Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMANFAATAN KEMBALI SAMPAH TEMPURUNG KELAPA MENJADI BRIKET Dery Perayoga; Azam Hatami; Muhammad H Amrullah; Subkhan Subkhan
Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Terapan Vol. 2 No. 02 (2022): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Terapan
Publisher : Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The reuse of coconut shell waste into briquettes is a way to reduce waste in the community and can be one of the livelihoods, because it utilizes coconut shell waste into briquettes which can be done simply, and comes from coconut shell waste that is easily found in the community. Coconut shell waste that is scattered in the community if left unchecked can become a problem, such as: becoming a source of disease and becoming a nest for mosquitoes. This implementation method is carried out in two major stages, namely the design and manufacture of a briquette printing machine from coconut shell waste. The result achieved in this activity is the creation of a briquette printing machine from coconut shell waste with the resulting pellet size of 5 cm x 5 cm x 5 cm. Based on the results and discussion described above, it can be concluded that the working system of the coconut shell briquette printing machine works well and as desired. The suggestion for the development of the next briquette printing machine is to focus on a cutting system that functions as a briquette dough pusher to the required size. This is, with the aim of making it easier for MSMEs and the community in making briquettes from coconut shell waste and being able to increase the productivity of cattle.
RANCANG BANGUN ALAT PEMINDAH GALON Pratama, Dandy; Tri Wardhana, Ganang; Subkhan; Idiar
Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Terapan Vol. 4 (2024): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Terapan
Publisher : Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Bangka Belitung region is a province in Indonesia with abundant water resources. However, the water quality in this area often does not meet health standards, prompting residents to seek alternative sources of clean and hygienic drinking water. One chosen solution is refillable drinking water depots. One such depot is Alam Water, located in Air Ruai, Pemali District, Bangka Regency, Bangka Belitung Islands. However, the process of transferring gallons from the filling station to the distribution truck is still done manually by workers, leading to suboptimal productivity. This study aims to design and create a gallon transfer tool capable of transporting two 18.92-liter gallons. The research method follows the VDI 2222 methodology, which includes planning, concept, design, and completion stages. The result of this method is the development of a gallon transfer tool capable of transporting two 18.92-liter gallons, tested by transferring gallons from the filling station to the distribution truck 25 times, with a total time of 365.02 seconds or approximately 6.083 minutes.
Analisis Simulasi Von Mises Punch dan Die pada Bending Dudukan Handphone Riski Aldi Pratama; Idiar Idiar; Subkhan Subkhan
Mars : Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer Vol. 3 No. 5 (2025): Oktober: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/mars.v3i5.1109

Abstract

The manufacturing industry in Indonesia has experienced significant growth. This increase has also impacted the demand for motorcycle spare parts. Currently, brake pads are composed of asbestos, which makes them prone to overheating and failure when reaching high friction temperatures. Therefore, an alternative brake pad material is an organic material mixed with coconut shell powder and bamboo fiber. This study aims to analyze the wear and hardness levels of motorcycle brake pads made from coconut shell powder and bamboo fiber. The study used varying ratios of coconut shell powder, bamboo fiber, and epoxy resin: 40:30:30, 35:35:30, and 30:40:30. Eighteen specimens were tested. Wear testing was performed using an Ogoshi Wear Tester, while hardness testing was performed using a Brinell hardness tester. The test results showed that the smallest wear rate on brake pads with variations of 40% coconut shell powder, 30% bamboo fiber and 30% epoxy resin was 0.001107984 mm3/kg.m. The highest hardness level was also in the variation of 40% coconut shell powder, 30% bamboo fiber and 30% epoxy resin at 63,0024 kg/. So it can be concluded that the greater the percentage of coconut shell powder and the smaller the percentage of bamboo fiber, the lower the wear rate. If the greater the percentage of coconut shell powder and the smaller the percentage of bamboo fiber, the higher the hardness level. So it can be concluded that a good brake pad variation is a variation of 40% coconut shell powder, 30% bamboo fiber and 30% epoxy resin.
Analisis Pada Proses 3d Printer Terhadap Pengujian Tarik Menggunakan Filamen Pla Pro Riskullah Dirga Trisaplin; Zaldy Sirwansyah Suzen; Subkhan Subkhan
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 2 No. 12 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4828.582 KB) | DOI: 10.59141/jist.v2i12.301

