Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Performance Assessment Using Key Performance Indicators: A Case Study on Employee Assessment at CV Pustaka Tiga Mandiri: english Raziki Waldan
Andromeda : Jurnal Manajemen dan Bisnis Syariah Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Andromeda
Publisher : Program Studi Manajemen Bisnis Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/andromeda.v2i2.3493

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the Key Performance Indicators (KPI) method in assessing employee performance at CV Pustaka Tiga Mandiri. The research utilizes a qualitative approach with interviews, observations, and documentation as the primary data collection instruments. Employee performance evaluations at this company heavily depend on achieving targets set through KPIs, which serve as benchmarks for the success of individuals and departments in reaching the company’s strategic goals. The findings indicate that the implementation of KPIs at CV Pustaka Tiga Mandiri has a significant impact on employee performance, particularly in the marketing department. Employees who meet their targets receive better performance evaluations and additional incentives, while those who fail to do so are issued warnings to improve their performance. Performance evaluations also affect compensation, with salary deductions applied to employees who are absent without valid reasons. The implications of this study highlight the importance of implementing an objective and data-driven performance appraisal system to enhance productivity and efficiency within the organization. The study also demonstrates that using KPIs as an evaluation tool can help the company identify areas needing improvement and provide a solid foundation for managerial decision-making. The originality or novelty of this research lies in the application and evaluation of the KPI method within the context of a local company, which is still relatively uncommon in Indonesia. This study contributes to the understanding of how KPIs can be effectively used to improve employee performance in medium-sized enterprises.
ETIKA BISNIS ISLAM DAN PENERAPAN DALAM USAHA STUDI KASUS PADA TOKO ROTI GEMBUL DI KOTA PONTIANAK: Indonesia Permadi Permadi; Raziki Waldan
J-MD Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 1 No. 1 (2020): J-MD
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah, FUAD, IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/j-md.v1i1.110

Abstract

Dunia perbakeryan di Kota Pontianak sudah mulai berkembang. Diantaranya ada Kota Raja, D’Bread Recipe, Rajawali Bakery, Roti Gemes dan masih banyak lagi. Namun fokus penelitian ini mengacu kepada Roti Gembul. Roti Gembul adalah bagian unit bisnis dari Pondok Modern Munzalan Ashabul Yamin. Roti Gembul punya rutinitas yang berbeda dari usaha produk roti lain yaitu menutup outlet-outlet ketika menjelang waktu shalat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep dan penerapan etika bisnis Islam yang ada pada toko Roti Gembul di Kota Pontianak. Penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Sumber penelitian adalah toko Roti Gembul yang ada di Kota Pontianak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah trianggulasi dan member check. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) konsep etika bisnis Islam yang diterapkan pada Roti Gembul adalah konsep tauhid, konsep akhlak, konsep kejujuran, konsep adil serta konsep halal dan haram, dan (2) penerapan etika bisnis Islam pada Roti Gembul adalah memberikan standar wajib kepada anggota untuk melaksanakan shalat tepat waktu dan membaca Al-Quran setiap hari minimal satu halaman dan standar pelayanan dengan salam, senyum sapa, menanyakan nama pembeli, kemudian mengucapkan salam sambil mendoakan pembeli.
MANAJEMEN WISATA RELIGI SULTAN SYARIF ABDURRAHMAN AL-QADRI KALIMANTAN BARAT: ANALISIS PERAWATAN DAN PROMOSI WISATA RELIGI Uswatun Hasanah; Raziki Waldan
J-MD Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 4 No. 1 (2023): J-MD
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah, FUAD, IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/j-md.v4i1.1630

Abstract

This research is motivated by the many people who are so enthusiastic about coming on a pilgrimage to the tomb of Sultan Syarif Abdurrahman Al-Qadri in Batu Layang, Pontianak City. Increasingly, the tomb of Al-Qadri was increasing, initially it was not projected for tourism, but because many were interested, it became a tourist attraction and is continuously being expanded. However, according to the management, this cannot be said to have received sufficient attention from the government. This study uses qualitative research with a descriptive approach. The data sources in this study are primary data consisting of the Secretary of the King of the Qadriah Palace, the caretaker of the tomb, the head of the waqf, and pilgrims. While secondary data consists of institutional documents, observations, books, articles, journals, internet and social media accounts. Data collection techniques were carried out by interview, observation and documentation methods. Data analysis techniques were carried out by data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the research include: 1) Planning is carried out according to needs such as: Planning to improve facilities, expand the parking area, plan funding. 2) organization includes: official letter selecting the caretaker from the agency, election of the waqf chairman, division of tasks, there is no structure but there is a clear division of labor namely: waqf chairman, secretary, treasurer, and caretaker. 3) mobilization is carried out at the stage of repairing facilities, division of labor. The mobilization was carried out by the caretaker, the mobilization was also carried out on expanding parking lots, the mobilization was carried out on order of pilgrims and their officers provided motivation, guidance and direction in carrying out the repair of facilities such as in painting, repairing cemeteries. 4) supervision is carried out by the caretaker in terms of place arrangement arrangement activities. Monitoring is also carried out by caretakers such as carrying out the expansion of the parking area. Keywords: Management, grave pilgrimage, tomb of Sultan Syarif Abudrrahman Al Qadri, religious touris
Socio-Economics under Female Leadership: Unveiling the History of the Sukadana-Landak Kingdom, 1609-1622 Patmawati Patmawati; Raziki Waldan; Fitri Susanti Ilyas
Paramita: Historical Studies Journal Vol. 36 No. 1 (2026): Social and Intellectual History
Publisher : istory Department, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Semarang in collaboration with Masyarakat Sejarawan Indonesia (Indonesian Historical Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v36i1.16386

