Articles
HUBUNGAN KOMUNIKASI NON VERBAL OLEH GURU DENGAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN SEJARAH DI MTs ARRAUDATUL ISLAMIYAH KABUPATEN KUBU RAYA
Suwarni, Susi Susanti, Eka Jaya Putra Utama,
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 2 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (520.067 KB)
|
DOI: 10.31571/edukasi.v12i2.160
Hubungan Komunikasi Non Verbal oleh Guru dengan Keaktifan Siswa dalam Proses Pembelajaran Sejarah di MTs Arraudatul Islamiyah Kabupaten Kubu Raya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi yang objektif mengenai hubungan komunikasi non verbal oleh guru dengan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran Sejarah di MTs Arraudatul Islamiyah Kabupaten Kubu Raya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk studi hubungan. Jumlah populasi yang tersedia seluruh siswa MTs Arraudatul Islamiyah Kabupaten Kubu Raya dan sampel penelitian berjumlah 95 orang siswa dan 1 guru mata pelajaran IPS Terpadu (Sejarah). Teknik pengumpul data berupa observasi langsung dengan alat pengumpul data panduan observasi, komunikasi tidak langsung dengan alat pengumpul data angket.Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan secara umum bahwa hubungan komunikasi non verbal oleh guru dengan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran Sejarah di MTs Arraudatul Islamiyah Kabupaten Kubu Raya tergolong “Rendahâ€. Dengan demikian, secara rinci kesimpulannya adalah sebagai berikut; 1) Komunikasi non verbal oleh guru dalam proses pembelajaran Sejarah di MTs Arraudatul Islamiyah tergolong “Baikâ€, dengan pencapaian persentase sebesar 72,82%; 2) Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran Sejarah di MTs Arraudatul Islamiyah Kabupaten Kubu Raya tergolong “Sangat Baikâ€, dengan pencapaian persentase adalah 79,88%; 3) Terdapat hubungan komunikasi non verbal oleh guru dengan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran Sejarah di MTs Arraudatul Islamiyah Kabupaten Kubu Raya dengan tingkat korelasi, “Rendah†yaitu 0,255. Kata Kunci: Komunikasi Non Verbal, Keaktifan Siswa.
Pembelajaran Sejarah dengan Metode Debat Aktif untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa di Kelas X MIPA Madrasah Aliyah Negeri 2 Pontianak
Utama, Eka Jaya Putra;
Nugroho, Agus Budi
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 5, No 2 (2018): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (405.225 KB)
|
DOI: 10.31571/sosial.v5i2.1001
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Perencanaan pembelajaran sejarah di kelas X MIPA Madrasah Aliyah Negeri 2 Pontianak, (2) Pelaksanaan pembelajaran sejarah di kelas X MIPA Madrasah Aliyah Negeri 2 Pontianak; dan (3) Peningkatan minat belajar sejarah dengan metode debat aktif di kelas X MIPA Madrasah Aliyah Negeri 2 Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan dengan bentuk tindakan kelas kolaborasi. Subjek penelitian kelas X MIPA Madrasah Aliyah Negeri 2 Pontianak tahun ajaran 2018/2019 sebanyak 38 siswa. Teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, komunikasi tidak langsung, dan studi dokumentasi. Sedangkan alat pengumpul data berupa pedoman observasi, angket dan dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode debat aktif dalam pembelajaran sejarah mendorong siswa menjadi kritis dalam berpendapat, kreatif untuk mengeluarkan ide gagasan di kelas dan meningkatkan minat belajar sejarah.
Hubungan Komunikasi Non Verbal oleh Guru dengan Keaktifan Siswa dalam Proses Pembelajaran Sejarah di MTs Arraudatul Islamiyah Kabupaten Kubu Raya
Susi Susanti;
Eka Jaya Putra Utama;
Suwarni Suwarni
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 2 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/edukasi.v12i2.160
Hubungan Komunikasi Non Verbal oleh Guru dengan Keaktifan Siswa dalam Proses Pembelajaran Sejarah di MTs Arraudatul Islamiyah Kabupaten Kubu Raya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi yang objektif mengenai hubungan komunikasi non verbal oleh guru dengan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran Sejarah di MTs Arraudatul Islamiyah Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk studi hubungan. Jumlah populasi yang tersedia seluruh siswa MTs Arraudatul Islamiyah Kabupaten Kubu Raya dan sampel penelitian berjumlah 95 orang siswa dan 1 guru mata pelajaran IPS Terpadu (Sejarah). Teknik pengumpul data berupa observasi langsung dengan alat pengumpul data panduan observasi, komunikasi tidak langsung dengan alat pengumpul data angket. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan secara umum bahwa hubungan komunikasi non verbal oleh guru dengan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran Sejarah di MTs Arraudatul Islamiyah Kabupaten Kubu Raya tergolong “Rendah”. Dengan demikian, secara rinci kesimpulannya adalah sebagai berikut; 1) Komunikasi non verbal oleh guru dalam proses pembelajaran Sejarah di MTs Arraudatul Islamiyah tergolong “Baik”, dengan pencapaian persentase sebesar 72,82%; 2) Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran Sejarah di MTs Arraudatul Islamiyah Kabupaten Kubu Raya tergolong “Sangat Baik”, dengan pencapaian persentase adalah 79,88%; 3) Terdapat hubungan komunikasi non verbal oleh guru dengan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran Sejarah di MTs Arraudatul Islamiyah Kabupaten Kubu Raya dengan tingkat korelasi, “Rendah” yaitu 0,255.