Abstract

Hadirnya Revolusi Industri 4.0 menyebabkan teknologi di bidang industri manufaktur berkembang sangat pesat, salah satunya mesin Rapid Prototyping dengan teknologi FDM yang merupakan mesin cetak 3 dimensi dengan prinsip pencetakan secara additive manufacturing informasi mengenai sparameter proses yang dapat menghasilkan suatu produk 3D dengan kekuatan tarik secara ideal di Indonesia sangat minim, mengingat informasi tersebut sangat diperlukan dunia industri, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kekuatan tarik serta parameter proses yang ideal dengan menggunakan filamen PLA PRO Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen faktorial, penelitian ini menggunakan mesin 3D printer Anet Et4, nozzle berukuran 0,4 mm, variasi parameter yang digunakan yaitu 3 level nozzle temperature, 15 infill pattern berdasarkan software Prusaslicer 2.3 dan orientasi sudut pencetakan vertikal 0ᵒ. Sehingga menghasilkan 45 kombinasi eksperimen. Hasil dari pengujian tarik tertinggi sebesar 44,2 yang terdapat pada eksperimen nomor 10 infill pattern 3D Honeycomb, Nozzle Temperature 210ᵒC, sudut pencetakan vertikal 0ᵒ. Sedangkan nilai kekuatan tarik terendah terdapat pada eksperimen nomor 43 dengan parameter infill Pattern Archimedean Chord, Nozzle Temperature 220ᵒC, sudut pencetakan vertikal 0ᵒ, dengan nilai kekuatan tarik sebesar 15,7 MPa. Sehingga dapat disimpulkan parameter proses tersebut mempengaruhi hasil dari pencetakan produk 3D printing.
PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PENGOLAHAN LIMBAH KELAPA MUDA SEBAGAI MEDIA PUPUK ORGANIK KELAPA SAWIT DI KABUPATEN BANGKA Robert Napitupulu; Yuli Dharta; Subkhan Subkhan; Diviya Arsieka Putri; Devaned Parlindungan; Aldi Pratama; Hasdiansah Hasdiansah; Clara Lavita Angelina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.434-441

Abstract

Penerapan teknologi tepat guna pengolahan limbah kelapa muda sebagai media pupuk organik kelapa sawit di Kabupaten Bangka, merupakan kegiatan pengabdian dosen dan mahasiswa dengan melibatkan mitra, yaitu masyarakat yang peduli akan lingkungan dan aktif dalam pengembangan dan budidaya kelapa sawit di Kabupaten Bangka. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah sulitnya mendapatkan pupuk yang disebabkan karena mahalnya harga pupuk anorganik dipasaran dan berdampak pada pengurangan hasil panen buah sawit. Selain itu, limbah kelapa muda jumlahnya sangat besar, apalagi dikala bulan puasa. Ini menjadi masalah tersendiri karena berpotensi menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan dan menjadi sarang penyakit. Limbah kelamud ternyata bisa digunakan menjadi bahan baku pembuatan pupuk organik bagi tanaman kelapa sawit. Saat ini proses pengolahan limbah kelamut masih dilakukan dengan cara manual menggunakan parang. Untuk dapat memecahkan masalah Mitra tersebut, maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan berupa pemberian bantuan penerapan TTG dalam pengolahan limbah kelamud serta pemberian pelatihan berupa cara pengoperasian dan perawatan mesin pengolah limbah kelamud dalam bentuk ceramah, diskusi, praktek dan introduksi mesin pencacah limbah kelamud untuk dijadikan bahan baku pupuk organik. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini nantinya diharapkan mitra mampu membuat pupuk organik dengan memanfaatkan limbah kelamud dan juga dapat mengurangi limbah kelamud yang tidak bermanfaat yang dapat menimbulkan berbagai penyakit. Hasil dari kegiatan ini mampu membantu IKM mengatasi persoalan pengolahan limbah kelamud menjadi lebih cepat dan efektif dengan kapasitasnya 201,04 Kg/jam sehingga mempercepat Proses pembuatan pupuk organik bagi tanaman kelapa sawit.