Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PEMANFAATAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY DENGAN METODE MULTIPLE MARKER PADA PENGENALAN KOMPONEN KOMPUTER Roji Wahyuddin; Adi Sucipto; Try Susanto
Jurnal Informatika dan Rekayasa Perangkat Lunak Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jatika.v3i3.2034

Abstract

Materi tentang pengenalan komponen komputer tidak cukup hanya dari buku cetak saja, dikarenakan butuh cara memperagakan komponen komputer nantinya akan dipasang dimana untuk dapat saling terhubung menjalankan fungsinya. Mengacu pada permasalahan diatas maka penelitian ini membahas tentang bagaimana membangun aplikasi pengenalan komponen komputer menggunakan teknologi multiple marker augmented reality sehingga nanti objek yang berinteraksi akan mengilustrasikan bagaimana merakit komponen tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi dapat membantu siswa dalam pembelajaran pengenalan komponen komputer. Hal tersebut didapatkan setelah aplikasi diuji menggunakan standar kualitas pengujian perangkat lunak ISO 25010 dengan tiga aspek yaitu functional suitability menghasilkan nilai sebesar 100% usability menghasilkan nilai sebesar 89,39%, dan performace efficiency waktu instalasi 11 detik tanpa error, penggunaan CPU dan RAM di peroleh hasil rata – rata dibawah 50% yang dalam hal ini Sangat Baik untuk digunakan berdasarkan rentang kriteria inteprestasi.
Sistem Informasi Pemasaran Hasil Kelompok Wanita Tani Desa Sungai Langka Menggunakan Metode Design Sprint Winda Fajar Anggraini; Try Susanto; Imam Ahmad
Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Vol 3, No 1 (2022): Volume 3 No. 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jtsi.v3i1.1657

Abstract

Proses pemasaran yang dilakukan secara online sudah harus diterapkan pada setiap pelaku usaha seperti kelompok wanita tani yang ada di Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran yang telah didirikan sejak tahun 2013 dan memiliki jumlah kelompok sebanyak 12 dan masing-masing kelompok memiliki anggota antara 15 sampai 20 anggota. Permasalahan berupa proses pengolahan data kelompok tani dan anggota masih dilakukan secara manual dengan cara mencatat pada buku catatan, sehingga berdampak pada kehilangan data, kerusakan dokumen maupun kesalahan dalam pendataan identitas anggota. Permasalahan pada proses pemasaran produk hasil olahan wanita tani masih dalam lingkup desa dengan cara pameran, status whatsapp dan bazar, sehingga produk hasil olahan tersebut tidak banyak dikenal dan diminati oleh masyarakat diluar lingkungan daerah tersebut. Metode yang digunakan yaitu Design sprint merupakan pendekatan yang berpusat pada manusia (Human centered approaach) terhadap inovasi yang memanfaatkan alat bantu perancangan yang mengintegrasikan kebutuhan manusia. Berdasarkan proses sprint tersebut diperoleh hasil berupa sistem yang dapat memasarkan produk hasil olahan kelompok wanita tani seperti bagian admin yang mengelola data kelompok dan anggota, bagian anggota menambahkan produk dan promosi, bagian konsumen melihat data produk, promosi, kelompok dan informasi yang secara keseluruhan dapat diakses secara online.Kata kunci:  Pemasaran,  Kelompok Wanita Tani, Sungai Langka, Design Sprint 
Peningkatan Pengetahuan Safety Riding Dengan Pengenalan Rambu Dan Marka Jalan Kepada Siswa SMA 1 Pagelaran Fera Lestari; Neneng Neneng; Rikendry Rikendry; Try Susanto; Cahya Fatin Daiyah; Fahri Aulia Hasbi
Journal of Engineering and Information Technology for Community Service Vol 1, No 2 (2022): Volume 1, Issue 2, October 2022
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jeit-cs.v1i2.151

Abstract

Tujuan lalu lintas tertuang dalam UUD No. 22 Tahun 2009 pasal 3b yang menyatakan bahwa lalu lintas dan angkutan jalan diselenggarakan dengan tujuan terwujudnya etika berlalu lintas dan budaya bangsa. Lebih spesifik lagi disebutkan dalam UUD No. 22 Tahun 2009 pasal 208 ayat 2a bahwa upaya dalam membangun dan mewujudkan budaya keamanan dan keselamatan adalah dengan pelaksanaan pendidikan berlalu lintas sejak usia dini. Implementasi dari pendidikan berlalu lintas untuk mewujudkan etika berlalu lintas dan budaya bangsa belum terlakasana dengan baik dan belum mencakup hingga matapelajaran di sekolah. Saat ini belum ada pengenalan tentang lalu lintas dan bagaimana etika dalam berlalu lintas yang aman dan selamat. Hal ini terjadi karena belum adanya pengetahuan oleh guru tentang bagaimana pentingnya berlalu lintas yang aman dan selamat.  Solusi yang dapat dilakukan berdsarakan permasalahan yang dihadapi mitra melalui pengabdian kepada masyarakat ini salah satunya adalah dengan melakukan pengenalan sadar berlalu lintas sebagai salah satu topik yang masuk kerdalam pembelajaran di sekolah dalam mata pelajaran kewarganegaraan. Dari hasil penyebaran kuisioner terhadap 52 peserta kegiatan sosialisasi safety riding sebesar 98% belum pernah mengikuti kegiatan sosialisasi terkait safety riding, 95% belum mengetahui bagaimana berkendara dengan aman dan berlalu lintas dengan baik. Setelah dilakukannya kegiatan sosialisasi safety riding kepada siswa dan berdasarkan pre test dan post test yang dijawab oleh mahasiswa terjadi peningkatan pengetahuan safety riding dan pengenalan rambu dan marka jalan sebesar 73%.
PENGEMBANGAN FIRMWARE PADA SUB CONTROLLER ROBOT SEPAK BOLA HUMANOID MENGGUNAKAN PROTOKOL DYNAMIXEL 2.0 Agung Pangestu; Maulana Aziz Assuja; Saniati Saniati; Try Susanto
Jurnal Teknik dan Sistem Komputer Vol 3, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK DAN SISTEM KOMPUTER
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jtikom.v3i2.2357

