Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Peran Kyai Dalam Meningkatkan Kecerdasan Santri Di Pondok Pesantren Ushuluddin Singkawang Edy Purwanto; Arnadi; Jaelani
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol 29 No 01 (2022): April 2022
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v29i01.244

Abstract

Peran kiyai selaku pimpinan pondok pesantren sangatlah penting dalam perjalanan semua aktivitas kehidupan para santri dan semua komponen yang ada di lembaga tersebut. Seorang kiyai merupakan satu sosok figur yang menjadi teladan utama dalam berbagai aspek kehidupan bagi para santri dan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pengelolaan pesantren. Tujuan penelitian ini berusaha ingin mengungkap peran Kyai dalam meningkatkan kecerdasan santri di Pondok Pesantren Ushuluddin Singkawang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yakni pendekatan yang lebih menekankan pada aspek pemahaman dan pemaknaan. Dalam penelitian ini peneliti akan mengkaji fenomena kehidupan di pesantren yang diteliti berdasarkan tema dan menggali informasi secara mendalam yang terjadi dilapangan berdasarkan pengalaman kyai atau pimpinan pesantren dalam melaksanakan pembinaan kepada para santri di pondok pesantren. Adapun jenis penelitian ini adalah deskriptif. Dengan metode deskriptif diharapkan dapat memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang di hadapi, yaitu peneliti ingin mengambarkan mengenai situasi kehidupan santri di Pondok Pesantren Usuhuludin Singkawang, dengan cara mendeskriptifkan kumpulan data yang telah di kumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan peran Kiyai dalam meningkatkan Kecerdasan Intelektual santri meliputi upaya/kegiatan sebagai berikut: Upaya/kegiatan dalam rangka meningkatkan kecerdasan intelektual santri berupa kemampuan figure. Upaya/kegiatan dalam rangka meningkatkan kecerdasan intelektual santri berupa kemampuan verbal. Upaya/kegiatan dalam rangka meningkatkan kecerdasan spiritual santri berupa kemampuan bersikap spiritual non dogmatis: Pak Kiyai melakukan upaya dalam membina santri/ santriwati agar selalu memiliki sikap fleksibel dan positive thinking terhadap takdir Allah. Para santri selalu diajarkan untuk bersikap fleksibel dalam menjalani kehidupan, selalu belajar untuk berpikir positif (positive thinking) terhadap takdir Allah.
STRATEGI GURU DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS VI B PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 3 SAMBAS KECAMATAN TEBAS KEBUPATEN SAMBAS TAHUN PELAJARAN 2022-2023 Bestarani, Indah; Arnadi; Sera Yuliantini
Lunggi Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Lunggi Journal: Literasi Unggulan Ilmiah Multidisipliner
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap tentang: 1) Perencanaan guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa kelas VI B pada mata pelajaran matematika di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Sambas Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas Tahun Pelajaran 2022-2023; 2) Pelaksanaan guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa kelas VI B pada mata pelajaran matematika di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Sambas Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas Tahun Pelajaran 2022-2023; 3) Evaluasi guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa kelas VI B pada mata pelajaran matematika di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Sambas Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas Tahun Pelajaran 2022-2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian fenomonologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display atau penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi dan member chek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, perencanaan guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa kelas VI B pada mata pelajaran matematika di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Sambas yakni: 1) Menyiapkan buku paket sebagai referensi mengajar; 2) Memilih strategi dan metode pembelajaran yang akan digunakan sesuai dengan kondisi belajar siswa, ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung, dan semangat belajar siswa; 3) Menjadikan RPP sebagai acuan mengajar. Pelaksanaan guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa kelas VI B pada mata pelajaran matematika di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Sambas yakni: 1) Menggunakan strategi pembelajaran langsung; 2) Menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan drill atau latihan. Evaluasi guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa kelas VI B pada mata pelajaran matematika di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Sambas adalah dilakukan melalui dua macam evaluasi yakni: 1) Evaluasi formatif dalam bentuk tes lisan dan tulisan saat berlangsungnya proses pembelajaran; 2) Evaluasi sumatif dalam bentuk tes tulisan piliihan ganda dan essay yang dilaksanakan saat Penilaian Akhir Semester (PAS).
PENERAPAN MERDEKA BELAJAR PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK Apriani, Ellita; Arnadi; Suriadi
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol 31 No 02 (2024): Oktober
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v31i02.636

