Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HUBUNGAN ANEMIA DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POST PARTUM Dwi Anggraeni; Kunsianah Kunsianah; Siti Musyarofah
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 6 No 1 (2016): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.6.1.2016.16-21

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Perdarahan post partum adalah penyebab utama kematian ibu diseluruh dunia. Di berbagai Negara paling sedikit seperempat dari seluruh kematian ibu disebabkan oleh perdarahan. Metode: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara anemia dan paritas dengan kejadian perdarahan postpartum pada ibu nifas di RSUD dr. H. Soewondo Kendal tahun 2015. Metode penelitian ini dilakukan secara survei analitik dengan pendekatan case control dan pengumpulan data secara retrospektif dari rekam medik. Sampel dengan teknik Purposive sampling berjumlah 23 responden kasus dan 46 responden kontrol. Alat penelitian mengunakan check list. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa kejadian anemia dengan kejadian perdarahan post partum sebanyak 22 responden (47, 8%), sedangkan angka paritas dengan kejadian perdarahan post partum sebanyak 11 responden (32,4%) dengan paritas primipara. Dari hasil uji statistik Chi square dengan Fisher’s Exact Test terdapat hubungan antara anemia dengan perdarahan post partum yaitu (P value=0,0001, OR=20,2; 95% CI=2,505- 612,369) dan tidak ada hubungan antara paritas dengan kejadian perdarahan post partum yaitu diperoleh hasil (P value=0,744). Diskusi: Ibu hamil disarankan memperhatikan status kesehatannya (gizi dan anemia), mengatur/merencanakan umur untuk hamil (20-34 tahun) dan jumlah anak serta melakukan ANC secara teratur dan sesuai standar. Kata kunci: Perdarahan Postpartum,Anemia, Paritas RELATIONSHIP OF BETWEEN ANEMIA AND PARITY WITH POSTPARTUM BLEEDING INCIDENT IN CHILDBED MOTHER ABSTRACT Introduction: Post partum bleeding the root cause mother death throughout world. At various countries most a little one fourth from entire mother deaths is caused by bleeding. Methods: Aim from this research was detects relationship of between anemia and parity with postpartum bleeding incident in childbed mother at dr. H. Soewondo Kendal Hospital year 2015. This research method was done according to analytic research with approaches case control and data collecting according to retrospective from medical document. Sample with Purposive sampling total 23 case respondents and 46 control respondents. Instrument of researchused check list. Results: Research result is got that anemia incident with post partum bleeding incident as much as 22 respondents (47,8%), while parity number with post partum bleeding incident as much as 11 respondents (32,4%) with primipara parity. From statistics test result chi square with fisher's exact test found connection between anemia with post partum bleeding that is (p value=0,000, OR= 20,02; 95% CI=2,505- 612,369)) and there is no connection between parity with post partum incident bleeding that is got result (p value=0,744). Discussion: pregnant mother suggessted pays the well-being status (nutrient and anemia), regulate/plan age for pregnant (20-34 year) and child total with do ANC regularly and appropriate standard. Keywords: Postpartum Bleeding, Anemia, Parity
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN SIKAP REMAJA TERHADAP SEKS PRANIKAH U'un Kiptiyah; Siti Musyarofah; Rokhani Rokhani
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 7 No 2 (2017): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.002 KB) | DOI: 10.32583/pskm.7.2.2017.37-44

