Novisita Ratu
Universitas Kristen Satya Wacana

Published : 58 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis stage of problem solving in completing the math olympiad geometry content in junior high school 2 Salatiga Aryana Damanik; Novisita Ratu
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2021)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v7i2.811

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis tahapan pemecahan masalah berdasarkan tahapan pemecahan masalah John Dewey pada siswa SMP dalam menyelesaikan soal olimpiade matematika konten geometri di SMP Negeri 2 Salatiga. Subjek penelitian siswa kelas VIII H sebanyak 3 siswa yang berkemampuan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode mengumpulkan data dalam penelitian yaitu tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada subjek dengan kemampuan matematika tinggi mampu melaksanakan keenam tahapan pemecahan masalah tersebut, walaupun ada satu subjek dilihat dari tahapan pemecahan masalah yang belum terpenuhi.
Analisis Kesalahan dan Pemberian Scaffolding pada Pembelajaran Bentuk Aljabar Cahyuni, Andina Ela; Ratu, Novisita; Mampouw, Helti Lygia
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v8i1.2309

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan yang dilakukan peserta didik jenjang SMP/MTs kelas VIII dalam menyelesaikan soal bentuk aljabar berdasarkan jenis kesalahan Kastolan dan pemberian scaffolding sebagai solusinya. Subjek penelitian ini adalah 3 siswa kelas VIII MTs NU Ungaran yang memiliki indikator kelompok atas, kelompok sedang, dan kelompok bawah. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 3 jenis kesalahan yaitu kesalahan konseptual, kesalahan prosedural, dan kesalahan teknik. Indikator kesalahan dan pemberian scaffolding pada setiap siswa berbeda. Scaffolding level 1 pada tahap menyiapkan kondisi belajar dapat diberikan pada peserta didik yang melakukan kesalahan teknik dan prosedural. Kesalahan tersebut meliputi ketidaktelitian peserta didik dalam memahami informasi soal, tidak teliti dalam mengoperasikan bentuk aljabar, dan ketidaktepatan cara yang digunakan. Scaffolding level 1 pada tahap berkelompok dan bekerjasama dengan teman sebaya dapat diberikan pada peserta didik yang melakukan kesalahan prosedural yang meliputi kesalahan dalam menentukan operasi bentuk aljabar. Scaffolding level 2 yaitu meliputi explaining, reviewing, dan restructuring diberikan pada peserta didik yang melakukan kesalahan konseptual karena peserta didik tidak mampu memahami soal dan menentukan cara untuk menyelesaikan soal.
Analisis Kesalahan Siswa Berdasarkan Tahapan Newman dan Scaffolding pada Materi Aritmatika Sosial Susilowati, Puji Lestari; Ratu, Novisita
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i1.470

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesalahan siswa berdasarkan Tahapan Newman dan scaffolding pada materi aritmatika sosial. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP Pangudi Luhur Salatiga kelas VII. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara klinis. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu oleh instrumen pendukung berupa soal tes dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan mencakup transkrip hasil wawancara, reduksi data, analisis, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesalahan yang dilakukan siswa pada tipe kesalahan I (reading error) sebesar 8,33%, tipe kesalahan II (reading comprehension difficulty) sebesar 13,64%, tipe kesalahan III (transform error) sebesar 14,39%, tipe kesalahan IV (weakness in process skill) sebesar 31,82%, tipe kesalahan V (encoding error) sebesar 31,82%. Scaffolding yang digunakan untuk mengatasi semua kesalahan hanya sampai pada scaffolding level 2. Scaffolding yang diberikan pada kesalahan tipe I dan II adalah explaining, scaffolding yang diberikan pada kesalahan tipe III adalah explaining dan reviewing. Scaffolding yang diberikan pada kesalahan tipe IV adalah explaining, reviewing, dan restructuring, sedangkan scaffolding yang diberikan pada kesalahan tipe V adalah explaining.
Profil Proses Berpikir Kreatif Matematis Siswa dalam Pemecahan Masalah Open-Ended Berdasarkan Teori Wallas Febriani, Siwi; Ratu, Novisita
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i1.473

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah Open-Ended berdasarkan teori Wallas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 3 siswa yang berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah SMP Pangudi Luhur Salatiga yang ditentukan dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu oleh instrumen pendukung berupa soal tes dan pedoman wawancara. Teknik validitas instrumen yang digunakan adalah uji triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan mencakup transkrip hasil wawancara, reduksi data, analisis, dan triangulasi. Hasil penelitian Siswa yang berkemampuan tinggi bisa melewati tahap persiapan dan inkubasi dengan baik, tetapi melewati tahap iluminasi dan verifikasi dengan cukup. Hasil penelitian Siswa yang berkemampuan sedang bisa melewati tahap persiapan dan inkubasi dengan baik, tetapi melewati tahap iluminasi dan verifikasi dengan cukup. Hasil penelitian Siswa yang berkemampuan rendah melewati setiap tahap dengan kurang.
Profil Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP Pangudi Luhur Salatiga ditinjau dari Berpikir Kritis Mahardiningrum, Anita Sri; Ratu, Novisita
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i1.476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penyelesaian yang ditempuh siswa dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan tahapan Polya pada siswa SMP ditinjau dari berpikir kritis FRISCO (Fokus, Reason, Inference, Situasion, Clarity, and Overview). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan subjek menggunakan purposive sampling dan diperoleh 3 subjek yang diambil dari siswa SMP Pangudi Luhur Salatiga dengan kategori berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil pemecahan masalah subjek pada tahap: (1) Memahami masalah, subjek kategori tinggi dan sedang mampu menentukan apa yang diketahui dan ditanyakan dengan tepat serta memenuhi kriteria berpikir kritis FRISCO, sedangkan subjek kategori rendah belum mampu (2) Menyusun rencana pemecahan masalah, subjek kategori tinggi dan sedang mampu menentukan keterkaitan antara informasi serta memenuhi kriteria FRISCO, sedangkan subjek kategori rendah tidak memenuhi kriteria; (3) Melaksanakan rencana pemecahan, subjek kategori tinggi dan sedang mampu menggunakan langkah-langkah melaksanakan rencana, serta memenuhi kriteria berpikir kritis FRISCO, kategori rendah tidak memenuhi kriteria berpikir kritis.
Profil Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP dengan Graded Response Models Alexandra, Gita; Ratu, Novisita
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i1.480

