Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Potensi Neptunia oleracea Lour. pada fitoremediasi drainase asam tambang batubara Rika Nasution; Singgih Tri Wardana; Nina Tanzerina; Sri Pertiwi Estuningsih; Juswardi Juswardi
Sriwijaya Bioscientia Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1124.275 KB) | DOI: 10.24233/sribios.1.2.2020.190

Abstract

Environmental problems in coal mining activities include acid mine drainage (AMD). Efforts to overcome the impact of AMD waste can be done by means of phytoremediation. Neptunia oleracea Lour. is one type of aquatic plant that has the potential to adapt and accumulate heavy metals. So it is necessary to do research with the aim of knowing the potential of N. oleracea in AMD phytoremediation. The phytoremediation potential of N. oleracea used a completely randomized design (CRD): without AMD as control (0%), with AMD concentrations of 25%, 50%, 75% and 100%. The results showed that N. oleracea has the potential to increase pH by 0.0322/day and reduce Fe content by 0.4760 mg/l/day, Mn 0.5776 mg/l/day, sulfate 0.4809 mg/l/day and reduce TSS by 0.0818 mg/l/day, at 100% AMD concentration. It can be concluded that N. oleracea has potential as an AMD phytoremediation agent to be developed in system constructed wetlands (CWs).
Peran antioksidan asam organik pada Eleocharis dulcis (Burm.f.) Trin. ex Hesch. sebagai respons terhadap cekaman logam pada fitoremediasi air asam tambang batubara Juswardi Juswardi; Wisnu Mukti; Nina Tanzerina; Endri Junaidi; Singgih Tri Wardana
Sriwijaya Bioscientia Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.3.1.2022.340

Abstract

Penambangan batubara dengan sistem penambangan terbuka menghasilkan air asam tambang (AAT), dengan pH yang rendah < 4 yang menyebabkan kelarutan logam yang tinggi. Limbah AAT dapat diolah menggunakan metode fitoremediasi dengan sistem lahan basah. Proses fitoremediasi pada AAT dapat menyebabkan cekaman pada Eleocharis dulcis (Burm.f.) Trin. ex Hunsch. Respons adaptasi terhadap cekaman AAT pada E. dulcis adalah sintesis asam sitrat AS) dan asam askorbat (AAs) sebagai antioksidan non-enzimatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan dan fungsi asam sitrat dan asam askorbat dalam fitoremediasi AAT pada kondisi lahan basah 01 Airlaya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada E. dulcis di bawah cekaman AAT pada lahan basah, ditemukan kandungan asam sitrat 124,94 ppm dan asam askorbat 21 ppm pada akar. Kemudian pada daunnya kandungan asam sitrat 135 ppm dan asam askorbat 109 ppm. Kualitas AAT, pada inlet hingga outlet pH meningkat menjadi 6 sehingga sesuai dengan baku mutu lingkungan. Konsentrasi logam Fe dan Mn pada AAT juga mengalami penurunan dari inlet ke outlet. Konsentrasi Fe dari AAT pada outlet adalah 0 ppm dan untuk Mn 5,29 ppm. Konsentrasi Fe di outlets telah memenuhi baku mutu lingkungan, namun, logam Mn belum memenuhi baku mutu lingkungan. Sedimen lahan basah diperoleh konsentrasi Fe sebesar 391,56 ppm dan Mn sebesar 28,56 ppm. Pengukuran kandungan asam sitrat dan asam askorbat sebagai antioksidan non enzimatik dapat digunakan sebagai respons adaptasi dan sebagai evaluasi keberhasilan E. dulcis dalam fitoremediasi AAT pada lahan basah buatan.
Respons pertumbuhan rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Var. Rubrum) pada perendaman auksin dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Singgih Tri Wardana; Juswardi Juswardi; Nanda Lian Ade Rama
Sriwijaya Bioscientia Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.2.2.2021.354

