Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Rancangan Teknik Interpolasi Jst-Langsung Global Pada Digital Terrain Model Octavianus Cakra Satya
Jurnal Penelitian Sains No 9 (2001)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.741 KB) | DOI: 10.56064/jps.v0i9.346

Abstract

Pada penelitian ini telah dirancang suatu teknik interpolasi menggunakan jaringan syaraf tiruan (JST) yang dapat melakukan interpolasi pada Digital Terrain Model, yang dinamakan Teknik JST Langsung-Global.Teknik JST Langsung Global melakukan interpolasi 3 dimensi secara langsung dengan penelitian data secara global. Teknik JST ini menggunakan kaidah belajar propagasi balik dengan algoritma Levenberg-Marquardt.Pelatihan dan pengujian JST terhadap DMT yang diperoleh dari model yang diturunkan dari data terrain sesungguhnya yaitu berupa daerah 1, daerah 2 dan daerah 3 dengan perbedaan tinggi meksimum masing-masing 5000 m, 10000 m dan 2000 m.Secara umum hasil interpolasi DMT Irregular oleh teknik JST Langsung-Global lebih baik dari metoda Kuadrat Terkecil dan metode Permukaan Bergerak. Teknik JST Langsung-Global memberikan hasil yang lebih baik pada terrain yang memiliki kemiringan linier seperti pada terrain Daerah 2.
PENENTUAN KOEFISIEN UNTUK PERHITUNGAN SUHU UDARA RATA-RATA HARIAN DATA STASIUN KLIMATOLOGI PALEMBANG Arsali Arsali; Octavianus Cakra Satya; Supardi Supardi; Indra Purna
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15467.21 KB) | DOI: 10.31172/jmg.v16i1.260

Abstract

Stasiun pengamatan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggunakan data pengukuran suhu udara pada pukul 07.00 (T07), 13.00 (T13), dan 18.00 (T18) waktu setempat setiap hari untuk keperluan data sinoptik meteorologi/klimatologinya. Data tersebut ditetapkan sebagai Kelompok Data Utama (KDU) guna menentukan suhu udara rata-rata harian (operasional), berdasarkan formula Top = ½ T07 + ¼ T13 + ¼ T18, di mana bilangan  ½, ¼, dan ¼ adalah Kumpulan Nilai Koefisien (KNK) dengan urutan dan nilai masing-masing komponennya menyatakan bobot yang bersesuaian dengan urutan dari komponen data pada KDU terkait. Perumusan ulang formula di atas menggunakan metoda Least Square ternyata memunculkan lebih banyak pilihan KNK yang mungkin. Sementara itu, dari data suhu udara tiap jam yang terukur pada Automatic Weather Station (AWS) di Stasiun Klimatologi BMKG Kota Palembang selama tahun 2007 dan dari Desember 2010 sampai dengan Nopember 2011 formula Least square mengusulkan KNK = {0.46, 0.23, 0.31} yang, bila dibandingkan dengan nilai rata-rata sebenarnya, menghasilkan nilai suhu udara rata-rata harian lebih baik daripada hasil perhitungan dengan formula di atas, dengan koefisien korelasi = 0.87±0.05 terhadap 0.85±0.06, simpangan rata-rata = (0.01±0.09)°C terhadap (0.03±0.09)°C, simpangan mutlak rata-rata = (0.35±0.05)°C terhadap (0.37±0.06)°C, dan simpangan akar kuadrat rata-rata = (0.44±0.07)°C terhadap (0.47±0.08)°C.Agency for Meteorology, Climatology, and Geophysics (BMKG) weather stations use three times daily air temperature measurements at 07.00 (T07), 13.00 (T13), and 18.00 (T18) local times for their synoptic meteorological or climatological data. These measured data are assigned as a Primary Data Set (KDU) and used to determine (operational) daily mean air temperature (Top,) based on a formula (mentioned as BMKG formula) Top = ½ T07 + ¼ T13 + ¼ T18, where ½, ¼, and ¼ are a Collection of Coefficient Values (KNK). The orders and values of each component of KNK state weights which are suitable to the sequence of data components from related KDU. Reformulation of the formula above using the least square method gave more options for possible KNK. Applying the least square method to hourly air temperature data measured by Automatic Weather Station (AWS) in Palembang Climatological Station during 2007 and from December 2010 to November 2011 produced a KNK of {0.46, 0.23, 0.31} which gave values of daily mean air temperature closer to the true mean than the Top obtained by formula above (BMKG formula). Comparisons of correlation coefficients, mean errors, absolute mean errors and root mean square errors between the results of a proposed formula against a BMKG formula were: 0.87±0.05 vs 0.85±0.06; (0.01±0.09)°C vs (0.03±0.09)°C; (0.35±0.05)°C vs (0.37±0.06)°C; and (0.44±0.07)°C vs (0.47±0.08)°C, respectively. 
Synthesis of Ion Imprinted Polymers (IIPs) Adsorbent Materials Using Fe(III) Leaching Process with Variation of Hydrochloric Acid Solvent Concentration and Heat Treatment Royani, Idha; Maimunah; Edianta, Jaya; Alfikro, Ihsan; Fiber Monado; Jorena; Satya, Octavianus Cakra; Virgo, Frinsyah
Science and Technology Indonesia Vol. 9 No. 2 (2024): April
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2024.9.2.336-344

