Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA UNTUK MENDUKUNG PERTAHANAN NEGARA: BELAJAR DARI KOREA SELATAN M. Prakoso Aji
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.674 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v10i1.823

Abstract

Keberhasilan Korea Selatan membangun negaranya, terutama pasca Perang Korea di tahun 1950an, membuat dunia terkagum. Sebuah negara yang dahulu dianggap miskin dan terbelah utara dan selatan pasca perang, berubah menjadi sebuah negara yang patut disegani di dunia internasional. Keberhasilan negara ini melakukan reformasi sosial-politik membuat kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintahannya berhasil. Penguatan sektor industri pada kegiatan ekonominya telah menghasilkan keuntungan yang luar biasa. Diplomasi budaya yang dilakukan pemerintah membuat budaya Korea dikenal dan disukai masyarakat di hampir seluruh belahan bumi. Meningkatnya ekonomi dan pilihan kebijakan yang sesuai, membuat maju bidang pendidikan dan penelitian di negeri itu. Pendidikan dan penelitian yang berkembang membuat sektor pertahanan negara itu semakin kuat. Keberhasilan industri pertahanan dalam negeri untuk mencukup kebutuhan alutsista dalam negeri membuat negara itu mampu bertahan dari ancaman dari Korea Utara, bahkan mampu menjadi eksportir alutsista. Tujuan dari artikel ini adalah untuk melihat bagaimana Indonesia dapat belajar dari Korea Selatan terutama dari bidang sosial-politik, ekonomi, budaya, pendidikan dan penelitian, dan juga pertahanan. Hal ini dilakukan agar mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia untuk mendukung pertahanan negara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia bidang pertahanan, Indonesia dapat belajar tidak hanya dari bidang pertahanan Korea Selatan, namun juga bidang sosial politik, ekonomi, budaya, serta pendidikan dan penelitian.Kata Kunci : konfusianisme, industrialisasi, hallyu, penelitian dan pengembangan, dan industri pertahanan
MEMAHAMI STUDI PERDAMAIAN SEBAGAI BAGIAN DARI ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL M. Prakoso Aji; Jerry Indrawan
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 9, No 3 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.608 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v9i3.637

Abstract

Studi Perdamaian adalah sebuah disiplin ilmu yang diturunkan dari ilmu Hubungan Internasional. Dalam perkembangannya, ilmu Hubungan Internasional banyak berhadapan dengan kasus-kasus yang terkait dengan konflik dan peperangan antar-negara, maupun negara dengan non-negara. Untuk itulah, Studi Perdamaian lahir agar kajiannya dapat fokus membahas masalah-masalah seputar konflik, perang, serta upaya resolusinya. Studi Perdamaian pada umumnya diasosiasikan dengan konsep resolusi konflik. Salah satu metode resolusi konflik dalam Studi Perdamaian adalah konsep transformasi konflik. Transformasi konflik tidak hanya bertujuan untuk menghentikan konflik dan mengubah pola-pola hubungan negatif antar pihak-pihak yang berkonflik, tapi juga untuk mengubah struktur politik, sosial, dan ekonomi yang menyebabkan adanya pola-pola hubungan negatif tersebut. Studi Perdamaian menawarkan analisis baru tentang bagaimana seharusnya hubungan internasional melihat kompleksitas hubungan antar aktor-aktor. Penulis tidak melakukan riset lapangan terkait artikel ini, namun melakukan telaah konsep melalui studi pustaka. Kegunaan tulisan ini adalah untuk melihat bagaimana Studi Perdamaian dapat membantu menjawab permasalahan dalam Hubungan Internasional terkait konflik atau perang yang terjadi secara internasional.Kata Kunci : studi perdamaian, konflik, konflik bersenjata, kekerasan, dan transformasi konflik
UNDERSTANDING PEACE STUDIES AS PART OF INTERNATIONAL RELATIONS M. Prakoso Aji; Jerry Indrawan
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 9, No 3 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English)
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.276 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v9i3.645

Abstract

Peace Studies is a discipline that is derived from International Relations. With the development of International Relations, they are dealing with cases related to conflicts and wars between states, as well as states with non-states. For this reason, Peace Studies was born so that it can focus on discussing issues surrounding conflict, war, and resolution efforts. Peace Studies in general are associated with the concept of conflict resolution. One method of conflict resolution in Peace Studies is the concept of conflict transformation. Conflict transformation is not only aimed at stopping conflict and to change patterns of negative relations between conflicting parties, but also to change the political, social and economic structure that causes the patterns of negative relations. Peace Studies offers a new analysis of how International Relations should look at the complexity of relations between actors. The author did not conduct field research related to this article, but conduct a conceptual research through literature study. The purpose of this article is to see how Peace Studies can help answer problems in International Relations related to conflicts or wars that occur internationally.Keywords: peace studies, conflict, armed conflict, violence, and conflict transformation
EFEKTIVITAS PROGRAM DERADIKALISASI BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISME TERHADAP NARAPIDANA TERORISME DI INDONESIA Jerry Indrawan; M. Prakoso Aji
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.15 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v9i2.561

