Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Hubungan Bilateral Indonesia – Arab Saudi Pasca Hukuman Mati Terhadap Pmi Tuti Tursilawati Pramastuti, Risma Balkis; Damayanti, Christy; Madyar Dewi, Untari Narulita
Solidaritas Vol 7 No 2 (2023): Solidaritas
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Arab Saudi merupakan negara tujuan utama di Timur Tengah bagi PMI.Banyaknya PMI di Arab Saudi menambah banyak pula permasalahan yangmuncul. Pada tahun 2018 terjadi kasus eksekusi hukuman mati terhadap PMITuti Tursilawati yang dilakukan tanpa adanya informasi bagi pemerintahIndonesia. Penelitian ini betujuan untuk melihat hubungan bilateral Indonesia –Arab Saudi pasca hukuman mati terhadap PMI Tuti Tursilawati. Analisis teoriyang digunakan adalah teori diplomasi bilateral dan hubungan bilateral. Jenispenelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan sumber data primer yangdidapat dari dokumen yang diterbitkan dan sumber data sekunder yangdidapat dari internet juga penelitian terdahulu. Obyek dari penelitian iniadalah hubungan bilateral Indoensia dan Arab Saudi pasca hukuman matiterhadap PMI Tuti Tursilawati. Teknik pengumpulan data pada penelitianlibrary research dengan tiga tagah analisis data yaitu reduksi data, penyajiandata, dan verifikasi data. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasilhukuman mati terhadap Tuti Tursilawati memberikan pengaruh terhadapaspek politik, pada aspek ekonomi, tidak terdapat pengaru yang signifikanterkait adanya hukuman mati terhadap Tuti Tursilawati. Indonesia dan ArabSaudi berupaya untuk memperbaiki hubungan diplomasi setelah kasustersebut.Kata kunci: Arab Saudi, diplomasi bilateral, hubungan bilateral, Indonesia,PMI
Diplomasi Budaya,Nation Branding PENGUATAN NATIONAL BRANDING TARI TRADISIONAL INDONESIA OLEH MAHASISWA ASING YANG BELAJAR KESENIAN DI KOTA SURAKARTA : Penguatan Nation Branding Tari Tradisional Indonesia Oleh Mahasiswa Asing yang Belajar Kesenian di Kota Surakarta Ilmiyanti, Ika; Damayanti, Christy; Madyar Dewi, Untari Narulita
Solidaritas Vol 7 No 2 (2023): Solidaritas
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini bertujuan meneliti tentang penguatan nation branding tari tradisionalIndonesia oleh mahasiswa asing yang belajar kesenian di Kota Surakarta. Metode dalampenelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dan pencarian data yangdigunakan adalah data primer berupa hasil wawancara dan data sekunder berupa data daridokumen yang tersedia. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep nationbranding dan diplomasi kebudayaan. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwapenguatan nation branding ini dilakukan para mahasiswa asing yang belajar kesenian diSurakarta, dengan mendalami tari tradisional dan menciptakan tari baru, kemudianmenampilkannya baik di kota Surakarta maupun di negara mereka.Kata Kunci: Identitas Nasional, Diplomasi Budaya, Kesenian Indonesia
International Mask Festival Sebagai Instrumen Diplomasi Budaya Kota Surakarta Di Masa Pandemi Covid-19 Fikri Ardiansyah, Kevin; Hatmini, Sritami Santi; Damayanti, Christy
Solidaritas Vol 8 No 1 (2024): Solidaritas
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify the International Mask Festival as an instrument of cultural diplomacy in Surakarta during the Covid-19 pandemic. The International Mask Festival which is held annually can establish cultural relations between nations. The emergence of the Covid-19 pandemic that hit the world had an impact on the cultural diplomacy activities of Surakarta City in 2020 & 2021. This research was conducted with a qualitative research method and the data search used was primary data in the form of interviews with the International Mask Festival secretariat and secondary data in the form of data from documents provided and referring to the concepts of cultural diplomacy and digital diplomacy. The results of this study show that the International Mask Festival is part of Surakarta City's cultural diplomacy instrument to promote culture and maintain a good image to the international community using digital media. Digital media is an alternative tool for the International Mask Festival in realizing its goals during the Covid-19 pandemic. In this case, the International Mask Festival held virtually through Youtube and Instagram is an innovation as an adaptation due to the Covid-19 pandemic that can reach a wider international community.
Digital Nomad Visa as a Development Instrument for Indonesian Tourism Diplomacy Damayanti, Christy; Nugroho, Agung Yudhistira; Rohmadiena, Qonitah
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v9i2.7762

