Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN VIDEO TERINTEGRASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI Rika Anggela; Eviliyanto Eviliyanto; Rina Rina
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 8, No 1 (2021): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v8i1.2260

Abstract

Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh video terintegrasi dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap berpikir kritis pada mahasiswa Pendidikan Geografi Mata Kuliah Geografi Regional Dunia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Experimental Design dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh video terintegrasi Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis pada mahasiswa. Hasil pengolahan data diperoleh didapatkan nilai t tabel, maka dikonsultasikan dengan nilai t hitung (2,612 2,178). Dikarenakan nilai t hitung lebih besar dari t tabel, maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya ada perbedaan rata-rata antara hasil belajar pre test dengan post test yang berarti juga terdapat pengaruh penggunaan video terintegrasikan dengan model pembelajaran  Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada mata kuliah Geografi Regional Dunia.
Learning Model “AWAS (Activity Watch And See) In Increasing Motivation To Learn Geography In Class XI IPS 1 SMA Negeri 1 Gantung M. Aruna M. Aruna; Eviliyanto Eviliyanto
Journal of Geography Science and Education Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jgse.v4i1.2150

Abstract

The main problems that will be solved through this Classroom Action Research are: Are The “AWAS (Activity Watch And See)” Learning Model Can Increase Learning Motivation Geography In Class XI 1 IPS SMA NEGERI 1 GANTUNG for the 2020/2021 academic year. The "AWAS (Activity Watch And See)" learning model was chosen with the assumption that it is very relevant to environmental subject matter, with the aim of being able to motivate students to be active, innovative, creative, effective and fun, as well as easy to manufacture and use.The goal to be achieved is to increase student learning motivation in the subject of Geography. The research subjects were students of class XI IPS 1 at SMA Negeri 1 Gantung, totaling 21 students. Research data were collected through daily observations and tests. Sources of data obtained from teachers, peers and students. The action hypothesis is UseThe "AWAS (Activity Watch And See)" Learning Model Can Increase Motivation to Learn Geography in Class XI 1 Social Studies at SMA Negeri 1 Gantung for the 2020/2021 Academic Year. The results showed that the use of the "AWAS" learning model in subjects in Geography on basic environmental competencies could increase students' learning motivation in class XI IPS 1 SMA Negeri 1 Gantung. This is evident from the learning achievement test data also shows an increase, namely in the pre-cycle as many as 11 students (47.6%) achieved the KKM with an average of 75.76, in the first cycle students who achieved completion were 61, 9% or 13 students. with an average of 76.57 and in the second cycle of 85.7% or 18 students with an average of 79.90.So after the whole cycle is done, it can be concluded that the use of The "AWAS (Activity Watch And See)" Learning Model Can Increase Learning Motivation Geography In Class XI 1 Social Sciences at SMA Negeri 1  for the 2020/2021 academic year. The obstacles faced in this AWAS learning are the lack of time allocation, the lack of mastery of using the Windows Movie Maker application (other applications). However, this obstacle can be anticipated by using a powerpoint that is already familiar to students
MENINGKATKAN MINAT DAN BUDAYA MEMBACA DENGAN MERINTIS RUMAH BACA MASYARAKAT DI GANG H. HASAN KOTA PONTIANAK Eviliyanto Eviliyanto; Rika Anggela
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2018): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v2i2.1022

Abstract

Tujuan dalam pengabdian masyarakat ini adalah ingin meningkatkan minat dan budaya membaca dengan merintis rumah belajar masyarakat di Gang H. Hasan Kota Pontianak. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah survei lapangan dan Tinakan. Survey lapangan dilakukan dengan mendatangi lokasi, berkoordinasi dengan pihak warga yang akan ikut terlibat dengan kegiatan merintis rumah baca. Tindakan yang dilakukan adalah pengadaan alat dan bahan untuk membuat sarana untuk mendukung rumah baca dan pelaksanaan program.kegiatan yang telah dilaksanakan dalam merintis Rumah Baca Masyarakat di Gang H. Hasan kota Pontianak dapat dilihat bahwa pelaksanaan telah sesuai dengan indikator yang ingin dicapai. Terlihat dari fasilitas – fasilitas yang terkait untuk menjadi sarana dan prasarana di rumah baca dapat terpenuhi berupa lemari, meja belajar, dan poster kata-kata motivasi. Kata Kunci : Minat, Membaca., Rumah Baca, Masyarakat
SOSIALISASI DAUR ULANG SAMPAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESADARAN LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT BANTARAN SUNGAI KAPUAS Rika Anggela; Rina Rina; Rosanti Rosanti; Eviliyanto Eviliyanto
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v4i2.1774

