Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Optimalisasi Fungsi Pekarangan dalam Memelihara Kelestarian Lingkungan di Desa Duampanuae Kabupaten Sinjai Abdul Rahman; Muhammad Rasyid Ridha; Mauliadi Ramli
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i2.716

Abstract

Masyarakat Desa Duampanuae yang berkultur agraris, memanfaatkan lahan pekarangan sebagai penunjang pemenuhan pangan rumah tangga. Fenomena tersebut patut dielaborasi lebih lanjut dengan tujuan untuk mengungkap cara pemanfaatan lahan pekarangan dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan pekarangan yang dikelola dengan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dapat memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga, sekaligus pemenuhan kebutuhan kesehatan. Tanaman yang diusahakan di lahan pekarangan dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan vitamin berupa sayuran dan buah-buahan, sekaligus obat untuk pertolongan pertama pada penyakit. The people of Duampanuae Village, who have an agrarian culture, use their yards to support household food fulfillment. This phenomenon deserves further elaboration with the aim of revealing how to use yard land in fulfilling economic needs while still paying attention to environmental sustainability aspects. The method used is a qualitative research method by means of observation and interviews. The results of the study indicate that the yard that is managed by taking into account the aspects of environmental sustainability can meet the economic needs of the household, as well as fulfill the health needs. Plants cultivated in the yard can be used to fulfill vitamin needs in the form of vegetables and fruits, as well as medicine for first aid for diseases.
INTEGRASI ISLAM DAN BUDAYA LOKAL DALAM PENDIDIKAN (Studi Pada Keluarga Petani di Desa Bulutellue) Abdul Rahman; Mrs Nurlela; Mr Rifal
AL-HIKMAH (Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam) Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LPPM) UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/al-hikmah.v2i1.414

Abstract

Artikel ini membahas tentang sistem pendidikan di luar sekolah atau pendidikan informal yang dilaksanakan oleh masyarakat petani di Desa Bulutellue dalam mendidik anak-anak mereka. Adapun metode yang digunakan dalam menyusun artikel ini ialah melakukan pengamatan terhadap aktivitas keseharian masyarakat di lokasi penelitian, melakukan wawancara untuk memperkuat dan memperjelas hasil pengamatan, kemudian hasil temuan itu dianalisis dan dipertajam melalui komprasi dengan hasil-hasil penelitian yang terkait. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bulutellue, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam melakukan pendidikan terhadap anak, masyarakat petani di Desa Bulutellue mengintegrasikan antara ajaran Islam dengan budaya lokal yang terdapat dalam sistem pangngadereng sebagai basis sosiokultural masyarakat. Pendidikan yang mengintegrasikan antara Islam dengan budaya lokal membuat anak-anak mereka memiliki kepatuhan terhadap adat dan ketaatan terhadap ajaran Islam.
GERMO DAN PROSTITUSI ONLINE DI KOTA WATANSOPPENG Mauliadi Ramli; Ernawati S.K; Abdul Rahman
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v4i1.49195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kewajiban dan tanggungjawab germo sebagai penyedia jasa bisnis prostitusi atau pelacuran di kota Watansoppeng . (2) Kehidupan sosial antara germo dan pekerja seks komersial di kota Watansoppeng. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang dianalisa dan dituliskan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan sebanyak 11 (sebelas) orang informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Strategi germo dalam menjaga eksistensi bisnis prostitusi online di di kota Watansoppeng yakni dengan menyediakan fasilitas kepada para pekerja seks komersial yang bekerja untuknya serta memberikan pelayanan kepada para pengunjung. (2) Relasi serta ikatan sosial antara germo dan pekerja seks komersial di di kota Watansoppeng untuk menjaga keberlangsungan bisnis prostitusi online yakni menganggap mereka layaknya keluarga sendiri seperti anak dan orang tua.
MEMPERKUAT KEARIFAN LOKAL DI KALANGAN ORANG BUGIS DALAM MENANGKAL KRISIS IDENTITAS Abdul Rahman
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v2i3.110