Abstract

Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah telah menerapkan kurikulum merdeka dalam pembelajaran. Namun penerapannya belum optimal sesuai dengan harapan semua pihak. Berdasarkan permasalahan diatas maka peneliti tertarik untuk lebih mengetahui lebih mendalam tentang penerapan merdeka belajar dalam meningkatkan kreativitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian ini berada di SMPN 1 Mempawah. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan verifikasi data atau kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan 1. Perencanaan merdeka belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kreativitas belajar peserta didik di SMPN 1 Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah sudah dilakukan guru dengan cara a) menganalisis hasil belajar (CP) untuk mengembangkan tujuan pembelajaran dan proses tujuan pembelajaran, b) merencanakan dan melakukan penilaian diagnostik, c) mengembangkan modul ajar, d) penyesuaian pembelajaran dengan tingkat pencapaian dan karakteristik siswa, e) merencanakan, melaksanakan, dan memproses penilaian formatif dan sumatif, f) pelaporan kemajuan belajar, dan g) penilaian dan evaluasi pembelajaran. 2. Pelaksanaan merdeka belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kreativitas belajar peserta didik di SMPN 1 Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah meliputi tiga tahap yaitu kegiatan pendahuluan berisi salam, sapa, dan apersepsi, kegiatan inti berisi penyampaian materi, dan kegiatan penutup berisi penilaian atau asesmen. Begitu juga dengan model, metode, dan media pembelajaran yang digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan modul ajar. 3. Evaluasi merdeka belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kreativitas belajar peserta didik di SMPN 1 Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah dibagi menjadi tiga yaitu asesmen diagnostik, asesmen formatif, dan asesmen sumatif, yang mana ketiganya memiliki tujuan masing-masing dalam proses penilaian pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, guru sudah menerapkan ketiga asesmen tersebut, namun hanya terfokus pada tes lisan dan tes tertulis.
KONTRIBUSI PONDOK PESANTREN DALAM PENGUATAN BUDAYA LOKAL MASYARAKAT Tiya Juliani; Aili Liila; Hasyim Hadade; Arnadi
Tarbiya Islamica Vol. 12 No. 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ti.v12i2.3677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami peran pesantren sebagai agen penguatan budaya lokal, dengan fokus pada strategi pemberdayaan masyarakat dan peran moderasi dalam menciptakan harmoni sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Pada penelitian kajian pustaka, peneliti melakukan kajian terhadap beberapa teori dan konsep yang sudah ada untuk membentuk suat konstruksi simpulan. Penelitian ini mendeskripsikan penerapan pendidikan karakter yang berbasis kearifan lokal di lingkungan pondok pesantren untuk memahami secara mendalam pengaruh pesantren terhadap budaya lokal dan masyarakat. Penelitian ini akan pesantren dalam memberdayakan masyarakat setempat. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kontribusi pesantren dalam memperkuat identitas budaya lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
PERAN PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM (PTAIN/PTAIS) MENGHADAPI ARUS LAJU GLOBALISASI Mauizatul Hasanah; Nurlisa; Hasyim Hadade; Arnadi
Tarbiya Islamica Vol. 12 No. 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ti.v12i2.3678

