Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : SAINSTEK

Pengaruh Campuran Abu Batang Jagung Dan Semen Sebagai Bahan Untuk Stabilisasi Tanah Lempung Organik Terhadap Nilai California Bearing Ratio (CBR) Roza Mildawati; Sri Hartati Dewi; Mulyono Mulyono
SAINSTEK Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i1.6

Abstract

Provinsi Riau secara umum memiliki wilayah dengan kondisi tanah gambut dengan cakupan yang cukup luas di Pulau Sumatera yaitu ±4,04 jt Ha atau 56,1% dari jumlah lahan gambut di Pulau Sumatera. Pembangunan jalan raya yang berada diatas tanah gambut harus memperhatikan kondisi tanah dasarnya terlebih dahulu agar jalan yang dibangun dapat bertahan lama. Tanah gambut yang digunakan diambil dari Desa Sadar Jaya, Siak Kecil, Bengkalis, Riau dan akan distabilisasi dengan menggunakan abu batang jagung (ABJ) dan semen sebagai bahan campuran stabilisasi. Metode stabilisasi tanah merupakan salah satu cara yang sering digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah asli dengan kuat dukung tanah yang kurang bagus menjadi lebih baik lagi. Variasi campuran yang digunakan yaitu 2% ABJ, 5% semen dan 4% ABJ, 10% semen. Masa waktu pemeraman yang digunakan 0, 4, dan 7 hari pemeraman. Nilai CBR tanah asli pada pemeraman 0 hari sebesar 13,33%, 4 hari sebesar 16,04%, dan 7 hari sebesar 16,88%. Untuk nilai CBR pada tanah campuran 2% ABJ, 5% semen pada masa pemeraman 0 hari sebesar 13,75%, 4 hari sebesar 18,63% dan 7 hari sebesar 19,80%. Untuk nilai CBR pada tanah campuran 4% ABJ, 10% semen pada masa pemeraman 0 hari sebesar 13,95%, 4 hari sebesar 19,59% dan 7 hari sebesar 20,01%. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa nilai CBR tertinggi yaitu pada pemeraman 7 hari baik untuk tanah asli maupun untuk tanah campuran. Lama waktu pemeraman menjadi faktor yang mempengaruhi besarnya nilai CBR.
Perbandingan Dua Jenis Agregat Daerah Yang Berbeda Terhadap Karakteristik Marshall Pada Aspal Porus Sri Hartati Dewi; Roza Mildawati; Adi Nurhakim
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal Porus (Porous Asphalt) merupakan campuran aspal bergradasi terbuka dengan persentase agregat kasar lebih dari 85%, sehingga menyediakan rongga udara yang besar. Rongga udara ini diharapkan dapat meloloskan air jika hujan, Dalam pembuatan perkerasan tersebut menggunakan agregat yang berasal dari dua daerah yang berbeda, di provinsiRiau bisadidapatkan di PTVirajaya. Oleh karena itulah pemanfaatan material lokal untuk dapat membandingkan penggunaan agregat Pangkalan dan xiii Koto Kampar yang terdapat pada propinsi Riau terhadap Aspal Porus (Jauhari,2013). Penelitian ini dilakukan dengan metode marshall (SNI 06-2489-1991) dan menggunakan spesifikasi AAPA 1997.Komposisi campuran aspal porus penggunaan agregat pangkalan diperoleh agregat kasar 11,99%,agregat sedang 84,08%,abu batu 1,91% dan pasir 2,02 % dan penggunaan agregat xiii koto kampar diperoleh agregat kasar;17,14% agregat sedang 80,46%, abu batu1,88% dan pasir 0,52%.Dari hasil pengujian agregat di Laboratorium, nilai kadar aspal rencana yang didapat 4,0 %; 4,5%; 5%; 5,5%; dan 6% untuk campuran aspal porus denganFiller Abu batu 100%. Hasil yang diperoleh nilai karakteristik marshall (stabilitas, Flow, VIM, MQ, VMA, VFA)dan Permeabilitas. Hasil Perbandingan penggunaan agregat Pangkalan dan agregat xiii koto kampar sama-sama memberikan hasil yang baikpada kadar aspal 4% dan 4,5% yang memenuhi spesifikasi Aspal Porus sesuaiAAPA, 1997dan kadar aspal optimum penggunaan agregat Pangkalan adalah 4,40 % sedangkan xiii Koto Kampar 4,35%.
Pengaruh Dampak Kerusakan Jalan Terhadap Kecelakaan Lalu Lintas (Studi Kasus : Jalan Siak-Perawang) Yoga Raeko Aminnulloh; Roza Mildawati; Sri Hartati Dewi
SAINSTEK Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i1.193

Abstract

Ruas Jalan Siak-Perawang terletak di Provinsi Riau yang menghubungkan antara Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten  Kepulauan Meranti ke Kota Pekanbaru sebagai pusat pemerintahan dan Ibu Kota Provinsi Riau, seiring dengan terus meningkatnya jumlah penduduk sehingga dari tahun ke tahun volume arus lalu lintas semangkin meningkat dan berdampak pada banyaknya kerusakan jalan sehingga dikhawatirkan akan memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Untuk mengetahui jenis kerusakan dengan tingkat kerusakan atau nilai kondisi perkerasan lentur yang terjadi di Jalan Siak-Perawang Kabupaten Siak, maka dilakukan penelitian dengan metode PCI. Sistem penilaian kondisi perkerasan jalan menggunakan metode PCI berdasarkan jenis, tingkat, dan kadar kerusakan yang terjadi. sedangkan untuk mengetahui hubungan kerusakan jalan dengan kecelakaan lalu lintas menggunakan analisa korelasi pearson product moment. Jenis kerusakan yang dapat ditemukan pada ruas jalan Perawang-Siak antara lain tambalan (patching), retak memanjang (longitudinal cracking), lubang (potholes), amblas (depression), retak kulit buaya (alligator cracking), alur (rutting), pelepasan butir (raveling), dan kegemukaan (bleeding). Hasil dari analisis kondisi ruas jalan Siak-Perawang menunjukkan bahwa nilai Pavement Condition Index (PCI) adalah sedang (Fair) dengan nilai PCI 52.35, untuk nilai Pavement Condition Index per segmen  500 m yaitu, untuk STA 36+000-36+500 = 49.2 kategori sedang (Fair), STA 36+500-37+000 = 42.2 kategori sedang (Fair), STA 37+000-37+500 = 53.6 kategori sedang (Fair), dan STA 37+500-38+000 = 64.4 kategori sedang (Fair). Hasil dari Analisa Korelasi Pearson Product Moment adalah,  r = 0,522 , maka artinya hubungan cukup kuat dan t hitung ? t tabel atau 0.865 ? 4.303, maka Ho diterima, artinya tidak signifikan.