Articles
CONSUMPTIVE BEHAVIOR AMONG ADOLESCENTS IN THE ABDULLAH DAENG SIRUA AREA, MAKASSAR CITY
Muh. Nur Awal;
Emanuel Omedetho Jermias;
Abdul Rahman
Jurnal Scientia Vol. 12 No. 01 (2023): Education, Sosial science and Planning technique
Publisher : Sean Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58471/scientia.v12i01.1043
This study aims to determine the form of adolescent consumptive behavior in the Abdullah Daeng Sirua area, Makassar City. This type of research is a qualitative descriptive research. The criteria for teenagers who have a consumptive lifestyle are characterized by hanging out at cafes at least once every 3 months, owning more than one cell phone, going to a beauty salon at least once a month, owning more than 12 pairs of clothes. Data collection techniques using observation and interviews. Data analysis techniques are in the form of descriptive and functional analysis by going through the stages of data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. While the data validation technique used is member check. The results of the study show that the form of adolescent consumptive behavior is buying products on the basis of maintaining self-appearance and prestige, maintaining status symbols, maintaining high self-confidence, and on consideration of prices being discounted.
Familisme dalam Manajemen Rumah Makan Sederhana di Kota Makassar
Emanuel Omedetho Jermias;
Mauliadi Ramli;
Abdul Rahman
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 9 No 1 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari)
Publisher : Ideas Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32884/ideas.v9i1.1151
The Micro, Small and Medium Enterprises sector, including simple restaurant business activities in Makassar City, contributes to the economy. This study aims to reveal the management of family-based restaurants and their implications for creating wealth, especially within the family environment. The method used in answering the research objectives, then carried out observations, interviews, and document studies. The results of the study show that restaurant owners prefer to recruit employees from family and relatives based on the moral economy approach. The selection of employees with a moral economy approach for restaurant owners is intended so that these employees can obtain a more prosperous level of economic life and a more proper education.
MASYUMI DALAM KONTESTASI POLITIK ORDE LAMA
Abdul Rahman
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (354.121 KB)
Masyumi pada awalnya didirikan 24 Oktober 1943 sebagai pengganti MIAI (Madjlisul Islamil A'laa Indonesia) karena Jepang memerlukan suatu badan untuk menggalang dukungan masyarakat Indonesia melalui lembaga agama Islam. Meskipun demikian, Jepang tidak terlalu tertarik dengan partai-partai Islam yang telah ada pada zaman Belanda yang kebanyakan berlokasi di perkotaan dan berpola pikir modern, sehingga pada minggu-minggu pertama, Jepang telah melarang Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) dan Partai Islam Indonesia (PII). Selain itu Jepang juga berusaha memisahkan golongancendekiawan Islam di perkotaan dengan para kyai di pedesaan. Para kyai di pedesaan memainkan peranan lebih penting bagi Jepang karena dapat menggerakkan masyarakat untuk mendukung Perang Pasifik, sebagai buruh maupun tentara. Setelah gagal mendapatkan dukungan dari kalangan nasionalis di dalam Putera (Pusat Tenaga Rakyat), akhirnya Jepang mendirikan Masyumi. Masyumi pada zaman pendudukan Jepang belum menjadi partai namun merupakan federasi dari empat organisasi Islam yang diizinkan pada masa itu, yaitu Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Umat Islam, dan Persatuan Umat Islam Indonesia. Setelah menjadi partai, Masyumi mendirikan surat kabar harian Abadi pada tahun 1947. Kata Kunci: Masyumi, Politik, Orde Lama
Kanre Juma: Tradisi Jumat Berkah di Wilayah Peri Urban Desa Kaballokang Pakkabba Kabupaten Takalar
Abdul Rahman
Journal of Urban Sociology Volume 6 No 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30742/jus.v1i2.3185
Society is formed through a process of social relations that takes place on an ongoing basis between individuals and individuals, individuals and groups, and groups and groups. Interactions that occur continuously for a long time produce togetherness. In addition, social interaction also produces several patterns of shared relationships, shared values, social institutions and social care. In the context of rural communities, especially in Kaballokang Pakkabba Village, this social concern is manifested in the activity of sharing rice on Fridays (kanre juma). This study aims to elaborate in depth on the origins of the emergence of Kanre Juma and its function for society. This research was conducted using qualitative methods. Data was collected through observation and interviews. The results of the study showed that the division of the juma kanre was a continuation of people's habits during the Covid-19 pandemic. Kanre Juma in the perspective of functional theory has the functions of adaptation, goal attainment, integration and latency. The division of kanre juma has two dimensions in people's lives, namely as a form of worship that expects favor from God, and on the other hand it also strengthens family ties or social relations within the community.Keywords: generous, kanre juma, social solidarity