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinale Var. Rubrum) merupakan tanaman yang memiliki manfaat sebagai bahan obat herbal pencegahan COVID-19. Salah satu kendala dalam budidaya jahe merah terdapat pada masa dormansi jahe merah yaitu selama 2-4 minggu. Masa dormansi jahe merah yang panjang menyebabkan penurunan hasil produksi rimpang jahe merah. Zat pengatur tumbuh auksin dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) memiliki fungsi sebagai pemacu pertumbuhan. Rancangan Penelitian yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing masing perlakuan dilakukan 6 kali pengulangan. Variabel pengamatan yaitu persentase rimpang tumbuh tunas, persentase rimpang tumbuh akar, jumlah tunas, jumlah akar, tinggi tunas, panjang akar, waktu muncul tunas dan jumlah daun. Data pertumbuhan rimpang jahe merah dianalisis dengan menggunakan ANOVA (Analysis of Varian). Apabila perlakuan berpengaruh nyata, maka akan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan pada α = 0,05. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan hasil lebih baik pada kombinasi auksin dan PGPR terhadap rata rata jumlah tunas 1,16, rata rata jumlah daun 0,83, waktu muncul tunas yang singkat yaitu 8,00 HST dan rata rata tinggi tunas 4,63 cm. Perendaman auksin lebih baik terhadap rata rata jumlah akar yaitu 1,00 dan rata rata panjang akar 1,68 cm,. Persentase rimpang tumbuh tunas lebih baik pada perendaman auksin dan PGPR yaitu 100%. Persentase rimpang tumbuh akar lebih baik pada perendaman auksin yaitu 83,3%. Kesimpulan penelitian didapatkan kombinasi perendaman auksin dan PGPR memberikan pengaruh lebih baik pada pertumbuhan rimpang jahe merah. Perendaman auksin dan PGPR dapat dilakukan penelitian lebih lanjut dengan konsentrasi auksin lebih tinggi untuk mendapat hasil optimal dalam memacu akar rimpang jahe merah.
Aktivitas enzim antioksidan pada akar Sonneratia caseolaris (L.) Engl. dalam fitoremediasi logam berat di Pulau Payung Sumatera Selatan Afifah Thohiroh; Singgih Tri Wardana; Syafrina Lamin; Sarno Sarno; Juswardi Juswardi
Sriwijaya Bioscientia Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.2.3.2021.362

Abstract

Pencemaran logam berat di sungai salah satunya berasal dari limbah industri dan akan terakumulasi pada biota perairan. Upaya untuk mengatasinya melalui proses fitoremediasi menggunakan tumbuhan mangrove S. caseolaris. Proses fitoremediasi logam berat dapat menyebabkan cekaman bagi S. caseolaris dan meningkatkan radikal bebas. Respons adaptasi S. caseolaris berupa perubahan aktivitas enzim antioksidan meliputi peroksidase (PO), polifenol oksidase (PPO), dan katalase (CAT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas enzim antioksidan berupa PO, PPO, dan CAT sebagai respons adaptasi S. caseolaris dalam fitoremediasi logam berat di Pulau Payung Sumatera Selatan. Proses pengambilan sampel menggunakan metode convenience sampling. Pengukuran kadar logam berat Pb dan Cu menggunakan metode spektrofotometri serapan atom. Penentuan aktivitas dari PO dengan substrat hidrogen peroksida dan pirogalol; PPO dengan substrat pirogalol; dan CAT dengan substrat hidrogen peroksida menggunakan metode spektrofotometri uv-vis dengan panjang gelombang pada masing-masing enzim berturut-turut 420 nm; 420 nm; dan 240 nm. Analisis data yang digunakan berupa data kuantitatif yang disajikan dengan analisis pemusatan data rata-rata dan standar deviasi. penelitian yang telah dilakukan, aktivitas enzim antioksidan diperoleh masing-masing dengan aktivitas PO 45,78 U/mg protein/menit; aktivitas PPO 109,05 U/mg protein/menit; dan aktivitas CAT 32,02 U/mg protein/menit. Aktivitas enzim antioksidan PO, PPO, dan CAT merupakan respons adaptasi S. caseolaris yang disebabkan oleh pengaruh akumulasi (fitoremediasi) logam berat Pb dan Cu pada sedimen dan berfungsi menangkal Reactive Oxygen Species (ROS) yang terbentuk.
Keragaman dan Potensi Tumbuhan Pakan Kerbau Rawa (Bubalus bubalis L.) di Tanjung Senai Ogan Ilir, Sumatera Selatan Putri Kartikawati; Dwi Puspa Indriani; Juswardi Juswardi
SPIZAETUS: JURNAL BIOLOGI DAN PENDIDIKAN BIOLOGI Vol 4, No 1 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i1.112

