Claim Missing Document
Check
Articles

The Application of Green Management Accounting in Supporting Sustainability: A Case Study of the Banking Sector in Indonesia Ummi Kalsum Mutmainnah; Magdalena Pazizi; Muhammad Tavif Al Muzacky; Mukhtaruddin Mukhtaruddin
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.492

Abstract

The purpose of this study is to examine how Indonesia's banking industry uses Green Management Accounting (GMA) to promote sustainability. The banking industry must prioritize social and environmental factors in addition to financial performance as environmental concerns and the need for sustainable business practices increase. Using case studies of various Indonesian banks that have adopted sustainability principles, a qualitative research methodology was used. Reviews of the literature, examination of sustainability reports, and documentation pertaining to GMA practices were used to gather data. According to the findings, GMA implementation in the banking industry entails resource efficiency, environmental cost disclosure, and the incorporation of eco-friendly policies into operations and finance. This implementation contributes to enhancing transparency, cost efficiency, and corporate reputation in supporting sustainability. However, challenges remain, such as limitations in reporting standards and a lack of internal understanding regarding the GMA concept. Therefore, a stronger commitment, along with the development of regulations and human resource capacity, is needed to optimize the implementation of GMA in the Indonesian banking sector.
Sistem Whistleblowing: Perisai Terhadap Fraud atau Penyebab Kebungkaman yang Berisiko? Penelitian Ryena Rizqi Amalia Gusman; Mukhtaruddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5975

Abstract

Sistem whistleblowing merupakan instrumen pengendalian internal yang dirancang untuk mendeteksi dan mencegah kecurangan di dalam organisasi. Sistem ini menyediakan saluran aman bagi individu untuk melaporkan dugaan pelanggaran. Artikel ini menganalisis peran sistem whistleblowing dalam pencegahan kecurangan serta mengidentifikasi risiko yang timbul jika sistem tersebut tidak diimplementasikan secara efektif. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan menganalisis 35 artikel dari jurnal nasional dan internasional tentang whistleblowing dan kecurangan, yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas sistem whistleblowing sangat bergantung pada faktor utama, yaitu budaya organisasi, komitmen manajemen, dan kekuatan mekanisme perlindungan bagi pelapor. Sistem ini dapat menjadi perisai efektif melawan kecurangan jika didukung oleh tata kelola yang baik, kebijakan yang jelas, serta komitmen nyata dari pimpinan.
Transfer Pricing and Financial Performance In Multinational Enterprise Dana Farhana; Jeanne Adelina Savitri; Mukhtaruddin
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 1 (2026): Article Research Maret 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i1.8115

Abstract

Latar belakang: Transfer pricing merupakan salah satu instrumen strategis yang digunakan oleh Multinational Enterprises (MNEs) dalam mengelola transaksi intra-grup lintas yurisdiksi. Dalam konteks globalisasi dan meningkatnya pengawasan pajak internasional, praktik ini tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme penentuan harga antar entitas afiliasi, tetapi juga sebagai bagian dari strategi tax planning yang berimplikasi pada financial performance perusahaan. Perkembangan regulasi internasional seperti Arm’s Length Principle (ALP) dan inisiatif Base Erosion and Profit Shifting (BEPS) semakin memperkuat urgensi kajian komprehensif mengenai hubungan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA terhadap 60 artikel terindeks Scopus periode 2016–2026. Proses seleksi dilakukan melalui tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi untuk memastikan relevansi dan kualitas literatur yang dianalisis. Data kemudian disintesis secara tematik untuk mengidentifikasi pola, tren, dan kesenjangan penelitian terkait transfer pricing, tax planning, dan kinerja keuangan. Hasil: Hasil sintesis menunjukkan bahwa transfer pricing secara dominan dimanfaatkan sebagai instrumen strategis dalam pengalokasian laba intra-grup guna mengoptimalkan beban pajak global perusahaan. Praktik ini berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi pajak dan pelaporan kinerja keuangan, namun implementasinya dipengaruhi oleh kualitas tata kelola perusahaan, risiko regulasi, biaya kepatuhan, serta dinamika kebijakan pajak internasional, termasuk inisiatif anti-BEPS. Literatur juga menegaskan bahwa kepatuhan terhadap ALP menjadi faktor krusial dalam menjaga legitimasi praktik transfer pricing. Kesimpulan: Transfer pricing berperan signifikan sebagai strategi tax planning yang berdampak pada financial performance MNEs. Meskipun memberikan manfaat dalam optimalisasi struktur pajak dan efisiensi keuangan, praktik ini memerlukan pengelolaan yang hati-hati agar tetap selaras dengan prinsip ALP dan regulasi perpajakan global. Penelitian ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara strategi korporasi dan kepatuhan regulasi dalam menjaga keberlanjutan kinerja keuangan perusahaan multinasional.
The Role of Mental Accounting Theory In Explaining Asymmetric Tax Compliance Toward Income Tax and Value Added Tax Among Non-Incorporated Self-Employed Individuals Nur Fadilah Hanifah; Deya Winanda; Mukhtaruddin
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 1 (2026): Article Research Maret 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i1.8117

