Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Hubungan Asupan Zat Besi, Vitamin C, Dan Pola Menstruasi dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di SMP Negeri 2 Oheo Kabupaten Konawe Utara dhian_fitri anggraini; Ruslan Majid; Rizki Eka Sakti Octaviani Kohali
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.634

Abstract

Anemia pada remaja putri merupakan masalah gizi yang dapat menurunkan konsentrasi belajar, kebugaran, dan produktivitas. Remaja putri rentan mengalami anemia karena kebutuhan zat besi meningkat pada masa pertumbuhan serta adanya kehilangan darah saat menstruasi. Asupan zat besi, vitamin C, dan pola menstruasi diduga berhubungan dengan kejadian anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat besi, vitamin C, dan pola menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 2 Oheo Kabupaten Konawe Utara. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri SMP Negeri 2 Oheo sebanyak 61 orang. Sampel berjumlah 53 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data asupan zat besi dan vitamin C dikumpulkan menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), pola menstruasi diukur menggunakan kuesioner, dan kejadian anemia ditentukan berdasarkan pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan Easy Touch GCHb. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara asupan zat besi dengan kejadian anemia (p = 0,003) dan terdapat hubungan antara asupan vitamin C dengan kejadian anemia (p < 0,001). Tidak terdapat hubungan antara pola menstruasi dengan kejadian anemia (p = 0,469). Disarankan agar remaja putri meningkatkan konsumsi sumber zat besi dan vitamin C, membatasi konsumsi zat penghambat penyerapan zat besi, serta patuh mengonsumsi Tablet Tambah Darah. Sekolah dan puskesmas diharapkan memperkuat edukasi gizi serta skrining anemia berkala.