Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Faktor Pemberian Terapi Non Farmakologi Oleh Perawat Kepada Pasien Dengan Nyeri Post Operasi di Rumah Sakit : Studi Literatur Sri Lestari Handayani; Dwi Retno Sulistyaningsih; Suyanto Suyanto; Erna Melastuti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44497

Abstract

Ketidaknyamanan pasca-operasi merupakan masalah yang sering terjadi di lingkungan layanan kesehatan yang sering membuat pasien tidak puas. Perawat memiliki kemampuan untuk meredakan nyeri ini melalui terapi non-obat, namun dalam skenario dunia nyata, pendekatan semacam itu jarang digunakan oleh staf perawat. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen yang terkait dengan perawatan non-farmakologis yang diberikan oleh perawat untuk individu yang mengalami nyeri pasca-operasi di fasilitas medis. Kerangka kerja artikel ini adalah Tinjauan Pustaka. Ini melibatkan pemanfaatan kata kunci dan pencarian berbagai basis data atau jurnal yang dapat diakses melalui sumber daya seperti PubMed, Google Scholar, Scopus, Science Direct, dan Elsevier. Tinjauan terhadap sepuluh jurnal terpilih menghasilkan kesimpulan bahwa aspek-aspek yang memengaruhi penerapan terapi non-farmakologis oleh perawat meliputi pengetahuan, sikap, motivasi, pelatihan, kompetensi, beban kerja, dan faktor organisasi. Diharapkan bahwa temuan dari tinjauan pustaka ini akan berfungsi sebagai landasan dan panduan bagi penelitian masa depan dalam mengidentifikasi faktor-faktor yang relevan, dan diharapkan bahwa peneliti berikutnya akan fokus pada pengembangan penelitian yang tidak hanya mengeksplorasi hubungan tetapi juga meneliti dampak terapi non-farmakologis dalam mengurangi tingkat nyeri pada pasien pasca-operasi.
Efektivitas Relaksasi Benson dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan Pre Operatif: Telaah Literatur Fegit Jupandri; Suyanto Suyanto; Nopi Nur Khasanah; Erna Melastuti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45338

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan sebelum dilakukan tindakan operasi adalah perasaan tidak nyaman yang dialami pasien yang akan menjalani prosedur anestesi, rawat inap, dan operasi. Relaksasi Benson adalah terapi yang bertujuan untuk menenangkan pikiran dan tubuh dengan cara menjauhkan diri dari rangsangan luar, sehingga membantu pasien untuk mencapai ketenangan batin. Teknik ini melibatkan metode seperti hipnotis, meditasi yoga, dan Latihan mental. Telaah literatur ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas relaksasi Benson dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pra operasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain telaah literatur dengan pencarian artikel melalui Google Scholar dengan menggunakan kata kunci dan Boolean Operator. Hasil: Berdasarkan analisis dari 10 artikel, relaksasi Benson terbukti efektif menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre-operatif dibandingkan dengan Teknik distraksi lain atau menggunakan perawatan standar. Kesimpulan: Relaksasi Benson diharapkan dapat diadopsi oleh institusi Kesehatan sebagai intervensi non farmakologis untuk mengurangi kecemasan pre-operatif.
A Edukasi Terapi Hipnotis Lima Jari Berbasis Digital Terhadap Kecemasan Pasien Hipertensi: Literatur Review Hana Kamiliya Khairunnisa; Dwi Retno Sulistyaningsih; MG Eny Mulyatsih; Suyanto Suyanto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53516

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi sering disertai kecemasan, dan hipnotis lima jari merupakan teknik relaksasi non-farmakologis yang berpotensi menurunkannya. Perkembangan teknologi memungkinkan edukasi hipnotis lima jari diberikan secara digital, namun bukti efektivitasnya pada pasien hipertensi masih terbatas. Tujuan: Literature review ini bertujuan mengevaluasi efektivitas edukasi terapi hipnotis lima jari berbasis digital terhadap tingkat kecemasan pada pasien hipertensi. Metode: Pencarian sistematis dilakukan pada PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, SpringerLink, dan DOAJ (2020–2025). Strategi pencarian mengikuti kerangka PICO dan pedoman PRISMA 2020. Kriteria inklusi mencakup artikel penelitian asli dengan desain quasi-eksperimen, populasi dewasa/pasien hipertensi, intervensi edukasi hipnotis berbasis digital atau sejenis, serta kecemasan sebagai outcome. Dari 2.184 artikel teridentifikasi, 612 duplikasi dihapus. Setelah penyaringan dan penelaahan, 13 artikel dinilai kelayakannya, dan 10 artikel dimasukkan. Kualitas studi dinilai menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tools. Hasil: Seluruh 10 studi quasi-eksperimen melaporkan penurunan kecemasan setelah intervensi edukasi digital hipnotis lima jari. Sebagian besar studi menunjukkan penurunan yang bermakna secara statistik (p < 0,05), dengan media intervensi berupa video digital, modul daring, atau aplikasi elektronik. Kesimpulan: Edukasi terapi hipnotis lima jari berbasis digital merupakan intervensi non-farmakologis yang menjanjikan untuk menurunkan kecemasan pada pasien hipertensi, dengan keunggulan kemudahan akses, fleksibilitas, dan potensi praktik mandiri.
PENGARUH KOMBINASI DZIKIR DAN AROMATERAPI TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI Dita Daviana Ratnasari; Mohammad Arifin Noor; Suyanto Suyanto
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18753098

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang tinggi dan berdampak pada peningkatan angka kesakitan maupun kematian. Terapi farmakologis memang menjadi pilihan utama, namun intervensi nonfarmakologis seperti dzikir dan aromaterapi terbukti dapat menurunkan tekanan darah melalui mekanisme relaksasi, menurunkan stres, serta meningkatkan kenyamanan pasien. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh kombinasi dzikir dan aromaterapi terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan pre-test dan post-test with control group. Jumlah responden sebanyak 20 orang dengan teknik purposive sampling, yang dibagi menjadi 10 responden kelompok intervensi (dzikir + aromaterapi) dan 10 responden kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa lembar observasi tekanan darah yang diukur menggunakan sphygmomanometer. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test. Hasilpenelitian ini rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok intervensi menurun signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil uji statistik menunjukkan p-value < 0,05, yang berarti kombinasi dzikir dan aromaterapi efektif menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Kombinasi dzikir dan aromaterapi terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai terapi komplementer dalam asuhan keperawatan.