Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Anak Jalanan di Kota Makassar dalam Perspektif Antropologi Firzah Aurelia; Andi Ima Kesuma; A. Octamaya Tenri Awaru; Abdul Rahman; Najamuddin
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 5 No. 4 (2025): Desember : Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v5i4.7477

Abstract

This study examines the dynamics of street children's lives in Makassar City through an anthropological approach, highlighting how social and cultural structures influence their identity and behavior. Street children are not only understood as victims of poverty, but they are a social group with their own unique value systems, norms, and internal structures. They form an informal community that demonstrates solidarity, social cohesion, and their own way of life. This study adopts Anthony Giddens' theory of “structuration” and James C. Scott's theory of “resistance” to explain the position of street children as active agents whose daily lives are not only shaped by social structures but also reflexively reproduce and transform these structures through their actions and the power they hold against state dominance, such as symbolic actions and the use of urban space as a arena for negotiating their identities.
Resiprositas dalam Mappaenre Bola di Desa Mario Kabupaten Bone Nurmunira; Abdul Rahman
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 10 (2025): GJMI - OKTOBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i10.1756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi resiprositas budaya mappaenre’ bola mengenai hubungan budaya masyarakat, untuk menjabarkan penerapan hubungan sosio- kultural dalam budaya mappenre’ bola dan untuk mengelaborasikan fungsi dan nilai budaya mappaenre’ bola dalam menjaga sosio- kultural dan hubungan resiprositas. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari hasil penelitian kemudian diolah dengan menggunakan analisis kualitatif melalui tiga tahap yaitu mengkaji teori, reduksi data, dan penyusunan data. Teknik pengabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiprositas dalam budaya mappaenre’ bola terdapat hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara masyarakat karena karena saling memberi dan menerima merupakan bagian dari praktik budaya yang diterima secara sosial. Budaya mappaenre’ bola terdapat penerapan hubungan sosio-kultural di dalamnya yang dapat memperkuat hubungan antara warga masyarakat desa Mario serta memberikan manfaat besar bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan. Fungsi dan nilai budaya yang penting dalam menjaga sosio-kultural dan hubungan resipositas masyarakat dapat dilihat dalam berbagai aspek kehidupan, dengan mempertahankan nilai-nilai budaya di masyarakat akan memperkuat jati diri sebuah bangsa serta meningkatkan kualitas hidup individu dan kelompok, dalam menjaga fungsi dan nilai budaya sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam melestarikan warisan budaya.
Representasi Peran Perempuan dalam Film Barbie Live Action (2023) Khaerunnisa, Khaerunnisa; Sakka, Abdul Rahman; Darmayanti, Dyan Paramitha
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13118

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi peran perempuan dalam film Barbie Live Action (2023) yang menampilkan kritik terhadap konstruksi sosial dan budaya patriarkal. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk memahami makna naratif, simbol visual, dan persepsi penonton terhadap tokoh perempuan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 13 informan yang telah menonton dan memahami isu gender yang diangkat dalam film ini. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama: kebebasan menjadi diri sendiri, perlawanan terhadap ekspektasi sosial, kesetaraan dalam relasi gender, serta simbolisme visual sebagai bentuk penolakan terhadap standar patriarkal. Film ini menampilkan perempuan bukan lagi sebagai sosok pasif, tetapi sebagai individu yang berdaya dan mampu menentukan identitasnya sendiri Temuan ini menegaskan bahwa Barbie bukan sekadar film hiburan, melainkan media reflektif yang menumbuhkan kesadaran akan kesetaraan dan kebebasan identitas perempuan di masyarakat modern.
A Phenomenological Study of Sibaliparri in the Household Life of the Mandar Community in Tapango Barat Village, Polewali Mandar Regency Nasrul; Najamuddin; A Sakka, Abdul Rahman
Tamaddun Life Vol 24 No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sastra - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/tamaddun.v24i2.993

Abstract

This study examines Sibaliparriq, a core cultural value of the Mandar people in West Sulawesi, Indonesia, as a lived household praxis that structures cooperation, gender relations, and family wellbeing. While much gender and development scholarship portrays households as sites of persistent inequality shaped by patriarchal norms, less attention has been given to culturally embedded ethics that actively promote reciprocity and shared responsibility between spouses. Adopting a qualitative descriptive phenomenological approach, this study draws on in-depth interviews, participant observation, and documentation conducted in Tapango Barat Village to explore why Sibaliparriq persists in contemporary household life, how it is enacted in everyday practices, and what impacts families associate with its practice. Data were analyzed using Colaizzi’s phenomenological method to capture participants’ lived meanings and moral reasoning. The findings reveal that Sibaliparriq functions as a relational household praxis integrating moral obligation, pragmatic cooperation, and culturally legitimate forms of agency. It is enacted through negotiated household governance, flexible labor sharing across productive and reproductive domains, and collaborative parenting practices. Participants perceive Sibaliparriq as strengthening household harmony, livelihood resilience, women’s recognized participation in decision-making, and the continuity of Mandar cultural identity. Conceptually, the study situates Sibaliparriq within international debates on cooperative–conflict dynamics and women’s empowerment, demonstrating how locally grounded cultural ethics can operate as informal governance mechanisms that reshape gender relations without requiring a rupture from local cultural norms. The study contributes to comparative gender scholarship by highlighting the importance of culturally embedded pathways to cooperation and empowerment in family life.