Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PELATIHAN LAYANAN PRIMA DI UMKM WISATA HUTAN BAMBU BEKASI Cahyaputri, Bunga; Hasibuan, Bernard; Gusdini, Ninin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.30586

Abstract

Salah satu kunci dalam memenangkan persaingan bisnis saat ini adalah kepuasan pelanggan, termasuk pada bisnis pariwisata. Akan tetapi, fakta di lapangan pengelola dan pedagang di Wisata Hutan Bambu Bekasi masih belum menerapkan prinsip kepuasan pelanggan terhadap pengunjung wisatawan. Mereka masih kurang pemahaman dan belum terlalu peduli tentang kenyamanan dan kepuasan wisatawan selama berwisata. Pelayanan prima (Service Excellence) adalah pelayanan yang memenuhi standar kualitas yang sesuai dengan harapan dan kepuasan pelanggan. Wisata hutan bambu hanya memiliki 5 orang pengelola dan beberapa pedagang yang ikut terlibat melayani pengunjung. Seluruh pengelola harus bekerja keras untuk mewujudkan komitmen dalam mengembangkan usaha dan memberikan layanan terbaik bagi seluruh pengunjung. Oleh karena itu, pelatihan ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan latihan singkat tentang pengelolaan layanan prima yang baik kepada seluruh stakeholder wisata hutan bambu. Jenis metode yang dilakukan yaitu dengan memberikan penyuluhan dalam bentuk sosialisasi dan penjabaran informasi mengenai pelayanan prima dan implementasinya di wisata Hutan Bambu Bekasi. Peserta tampak antusias dengan pengetahuan kualitas layanan, layanan prima, dan penerapannya dalam wisata Hutan Bambu Bekasi. Peserta juga menambah keterampilan dalam penerapan layanan prima sesuai alur proses pengunjung di wisata Hutan Bambu. Para pedagang dapat menerapkan layanan prima pada proses pengunjung membutuhkan makanan atau minuma di wisata Hutan Bambu.
Community-based urban farming efficiency: A process engineering approach using mini greenhouses at RPTRA Rasamala, South Jakarta Stefani, Megah; Putri, Bunga Cahya; Humayrah, Wardina
Community Empowerment Vol 10 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.15197

Abstract

Urban food security plays a crucial role in preventing stunting by providing independent nutritional resources. This community service program aims to enhance planting literacy and food production efficiency at RPTRA Rasamala, South Jakarta, through mini-greenhouse optimization. The implementation method employed a participatory approach integrated with process engineering techniques, specifically Value Stream Mapping (VSM) and Just-In-Time (JIT). The results demonstrated significant efficiency improvements, including a reduction in seedling growth time from 14 to 10 days, a 38% increase in the production cycle, and a 30% reduction in water and fertilizer usage. Furthermore, land utilization became more optimal through consistent planting schedules. Participants also showed increased technical understanding of organic planting media and the utilization of harvests for family nutrition. This program proves that integrating industrial management techniques into urban farming effectively increases food productivity while strengthening preventive measures against stunting in densely populated areas.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI REKREASI TAMAN MARGASATWA RAGUNAN JAKARTA Bernard Hasibuan; Bunga Cahyaputri; Rafly Alvian Zahiddi
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.213

Abstract

TMR (TMR) adalah tempat rekreasi keluarga seluas 147 hektar yang ada di daerah Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Pengembangan yang berkelanjutan di TMR terus dilakukan setiap tahunnya, hal ini disebabkan oleh pentingnya pengelolaan dan pengembangan yang tepat dalam suatu destinasi wisata, sehingga pentingnya mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi valuasi ekonomi yang memberikan nilai kuantitatif terhadap barang dan jasa yang dihasilkan oleh sumber daya alam (SDA) dan nilai lingkungan baik atas nilai pasar (Market Value) maupun nilai non pasar (Non Market Value). Faktor yang mempengaruhi nilai rekreasi didalamnya terkait dengan jumlah kunjungan ke TMR. Analisis faktor menggunakan analisis regresi berganda. Faktor-faktor tersebut antara lain biaya perjalanan, pendapatan, umur, tingkat pendidikan, dan pekerjaan. Faktor biaya perjalanan dan tingkat pendapatan berpengaruh nyata terhadap intensitas kunjungan ke Taman Margasatwa Ragunan, sedangkan faktor usia, pendidikan terakhir, dan pekerjaan tidak berpengaruh secara nyata terhadap intensitas kunjungan.
Community-Ecosystem Interaction in East Java: Barriers to Participation and Implications for Natural Resources Policy Marningot Tua Natalis Situmorang; Linda Noviana; Bunga Cahyaputri
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 12 (2025): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i12.13520