Abstract

Rawa lebak di Tanjung Senai, Ogan Ilir, Sumatera Selatan memiliki fauna yang menjadi daya tarik karena keunikannya ialah kerbau rawa. Untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata keberadaan dari kerbau rawa perlu dipertahankan, sehingga ketersediaan pakan penting untuk diketahui sebagai upaya mengetahui daya dukung kawasan penggembalaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman, kelimpahan dan potensi tumbuhan pakan kerbau rawa, sebagai upaya pengembangan ekowisata terkait dengan daya dukung kawasan penggembalaan kerbau rawa di Tanjung Senai. Penentuan lokasi pengamatan dilakukan secara purposive sampling dengan membuat 10 plot berukuran 1x1 m yang terbagi menjadi 5 plot pada lokasi rawa dan 5 plot pada lokasi darat. Analisis data meliputi keanekaragaman, kelimpahan dan potensi tumbuhan pakan. Berdasarkan hasil penelitian, jenis tumbuhan pakan kerbau rawa di Tanjung Senai berasal dari famili Cyperaceae yaitu Eleocharis geniculata (L.) Roem. & Schult., Eleocharis dulcis (Burm. f.) Trin. ex Hensch., dan Fimbristylis schoenoides (Retz.) Vahl., dan Poaceae adalah Paspalum eglume Morrone & Zuloaga dan Paspalum vaginatum Sw. Nilai kerapatan pada jenis tumbuhan E. geniculata, E. dulcis, F. schoenoides, dan P. eglume pada lokasi rawa dalam kategori melimpah, kecuali jenis P. vaginatum pada lokasi rawa memiliki nilai kerapatan dalam kategori sesekali, sedangkan pada lokasi darat memiliki nilai dalam kategori melimpah. Nilai indeks keanekaragaman, indeks kekayaan, dan indeks kemerataan tumbuhan pakan kerbau rawa pada lokasi rawa lebih tinggi dari lokasi darat. Tumbuhan pakan kerbau rawa pada musim kemarau cukup tersedia dengan jumlah total ketersediaan 5.481,1kg/ha dengan produksi 1.165,1kg/ha. Berdasarkan kerapatan, indeks keanekaragaman, kekayaan, kemerataan, ketersediaan dan produksi tumbuhan pakan kerbau rawa maka jenis tumbuhan yang ada di Tanjung Senai cukup berpotensi sebagai pakan kerbau rawa.
Pelatihan dan Pendampingan Pembuataan Pakan Ikan Berbasis Tepung Maggot BSF Hermentia illucens L (Diptera: Stratiomyidae) Syafrina Lamin; Juswardi Juswardi; Nina Tanzerina; Agus Purwoko; Muharni Muharni
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Maret 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/altifani.v3i2.358