Return to Traditional Wisdom in Controlling Maize Pests in Molamahu, Gorontalo, Indonesia
Hunowu, Momy A.;
Rahman, Abdul;
Daulay, Pardamean;
Fadhilah, Amir;
Pakuna, Hatim Badu
JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences - UIN Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/jsw.2024.8.1.18765
Government programs in agriculture, such as extension and seed and fertilizer assistance, have increased maize production, but also threaten the preservation of traditional wisdom. This article discusses intractable pest infestations as a major problem in maize farming in Molamahu Village, Gorontalo Regency, Gorontalo Province. Although many agricultural technologies have been developed, they have not been able to effectively control these pests. This study aims to explore the use of traditional methods by farmers in overcoming pest problems, as well as to demonstrate the effectiveness of local wisdom in this context. A qualitative approach was used by interviewing senior farmers and observing the practices of young farmers. The results of this study present clear and structured findings regarding the effectiveness of traditional methods in controlling maize pests. This study found that some traditional methods previously considered irrational turned out to have a robust scientific basis. These results confirm that local knowledge has great potential to strengthen eco-friendly pest control strategies in maize farming. The finding in this research underscores the importance of recognizing and utilizing local wisdom in the development of sustainable agricultural technology.
Dukungan Orangtua terhadap Kegiatan Belajar dan Bekerja pada Anak Sekolah di Wilayah Perdesaan
Rahman, Abdul;
Niko, Nikodemus;
Rosramadhana, Rosramadhana
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/jer.v5i4.981
Belajar dan bekerja bagi anak sekolah merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam masyarakat agraris. Fenomena ini dijumpai di Sulawesi Selatan, khususnya di Desa Bulutellue. Artikel ini bertujuan menganalisis bentuk aktivitas belajar bagi anak sekolah, dan keterlibatannya dalam melakukan aktivitas bekerja. Penelitian ini berjenis fenomenologi yang menempatkan informan yaitu Orangtua dan anak sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman untuk reduksi data, display data, dan verivikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Orangtua mendukung dan menvasilitasi anak-anak mereka untuk belajar secara formal maupun informal sekaligus memberikan kesempatan kepada anak-anaknya untuk bekerja di luar waktu sekolah sebagai bentuk latihan dan keterampilan dalam menghadapi kehidupan setelah mereka membina rumah tangga. Sehingga, belajar dan bekerja merupakan model pembinaan anak pada masyarakat petani di Desa Bulutellue, sehingga penelitian ini berimplikasi terhadap munculnya pengecualiaan pemberlakuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan pada lingkungan keluarga petani.
Peran Fareha Syara dan Ustaz dalam Pranata Kultural Islam di Desa Bulutellue Kabupaten Sinjai
Rahman, Abdul
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nurul Jadid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33650/trilogi.v5i1.8343
Setiap masyarakat yang bermukim dalam satu wilayah desa mendambakan kehidupan yang sejahtera dari segi ekonomi dan kehidupan yang harmonis berdasarkan nilai-nilai adat sitiadat dan agama yang mereka anut. Dalam rangka pembinaan dan pemeliharaan keharmonisan yang bernuansa spiritual keagamaan di Desa Bulutellue, maka masyarakat bersepakat untuk menempatkan tokoh-tokoh yang berkiprah dalam kelembagaan fareha syara (imam, khatib, bilal) dan sosok di luar lembaga itu (Ustaz) untuk dijadikan panutan sekaligus otoritas penyampai risalah kebenaran dan kebaikan. Tujuan artikel ini ialah berupaya untuk (1) mengelaborasi kedudukan fareha syara dan Ustaz di tengah kehidupan masyarakat sebagai kelompok elite terdidik yang dihargai keberadaannya, (2) mengungkap peran-peran sosial fareha syara dan Ustaz di lingkungan masyarakat. Metode yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Setelah itu data kemudian dianalisis untuk memperoleh jawaban terhadap tujuan artikel ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fareha syara dan Ustaz merupakan kelompok minoritas yang diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk mengurusi hal ikhwal yang berkaitan dengan agama dan pembinaan kerohanian. Fareha syara bertugas untuk memimpin peribadatan di masjid dan mushallah. Sementara itu Ustaz sebagai elite terdidik ditempatkan oleh masyarakat pemberi nasihat-nasihat keagamaan dan tempat meminta bantuan ketika masyarakat dilanda kesulitan ekonomi maupun kesulitan dalam hal pengurusan administrasi kependudukan.