Abstract

Abstract: Studies on the history of Malay kingdoms in West Kalimantan have largely focused on male rulers, leaving female leadership relatively underexplored. This study examines the leadership of Ratu Mas Jaintan in the Sukadana–Landak Kingdom from a socio-economic historical perspective. The research employs a historical method with an interdisciplinary approach integrating social and economic analysis. Data were collected from manuscripts, archival documents, artifacts, oral traditions, and previous studies, supported by field research and analyzed through historical criticism and comparative analysis. The findings show that Ratu Mas Jaintan played a significant role in shaping the socio-economic life of the kingdom by promoting open trade, regulating the use of natural resources such as diamonds and gold, and supporting agricultural activities. These policies strengthened regional trade networks while maintaining social stability and cultural continuity. This study contributes to the historiography of Southeast Asian history by highlighting the strategic role of female leadership in managing economic networks and political authority in Malay kingdoms. It also provides broader implications for understanding gender and power relations in historical governance and the importance of female leadership in socio-economic development in early Southeast Asian societies. Abstrak: Kajian tentang sejarah kerajaan-kerajaan Melayu di Kalimantan Barat selama ini sebagian besar berfokus pada penguasa laki-laki, sehingga kepemimpinan perempuan relatif kurang dieksplorasi. Penelitian ini mengkaji kepemimpinan Ratu Mas Jaintan di Kerajaan Sukadana–Landak dari perspektif sejarah sosial-ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan analisis sosial dan ekonomi. Data dikumpulkan dari naskah, dokumen arsip, artefak, tradisi lisan, serta studi terdahulu, yang didukung oleh penelitian lapangan dan dianalisis melalui kritik sejarah serta analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ratu Mas Jaintan memainkan peran penting dalam membentuk kehidupan sosial-ekonomi kerajaan dengan mendorong perdagangan terbuka, mengatur pemanfaatan sumber daya alam seperti berlian dan emas, serta mendukung aktivitas pertanian. Kebijakan-kebijakan tersebut memperkuat jaringan perdagangan regional sekaligus menjaga stabilitas sosial dan keberlanjutan budaya. Penelitian ini memberikan kontribusi pada historiografi Asia Tenggara dengan menyoroti peran strategis kepemimpinan perempuan dalam mengelola jaringan ekonomi dan otoritas politik di kerajaan Melayu. Selain itu, penelitian ini juga memberikan implikasi yang lebih luas dalam memahami relasi gender dan kekuasaan dalam tata kelola sejarah, serta pentingnya kepemimpinan perempuan dalam pembangunan sosial-ekonomi pada masyarakat awal Asia Tenggara.
Strategic Management of Psychological Contract Breach in the Gig Economy: Evidence from Grab Indonesia Raziki Waldan; Johari Bin Abdullah
AKTIVA: Journal of Accountancy and Management Vol. 4 No. 1 (2026): Aktiva: Journal Of Accountancy and Management
Publisher : Faculty Of Islamic Economics and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/aktiva.v4i1.3480

Abstract

Research Purpose: This study aims to identify and analyze the impact of psychological contract breach (PCB) on the performance and job satisfaction of driver-partners at PT. Grab, Pontianak Perdana Branch.Method: The research method used was in-depth interviews with company management and driver-partners.Research Finding: The results indicate that PCB occurs due to a discrepancy between the initial promises made by the company regarding incentives and bonuses and the reality experienced by the driver-partners. The primary factors contributing to PCB include ineffective communication, poorly communicated policy changes, and inadequate technical support. PCB has a significant negative impact on the motivation and performance of driver-partners, as evidenced by decreased productivity and a high level of complaints.Novelty: The implications of this study highlight the importance for companies to enhance communication transparency, maintain consistency in policies, and improve technical support and safety assurance programs. The novelty of this research lies in its focus on a tech startup in a city with an industrial development that differs from other major cities in Indonesia, namely Pontianak.  Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak pelanggaran kontrak psikologis (Psychological Contract Breach/PCB) terhadap kinerja dan kepuasan kerja mitra pengemudi di PT. Grab Cabang Perdana Pontianak. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan manajemen perusahaan dan mitra pengemudi.Temuan Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa PCB terjadi akibat ketidaksesuaian antara janji awal perusahaan terkait insentif dan bonus dengan kenyataan yang diterima oleh para mitra pengemudi. Faktor utama yang menyebabkan PCB adalah komunikasi yang kurang efektif, perubahan kebijakan yang tidak disosialisasikan dengan baik, dan dukungan teknis yang kurang memadai. PCB berdampak negatif signifikan terhadap motivasi dan kinerja mitra pengemudi, yang ditunjukkan melalui penurunan produktivitas dan tingginya tingkat keluhan.Kebaruan: Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya perusahaan untuk meningkatkan transparansi komunikasi, konsistensi dalam kebijakan, serta memperbaiki dukungan teknis dan program jaminan keselamatan kerja. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokusnya pada perusahaan startup teknologi di kota dengan perkembangan industri yang berbeda dari kota besar lainnya di Indonesia, yaitu Pontianak.