Claim Missing Document
Check
Articles

Virtual Manipulatives Berbasis Bahasa Isyarat: Teknologi Asistif Untuk Mendukung Siswa Kolok (Penyandang Disabilitas Tunarungu-wicara) dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar I Made Suarjana; Komang Setemen; Komang Sujendra Diputra
International Journal of Community Service Learning Vol. 8 No. 4 (2024): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v8i4.85214

Abstract

Pentingnya pemberian akses yang setara terhadap pendidikan telah menjadi perhatian global, sejalan dengan tujuan pemerataan akses pendidikan untuk menciptakan lingkungan inklusif. Namun keterbatasan tenaga pendidik yang memahami bahasa isyarat dan kurangnya media pembelajaran yang memadai berdampak negatif pada hasil belajar siswa, terutama dalam mata pelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan menambah media pembelajaran berbasis digital (virtual manipulatif) dan meningkatkan keterampilan guru dalam penggunaan teknologi serta bahasa isyarat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan design studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 20 guru Sekolah Dasar. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan kuesioner, dengan instrumen berupa lembar kuesioner. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan guru dalam menggunakan teknologi khususnya pemanfaatan virtual manipulatives berbasis bahasa isyarat. Simpulan dari penelitian ini bahwa pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan guru dalam penggunaan teknologi dalam pembelajaran matematika. Implikasi penelitian ini menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan merata, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Sikap Sosial Dan Berfikir Kritis Pada Mata Pelajaran Matematika Soraya, Dian; Jampel, I Nyoman; Diputra, Komang Sujendra
Thinking Skills and Creativity Journal Vol. 1 No. 2 (2018): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/tscj.v1i2.20409

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis kearifan lokal terhadap sikap sosial dan berfikir kritis pada mata pelajaran matematika siswa kelas V SD Gugus Singosari Kecamatan Pekutatan Kabupaten Jembrana Tahun Pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan Non Equivalent Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus Singosari, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Sampel diambil dengan cara random sampling melalui teknik undian. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner sikap sosial dan tes uraian berfikir kritis. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan sikap sosial siswa dan berfikir kritis secara parsial dan simultan dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian  model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis kearifan lokal berpengaruh positif terhadap sikap sosial dan berfikir kritis siswa pada mata pelajaran matematika siswa kelas V SD Gugus Singosari Kecamatan Pekutatan Kabupaten Jembrana Tahun Pelajaran 2018/2019 Saran bagi penelitian selanjutnya diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan kembali pada pelajaran lain. Kata kunci: PBL,kearifan lokal, sikap sosial, berfikir kritis
Pengaruh Model Pembelajaran Brain Based Learning Berbantuan Media Konkret Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas IV SD Juliantini, Luh Seri; Jampel, I Nyoman; Sujendra Diputra, Komang
Thinking Skills and Creativity Journal Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/tscj.v3i1.24304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan model pembelajaran Brain Based Learning berbantuan media konkret dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan model pembelajaran Brain Based Learning berbantuan media konkret pada siswa kelas IV SD Gugus XIV Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen semu dengan rancangan Non Equivalent Posttest-Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Gugus XIV Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 139 siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes uraian. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis statistik deskriptif, uji prasyarat analisis data, dan uji hipotesis melalui uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Brain Based Learning berbantuan media konkret dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran Brain Based Learning berbantuan media konkret. Hal ini dilihat dari hasil perhitungan uji-t diperoleh thitung = 3,910  dan ttabel = 2,021 (thitung > t tabel). Adanya perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa menandakan bahwa model pembelajaran Brain Based Learning berbantuan media konkret berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV SD Gugus XIV Kecamatan Buleleng.
PENGARUH PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK BERBASIS OPEN ENDED TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA Dwipayana, I Kadek Agus Alit; Diputra, Komang Sujendra
Journal of Education Technology Vol. 2 No. 3 (2018): August
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jet.v2i3.16380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kreatif Matematika antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI berbasis open-ended dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran tidak menggunakan pendekatan PMRI berbasis open-ended pada siswa kelas V SD di Gugus VII Kecamatan Sukasada Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain post test only controlgroup design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V SD di Gugus VII Kecamatan Sukasada yang berjumlah 6 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 120 orang. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik randomsampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode tes. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa tes uraian. Data yang telah dikumpulkan, dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial (t burning dan anava satu jalur). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai efektivitas size (ES) sebesar 1,028 yang berada kedalam efektivitas tinggi (0,8< 1,7), selanjutnya f-hitung yaitu sebesar 230,598 lebih dari nilai t-tabel yang sebesar 4.03, yang diuji pada taraf signifikansi 5% dengan dbantar=1 dandbdalam = 50. Hal ini berarti bahwa pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI berbasis open-ended  menunjukkan efektivitas tinggi dan  terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif Matematika antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI berbasis open-ended dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran tidak menggunakan pendekatan PMRI berbasis open-ended. Dengan demikian, pendekatan PMRI berbasis open-ended berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif  Matematika siswa kelas V SD di Gugus VII  Kecamatan Sukasada tahun pelajaran 2017/2018.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray melalui Lesson Study terhadap Hasil Belajar Matematika Arthaningsih, Ni Kadek Juni; Diputra, Komang Sujendra
Journal of Education Technology Vol. 2 No. 4 (2018): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jet.v2i4.16424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model kooperatif tipe two stay two stray melalui lesson study dan kelompok siswa yang tidak mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray melalui lesson study pada siswa kelas V SD N Penarukan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan posttest-only control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas V di SD N Penarukan tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 137 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik group random sampling. Sampel penelitian yaitu 21 siswa kelas V SD Negeri 1 Penarukan sebagai kelompok eksperimen dan 25 siswa kelas V SD Negeri 2 Penarukan sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar matematika dikumpulkan dengan instrumen tes pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung = 5,024 > ttabel = 2,014,  sehingga H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray melalui lesson study dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray melalui lesson study pada siswa kelas V di SD N Penarukan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray melalui lesson study berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas V SD N Penarukan.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Diputra, Komang Sujendra
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.104 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v5i2.8475

