Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Politik Dinasti dalam Seleksi Kandidat Calon Anggota Legislatif: Studi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di DPRD DKI Jakarta pada Pemilu 2024 Prakoso, Amriyono; Kosandi, Meidi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i9.16465

Abstract

Politik dinasti adalah fenomena dalam sistem demokrasi di mana kekuasaan politik diwariskan dalam keluarga. Fenomena ini terlihat di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Filipina, Bangladesh, dan Indonesia. Politik dinasti adalah kekuasaan yang menguntungkan keluarga tertentu dalam memperoleh suara pemilihan, bisa juga disebut sebagai strategi pewarisan kekuasaan. Faktor yang mempengaruhi munculnya politik dinasti meliputi kualitas kepemimpinan, kelemahan partai politik, celah regulasi, dan penguasaan oleh oligarki. Di Indonesia, politik dinasti berkembang pesat di tingkat lokal dan nasional, didukung oleh desentralisasi dan reformasi politik. Partai politik memiliki peran dominan dalam mendukung politik dinasti melalui proses rekrutmen dan pencalonan. Meskipun politik dinasti sering dianggap merusak makna demokrasi dan mendorong korupsi, penelitian menunjukkan bahwa ada kepuasan terhadap kinerja dinasti politik di daerah tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses seleksi calon legislatif dari keluarga dinasti di partai politik, dengan fokus pada Pemilu 2024 dan pola seleksi yang diterapkan oleh PDI Perjuangan. Penelitian ini menggunakan data dari hasil wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu masih ditemuinya calon anggota legislatif yang berasal dari partai politik yang terafiliasi dengan keluarga pengurus partai dan pejabat publik, menjadi fenomena yang tidak dapat terpisahkan dari pemilu ke pemilu.
The Impact of Political Institutionalization Issues Within the United Development Party (PPP) Following the Change of the General Chairperson in 2022 on Internal Solidarity in the 2022 Simultaneous Selections Tegar Putra Munggaran; Meidi Kosandi
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 23 No. 3 (2025): Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63309/dialektika.v23i3.845

Abstract

This research want to investigates the impact of political institutionalization issues, specifically the contentious leadership change in 2022 (from Suharso Monoarfa to Mardiono), on the internal solidarity of the United Development Party (Partai Persatuan Pembangunan/PPP) leading up to the 2024 General Election in Indonesia. Political parties are critical pillars in a democratic system, and their institutional strength determines their effectiveness. However, PPP’s history is marred by recurring internal conflicts that challenge its institutional stability. This research employs a qualitative approach with a case study design, collecting data through in-depth interviews with key party elites, regional functionaries, and document analysis. The findings reveal that the abrupt and controversial replacement of the Chairman severely undermined internal solidarity, manifesting as deep divisions, erosion of trust, and fragmented support at the grass roots. These internal institutional problems directly contributed to PPP's failure to meet the parliamentary threshold in the 2024 election. The study concludes that neglecting robust institutionalization processes, particularly during leadership transitions, severely compromises a party's electoral viability and long-term stability