Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Kegiatan Industri terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Cibogo Kabupaten Subang Muhammad Luthfi Abdul Wahid; Chusharini Chamid
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.664 KB) | DOI: 10.29313/bcsurp.v2i2.3331

Abstract

Abstract. Based on the Regional Regulation of Subang Regency Number 3 of 2014 concerning Spatial Planning for the RTRW of Subang Regency in 2011-2031, it explains that Cibogo District is one of the industrial designation areas (KPI) in Subang Regency, this study aims to determine the influence of industry on the socio-economic conditions of the community by industrial activities in Cibogo District. The object of research is all people who live in Cibogo sub-district with the criteria men and women of productive age and working in industry or being affected by industrial activities. The method used is multiple linear regression . Based on the results of F test, significance value for the influence of the existence of industry (Y) on the socio-economic conditions of the community (X) is 0.014 < 0.050 and f count 6.242 > f table 3.94 then reject Ho accept Ha means that there is an influence of the existence of industry (X) on the socio - economic condition of the community ( Y ) is significant . Based on the table of T test results, significance value for the influence of the existence of industry (Y) on the socio-economic conditions of society (X) is 0.014 < 0.050, and T count is 2,498 > T table 1,984 then reject Ho accept Ha which means there is an influence of the existence of industry ( X ) on the socio - economic conditions of the community ( Y ) significantly . Abstrak. Berdasarkan Perda Kabupaten Subang Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah RTRW Kabupaten Subang tahun 2011 – 2031 menjelaskan Kecamatan Cibogo menjadi salah satu kawasan peruntukan industry ( KPI ) di Kabupaten Subang, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh industry terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat dengan adanya kegiatan industry di Kecamatan Cibogo . Objek penelitian yaitu seluruh masyarakat asli yang tinggal di kecamatan cibogo dengan kriteria laki-laki dan perempuan usia produktif dan bekerja di industri atau terdampak oleh adanya kegiatan industri . Metode yang digunakan yaitu regresi linier berganda . Berdasarkan hasil uji F dapat diketahui nilai signifkansi untuk pengaruh keberadaan industry ( Y ) terhadap kondisi social ekonomi masyarakat ( X ) adalah sebesar 0.014 < 0.050 dan f hitung 6.242 > f tabel 3.94 maka tolak Ho terima Ha artinya terdapat pengaruh keberadaan industry ( X ) terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat ( Y ) secara signifkan . Berdasarkan tabel hasil uji T dapat diketahui nilai signifkansi untuk pengaruh keberadaan industry ( Y ) terhadap kondisi social ekonomi masyarakat ( X ) adalah sebesar 0.014 < 0.050 , dan T hitung 2.498 > T tabel 1.984 maka tolak Ho terima Ha yang artinya terdapat pengaruh keberadaan industry ( X ) terhadap kondisi social ekonomi masyarakat ( Y ) secara signifkan .
Analisis Kerentanan Bencana Banjir di Kabupaten Majalengka: Studi Kasus: Kecamatan Kertajati Fauziah Al-Amin; Chusharini Chamid
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.946 KB) | DOI: 10.29313/bcsurp.v2i2.3561

