Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hubungan Kesesuaian Penulisan Resep dengan FormulariumNasional Terhadap Mutu Pelayanan pada Pasien JaminanKesehatan Nasional di Rumah Sakit Umum di Bandung Pratiwi, Winda Ratna; Kautsar, Angga Prawira; Gozali, Dolih
Pharmaceutical Sciences and Research Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pharmaceutical service is one of the activities in hospital that support health service quality. One of the factors that can improve quality of pharmaceutical services is prescription services. In the era of National Health Insurance, prescription given to the patients should be based on the National Formulary. If prescriptions did not suit the national formulary, it would influence the services quality on pharmacy unit. The purposes of this study were to determine suitability of prescription outpatients’ national health insurance with national formulary and to determine the relationship of the suitability of prescription with a national formulary to service quality in pharmacy unit in one of general hospitals in Bandung. A cross sectional with servqual questionnaire was used to the patients and the 262 prescription samples needed were taken in January 2017. Mann Whitney test is used for bivariate analysis. The result indicated 91.7% prescriptions was suited the national formulary and the rest was not. There was a significant difference between prescription suitability with the national formulary to service quality in pharmacy unit in the hospital with p-value 0.00 (p < 0,05). It can be concluded that higher percentage of prescriptions suitability with the national formulary in hospital related with the better service quality of pharmacy unit.
MEMBANGUN INDUSTRI PODP YANG BERDAYA SAING : REFLEKSI GLOBAL DAN RENCANA STRATEGIS INDONESIA Az Zahra, Nisrina Nabila; Susatia, Vania Anindira; Yani, Indri Widuri; Faisal, Davin Ezra Alkan Al; Roestan, Mas Rahman; Nurrasjid, Evi Sylvia; Kautsar, Angga Prawira
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.64521

Abstract

Produk obat derivat plasma (PODP) merupakan hasil pengolahan plasma darah manusia yang digunakan untuk mengobati berbagai kondisi medis, seperti gangguan imun, hemofilia, dan penyakit autoimun. Penggunaan PODP semakin meluas seiring berkembangnya teknologi dan meningkatnya kebutuhan terapi berbasis protein plasma. Namun, perkembangan PODP di Indonesia masih menghadapi tantangan besar, mulai dari keterbatasan pasokan plasma berkualitas hingga ketergantungan pada produk impor. Artikel ini menyajikan tinjauan mengenai jenis PODP, proses produksinya, sistem deteksi patogen, serta upaya global dalam menjamin keamanan dan ketersediaan produk. Tinjauan ini didasarkan pada literatur dari basis data ilmiah seperti Embase, PubMed, EBSCO, dan World of Science dengan kata kunci terkait seperti “plasma-derived medicinal products”, “plasma-derived medicinal products”, dan “plasma fractionation”, yang mencakup aspek klinis, produksi, regulasi, dan industri dari PODP. Kajian ini juga menyoroti potensi Indonesia dalam membangun sistem produksi PODP yang mandiri dan berkelanjutan. Melalui pemahaman yang komprehensif, diharapkan artikel ini dapat menjadi referensi bagi pemangku kebijakan dan praktisi kesehatan dalam merumuskan strategi nasional yang tepat. Melalui tinjauan ini, disimpulkan bahwa dengan komitmen kebijakan yang kuat, peningkatan infrastruktur, dan kolaborasi lintas sektor, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri PODP yang aman, mandiri, dan berdaya saing global.
TINJAUAN LITERATUR: ANALISIS EFEKTIFITAS OBAT AMLODIPINE SEBAGAI PENGOBATAN LINI PERTAMA PADA PENDERITA HIPERTENSI Setiawan, Rizky; Haq, Fatih Izzul; Puspita, Falerina; Kautsar, Angga Prawira
Farmaka Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v23i2.66783