Abstract

As a necessity of the globalization process, the development of society due to advances in information and communication technology is difficult to avoid. Globalization is an open door for the entry of foreign cultural influences, including ideology. At this time, Indonesia is an arena for the struggle for two ideologies, namely liberal democracy and radical Islam. The two ideologies are equally dangerous because they can tear the long-established national knitting together, as well as eliminate the Indonesian identity which is Bhinneka Tunggal Ika. Therefore, what needs to be done is to face it with a responsible attitude and eliminate the negative impacts caused or work around it so as to create an advanced society with an Indonesian perspective on the basis of Pancasila. Pancasila as the state ideology must be grounded in the community. One way is to find common ground between the values ​​in Pancasila and the values ​​of the cultural wisdom of ethnic groups in Indonesia.
BARAKKA: ORIENTASI KERJA PETANI BERBASIS AGAMA DI DESA BULUTELLUE KABUPATEN SINJAI Abdul Rahman; Najamuddin Najamuddin; Abdul Asis
Jurnal Neo Societal Vol 5, No 3 (2020): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.208 KB) | DOI: 10.52423/jns.v5i3.11974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang: (1) Arti penting barakka (2) upaya untuk memperoleh barakka dan (3) ciri-ciri penghasilan yang memiliki barakka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan paradigma deskriptif analisis. Lokasi penelitian ialah di Desa Bulutellue, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai. Sasaran penelitian ialah para petani dan keluarganya. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi, wawancara dan kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani dalam menjalankan aktivitasnya selalu memiliki keterkaitan dengan ajaran agama Islam yang dianutnya, maupun keterkaitan terhadap budaya luhur yang mereka warisi. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya aktivitas ekonomi yang sangat mengutamakan barakka (perkenan Tuhan). Bagi petani harta yang banyak tidak akan berarti dalam kehidupan jika tidak memiliki barakka. Untuk memperoleh barakka dalam mencari nafkah maka petani menekankan sikap jujur dalam bekerja, dermawan dan aktif mengikuti kegiatan keagamaan. Adapun ciri harta yang memilik barakka menurut pemahaman petani ialah harta tersebut dapat memberikan rasa aman, bermanfaat bagi orang lain, serta meningkatkan rasa syukur.
Pengarusutamaan Ekopedagogik Pada Keluarga Petani di Desa Bulutellue Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai Abdul Rahman; Andi Octamaya Tenriawaru; Ahmadin Ahmadin
Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE) Vol 4, No 2 (2022): JULI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijsse.v4i2.6903

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah menghantarkan manusia sebagai penguasa bumi, sehingga telah manjadi realitas bahwa bumi beserta segala sumber daya yang terdapat di dalamnya telah dieksploitasi demi memenuhi hasrat kepentingan materi dan mengejar pendapatan ekonomi. Akibatnya bumi mulai mengalami ketidakseimbangan yang ditandai dengan munculnya berbagai bencana alam. Realitas tersebut mendorong lingkungan pendidikan baik itu sekolah, keluarga dan masyarakat untuk kembali berusaha menjaga keseimbangan bumi dan kelestarian lingkungan melalui pendekatan ekopedagogik. Atasa dasar hal itu, maka penelitian ini berupaya untuk mengelaborasi secara mendalam upaya petani di Desa Bulutellue dalam kegiatan pengarusutamaan ekopedagogik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masyarakat petani di Desa Bulutellue sebagai bagian yang masih peduli terhadap kelestarian lingkungan berupaya menerapkan ekopedagogik terhadap anak-anaknya dalam kehidupan sehar-hari baik di lingkungan rumah tangga maupun di lahan pertanian. Kegiatan yang bernuansa ekopedagogik terlihat ketika anak-anak dilibatkan dalam membersihkan halaman dan pekarangan rumah, pembuatan kompos dari sampah dapur dan kotoran ternak hingga pengurangan komsumsi makanan dan minuman kemasan. Praktik tersebut terbukti efektif karena anak-anak dari keluarga petani dapat menerapkan secara langsung pengetahuan yang mereka dapatkan di sekolah.
Mappanre temme: Meaning Construction of Khatam Al-Qur’an Tradition in Buginese Community of South Sulawesi Abdul Rahman; Nurlela Nurlela; Firdaus W. Suhaeb
Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/rjsalb.v6i2.14267