Abstract

Fe(III)-IIPs material was prepared using a cooling-heating method with different leaching variations. The synthesis process used several chemical components, including EGDMA, MAA, and BPO as the crosslinker, functional monomer, and initiator. This study focused on the template formation process of IIPs with leaching variations, using parameters such as molarity concentration, solution mixture, and temperature to influence the amount of template formed in the polymer body. The spectra of XRD showed a widening value of FWHM as higher molarity was applied during the leaching process, with the widest one at 0.163 rad for IIPs 3 M. Fe(III) peak is located at 680-610 cm−1 or 1386-1350 cm−1 within the unleached sample, according to FTIR spectra. It also can be traced at minimum intensity in leached samples. SEM data processing showed that higher concentrations were essential in releasing Fe(III) ions from the polymer body. Meanwhile, heat treatment did not strongly impact the template formation sites of IIPs. Synthesized Fe(III)-IIPs materials had adsorption capacity, optimum time, and efficiency of 9.35 mg.g−1, 40 minutes, and 93.48%, respectively. Based on the results, Fe(III)-IIPs materials had great potential as adsorbents for removing metal pollutants from water.
Integrasi Hasil Riset Smart Garden dengan Perkuliahan dan Pembelajaran Fisika di MAN IC Kayu Agung Arsyad, Fitri Suryani; Ariani, Menik; Setiabudidaya, Dedi; Royani, Idha; Saleh, Khairul; Satya, Octavianus Cakra; Lebani, Aldes; Supu, Amiruddin; Weanda, W; Suryani, Irma; Alfahidayah, Arini; Ismail, Dede Ridwan; Husin, Sadam
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.7.1.67-78

Abstract

Telah dilaksanakan kegiatan PPM yang merupakan integrasi  hasil penelitian smart garden berbasis IoT dengan perkuliahan mahasiswa Fisika dan pembelajaran Fisika pada siswa  MAN Insan Cendikia Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan menggunakan metode pembelajaran case method. Dalam model pembelajaran ini mahasiswa diminta untuk menganalisis problem pertanian konvensional yaitu permasalahan kelembaban tanah, kelembaban udara, temperatur, pH tanah, dan cahaya, yang tidak dapat dikontrol kebutuhannya sehingga menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Untuk mengatasi problem tersebut, siswa kemudian diberi pembelajaran cara merancang smart garden menggunakan sensor berbasis IoT yang dapat bekerja secara otomatis dalam mendeteksi dan mengontrol secara realtime kelembaban tanah, kelmbaban udara, temperatur, pH tanah, dan cahaya yang dibutuhkan tanaman hanya menggunakan smartphone.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi sensor dan penggunaan teknologi internet of thing (IoT) pada smart garden memberikan kemudahan dalam mengontrol semua kebutuhan tanaman. Dari hasil pembelajaran diperoleh 88% siswa memperoleh nilai rata-rata yang meningkat cukup siknifikan dari 81,1 pada saat pretest menjadi 86,7 pada saat posttest. Sementara itu 12% sisanya, nilai rata-rata siswa menunjukan hasil yang  cenderung konstan yaitu  sekitar 79. Dari kegiatan case method ini terlihat bahwa 80 – 90 % mahasiswa dan siswa memiliki pemahaman konsep yang baik tentang teknologi IoT pada pertanian modern. Oleh karena kontibusi penelitian ini mampu meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep fisika elektronika dan instrumentasi,  pengukuran dan kalibrasi, serta keterampilan berbasis Teknologi. Selain itu penelitian ini juga dapat meningkatkan kemampua siswa dalam berpikir kritis, berkolaborasi, dan berkreasi
Pengaruh Variasi Jarak Jarum ke Kolektor pada Perangkat Electrospinning Terhadap Karakteristik Material Berpori Nanofiber IIPs Pb (II) Megawanto, Dian; Alfikro, Muhammad Ihsan; Ariani, Menik; Jorena, Jorena; Satya, Octavianus Cakra; Koriyanti, Erry; Royani, Idha
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i1.1124