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mendeskripsikan hasil perancangan multimedia pembelajaran tematik Kurikulum 2013 untuk siswa Sekolah Dasar Kelas IV yang berkualitas dan siap untuk diimplementasikan dalam pembelajaran. Data dikumpulkan melalui instrumen penilaian pakar media pembelajaran, pakar desain multimedia, dan pakar pembelajaran tematik. Multimedia diujicobakan secara perorangan dan kelompok kecil untuk memperoleh respon user. Data dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penilaian oleh pakar media pembelajaran, pakar desain multimedia, dan pakar pembelajaran tematik, menunjukkan bahwa multimedia yang dikembangkan sudah berkualifikasi baik. Hasil uji perorangan yang dilakukan oleh Guru Kelas IV SD Laboratorium Undiksha menunjukkan bahwa multimedia berkualifikasi sangat baik, dan hasil uji kelompok kecil diperoleh bahwa multimedia berkualifikasi baik. Hal itu berarti multimedia yang dikembangkan sudah siap untuk digunakan secara publik
MENGEMBANGKAN PROFESIONALISME GURU-GURU IPA MELALUI PENDAMPINGAN LESSON STUDY diputra, komang sujendra; Desia Tristiantari, Ni Ketut
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.839 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v5i2.8550

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan pendampingan pelaksanaan pembelajaran dengan pola lesson study bagi guru IPA di SMP N 1 Singaraja. Dalam kegiatan ini yang menjadi prioritas adalah membantu guru dalam penyusunan lesson design dan proses refleksi pembelajaran lesson study. Pelaksanaan kegiatan ini yaitu melakukan pendampingan guru model yang dipilih dalam melaksanakan pembelajaran lesson study. Pendampingan dilaksanakan tiga siklus pada mata pelajaran IPA di Kelas VIII SMP N 1 Singaraja, yang mana masing-masing siklus terdiri dari tiga tahapan yaitu : plan, do, dan see. Adapun jumlah guru yang terlibat sebanyak 1 orang yang bertindak sebagai guru model dan 1 orang kepala sekolah sebagai observer. Sedangkan tim lesson study berasal dari Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha yang terdiri dari 6 orang dosen dimana 2 dosen adalah tim pelaksana kegiatan.Berdasarkan hasil pendampingan lesson study yang dilaksanakan sebanyak tiga siklus, terdapat peningkatan yang signifikan kualitas pembelajaran IPA yang diselenggarakan guru model. Hal ini terlihat dari kemampuan guru dalam melakukan persiapan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran merujuk pada lembar observasi lesson study yang dikembangkan. Berdasarkan hasil refleksi di tiap siklus menunjukkan peningkatan yang signifikan dilihat dari ketercapaian tujuan pembelajaran yang dirumuskan pada tahap lesson study sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan pola pembelajaran lesson study bagi guru IPA SMP N 1 Singaraja mampu meningkatkan kompetensi pedagogik guru model dan bermuara pada peningkatan kualitas pembelajaran IPA itu sendiri.
PELATIHAN PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAGI GURU-GURU SD Jayanta, I Nyoman Laba; Rati, Ni Wayan; Diputra, Komang Sujendra; Wibawa, I Made Citra
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.281 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v6i1.9957