Abstract

Program deradikalisasi sudah berjalan di Indonesia sejak tahun 2012. Program ini menggunakan paradigma pencegahan dalam implementasi kebijakan-kebijakan yang dihasilkannya. Selama tujuh tahun pelaksanaannya, deradikalisasi mengalami cukup banyak tantangan dan hambatan. Sejauh ini, banyak kritik dialamatkan terhadap program deradikalisasi. Kritik-kritik, seperti terkait kurangnya anggaran, fasilitas di lapas, materi deradikalisasi yang diberikan kepada napi terorisme, bagaimana program kelanjutan pasca deradikalisasi, sampai pada persepsi masyarakat terhadap program ini yang cenderung tetap menghadirkan penolakan bagi eks narapidana terorisme setelah kembali ke masyarakat. Masalah-masalah ini muncul dan menjadi hambatan bagi efektivitas program deradikalisasi. Teori yang digunakan dalam tulisan ini adalah teori deradikalisasi dan teori efektivitas. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis yang bersifat deduktif dan konseptual, serta cara pengumpulan data adalah melalui studi pustaka. Atas dasar itulah, artikel ini ingin melihat efektivitas program deradikalisasi yang dilakukan oleh BNPT terhadap narapidana terorisme di Indonesia.Kata Kunci: terorisme, deradikalisasi, narapidana terorisme, dan resosialisasi dan reintegrasi
THE EFFECTIVENESS OF NATIONAL AGENCY FOR COMBATING TERRORISM’S DERADICALIZATION PROGRAM TOWARD TERROR CONVICTS IN INDONESIA Jerry Indrawan; M. Prakoso Aji
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English)
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.919 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v9i2.571

Abstract

Deradicalization programs have been implemented in Indonesia since 2012. This program employs preventive paradigm in implementing the policies it produces. During the seven years of implementation, deradicalization experienced challenges and obstacles. So far, there are many critics addressed to deradicalization program, such as criticism toward the lack of budget, prison facilities, deradicalization materials provided to terror convicts, post-deradicalization follow-up, as well as negative public reception on the idea of ex-terror convicts returning to society. These problems are hampering the effectiveness of deradicalization program. This paper employs theory of deradicalization and theory of effectiveness. It employs qualitative method with deductive and conceptual analysis, and the data is obtained through literature studies. This paper aims to see the effectiveness of deradicalization program carried out by National Agency for Combating Terrorism (BNPT) toward terror convicts in Indonesia.Keywords: Terrorism, Deradicalization, Terror Convicts, Resocialization and Reintegration
Cyberpolitics Sebagai Bagian dari Perubahan Sosial dan Budaya di Era Revolusi Industri 4.0 Prakoso aji
PARAPOLITIKA: Journal of Politics and Democracy Studies Vol. 2 No. 2 (2021): PARAPOLITIKA: Journal of Politics and Democracy Studies
Publisher : Prodi Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.975 KB) | DOI: 10.33822/jpds.v2i2.5908

Abstract

In the globalization era, political activities has already being started through internet. This is because the development of information technology has become so massive that it has an impact on many aspects of human life, including politics. Political activity in cyberspace is called cyberpolitics. The use of cyber platform for political activities also has an impact on social and cultural changes in society. The practices of modern society that are very dependent on technology have made a shift in social and cultural values. The emergence of the Industrial Revolution 4.0 era caused by globalization also made the social and cultural systems of society change, especially in relation to political activities. The existence of cyberpolitics has changed the socio-cultural interaction pattern of modern society today. Political activities are no longer carried out through face-to-face, but through cyberspace. This paper will discuss how political activities in the cyber realm are part of the socio-cultural changes in the era of the Industrial Revolution 4.0. This research is using qualitative method through literature studies to obtain the required information.
Sosialisasi Politik Siber untuk Memperkuat Ketahanan Nasional dalam Menghadapi Tantangan Global M. Prakoso Aji; Subakdi
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i1.11576

