Articles
Perbedaan Efektivitas Antara Pemberian Jus Tomat dengan Jus Jambu Biji Merah terhadap Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Hilir
Heni Wijayanti;
Dyah Ayu Wulandari;
Mariam Melyani
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32763/juke.v14i2.347
Latar Belakang : Anemia adalah suatu keadaan di mana kadar hemoglobin dalam darah di bawah normal. Sebagian besar anemia adalah anemia defisiensi zat besi (Fe) yang dapat disebabkan oleh konsumsi zat besi yang kurang dari makanan.Tomat dan jambu biji merupakan buah yang mengandung vitamin C dan zat besi tinggi yang bermanfaat jika dikonsumsi ibu hamil. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian jus tomat dan jus jambu biji merah terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III. Metode : Penelitian kuantitatif dengan metode quasy experimental two group pre-post test design. Sampel sebanyak 32 responden dengan teknik non probalility sampling. Analisis data menggunakan uji Independent-T Test. Hasil : Terdapat perbedaan efektivitas antara pemberian jus tomat dan jus jambu biji merah terhadap kadar hemoglobin ibu hamil trimester III. Uji Independent-T Test menunjukkan p-value 0,000 (<0,05) dengan nilai rerata kelompok jus tomat sebelum dan sesudah intervensi sebesar 1,10 sedangkan kelompok jus jambu biji merah juga menunjukkan peningkatan rerata kadar hemoglobin ibu hamil sebelum dan sesudah intervensi sebesar 1,86. Kesimpulan : Peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III dengan pemberian jus jambu biji merah lebih efektif dibandingkan dengan pemberian jus tomat
Ketersediaan Alat Pelindung Diri Dengan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Perawat Selama Pandemi Covid-19
Tri Ismu Pujiyanto;
Gunawaty Gunawaty;
Dyah Ayu Wulandari;
Shindi Hapsari
Jurnal Smart Keperawatan Vol 9, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34310/jskp.v9i1.610
Pandemi Covid-19 mengharuskan mahasiswa melakukan pembelajaran dengan berbagai keterbatasan. Adaptasi yang harus cepat dengan keterbatasan yang ada selama praktik di masa pandemic Covid-19 memunculkan masalah baru seperti tingkat stress pada mahasiswa. Beberapa faktor yang menyebabkan mahasiswa praktikan stres adalah ketersediaan APD untuk mahasiswa kurang lengkap. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis ketersediaan alat pelindung diri dengan tingkat stres pada mahasiswa perawat selama pandemi Covid-19 di Ruang Rawat Inap RSUD Tugurejo Semarang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian analitik korelasional, menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan purposive sampling dengan sampel sebanyak 58 responden yang dihitung menggunakan rumus Slovin serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan data menggunakan instrument Kuesioner Depression Anxiety Stress-Scale (DASS). Alat Pelindung Diri (APD) mahasiswa perawat tidak lengkap sebanyak 67,2%. Tingkat stres mahasiswa perawat masuk dalam kategori ringan sebanyak 62,1%. Ada hubungan antara ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan tingkat stres praktikan mahasiswa perawat selama pandemi Covid-19 di Ruang Rawat Inap RSUD Tugurejo Semarang (p-value = 0,002). Peningkatan stres yang terjadi pada Mahasiswa terutama perawat dimasa pandemi ini diantaranya perasaan takut tertular virus corona karena seringnya terpapar dengan pasien serta ketersediaan APD yang terbatas. Kata Kunci : alat pelindung diri; covid-19; stress pada mahasiswa THE AVAILABILITY OF PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT WITH STRESS LEVELS IN NURSING STUDENTS