Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS MAHASISWA: SLR DALAM PERSPEKTIF EPISTEMIK DAN DISKURSIF Cita Dwi Rosita; Irmawati Liliana Kusuma Dewi; Asep Amam
Euclid Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/e.v13i1.11833

Abstract

Mathematical reasoning and mathematical communication are two fundamental dimensions of learning mathematics in higher education that are often investigated separately. This article aims to reconceptualize their relationship through an epistemic–discursive perspective, viewing reasoning and communication as mutually constitutive practices in undergraduate students’ mathematical activity. The study employs a systematic literature review of articles published in internationally reputable journals over the last decade that address mathematical reasoning, communication, argumentation, and discourse in higher education contexts. The synthesis was conducted using thematic synthesis enriched by theoretical analysis. The findings indicate that mathematical reasoning cannot be fully understood without considering the communicative dimension and the discursive norms that mediate it, while mathematical communication functions as a medium of thinking and meaning-making rather than merely a means of expression. Based on these findings, the article proposes an integrative conceptual framework that positions mathematical argumentation and epistemic norms as central mediators between students’ reasoning and communication. This study contributes theoretically by offering a reconceptualization of reasoning and communication that is relevant for research and teaching in undergraduate mathematics education.
PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA SMP BERDASARKAN LEVEL KECERDASAN LOGIS Deti Rosmayanti; Nur Eva Zakiah; Asep Amam
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 2 (2026): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i2.21122

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman konsep matematis siswa SMP pada materi Teorema Pythagoras berdasarkan level kecerdasan logis. Penelitian dilakukan di SMP Plus Al Mugni dengan 30 siswa kelas VIII menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui angket kecerdasan logis, tes pemahaman konsep, wawancara, dan observasi. Siswa dikelompokkan ke dalam tiga level kecerdasan logis: tinggi, sedang, dan rendah; masing-masing level diwakili dua siswa sebagai subjek utama. Analisis didasarkan pada lima indikator pemahaman konsep. Hasilnya, siswa dengan kecerdasan logis tinggi memahami konsep secara menyeluruh dan logis, level sedang memahami secara prosedural namun kurang optimal dalam penalaran, sedangkan level rendah mengalami kesulitan memahami dan menerapkan konsep. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan pemahaman konsep matematis berdasarkan level kecerdasan logis.
KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA BERDASARKAN MOTIVASI BELAJAR DI SMK PESANTREN AL-HUDA BOJONGGAMBIR Ai Sopiatul Adwiyah; Ida Nuraida; Asep Amam
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 2 (2026): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i2.21247

Abstract

Motivasi belajar berhubungan erat dengan minat, perhatian, dan usaha siswa dalam memahami konsep. Penelitian sebelumnya menemukan adanya hubungan positif antara motivasi belajar dan hasil belajar, termasuk pada mata pelajaran matematika. Akan tetapi, masih terdapat keterbatasan penelitian terkait seberapa besar kontribusi motivasi terhadap kemampuan pemahaman matematis siswa SMK Pesantren Al-Huda. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara motivasi belajar dengan kemampuan pemahaman matematis siswa SMK Pesantren Al-Huda. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan tingkat motivasi belajar siswa, (2) mendeskripsikan kemampuan pemahaman matematis siswa, dan (3) menganalisis hubungan keduanya.