Abstract

Tujuan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dapat meningkatan kesadaran lingkungan pada masyarakat melalui sosialisasi daur ulang sampah rumah tangga pada masyarakat bantaran Sungai Kapuas di sekitar Gang H. Hasan Pontianak Tenggara. Metode dalam sosialisasi daur ulang sampah sebagai upaya peningkatan kesadaran lingkungan pada masyarakat Bantaran Sungai Kapuas dibagi menjadi 3 (tiga) tahapan yaitu, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi sosialisasi tentang dampak yang ditimbulkan sampah, penyuluhan daur ulang sampah dengan melakukan praktek dalam daur ulang sampah non organik dan kegiatan edukatif-kreatif dalam bentuk perlombaan kreativitas daur ulang sampah. Segala kegiatan yang dilakukan berjalan lancar sesuai dengan target dan luaran yang telah direncanakan. Berdasarkan hasil angket diketahui bahwa kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sebelum program pengabdian masuk kriteria Cukup persentase 43.75% dan setelah dilakukan program pengabdian berada pada kriteria Baik dengan persentase 15.6% dari 32 responden. Kegiatan yang dilaksanakan memberi gambaran bahwa kegiatan ini membawa peningkatan kesadaran terhadap lingkungan pada masyarakat meliputi Pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap lingkungan khususnya sungai. Program ini juga memberi inspirasi kepada masyarakat bahwa sampah bukan akhir dari efektifitas suatu barang namun dengan daur ulang, sampah dapat menjadi barang yang lebih bernilai kreatif dan ekonomis. 
KORELASI KEHADIRAN DAN PENYELESAIAN TUGAS TERHADAP NILAI AKHIR MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI IKIP PGRI PONTIANAK TAHUN 2017 Eviliyanto Eviliyanto; Endah Evy Nurekawati
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Swarnabhumi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.197 KB) | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v3i1.1706

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui kehadiran mahasiswa Pendidikan Geografi pada mata kuliah kartografi/praktek pemetaan semester VI tahun ajaran 2016/2017, 2) untuk mengetahui penyelesaian tugas mahasiswa Pendidikan Geografi pada mata kuliah kartografi/praktek pemetaan semester VI tahun ajaran 2016/2017, 3) untuk mengetahui hubungan kehadiran dengan nilai akhir evaluasi pembelajaran mahasiswa Pendidikan Geografi pada mata kuliah kartografi/praktek pemetaan semester VI tahun ajaran 2016/2017, 4) untuk mengetahui hubungan penyelesaian tugas dengan nilai akhir evaluasi pembelajaran mahasiswa semester VI tahun ajaran 2016/2017. Metode penelitian dalam upaya memperoleh data dengan menggunakan metode deskriptif. Subyek penelitian adalah mahasiswa kelas A. Pagi semester VI Prodi Pendidikan Geografi yang mengambil mata kuliah kartografi/praktek pemetaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk menjawab permasalahan pertama dengan observasi langsung melalui pengamatan terhadap mahasiswa, sedangkan permasalahan kedua, ketiga dan keempat dengan teknik dokumentasi melalui rekapitulasi laporan dan hasilnya berupa nilai akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kehadiran mahasiswa Pendidikan Geografi pada mata kuliah kartografi/praktek pemetaan semester VI kelas A.Pagi tahun ajaran 2016/2017 termasuk kategori sangat baik, 2) penyelesaian tugas/nilai akhirmahasiswa Pendidikan Geografi pada mata kuliah kartografi/praktek pemetaan semester VI kelas A.Pagi tahun ajaran 2016/2017 termasuk kategori cukup baik, 3) korelasi kehadiran dengan penyelesaian tugas/nilai akhir mahasiswa Pendidikan Geografi pada mata kuliah kartografi/praktek pemetaan semester VI kelas A.Pagi tahun ajaran 2016/2017 termasuk lemah, 4) korelasi penyelesaian tugas dengan nilai akhir mahasiswa Pendidikan Geografi pada mata kuliah kartogrfi/praktek pemetaan semester VI kelas A.Pagi tahun ajaran 2016/2017 termasuk sangat tinggi.
Flood Risk Mapping Using GIS and Multi-Criteria Analysis at Nanga Pinoh West Kalimantan Area Ajun Purwanto; Rustam Rustam; Dony Andrasmoro; Eviliyanto Eviliyanto
Indonesian Journal of Geography Vol 54, No 3 (2022): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.69879