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia dengan prevalensi tinggi, sehingga penatalaksanaan lini pertama yang efektif sangat krusial. Amlodipine, sebagai calcium channel blocker (CCB), adalah salah satu obat yang paling sering diresepkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif efektivitas Amlodipine sebagai terapi lini pertama melalui tinjauan literatur dari berbagai jurnal penelitian, konsensus nasional (PERHI), dan pedoman klinis (Kemenkes RI, ESH), dengan fokus pada efikasi, pola penggunaan, dan efektivitas biaya. Hasil analisis menunjukkan Amlodipine secara konsisten menjadi salah satu obat yang paling banyak digunakan. Studi komparatif membuktikan efektivitas Amlodipine sebagai monoterapi seringkali lebih unggul atau setara dengan agen lini pertama lainnya seperti ACEI dan ARB. Keunggulan signifikan juga ditemukan pada analisis efektivitas biaya, di mana beberapa studi melaporkan nilai Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) yang lebih rendah dibandingkan obat lain, serta memegang peran kunci sebagai komponen fondasi dalam strategi terapi kombinasi modern. Berdasarkan bukti yang dianalisis, Amlodipine merupakan pilihan terapi lini pertama yang sangat efektif, efisien dari segi biaya, dan relevan dalam strategi pengobatan hipertensi modern, menjadikannya salah satu andalan dalam tatalaksana hipertensi.Kata kunci: Amlodipine, Efektivitas Obat, Hipertensi
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Konsumen terhadap Repurchase Interest Produk Kosmetik di Kimia Farma Apotek Wilayah Pulau Jawa, Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara Hanggara, Bayu Suryana; Chaerunisaa, Anis Yohana; Kautsar, Angga Prawira
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.20857

Abstract

ABSTRACT Repurchase interest is a key indicator of consumer loyalty in the cosmetics industry, especially in Kimia Farma pharmacies serving diverse customer segments across Java, Bali, and Nusa Tenggara. This study aims to analyze the influence of service quality, product quality, price, brand image, and word of mouth on repurchase interest, and to assess regional differences. A quantitative approach using Partial Least Squares (PLS) was applied to 192 respondents. The results indicate that among the five independent variables, only brand image (coefficient = 0.321; p-value = 0.000) and word of mouth (coefficient = 0.158; p-value = 0.020) significantly influence repurchase interest. Service quality, product quality, and price did not show statistically significant effects, despite positive directional influence. Regionally, brand image had the strongest impact in Bali and Nusa Tenggara, while word of mouth was most influential in Java. These findings suggest that emotional and social factors play a more critical role in shaping consumer loyalty than technical factors. Therefore, marketing strategies focusing on strengthening brand image and consumer-to-consumer communication are recommended to boost repurchase rates at Kimia Farma pharmacies.  Keywords: Repurchase Interest, Brand Image, Word Of Mouth, Cosmetics, Kimia Farma.  ABSTRAK Minat beli ulang merupakan indikator utama loyalitas konsumen dalam industri kosmetik, terutama di apotek Kimia Farma yang melayani konsumen dengan karakteristik berbeda di wilayah Pulau Bali, Jawa dan Kepulauan Nusa Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan, kualitas produk, harga, citra merek, dan word of mouth terhadap repurchase interest produk kosmetik, serta mengevaluasi perbedaan pengaruh antarwilayah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares (PLS) terhadap 192 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari lima variabel yang diuji, hanya citra merek (koefisien = 0,321; p-value = 0,000) dan word of mouth (koefisien = 0,158; p-value = 0,020) yang berpengaruh signifikan terhadap repurchase interest. Variabel kualitas layanan, kualitas produk, dan harga tidak berpengaruh signifikan meskipun menunjukkan arah positif. Secara wilayah, citra merek dominan di Bali dan Nusa Tenggara, sedangkan word of mouthpaling berpengaruh di Jawa. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor emosional dan sosial lebih berperan dalam membentuk loyalitas konsumen dibanding faktor teknis. Oleh karena itu, strategi pemasaran yang menekankan pada penguatan citra merek dan komunikasi antar konsumen sangat disarankan untuk meningkatkan pembelian ulang di Kimia Farma Apotek.  Kata Kunci: Minat Beli Ulang, Citra Merek, Word Of Mouth, Kosmetik, Kimia Farma.