Pembelajaran Sejarah dengan Metode Debat Aktif untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa di Kelas X MIPA Madrasah Aliyah Negeri 2 Pontianak
Eka Jaya Putra Utama;
Agus Budi Nugroho
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 5, No 2 (2018): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/sosial.v5i2.1001
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Perencanaan pembelajaran sejarah di kelas X MIPA Madrasah Aliyah Negeri 2 Pontianak, (2) Pelaksanaan pembelajaran sejarah di kelas X MIPA Madrasah Aliyah Negeri 2 Pontianak; dan (3) Peningkatan minat belajar sejarah dengan metode debat aktif di kelas X MIPA Madrasah Aliyah Negeri 2 Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan dengan bentuk tindakan kelas kolaborasi. Subjek penelitian kelas X MIPA Madrasah Aliyah Negeri 2 Pontianak tahun ajaran 2018/2019 sebanyak 38 siswa. Teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, komunikasi tidak langsung, dan studi dokumentasi. Sedangkan alat pengumpul data berupa pedoman observasi, angket dan dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode debat aktif dalam pembelajaran sejarah mendorong siswa menjadi kritis dalam berpendapat, kreatif untuk mengeluarkan ide gagasan di kelas dan meningkatkan minat belajar sejarah.
PENGUATAN PEMAHAMAN TEKNIK PENELITIAN SEJARAH MENGGUNAKAN MEDIA FILM PADA MATA KULIAH PENGANTAR ILMU SEJARAH
Teguh Agustian;
Basuki Wibowo;
Eka Jaya Putra Utama
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 8, No 1 (2021): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/sosial.v8i1.2200
Peranan media sebagai sarana untuk memfasilitasi belajar dan mengajar, dalam hal ini media yang akan digunakan adalah media film yang bertujuan dapat membantu penguatan pemahaman mahasiswa pendidikan sejarah terkait tentang teknik penelitian sejarah. Dengan memadukan 4 teknik penelitian sejarah heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Media film akan lebih sangat membantu untuk mempraktekkan 4 teknik penelitian sejarah itu, karena dengan terlibat langsung dalam proses pembuatan dan penerapan, tentunya dalam pelaksanaannya akan lebih maksimal jika dilakukan dengan secara langsung. Harapan yang dihasilkan dari media film ini adalah memberikan penguatan dengan bantuan media film sebagai cara alternatif agar pemahaman dan aplikasi langsung bisa dipraktekkan oleh mahasiswa, sebelum nantinya pada tahapan lanjutan yang lebih luas, yaitu kepada penelitian sesungguhnya yang lebih pada komponen pendidikan sejarah dan ilmu sejarah yang lebih akurat.
PERKEBUNAN KARET DI SINTANG PADA AWAL ABAD KE-20 (KAJIAN SOSIAL EKONOMI)
Eka Jaya Putra Utama;
Nunik Esti Utami;
Basuki Wibowo;
Riska Chaya W
Khazanah Pendidikan Vol 13, No 2: Maret 2020
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/jkp.v13i2.6978
ABSTRACTThis study aims to describe the process of planting and distributing rubber products inSintang, and the process of rubber trading in Sintang in the early 20th century. Researchconducted by the historical method, the data obtained using oral history in the form ofinterviews and analyzing documents. The results showed that rubber plantations inSintang were scattered in several regions, one of which was located in Nanga JetakVillage. The preparation of the sap seeds has been prepared by the Dutch Indiesbusinessman, then distributed to various regions in Sintang. Cultivation of rubber plantswas carried out by indigenous people and assisted by Javanese people who werecontacted by Dutch Indies businessmen as rubber farmers. Rubber plantations aremanaged by Dutch Indies businessmen and some Chinese. Rubber that has beenprocessed into sap is sent to the kingdom of Sintang through the Melawi River and theDutch East Indies Government in Pontianak via the Kapuas RiverKeyword: rubber plantation, Sintang, social-economic history.