Abstract

Latar belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Mental Accounting Theory (MAT) dalam menjelaskan kepatuhan pajak yang bersifat asimetris terhadap Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada individu pekerja mandiri yang tidak berbadan hukum. Kelompok ini mencakup pemilik usaha perseorangan, pekerja lepas (freelancer), dan pelaku usaha mikro yang beroperasi tanpa entitas hukum terpisah serta secara langsung bertanggung jawab atas pengelolaan pendapatan, arus kas, dan kewajiban perpajakan tanpa mekanisme pemotongan pihak ketiga. Perbedaan karakteristik pengelolaan keuangan tersebut diduga memengaruhi cara mereka memandang dan memenuhi kewajiban pajak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA. Sebanyak 60 artikel yang terindeks di Scopus dan SINTA pada periode 2020–2026 dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi pola konseptual dan temuan empiris terkait penerapan Mental Accounting Theory dalam konteks kepatuhan pajak. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa akuntansi mental secara signifikan membentuk cara wajib pajak mengategorikan kewajiban pajaknya secara kognitif. Pajak Penghasilan umumnya dipersepsikan sebagai pengurangan langsung terhadap pendapatan pribadi sehingga memicu loss aversion dan resistensi psikologis. Sebaliknya, Pajak Pertambahan Nilai sering kali diperlakukan sebagai bagian dari arus kas usaha akibat tidak adanya pemisahan mental yang konsisten antara dana pajak dan dana operasional. Perbedaan persepsi ini menghasilkan pola kepatuhan yang asimetris, seperti keterlambatan pembayaran, penggunaan sementara dana pajak untuk kebutuhan operasional, serta variasi tingkat kepatuhan sukarela. Kesimpulan: Penelitian ini memperkuat relevansi Mental Accounting Theory dalam kajian perpajakan perilaku dengan menunjukkan bahwa struktur kognitif wajib pajak berperan penting dalam membentuk perilaku kepatuhan yang berbeda terhadap jenis pajak yang berbeda. Secara praktis, temuan ini memberikan implikasi bagi perumusan kebijakan perpajakan yang lebih adaptif terhadap pola pikir dan struktur kognitif wajib pajak pekerja mandiri non-badan hukum, sehingga strategi peningkatan kepatuhan dapat dirancang secara lebih efektif dan kontekstual.
PENGARUH ISLAMIC SOCIAL REPORTING DISCLOSURE (ISRD) TERHADAP STAKEHOLDER TRUST: STUDI PADA LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH INDONESIA Clara Sinta; Mukhtaruddin Mukhtaruddin
Jurnal Akuntansi, Keuangan, Perpajakan dan Tata Kelola Perusahaan Vol. 3 No. 3 (2026): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jakpt.v3i3.3589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Islamic Social Reporting Disclosure (ISRD) terhadap stakeholder trust pada lembaga keuangan syariah di Indonesia serta mengidentifikasi kondisi yang menentukan efektivitasnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur terhadap 32 artikel ilmiah terindeks Scopus dan SINTA dalam lima tahun terakhir, yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan sintesis tematik berdasarkan stakeholder theory dan legitimacy theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ISRD pada umumnya berpengaruh positif dalam meningkatkan stakeholder trust melalui peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan pengurangan asimetri informasi, namun efektivitasnya tidak selalu konsisten karena dipengaruhi oleh kualitas tata kelola syariah, konsistensi implementasi, serta preferensi stakeholder. Simpulan, bahwa ISRD berpotensi menjadi instrumen strategis dalam membangun stakeholder trust apabila diimplementasikan secara komprehensif dan substantif, namun dapat menjadi praktik simbolik apabila tidak didukung oleh komitmen nyata dan tata kelola yang kuat.  
Deteksi Fraud pada LKM Syariah: Tinjauan Internal Control dan Budaya Organisasi Cinda Nongfasya Ruwary; Mukhtaruddin Mukhtaruddin
Jurnal Akuntansi Keuangan Dan Perpajakan | E-ISSN : 3063-8208 Vol. 2 No. 3 (2026): Januari - Maret