DURING THE COVID-19 PANDEMICABSTRACT The Covid-19 pandemic requires students to learn with various limitations. Adaptation that must be fast to the limitations that exist during practice during the Covid-19 pandemic raises new problems such as stress levels in students. Some of the factors that cause students to practice stress is the availability of Personal Protective Equipment for students is incomplete. The purpose of this study was to analyze the relationship between the availability of personal protective equipment and the stress levels of nursing students during the Covid-19 pandemic in the Inpatient Room of Tugurejo Hospital Semarang. This type of research was quantitative with a correlational analytical research design, using a cross-sectional approach. The sampling technique in this study used non probability sampling with purposive sampling with a sample of 58 respondents who were calculated using the Slovin formula and met the criteria for inclusion and exclusion. Personal Protective Equipment of nursing students is incomplete as much as 67.2%. The stress level of nursing students falls into the mild category as much as 62.1%. There is a relationship between the availability of Personal Protective Equipment and the stress level of nurse students during the Covid-19 pandemic in Inpatient Room of Tugurejo Hospital Semarang (p-value = 0.002). There is a relationship between the availability of Personal Protective Equipment (PPE) and the stress level of nursing students during the Covid-19 pandemic in the Hospitalization Room of Tugurejo Hospital Semarang Keywords : personal protective equipment; covid-19; stress on students
Aplikasi Tekhnik Effleurage sebagai Penatalaksanaan Nyeri Persalinan Ibu Bersalin di Bidan Praktik Mandiri Kecamatan Tembalang
Dyah Ayu Wulandari;
Vita Triani Adhi Putri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (616.928 KB)
Persalinan adalah proses alamiah dimana terjadinya dilatasiservikslahirnya bayi dan plasenta dari rahim ibu. Nyeri persalinandapat menimbulkan stres yang menyebabkan pelepasan hormon yangberlebihan seperti katekolamin dan steroid.Hormon ini dapatmenyebabkan terjadinya ketegangan otot polos dan vasokonstriksipembuluh darah.Hal ini dapat mengakibatkan penurunan kontraksiuterus, penurunan sirkulasi uteroplasenta, pengurangan aliran darahdan oksigen ke uterus, serta timbulnya iskemia uterus yang membuatimpuls nyeri bertambah banyak. Salah satu metode yang palingefektif yang digunakan untuk mengurangi nyeri persalinan adalahdengan pijat yang merupakan salah satu metode nonfarmakologisyang dilakukan untuk mengurangi nyeri persalinan. Intervensi yangtermasuk dalam pendekatan nonfarmakologi adalah analgesiapsikologis yang dilakukan sejak awal kehamilan, relaksasi, pijat,stimulasi kuteneus, terapi aroma, hipnosis, akupunktur dan yoga.Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas tekhnikeffleurage dalam menurunkan nyeri persalinan pada ibu bersalin diBidan Praktik Mandiri Kecamatan Tembalang. Penelitian inimerupakan penelitian kuantitatif eksperimen dengan rancangan preposttest with control group, yang dilakukan bulan Juni 2017 sampaidengan September 2017. Pendekatan pretest-posttest with controlgroup design. Subjek penelitian ini adalah 30 ibu diKecamatanTembalang yang dipilih dengan teknik purposivesampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan checklist.Analisis menggunakan Uji T. Hasil penelitian p value 0.011menunjukkan ada perbedaan skala nyeri pada kelompok perlakuandan pada kelompok kontrol di Bidan Praktik Mandiri KecamatanTembalang.