Abstract

Despite government intervention, sustainable tourism in East Java faces the challenges of a 19.80% decline in tourist visits and low community participation. This study aims to analyze the level of involvement, identify obstacles, and formulate strategies to improve community participation for the welfare of the local community. Using a qualitative descriptive method, data were collected through in-depth interviews with tourism awareness groups, traders, and ticket officers in tourist areas, as well as through document analysis. We processed the data thematically using Qualitative Data Analysis (QDA) Miner 6.00. The results of the study show that community participation is mostly symbolic, at the level of providing information and consultation. The main contribution of the community is in the form of attendance at tourism awareness posts and basic educational activities, with limited involvement in decision-making. The main obstacles include minimal education, suboptimal cross-sector coordination, and limited access to sustainable tourism services and technology. The proposed strategies include technology-based education, sustainable cadre training, local community empowerment, and strengthening cross-sector collaboration. The key finding of this study is that community participation involves the government, local communities, the private sector, academics, and the media. This research is expected to increase the effectiveness of sustainable tourism and become the basis for community participation policies based on inclusive tourism to improve social welfare.
Pelatihan pengolahan sampah dengan metode Takakura di SMA 29 Jakarta Hanaseta, Evelyne; Cahyaputri, Bunga; Jhourqin, Jhourqin; Lestary, Mira; Rahmawati, Ardhia Sri; Anbia, Anbia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.34291