Abstract

Firmware merupakan lapisan perangkat lunak antara perangkat keras dan sistem operasi dengan tujuan utama menginisialisasi perangkat keras, sehingga sistem operasi dan driver dapat mengkonfigurasi perangkat keras. Penelitian ini bertujuan mengembangkan firmware yang ada pada Krakatau Sub-Controller menggunakan protokol Dynamixel 2.0. Protokol Dynamixel adalah protokol komunikasi half-duplex UART (Universal Asynchronous Receiver-Transmitter) dengan panjang 8-bit data, 1 stop bit, dan none paritas. Tahapan penelitan yang akan dilakukan yaitu merancang dan mengimplementasikan board Krakatau Sub Controller Versi 2.0. Langkah selanjutnya yaitu aturan yang ada pada Protokol Dynamixel 2.0 diterjemahkan dalam bahasa pemrograman C++ dan ditanam ke Krakatau Sub Controller sebagai firmware. Skenario pengujian yang dilakukan yaitu pengujian fungsional dengan mengirim nilai bit dari tiap-tiap instruction dan pengujian non fungsional dengan menguji aspek latensi. Firmware pada Krakatau Sub-Controller berhasil dibuat dengan latensi waktu yang dibutuhkan untuk pengujian Ping yaitu 12 µS, pengujian Read yaitu 114 µS, pengujian Write yaitu 11 µS, pengujian Reg Write yaitu 7 µS, pengujian Action yaitu 9 µS, pengujian Factory Reset yaitu 14 µS, pengujian Reboot yaitu 16 µS, pengujian Clear yaitu 3 µS, pengujian Sync Read yaitu 6 µS, Pengujian Bulk Read yaitu 17 µS
Pengendalian Gerak Longitudinal Pesawat Fixed Wing FT-Explorer Enrico Hadi Pranata; Try Susanto; Rikendry Rikendry; Ajeng Savitri Puspaningrum
Jurnal Teknik dan Sistem Komputer Vol 4, No 1 (2023): JURNAL TEKNIK DAN SISTEM KOMPUTER
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jtikom.v4i1.3504

Abstract

Unmanned Aerial Vehicle (UAV) or often called an unmanned aircraft is a vehicle that can fly by being controlled using radio waves or flying autonomously. Unmanned aircraft have an electro-mechanical based system to be able to perform missions programmatically using the laws of aerodynamics. One of the unmanned aircraft is a fixed wing type aircraft, which has a control plane in the form of an aileron to control the roll angle, an elevator to control the pitch angle, and a ruder to control the yaw angle. When an aircraft goes on a flying mission, many disturbances are encountered that destabilize the flight of the aircraft, one of which is the weather. Weather can be in the form of strong winds that cause loss of stability and spinning and thwart the flight mission. Spinning is the state of the aircraft rotating on the longitudinal axis. Therefore, it is necessary to have a control system so that the aircraft can overcome these disturbances. One of the control methods that can be used is the PID control method. The PID control method utilizes Feedback error to reach the point of stability. The PID control method not only utilizes the current error, but previous errors and predicts future errors. Based on the test results, the PID control method applied to unmanned aircraft is able to overcome the given disturbance well. Evidently when tested by giving disturbance to the roll angle, the aircraft is able to overcome the disturbance and return to stable flight maintaining longitudinal motion. The best response results are obtained with an overshoot of 6.9o, rise time of 0.45 sec, settling time of 1.2 sec, and steady state error of 0.45o.
Peningkatan Kemampuan Teknologi Sistem Tertanam bagi Siswa Melalui Pelatihan Doorlock Ajeng Savitri Puspaningrum; Novia Utami Putri; Akhmad Jayadi; Try Susanto; Nur Faqih Ardiantoro; Hegen Persada; Muhammad Dandy; Muhamad Randyka Rojat
Journal of Engineering and Information Technology for Community Service Vol 2, No 2 (2023): Volume 2, Issue 2, October 2023
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jeit-cs.v2i2.331

Abstract

Masalah terbesar keamanan saat ini adalah mudahnya penjahat menonaktifkan kunci konvensional. Teknologi sistem tertanam dapat diimplementasikan untuk mengatasi masalah tersebut seperti pengembangan Doorlock. Penggunaan doorlock dapat membantu pihak sekolah dalam melakukan pengamanan pintu secara otomatis sehingga dapat membantu sekolah untuk mengurangi pengeluaran biaya keamanan sekolah. Selain itu, para siswa perlu mendapatkan pemahaman dan pengetahuan tentang keamanan di sekolah, termasuk cara menggunakan doorlock dengan benar. Pelatihan doorlock yang terintegrasi dengan teknologi sistem tertanam dapat memberikan banyak manfaat bagi siswa seperti memahami fungsi dan cara kerja sistem doorlock yang lebih kompleks, sehingga mereka dapat mengaplikasikannya pada situasi nyata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan tema tersebut pada SMA Negeri 10 Bandarlampung dengan hasil siswa mampu memahami dan menyusun alat keamanan berbasis sitem tertanam secara mandiri.