawar P2MK Alang-Alang Subur. Persiapan dimaksudkan adalah penetapan sasaran kegiatan, dan lokasi kegiatan. Hasil kegiatan ini sangat sesuai dengan yang diharapkan yaitu pada kegiatan yang dilaksanakan dapat membantu Wirausaha Mahasiswa yang secara aktif melalui bantuan pendanaan dan Dosen Pembimbing lapangan guna membantu peningkatan jiwa wirausaha Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Program Pengabdian Masyarakat Internasional di Sekolah Bersepadu Musa-Asiah (Sepama) Cambodia: Pembelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Arab Pegon Febriandika, Nur Rizqi; Imron Rosyadi; Yayuli
Abdi Psikonomi Vol 4, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/psikonomi.vi.1996

Abstract

Kamboja merupakan suatu negara yang masih dalam area Asia Tenggara dan berbentuk kesatuandengan penduduknya secara mayoritas berkeyakinan agama budha (97%). Walaupun demikiandi bagian wilayah kamboja yakni daerah cham mayoritas beragama Islam dengan corak budayamelayu. Di Champ berdiri lembaga-lembaga pendidikan yang berbasis kepada keislamaanyang digunakan masyarakat Muslim Kamboja Khususnya dari ras melayu mendidik anakanaknyaatau generasi sebagai penerus perjuangan Islam masihlah sedikit. Tidak jarang jugamasyarakat kamboja mengirimkan anak-anaknya untuk menempuh pendidikan di Indonesiayang notabenya sebagai Negara Islam yang lebih maju. Walaupun demikian jumlah maysrakatMuslim yang bisa berbahasa Indonesia atau melayu masihlah sedikit dan minim mengingatmereka juga banyak tertarik melanjutkan studi di perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia.Walaupun demikian mereka mengalami kesulitan dalam belajar bahasa asing yang notabenenyamenggunakan huruf alfabet sebab bahasa kamboja memiliki huruf sendiri yang berbeda denganhuruf alfabet. Oleh sebab itu kami akan melaksanakan pengabdian masyarakat selama 6 bulandi Sekolah Bersepadu Musa-Asiah (SEPAMA) Cambodia yang merupakan satu-satunya sekolahmuslim swasta yang dikelola oleh Yayasan Musa-Asiah Fondation. Pengabdiana masyarakat ini dalam bentuk pendampingan pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan arab pegon karenadinilai lebih efektif dalam mengajarkan bahasa indonesia sebab sebagai seorang muslim merekasudah dibekali pembelajaran aksara arab sebelum masuk sekolah dasar. Tim pengabdian akanbekerjasama dengan pihak sekolah dalam merumuskan pembelajaran arab pegon yang sesuaidengan jenjang pendidikan. Setelah itu, mahasiswa akan diterjunkan di kamboja selama 6 bulansebagai penutur asing guna mengajarkan dan mencontohkan pembelajaran arab pegon.  
Geographical Indications and Maqāṣid al-Sharī‘ah: Realizing Intellectual Property as an Instrument of Economic Justice Saputro, Triyono Adi; Isman; Setiawati, Diana; Alam, Azhar; Febriandika, Nur Rizqi
Al-Muamalat: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 12 No. 2 (2025): July
Publisher : Department of Sharia Economic Law, Faculty Sharia and Law, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/am.v12i2.51236

Abstract

Intellectual Property (IP) protection in Indonesia remains primarily oriented toward individual and capitalist interests, thereby failing to reflect the values of distributive justice fully. This research aims to analyze Geographical Indications (GIs) as an instrument of economic justice from the perspective of Maqāṣid al-Sharī‘ah. The study employs a normative legal research method, utilizing both conceptual and legislative approaches. Data were gathered through a literature review of primary, secondary, and tertiary legal sources, which were then analyzed qualitatively to examine the relationship between the principles of positive law and the values of Maqāṣid al-Sharī‘ah. The findings indicate that the principles of Maqāṣid al-Sharī‘ah, such as hifz al-mal (protection of property), hifz al-nafs (protection of life), and hifz al-'aql (protection of intellect), provide a strong philosophical foundation for the reconstruction of a just and inclusive IP system. GIs' protection not only provides legal recognition of product origins but also serves as an instrument for the economic empowerment of local communities and the equitable distribution of financial benefits. Incorporating Sharia values into IP policies can broaden the moral, social, and ecological dimensions of a sustainable creative economy. This research recommends reformulating national IP policies by incorporating the principles of Maqāṣid al-Sharī‘ah, strengthening the role of producer communities in GIs governance, and fostering quadruple-helix collaboration among government, academia, industry, and communities. In this way, GIs can serve as an instrument of economic justice and contribute to achieving sustainable development goals.