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The sustainability of Islamic Microfinance Institutions (IMFIs) is increasingly threatened by fraud, yet existing mitigation strategies often over-rely on "hard controls" like Internal Control Systems (ICS). This study aims to reconstruct a holistic detection model by bridging technical audits with behavioral-spiritual approaches. Using a Systematic Literature Review (SLR) of 26 articles and the Fraud Diamond Theory as an analytical framework, this research challenges the effectiveness of procedural compliance alone. The findings reveal that while integrating AI-driven technical audits is vital to eliminate Opportunity in real-time, it remains inadequate without "soft controls." Islamic Organizational Culture is identified as a critical immunity that neutralizes the Rationalization and Pressure arising from the "double bottom line" conflict. Furthermore, the study establishes that a dual governance mechanism synchronizing financial and Sharia audits is required to mitigate perpetrator capability significantly. This synergy ensures that fraud detection extends beyond financial manipulation to include Sharia non-compliance, thereby safeguarding Maqasid Sharia, particularly the protection of wealth (hifz al-mal), from systemic erosion.
Paradoks Komitmen dalam TQM: Eksplorasi Hubungan antara Psychological Ownership dan Zero Defect Kisma Dian; Putri Rizkiyah; Talita Adelia Zahira; Sasha Salsabilah; Mukhtaruddin Mukhtaruddin
Jurnal Akuntansi Keuangan Dan Perpajakan | E-ISSN : 3063-8208 Vol. 2 No. 3 (2026): Januari - Maret
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In global business dynamics, the integration of quality management systems and organizational behavior plays a key role in sustaining quality standards. The relationship between Psychological Ownership and the zero-defect principle in Total Quality Management (TQM) highlights the importance of individual psychological factors beyond technical procedures. This phenomenon reflects a “commitment paradox,” where strict structural controls and standardized processes are required to minimize errors, yet success largely depends on employees’ intrinsic motivation and sense of ownership. Literature synthesis indicates that individuals with strong Psychological Ownership demonstrate greater responsibility and proactively prevent errors. Integrating organizational behavior with quality management perspectives suggests that aligning TQM structures with Psychological Ownership can strengthen sustainable quality performance and organizational competitiveness.
Activity-Based Management sebagai Strategi Efisiensi Biaya dalam Mendukung Daya Saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kiky Anggrita; Adhalia Tryani; Jainal Arifin; Marliani Marliani; Mukhtaruddin Mukhtaruddin
Jurnal Akuntansi Keuangan Dan Perpajakan | E-ISSN : 3063-8208 Vol. 2 No. 3 (2026): Januari - Maret
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the effectiveness of implementing ABM in enhancing cost efficiency within the Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) and Small and Medium Industries (SMIs) sectors.Cost efficiency is a crucial issue because many MSMEs still face limitations in their accounting systems, distortions in overhead cost allocation, and suboptimal mapping of production activities, which affect the accuracy of strategic decision-making. This study uses a qualitative approach through the Systematic Literature Review (SLR) method on scientific articles from 2020 to 2025 that discuss the implementation of ABM in the context of small and medium industries. The results of the synthesis indicate that ABM enhances cost efficiency by identifying and eliminating non-value-added activities, with potential cost savings ranging from 0.52% to 7.5%, depending on the complexity of costs and the organization’s level of readiness. In addition, ABM improves cost information accuracy, improves overhead allocation, and strengthens the basis for strategic decisions. However, there is a gap between theoretical potential and practice, especially in MSMEs with limited systems and technology
Studi Literature: Dampak Metode Variabel Costing terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur Muhammad Rafi Putra Yusran; Martinus Priandono; Javier Iffat Habibbullah Marpaung; Cantika Mauli Tamara Marasin; Mukhtaruddin Mukhtaruddin
PENG: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 2 No. 3 (2025): Juli-September, Education, Economic dan Social Studies
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/hr153h31