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan elemen penting yang harus dimiliki siswa di sekolah. Namun kenyataannya kemampuan berpikir kritis yang dimiliki siswa saat ini berada pada kategori rendah. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk melatih berpikir kritis adalah dengan membiasakan siswa berlatih soal untuk mengembangkan pemikirannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP dengan Graded Response Models (GRM). Kriteria berpikir kritis yang dijadikan acuan dalam penelitian ini adalah FRISCO (focus, reason, inference, situation, clarity dan overview). Subjek penelitian adalah 3 orang siswa SMP Pangudi Luhur Salatiga. Ketiga subjek diambil berdasarkan tiga kategori, yaitu siswa dengan kategori kemampuan tinggi yaitu subjek A, berkemampuan sedang yaitu subjek B dan berkemampuan rendah yaitu subjek C. Hasil estimasi parameter kemampuan berpikir kritis matematis siswa menunjukan bahwa subjek A memenuhi kriteria (focus, reason, clarity dan overview). Subjek B memenuhi kriteria (reason dan clarity). Subjek C memenuhi kriteria (situation). Berdasarkan perhitungan estimasi parameter butir soal dengan GRM, ketiga subjek memiliki kemampuan berpikir kritis rata-rata dengan nilai kemampuan antara 1,00 sampai -1,00.
Deskripsi Pemahaman Konsep Siswa dalam Menyelesaikan Soal PISA pada Konten Space and Shape Puspitasari; Ratu, Novisita
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2019): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i1.543

Abstract

Pemahaman konsep merupakan salah satu komponen penting yang harus dimiliki siswa di sekolah. Pemahaman konsep tersebut dapat diaplikasikan dalam menyelesaikan soal, terlebih pada soal non-rutin yang dapat diambil dari soal PISA. Kenyataannya siswa Indonesia tergolong rendah dalam menyelesaikan soal PISA. Salah satu cara untuk mengetahui rendahnya siswa dalam menyelesaikan soal yakni dengan mengujikan pemahaman konsep yang dimilikinya. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep siswa dalam menyelesaikan soal PISA pada konten space and shape. Subjek penelitian adalah 3 siswa kelas X MIPA 5 SMA Negeri 1 Ambarawa Tahun Ajaran 2017/2018 dengan pertimbangan usia 15 Tahun dan berkemampuan tinggi (LHK), sedang (ATN) dan rendah (DSS). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes, wawancara dan dokumentasi. Hasil tes dan wawancara menunjukkan bahwa: (1) Ketiga subjek memenuhi semua indikator pemahaman konsep ketika menyelesaikan soal PISA pada konten space and shape yang menggunakan komponen proses employ, konteks scientific serta komponen proses formulate, konteks personal. (2) Ketika menyelesaikan soal PISA pada konten space and shape yang menggunakan komponen proses formulate dan konteks scientific subjek ATN dan DSS tidak memenuhi indikator pemahaman konsep yang mengaplikasikan konsep atau algoritma pada pemecahan masalah.
Media Pembelajaran Matematika Digital “BABADA” pada Materi Kesebangunan Bangun Datar Marthani, Gabriela Yan; Ratu, Novisita
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i2.722

Abstract

Pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi sangat diperlukan dalam pembelajaran. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan dan keefektifan dari media pembelajaran digital “BABADA” sebagai media pembelajaran untuk siswa. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan mengembangkan sebuah media pembelajaran berbasis Software Adobe Animate CC. Metode pengembangan yang dipakai adalan model pengembangan ADDIE yang terdapat lima langkah pelaksanaan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Subjek dalam peneltian ini yaitu 20 siswa kelas IXE SMP Negeri 1 Bandungan. Intrumen yang digunakan adalah lembar validasi media, lembar kepraktisan media dan lembar keefektifan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran digital “BABADA” valid, praktis dan efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran siswa pada materi kesebangunan bangun datar dengan kategori sangat baik. Hasil analisis lembar respon siswa juga menunjukkan respon yang baik dari siswa. “BABADA” dapat direkomendasikan sebagai media pembelajaran yang baik untuk digunakan pada materi kesebangunan bangun datar. The use of technology-based learning media is very necessary in learning. The purpose of this study is to determine the validity, practicality and effectiveness of the digital learning media "BABADA" as a learning media for students. This research is a Research and Development that develops a learning media based on Adobe Animate CC Software. The development method used is the ADDIE development model which has five implementation steps, namely Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. The subjects in this study were 20 students of class IXE SMP Negeri 1 Bandungan. The instruments used were media validation sheets, media practicality sheets and media effectiveness sheets. The results obtained that the digital learning media "BABADA" is valid, practical and effective to be used as a student learning medium on the material of similarity in the very good category, and the results of the analysis of student response sheets get a good response. “BABADA” can be recommended as a good learning media to use on the material of similarity.