Materi Sejarah dalam Buku Teks Muatan Lokal Pendidikan Multikultur Kalimantan Barat
Eka Jaya Putra Utama *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 10, No 2 (2013): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3382.863 KB)
|
DOI: 10.21831/socia.v10i2.5353
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Tujuan dimunculkannya buku teks muatan lokal pendidikan multikultur Kalimantan Barat; (2) Penyajian materi dalam buku teks muatan lokal pendidikan multikultur Kalimantan Barat; (3) Materi sejarah dalam buku teks muatan lokal pendidikan multikultur Kalimantan Barat. Penelitian diskriptif kualitatif dengan studi kasus tunggal dan strategi penelitian dalam bentuk terpancang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimunculkannya buku teks muatan lokal pendidikan multikultur Kalimantan Barat: (1) Untuk rekonsiliasi konflik melalui jalur pendidikan sekaligus mengenalkan kembali kebudayaan etnis di Kalimantan Barat; (2) Masih memiliki kelemahan dan kekurangan mengenai kelogisan sajian materi yang menjelaskan materi melalui cerita rakyat (folklore), tidak menunjukkan glosarium, indeks, ketepatan tata bahasa, ketidaksesuaian antara materi dengan ilustrasi dan penulisan daftar pustaka; (3) Materi sejarah adalah sejarah lokal Kalimantan Barat dan sejarah kebudayaan etnis Dayak, Melayu, Tionghoa dan Madura. Kata kunci : Materi Sejarah, Buku Teks Muatan Lokal, Pendidikan Multikultur
Java Contract In Rubber Plantation In Sintang At The End Of The 19th Century
Eka Jaya Putra Utama;
Basuki Wibowo;
Muhammad Syaifullah
Asian Journal of Management, Entrepreneurship and Social Science Vol. 3 No. 03 (2023): August, Asian Journal of Management, Entrepreneurship and Social Science
Publisher : Cita Konsultindo Research Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The aim of the study was to find out the Javanese Rubber Plantation Contracts in Sintang at the end of the 19th century. Analytical descriptive research with historical methods, stages of data collection through direct observation, interviews and documents. Conducting data analysis through source criticism, data interpretation, and writing in historical studies. The results showed that Sintang has a soil structure and a supportive climate for rubber trees, so it is very strategic to become a quality rubber production area. At the end of the 19th century, the Dutch government strengthened culturstelsel politics in Sintang. Rubber seeds imported from Java are ready to be planted. The workforce comes from the natives and also comes from Java. Local rulers and traders played a role in the plantation system, while the Dutch government had the right to regulate rubber prices. Workers from Java are identified by the local people as contract Javanese. Javanese life Contracts in Sintang were borne by the Dutch company and government.
Dayak Iban Sebaruk Weanıng Ikat As Local Wısdom In Implementıng Character Educatıon In Students Of SMP Negerı 2 Sekayam
Eka Jaya Putra Utama;
Nunik Esti Utami;
Muhammad Sadikin
Asian Journal of Management, Entrepreneurship and Social Science Vol. 4 No. 01 (2024): Pebruary, Asian Journal of Management Entrepreneurship and Social Science ( AJ
Publisher : Cita Konsultindo Research Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The research aims to determine Dayak Iban Sebaruk ikat weaving as local wisdom in cultivating character education for students at SMP Negeri 2 Sekayam. Qualitative descriptive research with a single case study strategy, with data collection through direct observation, interviews and document study. Testing data validation through method triangulation techniques and source triangulation. Interactive data analysis starting from data collection, data reduction, data presentation and data verification. The results of the research show that the existence of the Dayak Iban Sebaruk people is not only based on agriculture but they are able to express their cultural arts in the form of weaving. Dayak ikat weaving has aesthetic, philosophical and economic value. The inheritance of weaving has been passed down from generation to generation by women until now. Local wisdom becomes a force to shape national identity. Cultural inheritance and local wisdom give rise to norms, ethics and customs which are used as capital to form students with character.
NILAI KARAKTER DALAM TRADISI TENUN SAMBAS PADA PEMBELAJARAN IPS DI SMPN 6
Jaya Putra Utama, Eka;
Sadikin, Muhammad
KALPATARU : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 10 No 2 (2024): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalp.v10i2.17961
Pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar padasuatu lingkungan belajar di sekolah. Dengan latar belakang keadaan yang terjadi di sekolah, bahwapendidikan karakter masih menjadi target dan terus diimplementasikan yang terintegrias pada semuamata pelajaran. Dalam perkembangannya guru harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai karakterkepada peserta didik disaat pembelajaran berlangsung. Terutama pada mata pelajaran IPS di satuanpendidikan sekolah menegah pertama. Penelitian dilaksanakan di kelas VII SMP Negeri 6 Sambasyang bertujuan untuk mengetahui pembelajaran IPS berlangsung, mendapatkan informasi mengenaistrategi pembelajaran IPS tentang Tradisi Tenun Sambas dan mengetahui nilai karakter dalam TradisiTenun Sambas diajarkan pada pembelajaran IPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategipembelajaran yang digunakan tergantung pada materinya. Guru melakukan inovasi pembelajarandengan berbagai macam strategi, yakni dengan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, modelpembelajaran pemecahan masalah. Guru sudah berusaha melakukan berbagai cara agar pelajaranIPS menjadi menarik salah satunya dengan pemanfaatan sumber belajar dari lingkungan. Nilai-nilaikarakter yang muncul dari proses pembelajaran IPS, terwujudnya sikap peserta didik yangbertanggung jawab, teleran, jujur, disiplin, sopan dan melahirkan sikap gotong royong.