Abstract

Metode pemintalan elektrik atau electrospinning menjadi salah satu metode terdepan dalam pengembangan material nano berbasis struktur serat (nanofiber), yang memanfaatkan medan listrik statistik bertegangan tinggi untuk menarik larutan kental menuju kutub negatif. Melalui kombinasi antar material, serat nano dapat menjadi penyerapan dalam menyerap seratn, sehingga membuka peluang pengembangan deteksi sensor, salah satu bentuk kombinasi tersebut adalah material ion Imprinted Polymers (IIPs). Studi ini menghadirkan optimasi sederhana meliputi variasi jarak jarum-kolektor, pada jarak (7, 10, 15 cm) pengerjaan templat logam melalui proses ekstraksi yang dilakukan menggunakan HCl 3 M. Pengaruh variasi jarak jarum-kolektor pada serat nano berbasis PVA dianalisis melalui observasi menggunakan morfologi SEM dan analisis gugus fungsi menggunakan karakterisasi FTIR. Pada sampel IIPs Pb(II) didominasi gugus ikatan CO yang menunjukkan adanya ikatan senyawa EDGMA atau BPO. Cukup berbeda dengan serat nano campuran PVA dan Gelatin yang didominasi oleh gugus OH.Sampel NF-7 memiliki diameter rata-rata 392,3 nm, NF-10 memiliki diameter rata-rata yang lebih kecil, yaitu 315,9 nm, Sampel NF -15 cm memiliki diameter rata-rata yang paling kecil, yaitu 253,8 nm Penyebaran Distribusi pori pada skala nanometer lebih banyak terbentuk pada NF-IIPs-Pb(II) dengan jarak 7 cm, dengan diameter rata-rata sebesar 392,3 nm yang lebih besar dibandingkan NF-IIPs-Pb(II) pada jarak 10 cm dan 15 cm. Sementara itu, kapasitas adsorpsi tertinggi ditemukan pada nanofiber dengan jarak 10 cm, yaitu sebesar 17,85 mg/g
Analisis Ion Imprinted Polymer (IIPs) dengan Variasi Konsen-trasi PVA/Gelatin sebagai Nanofiber NF-IIPs Pb(II) Disintesis menggunakan Metode Electrospinning. Setiawan, Rudy; Royani, Idha; Koriyanti, Erry; Jorena, Jorena; Satya, Octavianus Cakra; Ariani, Menik
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i1.1128

Abstract

Kerusakan dan pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia berupa limbah industry tekstil, tambang, pertanian, dan perkotaan yang mencemari lingkungan perairan. Nanofiber dipilih dalam penelitian ini karena kemampuannya untuk mengikat ion logam, sedangkan electrospinning digunakan untuk menghasilkan nanofiber dengan sifat adsorpsi yang baik. Proses sintesis dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi PVA dan gelatin untuk mendapatkan karakteristik nanofiber NF-IIPs Pb(II). Nanofiber disintesis menggunakan variasi PVA/Gelatin 7/5% wt dan 5/5% wt menggunakan metode electrospinning. Berdasarkan hasil karakterisasi SEM diperoleh rongga terbanyak pada NF-IIPs Pb(II) yaitu variasi PVA/Gelatin 5/5% wt. Hasil ini didukung dengan uji adsorpsi material menggunakan larutan uji 20 ppm dalam 10 mL selanjutnya dikarakteriasi menggunakan AAS dan diperoleh kapasitas adsorpsi pada NF-IIPs Pb(II) yang disintesis menggunakan variasi PVA/Gelatin 5/5% wt dengan jarak jarum 12 cm dan tegangan 12 kV yaitu sebesar 0,33 mg/g. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi Nf-IIPs Pb(II) dengan variasi konsentrasi PVA/gelatin dengan metode electrospinning menghasilkan nanofiber yang efektif untuk mengurangi pencemaran ion Pb(II) di lingkungan perairan.
Optimasi Esktraksi Polimer IIPs Bercetakan Ion Fe3+ terhadap Kapasitas Adsorpsi Menggunakan Metode Desain Faktorial Hijrah, Muhammad; Arsyad, Fitri Suryani; Satya, Octavianus Cakra; Jorena, Jorena; Virgo, Frinsyah; Royani, Idha
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i1.912