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Kondisi remaja saat ini terhadap kesehatan reproduksi sangat memprihatinkan, dimana terjadi seks pranikah yang dilakukan oleh remaja. Faktor yang mempengaruhi remaja terhadap seks pranikah meliputi, jenis kelamin, umur, pengetahuan remaja, paparan informasi, pendapatan orang tua dan pengaruh teman sebaya. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik dan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan sikap remaja terhadap seks pranikah di SMK Muhammadiyah 04 Sukorejo Kabupaten Kendal. Desain penelitian menggunakan desain cross sectional. Populasi sebanyak 207 siswa, sehingga diambil sampel penelitian 66 responden, dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner tertutup. Analisis data menggunakan uji statistik chi square dan uji alternative fisher exact. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara jenis kelamin, umur dan pendapatan orang tua dengan sikap remaja terhadap seks pranikah. Selanjutnya ada hubungan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan sikap remaja terhadap seks pranikah dengan p value =0,025 (p<0,05) PR (95%-CI) = 1,842 (1.130- 3,001). Diskusi: Disarankan untuk remaja agar lebih meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi khususnya seks pranikah agar bersikap positif dan terhindar dari perilaku beresiko. Kata kunci: Jenis kelamin, umur, pendapatan orang tua, pengetahuan, sikap , remaja, seks pranikah. ABSTRACT Introduction: Nowadays teenagers reproductive health condition is very poor, there is premarital sex committed by teenagers. Factors that influenced adolescents to commit premarital sex are gender, age , knowledge of adolescents, exposure of information , poor financial condition of their family and friends influence. Methods: This study aims to determined the relationship between characteristics and knowledge of adolescents about reproductive health with adolescent attitudes toward premarital sex in SMK Muhammadiyah 04 Sukorejo Kendal. Design research used cross sectional study. Population of 207 students, sample taken from 66 respondents, the sampling technique used purposive sampling . Retrieving data using closed questionnaire. Analysis of data using statistical test of chi square test and fisher exact alternative. Results: The results showed that there was no relationship between gender, age and financial problem with adolescent attitudes toward premarital sexual,. There is a correlation knowledge of adolescents about reproductive health with adolescent attitudes toward premarital sex with a p value = 0.025 ( p < 0.05 ) PR ( 90 % -CI ) = 1.842 (1,130-3,001). Discussion: It is recommended for teenagers to improve their knowledge about reproductive health especially premarital sex to be positive and avoid risky behavior. Keywords: Gender , age , parental income , knowledge , attitudes , adolescents , premarital sex.
Implementasi Program Percepatan Sertifikasi Barang Milik Daerah Berupa Tanah pada BPPKAD Kabupaten Gresik: Implementation of the Acceleration Program for Certification of Regional Property in the Form of Land at BPPKAD Gresik Regency Adinda Rahmania Putri; Siti Musyarofah
Assoeltan: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 2 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/assoeltan.v2i1.173

Abstract

This accelerated certification program is a solution for the government in protecting assets in the form of land which is very vulnerable to problems. The aim of this research is to analyze and evaluate the implementation of the regional property certification program. This research uses a qualitative approach with the action research method, where this method has five stages, namely: Diagnosing, Action Planning, Taking Action, Evaluating, Specifying Learning. Data collection techniques were carried out by means of direct observation and interviews with regional property managers in the area of BPPKAD district asset management. Gresik. The results of the research show that with the implementation of this accelerated asset certification program, it can be recognized that the implementation has gone well, even the regional land assets that have been certified have exceeded the specified targets. However, BPPKAD Kab. Gresik also still needs to carry out outreach regarding asset security and regular monitoring activities. Due to several obstacles, this program did not run optimally.
Membangun Minat Belajar Matematika Melalui Bimbel Untuk Siswa Dusun Karangpilang Lamongan Qosim; Rita Nataliawati; Siti Musyarofah; Dwi Prayogo; Silvi Asrulyana
Jurnal Hilirisasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : STIE Mahardhika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/jihapenmas.v1i2.871