Abstract

Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAIN/PTAIS) memainkan peran penting dalam menghadapi arus laju globalisasi. Dalam era yang ditandai dengan keterbukaan informasi dan interkoneksi global, PTAIN/PTAIS berfungsi sebagai pusat keilmuan yang menyeimbangkan antara modernitas dan nilai-nilai agama. Melalui pendidikan yang berkualitas dan berlandaskan etika, PTAIN/PTAIS mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan bermoral, yang dapat berkontribusi positif dalam berbagai bidang. Selain itu, PTAIN/PTAIS juga berperan aktif dalam penelitian dan inovasi yang berfokus pada isu-isu sosial, ekonomi, dan lingkungan, memberikan solusi yang berkelanjutan untuk tantangan global. Keterlibatan PTAIN/PTAIS dalam kerja sama internasional memungkinkan pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman, sehingga memperkaya kurikulum dan metode pengajaran. Dengan demikian, PTAIN/PTAIS tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang aktif dalam menghadapi dan menavigasi arus globalisasi, sambil mempertahankan identitas kebudayaan dan keagamaan dalam masyarakat yang semakin heterogen.
PERKEMBANGAN PERGURUAN TINGGI ISLAM DI INDONESIA Enik Sartika; Teguh Mudiarto; Hasyim Hadade; Arnadi
Tarbiya Islamica Vol. 12 No. 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ti.v12i2.3679

Abstract

Perguruan Tinggi Menjadi sebuah pelopor yang penting untuk mengembangakan ilmu pengetahuan khususnya dalam agama Islam. pesatnya pertumbuhan perguruan tinggi Islam diakibatkan semangat tokoh-tokoh elit ummat Islam dalam memplopori pendirian perguruan tinggi Islam untuk mengejar ketertinggalan pendidikan Islam. Semangat ini dapat dilihat dari hasil sidang tokoh-tokoh pendidikan Islam dalam membentuk Sekolah Tinggi Islam. Penelitian ini ingin mengungkapkan perkembangan perguruan tinggi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan studi liberary research, mengkaji beberapa literatur yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwaperkembangan perguruan tinggi di Indonesia semakin berkembang diliaht dari semakin banyaknya perguruan tinggi yang ada. Dari IAIN sampai UIN, Baik swasta maupun negeri.
UPAYA PEMERINTAH MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ISLAM SETELAH KEMERDEKAAN Sera Yuliantini; Sriliza; Hasyim Hadade; Arnadi
Tarbiya Islamica Vol. 12 No. 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ti.v12i2.3680

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan islam setelah kemerdekaan dengan metode penelitian literatur (literature review) yang mana hasilnya dapat ditemukan bahwa Upaya pemerintah dalam meningkatkan Pendidikan Islam setelah kemerdekaan diantaranya dengan mengeluarkan beberapa kebijakan sesuai dengan periode yakni masa orde lama dimulai dari tahun 1945-1965 yang ditandainya dengan ditetapkannya peraturan bersama yang dikeluarkan tahun 1946, dikeluarkan lagi Peraturan Bersama Menteri PP dan K dan Menteri Agama: Nomor 1432/Kab tanggal 20 Januari 1951 (Pendidikan), Nomor KI/652 tanggal 20 Januari 1951 (Agama) tentang Peraturan Pendidikan Agama di Sekolah Sekolah yang salah satu Isinya adalah di tiap-tiap sekolah rendah pendidikan agama dimulai pada kelas IV, banyaknya dua jam dalam satu minggu. Dilanjutkan pada masa orde baru dimulai dari tahun 1965-1998 pada masa orde baru Pendidikan agama Islam mendapat peningkatan perhatian dengan di tetapkannya Tap MPRS Nomor XXVII/MPRS/1966 (Bagian I Pasal 1) tentang pendidikan agama di sekolah berbunyi: "Pendidikan agama menjadi mata pelajaran di sekolah-sekolah mulai dari Sekolah Dasar (kelas I) sampai dengan Universitas. Selanjutnya perkembangan Pendidikan agama Islam mengalami perhatian dan peningkatan yang signifikan pada masa reformasi yang ditandai dengan ditetapkannya Tap MPR Nomor IV/MPR/1999 tentang GBHN yang mengamanatkan peningkatan kualitas pendidikan agama Islam melalui penyempurnaan sistem pendidikan agama. Tujuannya adalah agar pendidikan agama dapat lebih terpadu dan integral dengan sistem pendidikan nasional, serta didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.
UPAYA MUHAMMADIYAH MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ISLAM Astaman; Saripah; Hasyim Hadade; Arnadi
Tarbiya Islamica Vol. 13 No. 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ti.v13i1.3681

