Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL ENGGANO

TUTUPAN KARANG LUNAK DI PERAIRAN DESA PANDANGA KABUPATEN PULAU MOROTAI Kismanto Koroy; Nurafni Nurafni; Nurman Husain
JURNAL ENGGANO Vol 5, No 1
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.347 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.5.1.53-63

Abstract

Terumbu karang memiliki keunikan diantara asosiasi atau komunitas lautan yang seluruhnya dibentuk oleh kegiatan biologis. Umumnya terdapat karang keras (hard coral) dan karang lunak (soft coral). Karang lunak (Octocorallia, Alcyonacea) merupakan hewan anggota Colenterata yang hidup di perairan dangkal tropis dan subtropis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karang lunak, dan menganalisis persen tutupan terumbu karang pada daerah rataan dan daerah tubir di perairan Desa Pandanga, Kabupaten Pulau Morotai. Penelitian ini dilakukan pada bulan November - Desember 2019. Pengambilan data karang menggunakan metode LIT, dengan menetapkan 4 (empat) stasiun pengamatan masing-masing stasiun yang dibagi menjadi 2 (dua) daerah yaitu pada daerah tubir dan rataan. Setiap lifeform karang yang dilewati transek di dokumentasi dalam bentuk gambar yang selanjutnya akan diidentifikasi dan menghitung persentase tutupan karang lunak. Hasil penelitian menunjukan karang lunak yang ditemukan sebanyak 7 (tujuh) genus yaitu Sinularia, Isis, Cladiella, Lobophytum, Sarcophyton, Klyxum, dan Rumphella. Hasil analisis persen tutupan tertinggi untuk semua stasiun terdapat pada genus Sinularia (20,6%) di daerah tubir, sedangkan pada daerah rataan dengan persentase tertinggi terdapat pada genus Lobophytum (8,0%).SOFT CORAL COVERAGE IN PANDANGA VILLAGE WATERS, MOROTAI ISLAND REGENCY. Coral reefs are unique among oceanic associations or communities that are entirely formed by biological activities. Generally there are hard corals and soft corals. Soft corals Octocorallia, Alcyonacea) are members of the Colenterata that live in tropical and subtropical shallow waters. The aim of this study was to identify soft corals and analyze the percent cover of coral reefs in the flat areas and slope areas in the waters of Pandanga Village, Morotai Island Regency. This research was conducted in November - December 2019. The collection of coral data using the LIT method, by determine 4 (four) observation stations of each station which are divided into 2 (two) regions that in reef flat areas and reef slope areas. Each coral lifeform crossed by a transect is in the form of an image which will then be identified and calculate the percentage of soft coral cover. The results showed that there were 7 (seven) genera of soft corals Sinularia, Isis, Cladiella, Lobophytum, Sarcophyton, Klyxum, and Rumphella. The results of the highest percent cover analysis for all stations are in the genus Sinularia (20.6%) in the flat area, in reef flat areas the highest percentage in the genus Lobophytum (8.0%).
ANALISIS KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG EKOSISTEM TERUMBU KARANG SEBAGAI EKOWISATA BAHARI DI PULAU DODOLA KABUPATEN PULAU MOROTAI Kismanto Koroy; Nurafni Nurafni; Muamar Mustafa
JURNAL ENGGANO Vol 3, No 1
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.268 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.3.1.52-64

Abstract

Ekosistem terumbu karang merupakan salah satu sumberdaya potensial wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang memiliki nilai ekonomi dan ekologi. Pemanfaatan ekosistem terumbu karang untuk suatu kawasan wisata tanpa mempertimbangkan kapasitas daya dukung lingkungan dapat mendorong penurunan fungsi terumbu karang secara kompleks. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persentase tutupan terumbu karang yang ada di Pulau Dodola, mengetahui indeks kesesuaian wisata dan daya dukung kawasan di Pulau Dodola untuk kegiatan wisata bahari kategori wisata diving. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2017 sampai bulan Januari 2018. Metode yang digunakan yaitu: Line Intercept Transect (LIT) dan Underwater Visual Census (UVC). Sedangkan kesesuaian dan daya dukung kawasan (DDK) diketahui dengan menggunakan analisis kesesuaian dan daya dukung kawasan. Hasil penelitian menunjukan, persentase nilai tutupan karang hidup Pulau Dodola berada pada kategori sangat baik dengan persentase nilai rata-rata tutupan karang hidup dari ketiga stasiun pengamatan sebesar 85%. Indeks kesesuaian wisata (IKW) untuk jenis wisata diving  Pulau Dodola berada pada kategori kelas S1 dan S2. Kategori kelas S1 terdapat pada stasiun II dengan persentase nilai IKW sebesar 83.3% sementara kategori kelas S2  (sesuai) terdapat pada stasiun I dan III dengan persentase nilai IKW hanya mencapai 70.4% dan 81.5%. Daya dukung kawasan (DDK) Pulau Dodola untuk jenis wisata diving memiliki kapasitas daya tampung pengunjung sebesar 153 orang per hari.