Abstract

Flood is one of the disasters that often hit various regions in Indonesia, specifically in West Kalimantan. The floods in Nanga Pinoh District, Melawi Regency, submerged 18 villages and thousands of houses. Therefore, this study aimed to map flood risk areas in Nanga Pinoh and their environmental impact. Secondary data on the slope, total rainfall, flow density, soil type, and land cover analyzed with the multi-criteria GIS analysis were used. The results showed that the location had low, medium, and high risks. It was found that areas with high, prone, medium, and low risk class are 1,515.95 ha, 30,194.92 ha, 21,953.80 ha, and 3.14 ha, respectively. These findings implied that the GIS approach and multi-criteria analysis are effective tools for flood risk maps and helpful in anticipating greater losses and mitigating the disasters.
Validating the GIS-based Flood Susceptibility Model Using Synthetic Aperture Radar (SAR) Data in Sengah Temila Watershed, Landak Regency, Indonesia Ajun Purwanto; Dony Andrasmoro; Eviliyanto Eviliyanto; Rustam Rustam; Mohd Hairy Ibrahim; Arif Rohman
Forum Geografi Vol 36, No 2 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v36i2.16368

Abstract

In Indonesia, especially in regions where natural conditions and human activity coexist, flood disasters are a strong possibility. Flooding regularly has an impact on Sengah Temila, which is a component j/ of Indonesia's West Kalimantan Province. The issue in Sengah Temila is that there is little knowledge of the distribution of flood susceptibility in this region. The GIS-based flood susceptibility model has been widely used in Indonesia, but research dedicated to validating the model is limited. SAR-based analysis has been used for flood mapping in Indonesia, but its use for validating flood models has been limited.  The objective of this study is to identify the optimal weighting scenario for a GIS-based multi-criteria analysis flood model for use in the Sengah Temila Watershed. The GIS-based model is created by merging spatial parameters, including slope, elevation, flow accumulation, drainage density, land use and land cover (LULC), soil type, normalized difference vegetation index (NDVI), curvature, rainfall, distance to river, and topographic wetness index (TWI) with weighted multi-criteria analysis. In addition, Sentinel-1 GRD images from before and after the floods have been retrieved from Google Earth Engine using past floods of the watershed. In order to create a SAR-based flood model, the researchers then integrated and categorized the results. Eleven weighting scenarios were used to create eleven GIS-based flood models. To calculate the degree of spatial similarity, all of these models were contrasted with the SAR-based model using the Fuzzy Kappa approach. We found that in order to achieve ideal weighting, slope, topographic wetness index (TWI), rainfall, and flow accumulation should each be given a larger value.
Identification of Groundwater Potential Zones Using Remote Sensing and GIS Technique: A Case Study of the Ketungau Basin in Sintang, West Kalimantan Ajun Purwanto; Paiman Paiman; Dony Andrasmoro; Eviliyanto Eviliyanto; Rustam Rustam
Indonesian Journal of Geography Vol 55, No 2 (2023): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.78629