Abstract

Pakan ikan berbasis tepung maggot merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kelangkaan dan tingginya harga pakan ikan komersial. Kegiataan pengabdian ini bertujuan untuk  melakukan pelatihan, pendampingan dan mmelatih ketrampilan khalayak sasaran  dalam membuat pakan ikan berbasis tepung maggot BSF Hermentia illucens.  Kegiataan ini  diikuti oleh 27 ibu-ibu kelompok PKK. Kegiataan ini menggunakan metode penyuluhan, pembimbingan dan demontrasi dan pelatihan seperti teknik pemeliharaan, pembuatan media tumbuh maggot, teknik pemanenan dan teknik pembuatan tepung BSF serta pembuataan pakan ikan. Kegiataan ini memberikan hasil yang memuaskan dilihat dari semangat dan antusias peserta dalam bertanya dan dari hasil quisioner yang diberikan. Terjadi peningkatan pengetahuan peserta dari yang tidak tahu menjadi mengerti dari 60-100 %. Peserta dapat melakukan teknik pemeliharaan maggot, pembuataan tepung dan percetakkan pakan sebanyak 60 sampai 100 %, Tingkat kepuasaan akan produk meliputi kurang suka, suka dan sangat suka terhadap  bentuk, bau dan manfaatnya berkisar antara 20-90%. Kegiataan ini ternyata telah  memberikan tambahan ilmu pengetahuan dan pemahaman serta membuat khalayak sasaran trampil dalam membuat pakan ikan berbasis tepung  maggot BSF, ada keinginan kuat dari peserta untuk membuat pakan ikan berbasis tepung maggot secara mandiri.
Aktivitas Enzim Antioksidan Pada Akar Eleocharis dulcis (Burm.F.) Trin. Ex Henschel Dalam Fitoremediasi Air Asam Tambang Batubara Di Wetland Air Laya 02 Wike Agung Safitri; Juswardi Juswardi
Journal of Natural Sciences Vol 4, No 1 (2023): Journal of Natural Sciences Maret
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jonas.v4i1.333

Abstract

Acid mine drainage (AMD) formed from open pit mining can cause environmental impacts if discharged directly into the waters because it has a low pH and contains heavy metals. Attempts to neutralize the pH and absorb heavy metals in AMD can be carried out by means of phytoremediation using Eleocharis dulcis (Burm.f.) Trin. Ex Henschel. This study aims to determine the activity of PO, PPO, and CAT on the roots of E. dulcis in AMD phytoremediation and evaluate the success of AMD phytoremediation. Sampling using convenience sampling method. Measurement of metal content of Fe and Mn with atomic absorption spectrophotometer (AAS). Protein extraction using refrigerated centrifugation, measurement of total protein content with BSA, and activity of PO, PPO and CAT using a uv-vis spectrophotometer. Based on research that has been done, E. dulcis is able to increase the pH from 5.6 to 7.7 and reduce Fe levels from 7.88 mg/l to 0.25 mg/l, Mn 1.71 mg/l to 0.75 mg /l. The physiological response shown by E. dulcis in AMD phytoremediation was an increase in antioxidant enzyme activity PO 178.98 U/mg protein/minute, PPO 388.96 U/mg protein/minute and CAT 184.34 U/mg protein/minute. Based on research, E. dulcis is a plant that is tolerant to pH stress and heavy metals, so it has the potential to be used in AMD phytoremediation.
Pelatihan Pembuatan Teh dari Daun Labu Kuning (Cucurbita maxima) dalam Upaya Pencegahan Penyakit Degeneratif Salni Salni; Juswardi Juswardi; Endri Junaidi; Mustafa Kamal; Hanifa Marisa; Ferlinahayati Ferlinahayati
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Maret 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/altifani.v3i2.377

Abstract

Penyakit degenerative seperti tekanan darah tinggi, jantung koroner, diabetes, maag dan kanker banyak diderita oleh masyarakat Indonesia.  Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan Pelatihan pembuatan teh dari daun labu kuning (Cucurbita maxima Duch.) dalam upaya pencegahan penyakit degeneratif. Kegiatan dilakukan di desa Tanjung seteko, kecamatan Indralaya, Ogan Ilir. Khalayak sasaran adalah ibu-ibu dan remaja putri. Kegiatan dilakukan dalam tiga tahap yaitu (i) Penyuluhan tentang pentingnya menjaga kesehatan khususnya mengenai penyakit degeneratif seperti jantung coroner, tekanan daraah tinggi, kolesterol, diabetes, maag, kanker, (ii) Pelatihan cara membuat teh dari daun labu kuning dan penggunaannya, dan (iii) Evaluasi produk yang dibuat masyarakat dan keberlanjutan kegiatan. Evaluasi kegiatan dilakukan untuk mengetahui tindak lanjut dari keberhasilan iptek yang telah diberikan. Indikator keberhasilan adalah sejauh mana masyarakat memahami dan menggunakan iptek yang diberikan. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit degeneratif, pencegahan dan penyembuhannya. Selain itu meningkatnya keterampilan masyarakat dalam membuat teh dari daun labu kuning.
Content of Chlorophyll, Antioxidants, and Metabolite Compounds in the Leaf Development Stage of Murraya koenigii (L.) Spreng Juswardi Juswardi; Salsabila Ulya
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 3 (2023): July - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i3.4869

