Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Strategi Verbal, Spasial, dan Pemecahan Masalah Matematik yang Ditinjau dari Perbedaan Gender Adilia, Puteri Nabilah; Cahyono, Hendarto; Ummah, Siti Khoiruli
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i1.862

Abstract

Manusia selalu menggunakan perhitungan serta angka pada kehidupan sehari-hari. Matematika juga artinya bidang pendidikan yang sangat krusial bagi kehidupan manusia. Dalam pendidikan matematika, banyak faktor yang harus dipertimbangkan, termasuk kemampuan, keinginan, kesiapan guru, dan kesiapan siswa, tetapi yang paling penting adalah jenis kelamin siswa (gender). Gender merupakan aspek psikososial yang menentukan cara seseorang bertindak dan berperilaku agar dapat diterima di lingkungan sosialnya. Perbedaan gender dapat mempengaruhi cara seseorang berpikir dan menyelesaikan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi verbal dan spasial yang digunakan siswa dalam menyelesaikan masalah pembelajaran matematika. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi SMP secara acak untuk setiap jenjang kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan observasi terhadap siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pemberian tes. Aspek yang diukur pada tes mengikuti indikator strategi verbal dan spasial. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase siswa perempuan memiliki kecenderungan strategi verbal sebanyak 50% dan siswa laki-laki memiliki kecenderungan mempunyai kemampuan visual denagn persentase 50%. Pada penelitian ini diketahui jika siswa laki-laki lebih mudah mencari jarak tempuh dalam soal secara grafis daripada deskripsi. Sedangkan siswa perempuan lebih dominan menyelesaikan permasalah dari konsep ruang dengan menggunakan strategi verbal yaitu dengan mendeskripsikan jawaban. Namun baik siswa dan siswi dalam penelitian ini masih kurang mampu dalam menyelesaikan masalah dalam bentuk matematis.
Strategies for strengthening the numerical literacy of prospective mathematics teachers: An evaluation study Effendi, Moh. Mahfud; Cahyono, Hendarto; Ummah, Siti Khoiruli; Yohanie, Dian Devita
Jurnal Absis: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Absis
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/absis.v8i2.3004

Abstract

The urgency of this research is based on the phenomenon of the Minimum Competency Assessment (AKM), which has so far only involved students and teachers in schools. To date, there has been no national assessment specifically designed for prospective mathematics teachers, even though numeracy literacy is an essential competency for teacher candidates. Therefore, this study aims to describe the strategies for strengthening numeracy literacy among prospective mathematics teachers and to evaluate their implementation outcomes. This study employed a descriptive method with a mixed-methods approach. Quantitative analysis was conducted using literacy and numeracy test results to measure differences between first-year and third-year students, while qualitative analysis was based on interviews with lecturers to explore the strategies previously implemented to strengthen numeracy literacy. The results revealed that lecturers implemented several strategies, including independent project assignments, reading tasks followed by presentations, and exercises to complete incomplete information on lecture topics. Statistical tests indicated a significant difference between the literacy and numeracy skills of first-year and third-year students. The interview findings suggested that this difference was influenced by the higher mastery of basic mathematical concepts and a better understanding of mathematical reasoning among third-year students. This study contributes to the field of mathematics education by offering alternative strategies to enhance numeracy literacy among prospective mathematics teachers as a foundation for developing literacy- and numeracy-based university courses.
Penerapan model pembelajaran group investigation pada materi lingkaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis Lestari, Erna; Cahyono, Hendarto; Awaluddin, Awaluddin
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.006 KB) | DOI: 10.29407/jmen.v5i2.12814

Abstract

Masalah yang melatarbelakangi penelitian ini, peserta didik mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal High Order Thinking Skill (HOTS) terkait materi lingkaran, ini terjadi karena rata-rata kemampuan berpikir kritis peserta didik tergolong rendah sampai sedang. Salah satu alternatif meningkatkan kemampuan berpikir kritis adalah menerapkan model pembelajaran Group Investigation. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam memahami materi lingkaran melalui metode pembelajaran Group Investigation. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu, tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan lembar tes. Bahan ajar adalah Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) dengan materi lingkaran. Pada siklus pertama kemampuan berpikir kritis peserta didik sebesar 48,90% dengan kriteria sedang, pada sikus kedua kemampuan berpikir kritis peserta didik meningkat menjadi 74,34% dengan kriteria tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik sebesar 25,44%.