Abstract

Abstract. Kertajati District is one of the sub-districts that has become an Industrial Designated Area (KPI) in the Rebana Metropolitan New Urban and Industrial Estate program. In line with the program, Kertajati District has been equipped with various adequate infrastructure, such as West Java International Airport (BIJB) and Cikopo - Palimanan (Cipali) Toll Road, one of which is located in Kertajati District, Pakubeureum Village to be exact. However, when the flood occurred in February 2021, the flood submerged 5 (five) villages in Kertajati District and submerged the arterial route to BIJB and GT Kertajati with a height of 70 cm - 1 meter. As a result, GT Kertajati was temporarily closed and drivers were advised to leave in GT Sumberjaya or GT Cikedung. This study aims to analyze the vulnerability of floods that occurred in Kertajati District. The method used in this research is descriptive quantitative by calculating social vulnerability index, physical vulnerability index, economic vulnerability index and environmental vulnerability index. 2 of 2012 and the Technical Module for the Study of Flood Disaster Risk. The results of this study are the index of vulnerability to flooding in Kertajati District is in the medium to high class. Abstrak. Kecamatan Kertajati merupakan salah satu kecamatan yang menjadi Kawasan Peruntukan Industri (KPI) dalam program Kawasan Industri dan Perkotaan Baru Rebana Metropolitan. Selaras dengan program tersebut, maka Kecamatan Kertajati sudah dilengkapi berbagai infrastruktur yang memadai, seperti Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan Jalan Tol Cikopo - Palimanan (Cipali) yang salah satu Gate Tol nya berada di Kecamatan Kertajati, tepatnya di Desa Pakubeureum. Namun, saat banjir yang terjadi pada Februari tahun 2021 lalu, banjir tersebut merendam sebanyak 5 (lima) Desa di Kecamatan Kertajati serta merendam jalur arteri menuju ke arah BIJB dan GT Kertajati dengan ketinggian 70 cm – 1 meter. Akibatnya, GT Kertajati ditutup sementara dan pengendara diimbau untuk keluar di GT Sumberjaya atau GT Cikedung. Penelitian ini bertujuan untuk meganalisis kerentanan bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Kertajati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menghitung indeks kerentanan sosial, indeks kerentanan fisik, indeks kerentanan ekonomi dan indeks kerentanan lingkungan untuk kemudian dilakukan pemodelan spasial sesuai Perka BNPB No. 2 Tahun 2012 dan Modul Teknis Kajian Risiko Bencana Banjir. Hasil dari penelitian ini adalah indeks kerentanan bencana banjir di Kecamatan Kertajati berada pada kelas sedang hingga tinggi.
Kajian Pendekatan Willingness To Accept terhadap Dampak Kegiatan Pertambangan Batu Andesit di Desa Lagadar Maryam Ya Muhaemin; Chusharini Chamid
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.059 KB) | DOI: 10.29313/bcsurp.v2i2.3667

Abstract

Abstract. Lagadar Village is one of the villages that has the potential in the form of mining, the mining location is less than 100 meters with settlements below, the impact of environmental degradation and social impacts can be handled, one of which is Willingness To Accept. This study aims to conduct a study using the Willingness To Accept approach to the impact of andesite mining activities in Lagadar Village. The approach method used in this study is mixed methods, with descriptive analysis methods, contingent valuation methods, and multiple linear regression. The results of the study show that there are indirect and direct impacts caused by mining activities, namely the absorption of local labor by 69% of 32 workers, 9.83 ha of mining activities are at a level prone to high ground movement which is at risk of erosion, along 1,296 meters of road conditions to Mining activities suffer damage in the form of bumpy roads, cracks, and potholes. Changes in the landscape of ±14.33 Ha within 10 years, 53% of the people felt the vibrations from the blasting, 51% of the people felt that the noise interfered with hearing and activities, and 18% felt that air pollution had occurred in the form of dust and arid. It shows that 59% of respondents are willing to receive compensation funds and 41% of respondents are not willing to receive compensation funds. The estimated average value of WTA in the radius closest to the impact is 0-100 m of IDR 455,200 / month / family, and the total value of WTA is IDR 3,351,439,800, the amount of WTA value is positively influenced by the number of family dependents and is influenced by factors residence distance negatively. Abstrak. Desa Lagadar merupakan salah satu desa yang memiliki potensi berupa pertambangan, lokasi pertambangan berjarak kurang dari 100 meter dengan permukiman di bawahnya, adanya dampak penurunan kualitas lingkungan dan dampak sosial dapat ditangani salah satunya dengan Willingness To Accept. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian dengan menggunakan pendekatan Willingness To Accept terhadap dampak kegiatan pertambangan batu andesit di Desa Lagadar. Metode pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu mixed methods, dengan metode analisis deskriptif, contingent valuation method, dan regresi linier berganda. Hasil penelitian terdapat dampak secara tidak langsung dan langsung yang diakibatkan oleh kegiatan pertambangan yaitu penyerapan tenaga kerja lokal sebesar 69% dari 32 pekerja, 9,83 Ha kegiatan tambang berada pada tingkat rawan gerakan tanah tinggi yang berisiko terjadinya erosi, sepanjang 1.296 meter kondisi jalan menuju kegiatan pertambangan mengalami kerusakan berupa jalan bergelombang, retak, dan berlubang. Perubahan bentang alam sebesar ±14,33 Ha dalam kurun 10 tahun, 53% masyarakat merasakan getaran dari peledakan, 51% masyarakat merasakan kebisingan mengganggu pendengaran dan aktivitas, serta 18% merasakan telah terjadinya polusi udara berupa debu dan gersang. Menunjukkan bahwa sebesar 59% responden bersedia menerima dana kompensasi dan 41% responden tidak bersedia menerima dana kompensasi. Didapatkan nilai estimasi rata-rata WTA pada radius paling dekat dengan dampak yaitu 0-100 m sebesar Rp 455.200 /bulan/KK, dan nilai total WTA sebesar Rp 3.351.439.800, besaran nilai WTA dipengaruhi oleh jumlah tanggungan keluarga secara positif dan dipengaruhi oleh faktor jarak tempat tinggal secara negatif.
PENGARUH PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP KUALITAS AIR WADUK JATILUHUR JAWA BARAT Fauzan Arkan Pratama; Chusharini Chamid
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 16 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.11 KB) | DOI: 10.29313/jpwk.v16i2.320