Abstract

Background: This community service activity (PKM) was held to provide socialization of the situation experienced by the community regarding cyber politics to strengthen national resilience in facing global challenges. This PKM activity aims to make residents understand the increasing prevalence of political activities in cyberspace today. With the improvement of the pandemic situation, this socialization activity is carried out in the form of face-to-face or offline. Method: PKM partner is RT. 008, RW. 06 TNI AL Complex, Pondok Labu, Cilandak, South Jakarta. The number of participants was about 20 people. This socialization provides socialization in the form of cyber politics that has a role in strengthening national resilience in facing increasingly widespread global challenges. The material explained is about understanding cyber politics and what policies have been carried out by the government to increase citizens' awareness regarding the importance of having attention to politics to how the public can further raise awareness of the political field, which is currently strongly influenced by technological developments to strengthen national resilience. Results: Increase the erstanding the surrounding community about cyber politics and its relation to national resilience in facing global challenges. Conclusion: In general, it can be concluded that this cyber political socialization activity provides understanding for citizens' need to understand the political dynamics in cyberspace.
Analisis Kinerja Birokrasi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya Dalam memberikan Pelayanan Kepada Masyarakat Achmad Hafidz; Arief Fadillah Ramadhan; Aryo Ronggur Samudra; Feby Mawarda; Muhammad Prakoso Aji
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 5 (2023): Juni
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas mengenai kinerja Birokrasi pelayanan masyarakat dalam wilayah Sektor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu lingkup Kepolisian Polda Metro Jaya. Penelitian ini menggunakan Jenis penelitian Kualitatif dengan pengolahan data pada penelitian ini berasal dari wawancara dan observasi lapangan untuk memperkuat hasil kesimpulan. Sebuah alur pelayanan dan ketepatan dalam memberikan pelayanan terpadu bagi kepolisian merupakan sebuah pengaruh besar antara faktor birokrasi dengan tugas kepolisian dalam bagian SPKT. Selain itu SPKT juga merupakan sebuah layanan integritas bagi masyarakat yang mempunyai keluhan dan masalah terkait Pelayanan kepolisian dan tindak kriminalitas. Sebagai unit pelayanan terpadu, SPKT berperan penting dalam menjaga alur pelayanan yang efisien dan memberikan respons yang cepat terhadap laporan masyarakat. Dalam konteks birokrasi, hal ini melibatkan koordinasi yang baik antara berbagai bagian atau divisi di kepolisian, agar informasi dan tugas dapat mengalir dengan lancar dan tidak terhambat. Dengan adanya SPKT, diharapkan masyarakat dapat dengan mudah mengakses pelayanan kepolisian yang mereka butuhkan, serta merasa didengar dan dihormati dalam penanganan kasus atau pengaduan yang mereka laporkan. SPKT juga berfungsi sebagai jembatan antara masyarakat dan kepolisian dalam membangun kepercayaan dan kerjasama yang saling menguntungkan untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat.Hasil penulisan ini akan mendeskripsikan pelayanan yang baik antara birokrasi dan politik terkait Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Penelitian ini memiliki potensi untuk digunakan sebagai dasar dalam perbaikan dan pengembangan lebih lanjut dalam pelayanan kepolisian. Selain itu, penelitian ini juga berkontribusi dalam menjaga integritas lembaga kepolisian dan membangun kepercayaan masyarakat dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat.
DYNAMICS OF ENCRYPTION AND CYBER SECURITY POLICY IN INDONESIA AS A SOCIO-CULTURAL CHANGE IN THE CYBER AGE M. Prakoso Aji
Jurnal Scientia Vol. 12 No. 03 (2023): Education, Sosial science and Planning technique, 2023 (June-August)
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/scientia.v12i03.1551

Abstract

Socio-cultural changes that occur in society will affect the dynamics of a policy implemented by the government. The policy can be said as a cultural product because in its development, it is also necessary to pay attention to the socio-cultural values that exist in society. The dynamics of encryption and cybersecurity policies in Indonesia also need to adapt to socio-cultural values. Technological changes can affect public acceptance of a previously controversial policy. Still, in line with the needs and challenges faced in the cyber era, the community can only accept this policy. This process certainly takes a long time. In terms of encryption and cyber security policies, there are pros and cons in society, and political parties related to the MoU entered into by KPU Lemsaneg in 2013 caused the MoU cancellation. However, in 2021 a memorandum of understanding will be held between KPU and BSSN, which will not raise pros and cons. This is interesting to study in more depth. This paper wants to see how a policy must also consider socio-cultural change aspects. The method used is qualitative with literature study.
PERKEMBANGAN DAN DINAMIKA PARTAI POLITIK DI ERA REFORMASI M. Prakoso Aji
PARAPOLITIKA: Journal of Politics and Democracy Studies Vol. 1 No. 1 (2020): PARAPOLITIKA: Journal of Politics and Democracy Studies
Publisher : Prodi Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper tries to explain the development and dynamics of political parties during the reform era. Post-reform democracy in Indonesia has a paradox that the existence of political parties is increasingly recognized as very important in the constitution, but unfortunately political parties as well as DPR institutions which are considered as part of the pillars of democracy are not trusted by the public. This study found that after the reform it turned out that political parties experienced symptoms of 'floating parties' as a result of the party starting to ignore ideological factors and instead trapped efforts to reach the interests of mere power.