Abstract

Peningkatan mutu pendidikan merupakan tanggung jawab yang diemban oleh seorang guru. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru adalah dengan meningkatkan mutu proses belajar mengajar di kelas, dimana upaya tersebut dapat dilakukan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Melalui PTK guru dapat terus menerus meningkatkan dan memperbaiki mutu proses belajar mengajar di kelas. Untuk mendukung upaya tersebut, maka dilaksanakan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (P2M). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru dalam menyusun dan melaksanakan PTK. Kegiatan P2M ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 6 Marga yang mana peserta berasal dari guru Sekolah Dasar yang ada di Gugus III Kecamatan Marga Tabanan. P2M ini dilaksanakan melalui tiga tahap kegiatan dimana kegiatan pertama diawali dengan seminar tentang konsep dasar PTK, kegiatan kedua dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan draf penyusunan PTK, dan kegiatan ketiga yaitu mendampingan penyusunan draft proposal PTK. Kegiatan P2M ini telah berjalan sesuai dengan rencana dan mampu memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman guru-guru yang ada di Gugus III Kecamatan Marga tentang penyusunan proposal PTK. Selain hal tersebut, kegiatan ini dapat menambah wawasan guru tentang pokok-pokok pikiran yang harus dibuat dalam latar belakang penelitian PTK, walaupun beberapa pokok-pokok pikiran belum dikembangkan menjadi paragraf secara rinci.
Local Wisdom Based Science Education Games Historical Places in Bali My Proud Region Material in Elementary School Ni Made Ari Yuli Artini; Komang Sujendra Diputra
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 9 No 1 (2025): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v9i1.91274

Abstract

The problem in learning science in elementary schools is the lack of interactive learning media based on technology that suits the needs of students in the science subject. This study aims to analyze the effectiveness of using local wisdom-based science educational games. The development model of this research is ADDIE which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The subjects of this study were 12 fifth grade students. The research methods and instruments used were multiple-choice tests and non-tests in the form of questionnaires. Data analysis was carried out using quantitative descriptive, qualitative descriptive, and inferential statistical approaches. The results showed that local wisdom-based science educational games obtained a feasibility score of 93.7% from material experts, 92.5% from learning design experts, and 96.6% from media experts, with very good qualifications. Individual and small group trials produced scores of 93.3% and 92.7% respectively, which were also categorized as very good. The effectiveness test with 21 students showed a tvalue of 4.93 which was greater than the ttable of 2.08 (tvalue > ttable) at a significance level of 5% (df = 20), so H0 was rejected and H1 was accepted which stated that the average post-test results of students were more than the KKTP value. So it can be concluded that the local wisdom-based science education games of historical places in Bali have proven effective for use in the material of my proud region in grade V of elementary school.
Improving Problem-Solving Skills through the Implementation of PBL-Based IPAS Instructional Videos Ni Putu Kaori Candra Devi; Maria Goreti Rini Kristiantari; Komang Sujendra Diputra
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 13 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v13i1.92166

Abstract

The low problem-solving ability of students in understanding economic activity concepts, along with the lack of relevance between the material and real-life contexts, poses a challenge in teaching Science and Social Studies (IPAS) at the elementary school level. To address this issue, this study developed a Problem-Based Learning (PBL)-based instructional video that connects the material with local wisdom. The study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, involving 38 fourth-grade elementary students, subject matter experts, design experts, and instructional media experts. Data were collected through validation questionnaires, student comprehension tests, and observations. The data analysis techniques used included quantitative descriptive analysis to assess media validity and a t-test to measure its effectiveness. The results showed that the PBL-based instructional video had a very high level of validity, with an average rating above 90%. Furthermore, the t-test results indicated a significant difference between students’ pre-test and post-test scores (tvalue = 9.620 > ttable = 1.687), demonstrating its effectiveness in improving students’ problem-solving skills. In conclusion, the integration of PBL with instructional video has proven to be an innovative solution in IPAS learning, helping students understand economic concepts through real-life contexts and local wisdom, as well as enhancing their critical thinking skills.