Abstract

This research is motivated by the presence of the community tradition of Bulutellue, Sinjai, South Sulawesi which is inherited from generation to generation. This tradition is known as mappanre temme, which is a crowded event related to expressions of gratitude and joy by families because their children have successfully finished reading the Koran. The purpose of this study is to explain the position of the Koran in the socio-cultural space, the implementation and function of mappanre temme for the people of Bulutellue, Sinjai, South Sulawesi. The research method used is qualitative research using a religious anthropological approach. Data were collected through observation, interviews and documentation. The data that has been collected is then analyzed so that it has the ability to read the verses contained in the Koran. The results of the study indicate that in the Bulutellue Village community, the Koran is normatively interpreted as the word of God that gives instructions for the path of salvation in this world and in the hereafter. However, in terms of cultural reality, the Koran is interpreted as a special object that is sacred and contains supernatural powers so that it can be functioned as a repellent against evil, healing disease, and fertilizing plants. This function is a trigger to learn the Koran, and if you are successful in completing the Koran and have the skills to read it, the mappanre temme tradition is carried out as an expression of gratitude while maintaining social harmony and friendship between community members, village government officials, and religious officials, as well as maintain and strengthen the relationship between students and teachers of the Koran.
KOMPATIBILITAS TOLERANSI DAN BUDI LUHUR DALAM INTERAKSI ANTAR UMAT BERAGAMA DI DESA URASO Abdul Rahman
Jurnal Geuthèë: Penelitian Multidisiplin Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Geuthèë: Penelitian Multidisiplin
Publisher : Geuthèë Institute, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52626/jg.v5i3.167

Abstract

Toleransi dan budi luhur hingga saat ini masih berkembang sebagai modal dasar dalam mewujudkan interaksi sosial yang harmonis pada masyarakat Desa Uraso yang beraneka ragam suku, agama, ras, dan antar golongan. Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang (1) interaksi sosial berbasis toleransi (2) pengejawantahan budi luhur di Desa Uraso. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Data dianalisis dan disajikan dalam bentuk deskripitif naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi sangat kuat di Desa Uraso karena didukung oleh maraknya kegiatan masyarakat yang terjalin dalam bidang sosial maupun ekonomi. Sementara budi luhur ditunjukkan dengan sikap cinta kasih, tolong menolong, saling menghormati, dan sikap syukur. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kepatuhan terhadap ajaran agama dan nilai kearifan lokal dapat mewujudkan keharmonisan sosial antar umat beragama di Desa Uraso.
REORIENTASI ISLAM INKLUSIF DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT MADANI INDONESIA DI ERA DEMOKRASI DELIBERATIF Abdul Rahman
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 10 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i10.2022.3822-3832

Abstract

Kemajuan teknologi informasi telah mengantarkan masyarakat memasuki era disrupsi informasi. Masyarakat disajikan berbagai macam informasi dalam waktu yang singkat melalui aplikasi internet. Atas nama demokrasi individu atau kelompok begitu bebas menyebarkan informasi tanpa memperhatikan nilai-nilai etika dan moral, sehingga informasi itu seringkali mengandung unsur kebencian bernuansa SARA. Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi peranan Islam inklusif yang diusung oleh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menangkal informasi yang mengandung kekerasan dan ujaran kebencian, demi terwujudnya masyarakat madani di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideologi Islam inklusif yang diusung oleh Muhammadiyah dan NU tidak berkesesuain dengan kelompok-kelompok Islam garis keras yang mulai marak di Indonesia sejak awal reformasi. Ujaran kebencian dan informasi yang mengancam kestabilan nasional dibendung oleh Muhammadiyah dan NU dengan memanfaatkan pula media online untuk menyebarkan pemahaman Islam inklusif yang penuh rahmah serta setia pada Pancasila dan UUD 1945. Islam inklusif sebagai ciri Islam di Indonesia menolak segala bentuk kekerasan dalam memperjuangkan aspirasi.  
Suru Maca: Tradisi Menyambut Bulan Ramadan Masyarakat Desa Pakkabba Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan Abdul Rahman; Muhammad Syukur; Abdul Aziz
Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Vol 6, No 2 (2020): Jurnal SMaRT Studi Masyarakat, Religi dan Tradisi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.328 KB) | DOI: 10.18784/smart.v6i2.1097

Abstract

The suru maca ritual is a tradition of the Islamic community of Pakkabba Village in Takalar Regency, South Sulawesi province, to welcome Ramadan's arrival. At present, the implementation of this tradition is enjoyed by local communities and enjoyed by immigrant communities of different ethnicities and religions. This tradition is alive and well in society because it is functional and has a significant symbolic meaning for this culture's owner. This study aims to determine the purpose and function of the suru maca ritual for Pakkabba Village people. This research is a qualitative study that uses an ethnographic approach. Data was collected through literature review, participatory observation, and in-depth interviews. Data were analyzed using a functional, structural approach. The results showed that the existence of Islam had been accepted and became part of the Pakkabba village community's social system so that the month of Ramadan, which is the holy month of Muslims, is expressed through the local tradition of suru maca. The suru maca ritual means a communicative act and is an arena of women's power. At the same time, its functions include expressing feelings, strengthening solidarity, strengthening kinship relationships, moral renewing, and maintaining identity