Abstract

Murraya koenigii (L.) Spreng is often known as Temurui or Curry as a local name in Indonesia, and has long been used in medicine and has as a potential as a multi-medicinal plant. Temurui as a producer of bioactivity has the antioxidant properties. This is due to the presence of metabolite compounds contained in the leaves of the Temurui plant. Leaves are organs that are always growing where chemical components such as chlorophyll in the leaves will also develop thereby affecting leaf metabolism in plants. This study aims to determine the contens of chlorophyll, contens of antioxidants and metabolite compounds in Temurui leaves at the level of leaf development. Different leaf extractions are also used to measure the antioxidant, chlorophyll content and metabolite compounds found in Temurui leaves. The research results obtained on young, and old Temurui leaves obtained a total of 3 groups of dominant compounds, terpenoids, organic acids and esters, and mature leaves not find ester compound. The level of leaf development affects the contents of antioxidants and chlorophyll contents. Chlorophyll content in mature leaves was 44.60ug/ml, young leaves were 41.28ug/ml and old leaves were 30.27ug/ml while antioxidant contents in young leaves were 8.949ppm, mature leaves were 8.85ppm and old leaves were 8.429ppm.
Komposisi, Keragaman dan Struktur Vegetasi Rawa Lebak Tanjung Senai, Ogan Ilir, Sumatera Selatan Putri Afriani; Juswardi Juswardi; Hanifa Marisa
SPIZAETUS: JURNAL BIOLOGI DAN PENDIDIKAN BIOLOGI Vol 4, No 2 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i2.167

Abstract

Tanjung Senai Ogan Ilir Sumatera Selatan merupakan kawasan rawa lebak musiman yang unik, mempunyai banyak potensi seperti perikanan, peternakan, pertanian, perkebunan dan ekowisata. Potensi yang menarik untuk dikembangkan pada kawasan ini salah satunya yaitu potensi ekowisata dengan aspek flora, fauna dan landscape. Upaya untuk mempertahankan fungsi ekologis dan memanfaatkan potensi yang ada di rawa kawasan Tanjung Senai Ogan Ilir secara berkelanjutan maka aspek flora perlu dikaji lebih lanjut dengan penelitian, karena keanekaragaman flora belum banyak dieksplorasi pada kawasan rawa dengan karakteristik tergenang secara musiman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komposisi, keragaman dan struktur jenis-jenis tumbuhan penyusun rawa lebak Tanjung Senai Ogan Ilir. Komposisi vegetasi rawa lebak Tanjung Senai Ogan Ilir disusun oleh 9 spesies tumbuhan yang terdiri dari 6 famili diantaranya famili Cyperaceae terdapat 3 spesies, Poaceae terdapat 2 spesies, Loganiceae, Myrtaceae, Phyllanthaceae, dan Rubiaceae masing-masing terdapat 1 spesies. Keragaman vegetasi rawa lebak Tanjung Senai Ogan Ilir termasuk kategori rendah dengan nilai indeks keanekaragaman (H’) 0.72. Struktur vegetasi rawa lebak Tanjung Senai dikuasai oleh tumbuhan tingkat tiang yaitu Melaleuca cajuputi Powell (dengan nilai penting 218,6%), tingkat pancang Hymenocardia punctata Wall. ex Lindl. (178,5%) dan tingkat semai Fimbristylis acuminata Valh. (150,1%). Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan komposisi, keragaman dan struktur vegetasi rawa lebak Tanjung Senai maka dalam pengelolaan, pengembangan dan pemanfaatannya harus memperhatikan fungsi ekologis kawasan tersebut.