Abstract

Groundwater is one of the most valuable natural resources in Sintang, but essential basic information regarding its properties and characteristics is presently unavailable. Currently, systemic and uniform investigations, as well as groundwater potential zones mapping are yet to be conducted within the framework of basin area units to support development activities. Therefore, this study aims to identify and map groundwater potential zones using remote sensing and GIS. The employed data were obtained from drainage density, slope steepness, straightness density, total rainfall, lithology, soil type, and land use land cover. The method applied was an interpretation of secondary data, which included a) identification and evaluation of criteria, b) data collection, c) preprocessing, and e) reclassification, while the analysis technique used was a weighted overlay. The results showed that the study location has five classes of groundwater potential zones, namely highly potential, potential, moderate, non-potential, and highly non-potential with areas of 120,754.08 ha (20.62%), 220,693.71 ha (37.69%), 109,668.44 ha ( 18.73), 93,404.38 ha (15.95%), and 41,068.31 ha (7.01%), respectively. Highly potential and groundwater potential zones were identified in the central, eastern, and western parts of the Ketungau basin. In contrast, the dominant non-potential and highly non-potential zones were found along the northern basin boundary. Based on the results, remote sensing and GIS approaches are practical tools for identifying groundwater potential zones, which can be used to determine policies related to groundwater utilization.
Flood Vulnerability Analysis Based on GIS and Remote Sensing at Silat Hulu Purwanto, Ajun; Andrasmoro, Dony; Eviliyanto, Eviliyanto
Indonesian Journal of Geography Vol 56, No 2 (2024): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.91114

Abstract

A flood is a natural disaster that may happen anywhere and anytime. These disasters have become an annual cycle in Indonesia, and it is important to be swift in their mitigation and control. This study aims to determine the vulnerability of flooding in Silat Hulu and the extent of the area likely to be submerged. The method used was survey and secondary interpretation data. Data was from topographic maps, Sentinel 2A images, and 10 x 10 m resolution DEM images acquired on November 21, 2021, obtained from the ALOS PALSAR imagery. Data analysis using ArcGIS 10.8, using the weighted overlay spatial analysis tool. The results showed that the study location had three flood vulnerability classes: low, medium, and high. The locations with low vulnerability classes have an area of 2,921 ha, moderate have 32,683 ha, and high have 28,208 ha. Low flood vulnerability is spread to a small extent in Nangau Luan, Nangau Lungu, and Landau Badai villages. The level of vulnerability is mostly in Nangau, Nangau Lungu, and Landau Storm. The high level of vulnerability is mainly spread in the villages of Nangau Dangkan, Blimbing, Nangau Ngeri, and Nangau Lungu. GIS and remote sensing approaches are practical tools for flood-prone maps. Furthermore, GIS-based flood vulnerability mapping and remote sensing are valuable tools for estimating flood vulnerability areas.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN GEOGRAFI Eviliyanto, Eviliyanto Eviliyanto; Rosanti, Rosanti
Jurnal Swarnabhumi : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Swarnabhumi : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v9i1.10031

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada mata kuliah pendidikan konservasi di Program Studi Pendidikan Geografi semester II, 2) untuk mengetahui Minat dan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah pendidikan konservasi dengan diterapkan model think pair share (TPS), 3) untuk mengetahui Peningkatan minat dan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah pendidikan konservasi setelah diterapkan think pair share (TPS). Metode penelitian dalam upaya memperoleh data dengan menggunakan metode penelitian tindakan kolaboratif. Subyek penelitian adalah mahasiswa kelas A. Pagi semester II Prodi Pendidikan Geografi yang mengambil mata kuliah Pendidikan konservasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk menjawab permasalahan pertama dengan observasi langsung melalui pengamatan terhadap dosen pengampu mata kuliah, sedangkan permasalahan kedua dengan teknik komunikasi tidak langsung dan pengukuran melalui kuesioner dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan model pembelajaran think pair share (TPS) pada mata kuliah pendidikan konservasi di Program Studi Pendidikan Geografi semester II termasuk kategori baik dengan pola 2 (dua) siklus, 2) Minat dan hasil belajar mahasiswa melalui penerapan model TPS pada mata kuliah Pendidikan konservasi mengalami peningkatan masing-masing 86,67% dan 75,50, 3) Besar peningkatan minat dan hasil belajar mahasiswa masing-masing sebesar 36,67% dan 14,2.