Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

MENGATASI PERMASALAHAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI BIMBINGAN BELAJAR SIGMA [OVERCOMING STUDENTS' LEARNING MOTIVATION PROBLEMS IN SIGMA LEARNING HOUSE] Tanti Listiani; Melda Jaya Saragih; Oce Datu Appulembang; Widiastuti Widiastuti
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 6 No. 1 (2021): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v6i1.5122

Abstract

SIGMA tutoring is conducted in a church, namely the HKBP Binong Permai Tangerang. Because of the pandemic of COVID-19 in 2021, parents of church congregations have complaints about learning difficulties experienced by their children while online learning. The problem arises because the material studied by their children is quite difficult for their parents to guide. A solution is needed to overcome these problems, namely through Sigma tutoring. Sigma tutoring is implemented online by providing individual guidance for students. Online tutoring is being implemented currently according to government recommendations, it is prohibited to conduct face-to-face meetings between individuals. Even though by online learning, Sigma tutoring has a positive impact, namely that students/tutees feel helped by their learning difficulties, and tutors who are students can further hone their teaching skills through this Sigma tutoring. BAHASA INDONESIA ABASTRACT: Bimbingan belajar SIGMA dilaksanakan di sebuah gereja yakni HKBP Binong Permai Tangerang. Akibat Pandemi akibat COVID-19 pada tahun 2021 ini, orang tua dari jemaat gereja memiliki keluhan atas kesulitan belajar yang dialami anak-anaknya saat belajar online. Permasalahan muncul karena materi yang dipelajari oleh anak-anaknya cukup sulit untuk  dibimbing oleh orang tua mereka. Dibutuhkan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, yakni melalui bimbingan belajar Sigma. Bimbingan belajar Sigma adalah bimbingan belajar yang dilaksanakan secara online, dengan memberikan bimbingan per individu untuk peserta didik. Bimbingan belajar secara online sedang marak dilaksanakan karena saat ini sesuai anjuran pemerintah melarang untuk melakukan pertemuan  tatap muka antar personal. Meskipun  dilakukan secara online, bimbingan belajar Sigma memberikan dampak positif yakni peserta didik/tutee merasa terbantu kesulitan belajarnya serta Tutor yang adalah mahasiswa dapat semakin mengasah kemampuan mengajarnya melalui bimbingan belajar Sigma ini.
Bimbingan Belajar Online Dalam Membantu Kebutuhan Belajar Siswa Melda Jaya Saragih; Oce Datu Appulembang; Siane Indriani; Tanti Listiani; Widiastuti Widiastuti
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v2i2.1109

Abstract

Selama pandemi, kebutuhan belajar siswa beralih menjadi online. Pembelajaran secara online juga membawa beberapa dampak dalam pembelajaran, ditemuai banyak kehilangan pembelajaran, sehingga tidak heran banyak ditemui kesulitan belajar sehingga perlu pendampingan bagi siswa pada saat belajar. Adanya kebutuhan pendampingan belajar bagi anak-anak jemaat di HKBP Binong, bimbingan belajar SIGMA menyediakan pelayanan les gratis secara online bagi warga jemaat  HKBP Binong Permai khususnya anak-anak dari bangku SD sampai SMA, namun kegiatan bimbel ini juga terbuka untuk banyak siswa diberbagai daerah dan tidak terbatasi tempat, karena dilakukan secara online. Kegiatan bimbel dilakukan secara online setiap sabtu selama 2 jam, tujuannya agar siswa dapat terbantu untuk memahami pembelajaran di sekolah dan siswa juga dapat semakin termotivasi untuk belajar. Setelah dilaksanakan bimbingan belajar kemudian dievaluasi pelaksanaannya. Terlihat siswa semakin bertambah pengetahuannya dan juga ada siswa yang antusias mengikuti bimbel dimana siswa antusias siswa menanyakan pelajaran diluar jadwal bimbel, namun tidak dipungkiri juga bahwa ada siswa yang malas. Orang tua juga antusias mendorong anaknya untuk mengikuti bimbel, terlihat dari ada orang tua yang meminta PPT ketika anaknya lupa mencatat, mengingatkan anaknya jadwal les, duduk disamping anaknya selama les
From Data to Decision-Making: The Development of Statistical Literacy Among Pre-Service Primary School Teachers Through Contextual Learning Melda Jaya Saragih; Kurnia Putri Sepdikasari Dirgantoro; Robert Harry Soesanto; Tanti Listiani
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 19, No 2 (2026): JPPM (Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika) Volume 19 Nomor 2 Agustus
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jppm.v19i2.40039

Abstract

Prospective teachers need to have good statistical literacy because they will become a decision-makers in data-based classroom learning. They must be able to determine when to change learning according to students’ progress. Prospective teachers, including Primary Student Teacher Education (PGSD) are not only able to do statistical calculations, but also as the ability to read data, interpret statistical information, and use the analysis data results as a basis for rational and responsible decision-making. This study aims to examine student statistical literacy development through contextual learning. The study used a quantitative approach with a one group pretest–posttest design, involving 72 PGSD students at one of the private universities in Indonesia. The instrument is a statistical literacy essay test. The data was analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed a significant increasing in statistical literacy after the implementation of contextual learning. These findings confirm that contextual learning is effective in improving students' statistical literacy and is recommended as a pedagogical approach to strengthen the statistical literacy of prospective teachers.
AI-MEDIATED LEARNING IN ADVANCED MATHEMATICS: HOW PRE-SERVICE TEACHERS DEVELOP EMERGING PEDAGOGICAL THINKING Kurnia Putri Sepdikasari Dirgantoro; Robert Harry Soesanto; Melda Jaya Saragih
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol. 8 No. 1 (2026): ALGORITMA: Journal Of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v8i1.50881

Abstract

Abstract Since the use of artificial intelligence (AI) in education continues to broadly expand, understanding its role in pre-service teacher development has become increasingly important. This study explores how AI used in Advanced Mathematics courses contributes to the development of pedagogical thinking among pre-service mathematics teachers. A qualitative approach was employed involving 51 students. Data were collected through questionnaires and follow-up interviews, then analyzed using thematic analysis. The findings indicate that students use AI to support their understanding of abstract mathematical concepts and solve problems through simplified explanations and structured solution steps. Students’ engagement with AI is characterized by several tensions between efficiency and understanding, assistance and dependency, and ease of use and prompt accuracy. These tensions foster reflection, metacognitive awareness, and more critical use of AI. The findings also reveal the emergence of pedagogical thinking, although it remains limited in addressing learner diversity and the complexity of instructional contexts. Abstrak Seiring dengan semakin meluasnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan, pemahaman mengenai perannya dalam perkembangan calon guru menjadi semakin penting. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana penggunaan AI dalam mata kuliah matematika lanjut berkontribusi terhadap perkembangan pemikiran pedagogis mahasiswa calon guru matematika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan 51 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara lanjutan, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memanfaatkan AI untuk memahami konsep matematika abstrak dan menyelesaikan masalah melalui penjelasan yang lebih sederhana serta langkah-langkah yang terstruktur. Keterlibatan mahasiswa dalam penggunaan AI diwarnai oleh beberapa ketegangan antara efisiensi dan pemahaman, bantuan dan ketergantungan, serta kemudahan penggunaan dan ketepatan prompt. Ketegangan tersebut mendorong refleksi belajar, kesadaran metakognitif, dan penggunaan AI yang lebih kritis. Temuan juga menunjukkan munculnya pemikiran pedagogis, meskipun masih terbatas dalam mempertimbangkan keragaman peserta didik dan kompleksitas situasi pembelajaran.