Abstract

Penelitian ini membahas upaya yang dilakukan oleh Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia. Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar, Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam membentuk sistem pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam, modernitas, dan profesionalisme. Fokus kajian ini meliputi berbagai strategi yang diterapkan, seperti pengembangan kurikulum berbasis nilai-nilai keislaman, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, dan pengelolaan lembaga pendidikan secara berkelanjutan. Penelitian ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah berhasil menciptakan model pendidikan yang tidak hanya kompetitif tetapi juga relevan dengan tantangan zaman.
Strengthening Tolerance Among High School Students Through Local History Education Based on Multicultural Values in West Kalimantan Eka Jaya Putra Utama; Syahruddin Usman; Erwin Hafid; Arnadi
IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Vol. 6 No. 2 (2025): September
Publisher : Master of Islamic Studies Masters Program in the Postgraduate Institute of Islamic Studies Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ijgie.v6i2.3918

Abstract

The purpose of this study is to analyze the tolerance attitudes of high school students in West Kalimantan. The study focuses on local history learning based on multicultural values. This study uses a qualitative approach to examine the phenomenon of learning in strengthening students' tolerance attitudes. Data were collected through interviews, direct observation, and document study. Data analysis used an interactive model and examined data validity through triangulation. The results of the study indicate that the implementation of local history learning through various methods, including the integration of interactive activities such as visits to historical sites, museums, and cultural exhibitions, is effective. The role of history teachers is crucial in creating an inclusive learning environment that values all cultural backgrounds. Through the integration of multicultural values-based local history education, students learn to appreciate individuals regardless of their group affiliations and cultural backgrounds. As a result, the values instilled will strengthen tolerance, fostering harmony amidst diversity.
The Implementation of Indonesian Realistic Mathematics Education (PMRI) on Learning Outcomes and Learning Activities in ZISWAF in Grade VIII of State Islamic Junior High School (MTsN) 2 Pontianak City Muahamad Firdaus; Syahruddin Usman; Erwin Hafid; Arnadi
IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Vol. 6 No. 2 (2025): September
Publisher : Master of Islamic Studies Masters Program in the Postgraduate Institute of Islamic Studies Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ijgie.v6i2.3919

Abstract

This study aims to analyze the extent of improvement in student learning outcomes through instruction that does not apply Indonesian Realistic Mathematics Education (PMRI) on ZISWAF material, the significance of learning outcome improvement through PMRI-based learning, the differences between both approaches, and the level of student activity in participating in PMRI-based learning in class VIII of Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Pontianak City. The research employed a quantitative approach with a True Experimental design, specifically using the Randomized Pretest-Posttest Control Group Design. Data were collected through indirect communication techniques using a learning activity questionnaire and through measurement techniques involving essay tests on ZISWAF material. The research sample consisted of students from classes VIII A and VIII B, selected randomly. The findings indicate that students' learning outcomes after receiving non-PMRI-based instruction showed improvement compared to their pretest scores. Furthermore, students who were taught using the PMRI approach exhibited significantly better learning outcomes than before treatment. A comparison between both groups revealed that students who received PMRI-based learning achieved higher posttest scores than those who did not. Additionally, as many as 24 students (67%) demonstrated high to moderate levels of learning activity during PMRI-based ZISWAF instruction. The implementation of PMRI in teaching ZISWAF significantly enhances both cognitive outcomes and student engagement. These findings support the integration of contextual and realistic mathematics learning in Islamic education to foster deeper understanding and active learning behavior.