Sibali Reso Dalam Masyarakat Petani di Desa Bulutellue Kabupaten Sinjai
Abdul Rahman
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 2 (2025): GJMI - FEBRUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59435/gjmi.v3i2.1418
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : peran sibali reso bagi kehidupan masyarakat petani di Desa Bulutellue, keterkaitan Sibali Reso terhadap keberhasilan peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat petani di Desa Bulutellue, upaya petani di Desa Bulutellue menjaga sibali reso sebagai bagian dari kehidupan sosialnya. Dalam penelitian ini digunakan jenis penelitian kualitatif yang dianalisis dan dituliskan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan individu sebanyak delapan orang informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sibali reso yang ada di Desa Bulutellue merupakan suatu bentuk modal sosial yang menekankan pada kebersamaan masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidup bersama dan melakukan perubahan yang lebih baik serta penyesuaian secara terus menerus. Kehadiran sikap sibali reso diterapkan dalam masyarakat merupakan suatu bentuk simbiosis mutualisme yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak yang terlibat dalam proses ini. Dengan dibudayakan secara terus-menerus sikap ini mampu memberikan dampak ypositif dimana selain menjalin hubungan silaturahmi antar sesama manusia dalam hal tolong-menolong juga mampu untuk meningkatkan rasa solidaritas kebersamaan serta menghasilkan suatu pekerjaan yang lebih mudah dan bisa memberikan hasil pertanian yang berlimpah. Eksistensi sibali reso terus diupayakan oleh masyarakat petani di Desa Bulutellue karena mereka menyadari bahwa kegiatan pertanian sebagai mata pencaharian utama di desa ini sangat memerlukan kerjasama utamanya dalam hal pengolahan sawah, pemanenan hasil pertanian sampai pada pengolahan hasil pertanian serta pemanfaatan lahan pasca panen
Tradisi Pesta Panen Masyarakat Petani di Desa Samaenre Kabupaten Pinrang
Abdul Rahman
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55123/sosmaniora.v4i1.4820
This research aims to elaborate in depth on the tradition of the farming community in Samaenre Village, Pinrang Regency, which is called maddoa. This research applies qualitative research methods with a phenomenological approach. Data collection was carried out by directly observing the implementation of maddoa. The results of these observations were strengthened by conducting in-depth interviews with farmers. The data is then analyzed by comparing and juxtaposing field data with relevant research results. The research results show that maddoa is a sacred ritual that the community still maintains today. This sacredness is proven by the requirement to wear sarongs for maddoa participants and the prohibition of women who are menstruating from being involved in this activity. Maddoa activities reached their peak when people made a pilgrimage to the grave of Petta Pallipa Putee who is believed to be an ancestor in Samaenre Village. For the people of Samaenre Village, maddoa is a form of expression of gratitude to God for safety in carrying out activities to cultivate rice fields to obtain adequate harvests. This tradition is also used as a social space for the community to strengthen family ties and the spirit of mutual cooperation in carrying out all activities in this village. The results of this research further strengthen the position of farming communities to carry out the maddoa tradition in a sustainable manner. It is hoped that this research can make a positive contribution to character development and strengthening local culture among generation z.
URGENSI PEMBUATAN MODEL PREDIKTIF DALAM TATA KELOLA BISNIS
Abdul Rahman
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 2 (2025): April : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu (JIMI)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69714/jvtm6q52
Predictive modeling is a mathematical and statistical method for predicting future behavior or trends by analyzing input data patterns. This is part of predictive analysis using current and historical data to predict or estimate future events. This paper aims to examine the importance of predictive modeling in business affairs. The method used in this paper is literature review. Data was collected by conducting literature searches, both books and journals. The results of the study show that predictive analytics is an organizational game changer that aims to improve the competency retrieval process and increase efficiency. By leveraging large amounts of data, predictive analytics allows businesses to predict future outcomes by analyzing historical data, identifying trends, and creating insights that can be implemented in the field. For business analysts, understanding predictive analytics is critical to establishing data-driven strategies and addressing the ethical considerations that accompany data manipulation.