Dwinita W. Utami
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Zuriat

APLIKASI TEKNIK MARKER ASSISTED SELECTION (MAS) DALAM SELEKSI INTROGRESI GENOTIP TAHAN PATOGEN BLAS DARI Oryza rufipogon KE DALAM IR 64 Dwinita W. Utami; Hajrial Aswidinnoor; Asep Setiawan; Sugiono Moeljopawiro; Edi Guhardja
Zuriat Vol 15, No 2 (2004)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v15i2.6809

Abstract

Perakitan varietas unggul yang memiliki sifat ketahanan terhadap pathogen blas (Pyricularia grisea) merupakan salah satu program utama dalam pemuliaan padi. Untuk mendukung program tersebut diperlukan gene pool yang luas terutama untuk trait kuantitatif. Salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah dengan mengidentifikasi lokus kuantitatif (QTL) yang terdapat pada spesies liar dan mentransfernya ke dalam kultivar padi. Spesies padi liar Oryza rufipogon diidentifikasi mempunyai lokus ketahanan kuantitatif (QRL) terhadap patogen blas. Pemanfaatan marka molekuler dalam pemuliaan tanaman salah satunya adalah untuk mempercepat seleksi (MAS) kembalinya genom tetua pemulih dalam persilangan silang balik. Dalam rangka menseleksi progeni persilangan O. rufipogon dengan IR64 menggunakan marka molekuler, dalam penelitian ini dilakukan seleksi introgresi genotip tahan yang hanya sedikit membawa fragmen dari tanaman padi liar. Tujuan dari penelitian ini adalah menseleksi genotip tahan blas dan menganalisis introgresi dan keterpautannya dengan tentative QTL tahan blas. Hasil analisis menunjukkan terdapat 20 genotip tahan dengan tingkat introgresi yang bervariasi dari 9%–40% dari total kromosom yang terpetakan. Analisis keterpautan menunjukkan bahwa genotip nomor 118 mempunyai QTL tahan blas pada kromosom 2, genotip nomor 337 mempunyai QTL tahan blas pada kromosom 12 dan genotip nomor 343 mempunyai QTL tahan blas pada kromosom nomor 9. Nomor-nomor genotip yang telah terseleksi tingkat ketahanan dan introgresinya dapat mempercepat kembalinya genome tetua pemulih, sebagai bahan untuk pembentukan populasi lebih lanjut.
Karakterisasi Plasma Nutfah Padi Beras Merah Lokal Asal Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Berdasarkan Karakter Morfo-Agronomi dan Marka SSRs Dwinita W. Utami; , Kristamtini; Prajitno al KS.
Zuriat Vol 20, No 1 (2009)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v20i1.6644

Abstract

Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah salah satu Propinsi yang memiliki variasi dalam keanekaragaman plasma nutfah pertanian. Salah satu keanekaragaman plasma nutfah pertanian yang dimiliki Propinsi DIY adalah beberapa aksesi plasma nutfah padi beras merah. Terdapat lima aksesi plasma nutfah padi beras merah, yaitu Mandel Handayani (asal Gunungkidul), Segreng Handayani (asal Gunungkidul), Cempo Merah (asal Sleman), Saodah Merah (asal Bantul ) dan Andel Merah (asal Bantul). Tujuan dari penelitian ini adalah mengkarakterisasi 5 aksesi plasma nutfah padi beras merah lokal yang dimiliki Propinsi DIY sehingga dapat diketahui identitas varietas baik secara fenotipe (morfologi dan agronomi) ataupun secara genotipe (dengan marka simple sequence repeat/SSR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara fenotipe kelima aksesi plasma nutfah padi beras merah memiliki karakter morfologi dan agronomi yang bervariasi. Variasi dalam karakter fenotipe ini merupakan potensi dalam program perakitan galur beras merah unggul. Pencirian genotipe aksesi plasma nutfah beras merah Analisis molekuler dilakukan berdasarkan pengujian marka molekuler menggunakan marka (SSR) sebagai marka penanda (tepaut / linked) dengan QTL untuk sifat beras merah (yaitu RM252, RM220 RM180 dan RM224) menunjukkan adanya variasi alel yang berkaitan dengan sifat warna / pigmen pada bagian hull ataupun pericarp dari gabah. Pemanfaatan marka molekuler dalam penentuan ciri genotipe plasma nutfah dapat membantu proses seleksi dalam program perakitan galur unggul beras merah unggul.
Pemanfaatan marka gen OsIRT1 untuk seleksi galur populasi silang ganda turunan padi lokal Markuti toleran cekaman keracunan Fe Marjam Toding; Dwinita W. Utami
Zuriat Vol 23, No 1 (2012)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v23i1.6866

Abstract

Keracunan Fe adalah salah satu cekaman abiotik yang dapat secara nyata mempengaruhi produksi padi, terutama pada lahan basah marginal. Keracunan Fe dapat menurunkan produksi padi 60% hingga 90% pada daerah podzolik merah kuning. Mekanisme toleransi keracunan Fe pada tanaman padi salah satunya diperankan gen OsIRT1 (O. sativa Regulated Transporter). Peta genetik dari gen ini terdapat pada kromosom 7, pada posisi 47,787-52,212 Mb, yaitu memanjang pada contig AP004297 dan lokus MSU Osa1 :  LOC_Os07g01090. Salah satu aksesi plasma nutfah padi lokal tepilih berdasarkan hasil penelitian dengan pendekatan allele mining adalah Markuti(Indica, IRN:) yang diketahui memiliki alel gen OsIRT. Plasma nutfah tersebut telah digunakan sebagai material genetik persilangan ganda dengan varietas terseleksi Bio110 (IR54/Parekaligolara//Bio110/Markuti), dalam program pembentukan galur-galur harapan padi baru toleran cekaman biotik (tahan penyakit BLB dan Blas) dan abiotik (toleran keracunan Fe dan kahat P). Tujuan dari penelitian ini adalah: menguji keragaan sifat ketahanan galur-galur populasi F2 hasil silang ganda (IR54/Parekaligolara//Bio110/Markuti) terhadap cekaman keracunan Fe, berdasarkan pengujian phenotyping di rumah kaca dan genotyping menggunakan marka molekular spesifik penanda gen OsIRT1. Uji keragaan fenotipe dilakukan dengan menguji respon 88 total tanaman F2 yang ditanam dengan kondisi Fe tinggi (tanah masam-tergenang). Sedangkan keragaan genotipe dilakukan dengan menganalisis PCR populasi di atas menggunakan marka spesifik penanda  gen OsIRT1. Hasil pengujian menunjukkan bahwa keragaan galur-galur F2 hasil silang ganda (IR54/Parekaligolara//Bio110/Markuti) terdapat 68 tanaman bersifat toleran (skor 2-3), 11 tanaman bersifat sedang (skor 5) dan 9 tanaman bersifat rentan (skor 7). Sedangkan keragaan genotipe berdasarkan analisis PCR menggunakan marka OsIRT1 menunjukkan segregasi dengan tipe: 0,1 dan 2 yang berturut-turut co-segregasi dengan sifat : peka, sedang dan toleran.