Abstract

Pada penelitian sebelumnya, hasil uji laboratorium sampel air di Waduk Jatiluhur menunjukan kualitas air sudah melampaui ambang batas atau standar baku mutu. Penilaian ini menggunakan parameter Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand COD berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) masing – masing 6989.72:2009 dan 6989.2:2009. Hasil uji lab BOD menunjukan nilai 6,34 mg/l dan hasil uji lab COD menunjukan nilai 17,6759 mg/l. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi penggunaan lahan di sekitar Waduk Jatiluhur, mengidentifikasi kondisi kualitas air Waduk Jatiluhur saat ini, dan mengidentifikasi pengaruh penggunaan lahan yang ada di sekitar Waduk Jatiluhur terhadap kualitas air Waduk Jatiluhur. Terdapat empat kecamatan menjadi objek penelitian. Kecamatan tersebut berdekatan dengan Waduk Jatiluhur, yaitu Kecamatan Jatiluhur, Kecamatan Sukasari, Kecamatan Sukatani, dan Kecamatan Tegalwaru. Penelitian ini menganalisis indeks pencemaran (kualitas air) dan analisis pengaruh penggunaan lahan. Penelitian ini menemukan bahwa lahan yang berada di sekitar Waduk Jatilihur didominasi oleh tiga jenis penggunaan lahan, yaitu pertanian, perkebunan, dan permukiman. Hasil analisis indeks pencemaran menunjukan bahwa kualitas air Waduk Jatiluhur masuk ke dalam kriteria tercemar ringan dan tercemar sedang, yakni terdapat kandungan BOD dan Total Padatan Terlarut (TSS) melebihi baku mutu. BOD dan TSS ini berasal dari limbah kegiatan penggunaan lahan pertanian, perkebunan dan permukiman.
PENGARUH PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP KUALITAS AIR WADUK JATILUHUR JAWA BARAT Fauzan Arkan Pratama; Chusharini Chamid
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 16 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v16i2.320

