Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PROTECTION OF FEMALE MIGRANT WORKERS: AN ANALYSIS OF POWER HEGEMONY BETWEEN INDONESIA AND SAUDI ARABIA Fenny Kusuma Dewi; Meidi Kosandi
DIA: Jurnal Administrasi Publik Vol. 23 No. 01 (2025): PUBLIC ADMINISTRATION
Publisher : Program Studi Doktor Ilmu Administrasi, FISIP, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/dia.v23i01.10972

Abstract

This study examines the hegemony of power and protection policies for female migrant workers through a case study of Indonesia and Saudi Arabia. Since the 1970s, the oil boom in Saudi Arabia has increased the demand for migrant workers, including those from Indonesia. The Kafala system implemented in Saudi Arabia gives employers full control over migrant workers, often leading to exploitation and human rights abuses. This study explores how the hegemony of power and economic factors influence the protection of female migrant workers. Using a qualitative approach, this research collects data through in-depth interviews and policy document analysis. The findings show that despite efforts by the Indonesian government to protect female migrant workers, the hegemony of power in Saudi Arabia and exploitative economic structures remain major obstacles. This study highlights the need for reform of the Kafala system and increased bilateral cooperation between Indonesia and Saudi Arabia to ensure better protection for female migrant workers. These findings make an important contribution to the literature on labor migration and protection policies and offer practical recommendations for policymakers in both countries.
Masalah Identifikasi dan Karakteristik Perdagangan Orang di Kalimantan Barat Evida Kartini; Meidi Kosandi
Jurnal HAM Vol 11 No 3 (2020): Edisi Desember
Publisher : Badan Strategi Kebijakan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30641/ham.2020.11.333-352

Abstract

Tulisan ini menjelaskan fenomena kejahatan perdagangan orang sebagai salah satu kejahatan terhadap Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Kasus-kasus kejahatan dan korban perdagangan orang di Kalimantan Barat cenderung tetap banyak dari tahun ke tahun, terlepas dari usaha keras pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memeranginya. Sulitnya melakukan identifikasi terhadap praktik kejahatan dan korban pada saat kejahatan perdagangan orang sedang berlangsung membuat usaha untuk menindak dan mencegahnya menjadi semakin sulit. Manfaat praktis dari riset ini adalah menyediakan informasi berbasis riset empiris tentang faktor-faktor yang menghambat pencegahan dan penanganan kejahatan perdagangan orang. Riset kualitatif melalui studi dokumen dan wawancara mendalam yang dilakukan di Kalimantan Barat selama 2017-2018 menghasilkan beberapa temuan menarik mengenai masalah identifikasi dan karakteristik perdagangan orang di Kalimantan Barat. Sebagai daerah jalur transit dan pemasok korban, pengawasan dan identifikasi sulit dilakukan karena faktor geografis dan institusional. Selain itu, karakteristik jejaring pelaku kejahatan dan operasinya yang cenderung normal menambah sulit identifikasi, dan pada gilirannya menambah sulit pula penindakan maupun pencegahan kejahatan perdagangan orang di Kalimantan Barat. Artikel ini merekomendasikan pendekatan identifikasi dan pencegahan yang berbasis komunitas, serta peningkatan kapasitas institusional lembaga-lembaga pemerintah yang terkait dengan penanganan serta pencegahan perdagangan orang.