UPAYA KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF MELALUI EDUKASI DAN PENDAMPINGAN MULAI KEHAMILAN
Noor Azizah;
Dyah Ayu Wulandari
Jurnal ABDIMAS Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : STIKES Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Continuity of care merupakan kegiatan pelayanan yang berkelanjutan mulai dari kehamilan, perslinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Pada ibu hamil primigravida ini belum mempunyai pengetahuan tentang ASI Eksklusif sehingga persiapan laktasi dilakukan pada waktu ibu melakukan pemeriksaan kehamilan. Primigravida dengan mendapatkan pengetahuan, dukungan dan motivasi dari bidan sebagai dalah satu factor keberhasilan dalam pemberian ASI Eksklusif. Bidan dalam memberikan asuhan dilakukan secara komprehensif. Asuhan yang diberikan pada kehamilan mendeteksi dini kehamilan resiko, pemberian edukasi dan informasi sesuai dengan usia kehamilan, ketidaknyamanan trimester I, II dan III, persiapan laktasi. Persiapan laktasi dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, memberikan dukungan, melibatkan suami dan keluarga sebagai motivator dalam pemberian ASI Eksklusif. Pendampingan kepada pengasuh bayi selama ibu bekerja yaitu cara menyajikan ASI perah, cara memberikan ASI Perah kepada Bayi. Pendampingan ASI dilakukan tidak hanya pada ibu tetapi dengan melibatkan suami, keluarga dan pengasuh bayi. Penyimpanan ASI Perah dilakukan ditempat kerja, dari tempat kerja ke rumah, sampai rumah ke lemari pendingin dan freezer dan cara menyajikan serta cara memberikan
PERAN BIDAN DALAM UPAYA MENURUNKAN KEHAMILAN RISIKO TINGGI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL
nasriyah nasriyah;
Dyah Ayu Wulandari
Jurnal ABDIMAS Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : STIKES Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kehamilan merupakan proses terjadinya pembuahan sampai kelahiran. Selama kehamilan tidak menutup kemungkinan terjadinya masalah atau risiko. Kehamilan risiko tinggi adalah suatu kondisi kehamilan yang bisa mengancam kesehatan dan keselamatan ibu dan janin. Kondisi ini bisa disebabkan karena komplikasi saat kehamilan, namun bisa juga disebabkan oleh suatu kondisi medis yang sudah ibu miliki sejak sebelum hamil. Ibu hamil yang mengalami kondisi ini harus rajin memeriksakan diri dan membutuhkan pengawasan dan perawatan ekstra dari dokter. Lebih dari 90% kematian ibu disebabkan oleh komplikasi obstetrik pada masa kehamilan, persalinan, dan nifas. Komplikasi akan cenderung meningkat pada ibu hamil yang memiliki faktor risiko, meskipun komplikasi dapat pula terjadi pada ibu hamil yang tidak dikategorikan berisiko. Diperkirakan 15% kehamilan akan mengalami keadaan risiko tinggi dan komplikasi obstetrik yang dapat membahayakan ibu maupun janin apabila tidak ditangani dengan memadai. Melalui Antenatal Care dapat dilakukan deteksi dini kehamilan yang berisiko, selain itu dapat dilakukan pendidikan kesehatan untuk memberikan pemahaman tentang kehamilan dan bahaya kehamilan. Kehamilan dengan letak plasenta renda merupakan salah satu bagian dari kehamilan risiko tinggi, keadaan ini dapat menyebabkan perdarahan pada ibu hamil dan komplikasi pada janin yang dikandungnya. Salah satu upaya yang dapat diberikan kepada ibu hamil yang memiliki risiko tinggi adalah pemberian pendidikan kesehatan tentang tanda bahaya kehamilan trimester III. Pemberian pendidikan kesehatan diharapkan dapat menambah pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi sehingga dapat melakukan pengambilan keputusan dengan cepat untuk mendapatkan penanganan yang tepat di fasilitas kesehatan.