Abstract

Pada penelitian sebelumnya, hasil uji laboratorium sampel air di Waduk Jatiluhur menunjukan kualitas air sudah melampaui ambang batas atau standar baku mutu. Penilaian ini menggunakan parameter Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand COD berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) masing – masing 6989.72:2009 dan 6989.2:2009. Hasil uji lab BOD menunjukan nilai 6,34 mg/l dan hasil uji lab COD menunjukan nilai 17,6759 mg/l. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi penggunaan lahan di sekitar Waduk Jatiluhur, mengidentifikasi kondisi kualitas air Waduk Jatiluhur saat ini, dan mengidentifikasi pengaruh penggunaan lahan yang ada di sekitar Waduk Jatiluhur terhadap kualitas air Waduk Jatiluhur. Terdapat empat kecamatan menjadi objek penelitian. Kecamatan tersebut berdekatan dengan Waduk Jatiluhur, yaitu Kecamatan Jatiluhur, Kecamatan Sukasari, Kecamatan Sukatani, dan Kecamatan Tegalwaru. Penelitian ini menganalisis indeks pencemaran (kualitas air) dan analisis pengaruh penggunaan lahan. Penelitian ini menemukan bahwa lahan yang berada di sekitar Waduk Jatilihur didominasi oleh tiga jenis penggunaan lahan, yaitu pertanian, perkebunan, dan permukiman. Hasil analisis indeks pencemaran menunjukan bahwa kualitas air Waduk Jatiluhur masuk ke dalam kriteria tercemar ringan dan tercemar sedang, yakni terdapat kandungan BOD dan Total Padatan Terlarut (TSS) melebihi baku mutu. BOD dan TSS ini berasal dari limbah kegiatan penggunaan lahan pertanian, perkebunan dan permukiman.
Educational Spread of Buntet Boarding School in A Rural Area Chofyan, Ivan; Agustina, Ina Helena; Chamid, Chusharini; Rosenda, Diden; Saputra, Dika Lukmana; Sukmawati, Lathansya Mulya; Yanto, Muhtadin
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 12, No 2 (2023): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v12i2.11924

Abstract

The Buntet Islamic Boarding School was first founded in 1750 by Kyai Muqayim bin Abdul Hadi, known as Mbah Muqayim. He was the chief of the Kanoman Palace. Since its establishment, this pesantren has had relations with the palaces in Cirebon. The history and tradition of this boarding school are tied to the growth of Islam in West Java. The purpose of this study is to investigate how education is disseminated at Buntet pesantren in rural areas. The study used a mixed-methods technique, which combines qualitative and quantitative data analysis. Employing the snowball method to get information from informants while doing field observations. Data processing involves categorizing data in accordance with groups of recurring themes. Additionally, map data was gathered and processed using ArcGIS software to observe changes in space from 2002 to 2022. The findings demonstrates that the transmission of education can build the social character of the village community as well as the propagation of spatial changes.
Kajian Pemanfaatan Ruang Pada Kawasan Gunungapi Sinabung Firdaus Malik, Dhahnel; Hindersah, Hilwati; Chamid, Chusharini
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 17 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v17i1.594

Abstract

Gunungapi Sinabung mengalami kembali erupsi pada Tahun 2010, sejak erupsi pertama pada Tahun 1600. Erupsi tersebut menyemburkan debu vulkanik setinggi 3 sampai 5 kilometer dan gempa bumi vulkanis hingga 100 kilometer di sekitar Gunungapi Sinabung. Letusan tahun 2010 – 2017 telah mengubah sebagian tutupan lahan di kawasan ini. Beberapa lahan pertanian dan permukiman tertutup material letusan gunungapi mencapai sekitar 757 Ha. Mempertimbangkan kondisi tersebut, pemerintah menetapkan radius 3 hingga 5 Km sebagai kawasan lindung yang sebelumnya merupakan kawasan budidaya. Saat ini, penggunaan lahan didominasi oleh kegiatan perkebunan dan hortikultura. Penelitian ini bertujuan merumuskan arahan pemanfaatan ruang yang mampu mendorong upaya pengurangan risiko bencana pada Kawasan Gunungapi Sinabung dan sekitarnya. Dalam mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan analisis analogi, yang kemudian diolah dan dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil analisis menunjukan bahwa kebijakan pada kawasan rawan bencana letusan gunungapi pemanfaatan ruang yang merupakan kawasan lindung, pemanfaatannya masih dapat dilakukan kegiatan budidaya secara terbatas serta menerapkan peraturan zonasi untuk dapat membatasi pembangunan di daerah berisiko dan meminimalkan potensi hilangnya korban jiwa dan properti.