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak metode variable costing terhadap kinerja keuangan perusahaan manufaktur melalui pendekatan Systematic Literature Review terhadap 33 studi selama periode 2014–2024. Hasil menunjukkan bahwa variable costing berperan penting dalam meningkatkan efisiensi biaya, profitabilitas, dan pengambilan keputusan strategis. Integrasi metode ini dengan pendekatan seperti Activity-Based Costing, target costing, dan digitalisasi biaya memperkuat akurasi pelaporan keuangan serta mendukung keberlanjutan bisnis. Temuan ini menegaskan bahwa variable costing merupakan alat manajemen biaya yang adaptif dan relevan untuk industri manufaktur modern.
Automation Bias and Professional Skepticism in AI-Assisted Auditing: A Systematic Literature Review Annisa Rizkyta Yulie; Naufal Adiwidya Ramawi; Alya Zalfa Adelinia; Mukhtaruddin Mukhtaruddin
Jurnal Akuntansi Keuangan dan Bisnis Vol. 4 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jakbs.v4i1.4435

Abstract

This study aims to analyze the relationship between automation bias and professional skepticism in the context of AI-assisted auditing using a Systematic Literature Review (SLR) approach. The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has significantly transformed auditing practices by enhancing efficiency and data analysis capabilities. However, the adoption of AI also introduces risks, particularly the tendency of auditors to overly rely on system-generated outputs (automation bias), which may reduce their level of professional skepticism. This study applies the PRISMA-guided SLR method to review articles published between 2021 and 2026 from various scientific databases. The findings indicate that while AI improves audit quality and efficiency, it also affects auditors’ cognitive behavior, especially in decision-making processes. Automation bias arises due to high trust in AI systems, limited understanding of algorithms, and pressure for efficiency. In this context, professional skepticism plays a crucial role as a control mechanism to mitigate bias and maintain audit quality. This study concludes that a balance between technological utilization and the application of professional skepticism, along with stronger governance and technological literacy, is essential to ensure the optimal use of AI in auditing.
Co-Authors - Marthadinasyah Abu Kosim Adhalia Tryani Agil Novriansa Ahmad Arif Aufar Ahmad Sahara Alya Zalfa Adelinia Amalia Islami Andi Adelia Dwi Fitriyani Anggia Marshanda Putri Annisa Rizkyta Yulie Asfeni Nurullah Azwardi Cantika Mauli Tamara Marasin Cinda Nongfasya Ruwary Clara Sinta Dana Farhana Delia Zara Zaneta Dewa Saputra Dewi Rina Komarawati Deya Winanda Edo Arta Fandala Putra Ely Riani Emi Yulia Siska Emylia Yuniartie Eric Purniawan Fuadah, Lukluk Hakiki, Arista Hendra Susanto Heni Kurnia Husni Akbar Adithama Iisnawati, Iisnawati Ika Sasti Ferina Ika Sasti Ferina, Ika Sasti Inten Meutia Isnurhadi Isnurhadi Isnurhadi Isnurhadi Iwan Efriandy Jainal Arifin Javier Iffat Habibbullah Marpaung Jeanne Adelina Savitri Jhonson Jhonson Kalsum, Umi Kencana Dewi Kiky Anggrita Kisma Dian Kurnia Widya Oktarini Luk Luk Fuadah M Farid Ammar M. Adam Magdalena Pazizi Mahdanisa Anggita Hasibuan Marliana . Marliana Marliana, Marliana Marliani Marliani Marlina Widiyanti, Marlina Martinus Priandono Marvin Franko Maulana Yusuf Mohit Verma Mu'izzuddin Mu'izzuddin Muhammad Ario Permadi Muhammad Farhan Muhammad Iqbal Muhammad Rafi Putra Yusran Muhammad Tavif Al Muzacky Nabiilah Putri Nasywa Nabila Naufal Adiwidya Ramawi Nayla Zahiya Syifa Nopriyanto Nopriyanto Nur Fadilah Hanifah Nur Fadilah Hanifah Padriansyah Padriansyah Padriansyah Pandu Arya Dwikatama Parama Santati Pratiwi, Trie Sartika Putri Balqis Sarah Dwipa Putri Rahma Namira Putri Rizkiyah Rafi Fadhlurrahman Rahmad Hidayat Riesa Morita Yuliasari RIKA HENDA SAFITRI, RIKA Ririn Salfida Rizka Novelia Rizki Kusuma Damayanti Ryanti Destari Ryena Rizqi Amalia Gusman Salsabilah Catur Sakinah Saputri, Nyimas Dewi Murnila Sasha Salsabilah Shelly Prahadian Putri Siti Farahdiba M C Syarahfina Aprilisia Talita Adelia Zahira Tania Haura Azahra Taufik . Taufik Taufik Tertiarto Wahyudi Ubaidillah ., Ubaidillah Ummi Kalsum Mutmainnah Vanza Atha Zufaro Yamaly, Fadhil Yassinta Agustini Yulia Saftiana Yuliani . Yunita, Dessy Zahratunnisa