Abstract

Adsorpsi merupakan salah satu metode yang banyak digunakan untuk mendegradasi logam berat dari lingkungan. Berbagai adsorben telah banyak digunakan dan sampai saat ini penelitian telah berhasil mengembangkan polimer bercetakan sebagai adsorben logam berat. Optimasi ekstraksi polimer  dalam menghasilkan IIPs bercetakan Ion Fe3+ dengan menggunakan desain faktorial diharapkan mampu menghasilkan polimer IIPs dengan waktu sintesis yang relatif singkat. Polimer Fe (III) yang telah disintesis dengan metode cooling-heating diekstraksi dengan larutan HCL. Proses ekstraksi dilakukan berdasarkan rancang eksperimen yang telah dilakukan dengan mengkombinasikan faktor dan level faktor ekstraksi. Selanjutnya hasil eskperimen dilakukan karakterisasi XRD, FTIR dan AAS untuk mengevaluasi hasil ekstraksi polimer Fe (III) dan sebagai data respon yang akan dianalisis pada software DX. Hasil optimum terjadi pada eksperimen dengan larutan ekstraksi 6 M dan waktu ekstraksi selama 8 Jam. Model matematika yang dihasilkan pada kapasitas adsorpsi yaitu, Y= 1,65112 + 0,165875A dan pada ukuran kristal yaitu, Y= 1,62998-0,392975A. Penelitian ini mendapatkan korelasi bahwasannya semakin besar nilai konsentrasi pelarut pada proses ekstrasi mempengaruhi peningkatan kapasitas adsorpsi dan penurunan  ukuran kristal material IIPs-Fe3+.
Dampak Enso Dan IOD Terhadap Dinamika Kelembaban Udara dan Temperatur di Kota Palembang Pada Tahun 2017-2021 Novianti, Lidia; Safrina, Sri; Satya, Octavianus Cakra; Hadi, Hadi; Affandi, Azhar Kholiq; Virgo, Frinsyah; Irfan, Muhammad
Jurnal Penelitian Sains Vol 25, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v25i1.783

Abstract

Iklim Indonesia sangat dipengaruhi oleh fenomena ENSO dan IOD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ENSO dan IOD terhadap kelembaban udara dan temperatur udara di Kota Palembang. Data yang digunakan adalah data kelembaban udara relatif dan temperatur udara hasil pengukuran stasiun klimatologi BMKG kelas 1 Kota Palembang selama 5 tahun (2017-2021). Data tersebut diolah secara grafis dan statistik untuk mencari kaitan ENSO dan IOD dengan kedua parameter tersebut serta mencari korelasinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena IOD+ dan El Niño yang terjadi pada tahun 2018-2019 menyebabkan kenaikan nilai kelembaban udara. La Niña yang terjadi pada tahun 2021-2022 juga menyebabkan kenaikan nilai kelembaban udara, namun kenaikannya lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun 2018-2019. Fenomena IOD+ dan El Niño pada tahun 2019 menyebabkan kenaikan temperatur udara. Hal ini diperkirakan akibat adanya kebakaran lahan gambut yang masif pada tahun 2019.  La Niña 2020-2021 juga menyebabkan kenaikan temperatur udara, namun kenaikannya tidak sebesar kenaikan tahun 2019. Didapatkan juga bahwa korelasi antara kelembaban udara dan temperatur udara adalah lemah.