Abstract

Pendidikan berkualitas adalah kunci utama dalam mencetak generasi yang cerdas dan kompetitif. Di samping pendidikan formal, pendidikan nonformal dan informal juga vital dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Di daerah pedesaan seperti Dusun Karangpilang, Lamongan, kendala akses bimbingan belajar, terutama dalam Matematika, sering menjadi penghambat perkembangan akademik siswa. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengevaluasi dampak dari program bimbingan belajar Matematika gratis yang dilaksanakan di Dusun Karangpilang. Program ini dirancang untuk membantu siswa SD/MI memahami materi Matematika dan meningkatkan motivasi belajar mereka. Metode pelaksanaan melibatkan pengajaran oleh dosen dan mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan secara gratis, dilakukan lima kali seminggu di Posko KKN. Hasil menunjukkan dampak positif yang signifikan, dengan peningkatan motivasi dan pemahaman siswa, meskipun terdapat keterbatasan seperti waktu pelaksanaan dan kebutuhan spesifik siswa. Program ini berpotensi mengurangi kesenjangan pendidikan antara daerah pedesaan dan perkotaan serta meningkatkan kualitas pendidikan di kawasan tersebut.
Pendidikan dan Pelatihan Pijat Oksitoksin dalam Upaya Meningkatkan Hormon Oksitoksin untuk Mengoptimalkan Produksi Asi Pada Ibu Post Partum di RS KS Wahyu Indah Lestari; Niswatul Jannah Shofiula; Eti Salafas; Siti Musyarofah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the most enjoyable moments after birth is the process of breastfeeding a baby. When breastfeeding a baby is a moment to establish closeness between mother and baby and rarely in this breastfeeding process there are several complaints from the mother, including breast milk that does not come out, the baby cannot breastfeed, and sore nipples. Based on data from the Basic Health Research (Riskesdas) in 2010, it was explained that 67.5% of mothers who failed to provide exclusive breastfeeding to their babies were due to the mother's lack of understanding of the correct breastfeeding technique, so that they often experience sore or cracked nipples. This community service activity is a form of effort to increase knowledge and skills about the correct breastfeeding technique. It is expected that postpartum mothers provide breast milk with the correct technique so that they can provide exclusive breastfeeding for at least 6 months. The number of postpartum mothers participating was 20 people. The method of implementing Community Service activities is carried out in 3 stages, namely: the planning stage, the implementation stage of community service activities and the evaluation stage. The results of mothers' knowledge about the correct breastfeeding technique before being given counseling were conducted pretest, most had good knowledge as many as 4 (15%), sufficient as many as 9 (55%) and lacking as many as 7 (30%). From the community service carried out after being given counseling about the correct breastfeeding technique and conducted posttest all respondents had good knowledge as many as 20 (100%). This shows the success of community service activities, mothers' knowledge after being given counseling about the correct breastfeeding technique to overcome problems during breastfeeding in postpartum mothers. Abstrak Salah satu yang paling menyenangkan pada saat setelah kelahiran adalah proses menyusui bayi. Pada saat menyusui bayi merupakan moment untuk menjalin kedekatan ibu dan bayi dan jarang dalam proses menyusui ini muncul beberapa keluhan dari ibu, antara lain ASI yang tidak keluar, bayi yang tidak bisa menyusui, putingnya lecet. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 dijelaskan bahwa 67,5% ibu yang gagal memberikan ASI ekslusif kepada bayinya adalah kurangnya pemahaman ibu tentang teknik menyusui yang benar, sehingga sering mengalami puting lecet ataupun retak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang teknik menyusui yang benar. Diharapkan ibu postpartum memberikan ASI dengan teknik yang benar sehingga memberikan ASI eksklusif minimal 6 bulan. Jumlah peserta ibu nifas yaitu berjumlah 20 orang. Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat dilakukan dengan 3 tahap yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dan tahap evaluasi. Hasil dari pengetahuan ibu tentang tekhnik menyusui yang benar sebelum diberikan penyuluhan dilakukan pretest sebagian besar berpengetahuan baik sebanyak 4 (15%) , cukup sebanyak 9 (55%) dan kurang sebanyak 7 (30%). Dari pengabdian masyarakat yang dilakukan setelah diberikan penyuluhan tentang tekhnik menyusui yang benar dan dilakukan posttest seluruh responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 20 (100%). Hal ini menunjukkan keberhasilan dalam kegiatan pengabdian Masyarakat, pengetahuan ibu setelah diberikan penyuluhan tentang tekhnik menyusui yang benar untuk mengatasi permasalahan selama menyusui pada ibu postpurtum.