Yophytta Exercise to Reduce Hypertension in Pregnant Women
Heni Wijayanti;
Dyah Ayu Wulandari;
Kenri Brianita
Jurnal SMART Kebidanan Vol 10, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34310/sjkb.v10i1.815
ABSTRACT Hypertension or high blood pressure due to pregnancy, namely hypertension that occurs due to or during pregnancy, usually occurs at the age of 20 weeks of gestation, which results in morbidity and mortality. Efforts to reduce blood pressure through complementary therapy in pregnant women with hypertension are Yophytta exercise. this study was intended to determine the effect of Yophytta exercise on reducing blood pressure in pregnant women with hypertension int the Paduraksa Health Center area. Methods : research is a quantitative study with a Quasi Experiment method with one group pre test and post test. A sample of 18 respondents using a purposive sampling technique in accordance with the inclusion criteria. The instrument used was Yophytta exercise SOP and the blood pressure observation sheet. Results : of the observations were analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks Test. The results of the analysis showed a p value of 0.000 with 0.05, which means that there is a difference in the average blood pressure before and after being given Yophytta exercise. There is an effect of Yophytta exercise on reducing blood pressure in pregnant women with hypertension in the Paduraksa Health Center area. Yophytta exercise can reduce blood pressure in pregnant women with hypertension. Keywords: Yophytta exercise; blood pressure; pregnant women ABSTRAK Hipertensi atau tekanan darah tinggi akibat kehamilan, yaitu hipertensi yang terjadi karena atau selama kehamilan, biasanya terjadi pada usia kehamilan 20 minggu, yang mengakibatkan morbiditas dan mortalitas. Upaya penurunan tekanan darah melalui terapi komplementer pada ibu hamil hipertensi adalah senam Yophytta . Tujuan : untuk mengetahui pengaruh senam Yophytta terhadap penurunan tekanan darah pada ibu hamil dengan hipertensi di wilayah Puskesmas Paduraksa. Metode : penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Experiment dengan one group pre test dan post test. Sampel sebanyak 18 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan adalah SOP senam Yophytta dan lembar observasi tekanan darah. Hasil : Hasil observasi dianalisis dengan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil analisis menunjukkan nilai p sebesar 0,000 dengan 0,05 yang berarti ada perbedaan rata-rata tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan senam Yophytta . Ada pengaruh senam Yophytta terhadap penurunan tekanan darah pada ibu hamil hipertensi di wilayah Puskesmas Paduraksa. Senam Yophytta dapat menurunkan tekanan darah pada ibu hamil dengan hipertensi. Kata Kunci: senam Yophytta ; tekanan darah; ibu hamil
PETRISSAGE MASSAGE AND LAVENDER AROMATHERAPY TO REDUCE LOW BACK PAIN IN THIRD TRIMESTER PREGNANT WOMEN
Dyah Ayu Wulandari;
Widi Isnaeni Zubaedah;
Meika Jaya Rochkmana;
Mei Lia Nindya Zulis
Journal Of Biomedical Sciences and Health Volume 1 No. 2 Agustus 2024
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34310/
Kehamilan merupakan proses alami yang akan membawa ketidaknyamanan bagi ibu hamil secara fisik maupun psikis. Ketidaknyamanan pada kehamilan trimester III salah satunya nyeri punggung bawah. Nyeri punggung pada kehamilan muncul karena adanya produksi hormone relaksin yang meningkat. Hormon ini yang menyebabkan persendian tulang panggul mengalami peregangan yang berfungsi mempermudah persalinan. Terapi untuk mengurangi nyeri dengan diberikan pijat petrissage dan aromaterapi lavender pada ibu hamil trimester III. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi pijat petrissage dan aromaterapi lavender terhadap nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III. Jenis penelitian kuantitatif berupa Quasy eksperimen. Desain penelitian one group pretest-posttest design without control dengan 15 sampel. Responden dipijat kemudian diukur nyeri. Instrumen yang digunakan NRS untuk mengukur nyeri punggung bawah. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p 0,000 artinya kombinasi pijat petrissage dan aromaterapi lavender dapat mengurangi nyeri punggung bawah Ibu hamil trimester III. Kesimpulan : Ada pengaruh kombinasi pijat petrissage dan aromaterapi lavender terjadap nyeri punggung bawah ibu hamil trimester III. Saran: Ibu hamil dapat menerapkan kombinasi pijat petrissage dan aromaterapi lavender untuk mengurangi nyeri punggung bawah Kata Kunci : pijat petrissage, aromaterapi lavender, ibu hamil trimester III, nyeri punggung bawah ABSTRACT Pregnancy is a natural process that will bring discomfort to pregnant women physically and psychologically. One of the discomforts in the third trimester of pregnancy is lower back pain. Back pain in pregnancy occurs due to increased production of the hormone relaxin. This hormone causes the pelvic bone joints to stretch, which functions to facilitate childbirth. Therapy to reduce pain by giving petrissage massage and lavender aromatherapy to third trimester pregnant women. The aim of the study was to determine the effect of a combination of petrissage massage and lavender aromatherapy on lower back pain in third trimester pregnant women. The research design is one group pretest-posttest design without control with 15 samples. Respondents were massaged and then measured for pain. The instrument used by the NRS to measure low back pain. The Wilcoxon test results obtained a p value of 0.000, meaning that the combination of petrissage massage and lavender aromatherapy can reduce lower back pain for pregnant women in the third trimester. Conclusion: There is an effect of a combination of petrissage massage and lavender aromatherapy on lower back pain in third trimester pregnant women. Suggestion: Pregnant women can apply a combination of petrissage massage and lavender aromatherapy to reduce lower back pain. Key word: petrissage massage, lavender aromatherapy, third trimester pregnant women, low back pain
VCO AND ALOE VERA TO CURE DIAPER RASH IN BABIES 0-2 YEARS OLD
Mei Lia Nindya Zulis Windyarti;
Yuni Fitri Prestian;
Dyah Ayu Wulandari
Jurnal Smart Kebidanan Vol. 11 No. 2 (2024): DECEMBER 2024
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34310/jskb.v11i2.91
Background: Diaper rash is dermatitis due to irritation in the form of skin manifestations caused by various things. In Indonesia, as many as 22 million toddlers in Indonesia, around 1/3 of the number of these babies experience diaper rash. Treatment of diaper rash can be done with non-pharmacological therapy, namely by using Aloe vera because it has a therapeutic effect as an anti-inflammatory and antimicrobial and has safety in dealing with diaper rash because it contains alpha-bisabolol. Another alternative that can be used to prevent or treat diaper rash is coconut oil (coconut oil) for skin health and anti-microbial. Objective: To determine the effectiveness of VCO and Aloe vera in accelerating the healing of diaper rash in infants 0-2 years. Research Methods: Type of quantitative research with a quasi-experimental approach and a pretest-posttest design. The population in this study were infants aged 0-2 years who had diaper rash. Research Results: Based on the results of the Mann-Whitney test, the p-value of the Mann-Whitney test was obtained, respectively above 0.05 (p>0.05), namely 0.658; 0.593; and 0.483. This insignificant difference can also be interpreted that Aloe vera and VCO have relatively similar effectiveness in healing diaper rash inflammation. Conclusion Aloe vera and VCO have the same effectiveness in healing inflammatory diaper rash.
VCO AND ALOE VERA TO CURE DIAPER RASH IN BABIES 0-2 YEARS OLD
Mei Lia Nindya Zulis Windyarti;
Yuni Fitri Prestian;
Dyah Ayu Wulandari
Jurnal Smart Kebidanan Vol. 11 No. 2 (2024): DECEMBER 2024
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34310/jskb.v11i2.91
Background: Diaper rash is dermatitis due to irritation in the form of skin manifestations caused by various things. In Indonesia, as many as 22 million toddlers in Indonesia, around 1/3 of the number of these babies experience diaper rash. Treatment of diaper rash can be done with non-pharmacological therapy, namely by using Aloe vera because it has a therapeutic effect as an anti-inflammatory and antimicrobial and has safety in dealing with diaper rash because it contains alpha-bisabolol. Another alternative that can be used to prevent or treat diaper rash is coconut oil (coconut oil) for skin health and anti-microbial. Objective: To determine the effectiveness of VCO and Aloe vera in accelerating the healing of diaper rash in infants 0-2 years. Research Methods: Type of quantitative research with a quasi-experimental approach and a pretest-posttest design. The population in this study were infants aged 0-2 years who had diaper rash. Research Results: Based on the results of the Mann-Whitney test, the p-value of the Mann-Whitney test was obtained, respectively above 0.05 (p>0.05), namely 0.658; 0.593; and 0.483. This insignificant difference can also be interpreted that Aloe vera and VCO have relatively similar effectiveness in healing diaper rash inflammation. Conclusion Aloe vera and VCO have the same effectiveness in healing inflammatory diaper rash.