Abstract

AbstrakPermasalahan sampah saat ini menjadi isu utama di Indonesia dengan banyaknya Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang telah mencapai kapasitas maksimum. Isu ini menjadikan urgensi pengolahan sampah pada hulu dan hilir menjadi sangat penting. Komposisi sampah di Indonesia didominasi oleh sampah organik sebanyak lima puluh persen dalam bentuk sisa makanan, sayuran, sampah kebun dll. Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan dan melatih siswa SMA 29 Jakarta dalam penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) berbasis pengolahan sampah organik. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan literasi lingkungan siswa dan mendorong terbentuknya perilaku pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Metode Pengomposan Takakura menjadi solusi untuk pengolahan sampah organik di hulu (sumber). Manfaat yang dapat dirasakan dengan pengolahan kompos menggunakan metode Takakura adalah kemudahan dalam aplikasi dan dapat digunakna pada skala kecil. Hasil yang diperoleh dalah kegiatan ini adalah peningkatan ilmu pengetahuan pada siswa sebagai agent of change di lingkungan masing- masing dari segi teori dan aplikasi. Kompos yang dihasilkan diharapkan dapat dimanfaatkan oleh siswa untuk kebutuhan internal. Kata kunci: pengolahan sampah; sampah organic; takakura. AbstractThe current waste problem is a major issue in Indonesia, with many Final Processing Sites (TPA) reaching maximum capacity. This issue makes the urgency of upstream and downstream waste processing very important. The composition of waste in Indonesia is dominated by organic waste, amounting to 50 percent in the form of food scraps, vegetables, garden waste, etc. The purpose of this activity is to introduce SMA 29 Jakarta students to the application of appropriate technology (TTG) for managing organic waste. The activity is expected to increase environmental literacy and encourage sustainable waste management behaviors. The Takakura Composting Method is a solution for processing organic waste upstream (source). The benefits that can be felt by composting using the Takakura method are ease of application, and it can be used on a small scale. The results obtained from this activity are increased knowledge in students as agents of change in their respective environments, both in terms of theory and application. The resulting compost is expected to be used by students for internal needs. Keywords: solid waste treatment; organic waste; takakura.
Edukasi Pemanfaatan Limbah UMKM Menjadi Kompos Melalui Metode Takakura Laila Febrina; Bunga Cahyaputri; Rd Yusia Wulandari
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timbulan sampah organik dari aktivitas rumah tangga dan usaha mikro di sektor pangan masih didominasi pola pengelolaan “kumpul–angkut–buang”, sehingga berkontribusi terhadap beban tempat pemrosesan akhir dan potensi gangguan kesehatan di lingkungan padat penduduk. Teknologi komposting sederhana seperti metode Takakura dapat menjadi alternatif pengelolaan sampah organik skala kecil yang mudah diterapkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lima UMKM makanan binaan Bank Syariah Indonesia (BSI) di Tangerang Selatan dalam mengelola sampah organik melalui penerapan komposter Takakura.Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui rangkaian sosialisasi, pelatihan, demonstrasi pembuatan komposter, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre–test dan post–test yang dilengkapi observasi. Hasil menunjukkan bahwa sebelum kegiatan, mitra belum memiliki skema pemilahan dan pengolahan sampah organik, serta seluruh responden belum mengenal metode Takakura. Setelah pelatihan dan pendampingan, seluruh butir pengetahuan pada post–test mengalami peningkatan hingga 100% jawaban benar. Perubahan sikap mitra yang lebih memandang sampah organik sebagai sumber daya. Kolaborasi Universitas Sahid dan BSI terbukti efektif sebagai model sinergi perguruan tinggi–lembaga keuangan dalam penguatan UMKM yang ramah lingkungan.
Santunan Anak Yatim dan Penanaman Hutan di Patuha Resort Ciwidey Untuk Hutan yang Lestari Marningot Tua Natalis Situmorang; Mega Oktaviany; Lisa Ratnasari; Bunga Cahyaputri
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v10i2.7187

Abstract

Indonesia merupakan negeri yang dikelilingi oleh banyak pegunungan, sehingga terdapat kemungkinan terjadinya bencana secara beruntun dan berganti-ganti. Setiap bencana tentu menghasilkan korban. Bencana tanah longsor yang disebabkan oleh gempa bumi yang mengakibatkan kerusakan pada rumah penduduk, jalan raya serta lahan pertanian, dan akibat dari keadaan ini penyakit pun muncul karena kurangnya sanitasi yang memadai dan perilaku sembarangan. Masyarakat juga mengalami depresi, trauma, kehilangan akal serta meninggal dunia akibat bencana yang menyebabkan kekurangan pangan dan akses terhadap air bersih. Menyuplai makanan bagi masyarakat adalah praktik yang sudah umum, tetapi lebih dari situ yang harus dilakukan adalah memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan diri mereka agar dapat menemukan kembali semangat hidup. Aktivitas ini mencakup penanaman serta pemeliharaan pohon karena kehadiran pohon berfungsi untuk menyerap air dan mengikat tanah sehingga banjir dan longsor dapat dihindari. Untuk mendorong masyarakat menanam pohon dan menjaga kelestariannya, pemberian bantuan untuk kebutuhan sehari-hari menjadi salah satu wujud perhatian dan dukungan terhadap penduduk sekitar hutan. Diskusi juga dilakukan mengenai kondisi terkini hutan serta pentingnya menanam pohon yang dilaksanakan di lokasi penanaman pohon dan saling memperkuat sehingga timbul kepercayaan diri di dalam diri mereka bahwa masa depan yang baik dan sejahtera masih bisa tercapai di sekitar hutan yang lestari. Kegiatan penanaman pohon diikuti dengan kegiatan makan bersama, bermain bersama, bernyanyi bersama, dan setelah itu masyarakat kembali ke rumah sambil membawa sembako. Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga dan melestarikan pohon, serta bahwa orang-orang dari luar Ciwidey juga turut membantu dan berbagi demi kelestarian hutan.