Abstract

Visa Digital Nomad di Indonesia muncul seiring berkembangnya teknologi   informasi dan komunikasi. Terminologi digital nomad berasal dari para remote workers yang kebanyakan bekerja dalam sektor digital, di mana para pelaku remote workers dapat mengerjakan pekerjaan mereka dari mana saja, tanpa terikat ruang, sejauh tersedia jaringan digital. Para remote workers yang menyebut diri mereka sebagai digital nomad ini, biasanya akan tinggal di suatu wilayah yang memiliki daya tarik wisata. Hal ini didorong oleh kemampuan mereka untuk bekerja di mana saja, sehingga mereka bisa memilih tempat yang nyaman untuk bekerja sekaligus mengusung ide work-life balance. Tren pekerja digital nomad ini semakin menjamur di berbagai wilayah, termasuk Indonesia, saat pandemi Covid-19 melanda dunia. Pemerintah Indonesia, dalam hal in Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), melihat fenomena ini sebagai peluang bagi pengembangan pariwisata Indonesia dalam mengusung digital nomad tourism. Penelitian ini bertujuan meneliti bagaimana peran kebijakan Visa Digital Nomad sebagai instrumen pengembangan diplomasi pariwisata Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data-data yang telah telah dikumpulkan dan dipilih ini lalu akan diproses untuk diolah dalam tahap pengolahan data. Data yang paling relevan serta mampu mendukung penelitian akan diproses untuk dilakukan analisis sehingga didapatkan hasil penelitian yang paling sesuai. Data-data tersebut dianalisis dengan interpretasi menggunakan landasan teori yang dari landasan konseptual. Analisis data yang diperoleh lalu disajikan dengan disesuaikan pada tujuan dan perumusan masalah yang telah ditentukan dalam penelitian.Kata Kunci : Visa Digital Nomad, pariwisata, remote worker, diplomasi pariwisataAbstract The Digital Nomad Visa in Indonesia emerged along with the development of information and communication technology. The term digital nomad comes from remote workers who mostly work in the digital sector, where remote workers can do their work from anywhere without being bound by space, as long as a digital network is available. These remote workers, who call themselves digital nomads, will usually live in an area that has tourist attractions. This is driven by their ability to work anywhere, so they can choose a comfortable place to work while promoting the idea of work-life balance. This trend of digital nomad workers is increasingly mushrooming in various regions, including Indonesia, as the COVID-19 pandemic hits the world. The Indonesian government, in this case the Ministry of Tourism and Creative Economy (Kemenparekraf), sees this phenomenon as an opportunity for the development of Indonesian tourism by promoting digital nomad tourism. This research aims to examine the role of the Digital Nomad Visa policy as an instrument for developing Indonesian tourism diplomacy. This research is qualitative. The data that has been collected and selected will then be processed in the data processing stage. The data that is most relevant and able to support research will be processed for analysis so that the most appropriate research results are obtained. These data were analyzed by interpretation using a theoretical basis based on a conceptual basis. The analysis of the data obtained is then presented in accordance with the objectives and problem formulation that have been determined in the research. Keywords: Digital Nomad Visa, tourism, remote workers, tourism diplomacy 
DIPLOMASI BUDAYA DARI PINGGIRAN: PERAN MAHASISWA DIASPORA MALAYSIA-INDONESIA DALAM MENDORONG MULTIKULTURALISME DI YOGYAKARTA Damayanti, Christy; Winarti , Winarti; Rahmadiena, Qonitah; Harini, Setyasih
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v5i2.5348

Abstract

Artikel ini mengkaji peran mahasiswa diaspora Malaysia-Indonesia, khususnya anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Sabah, Sarawak, dan Johor Bahru (disingkat sebagai mahasiswa SASAJO), dalam memajukan nilai-nilai multikulturalisme dan praktik diplomasi budaya dari akar rumput di Yogyakarta. Melalui program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Program Studi Hubungan Internasional Universitas Slamet Riyadi, para mahasiswa terlibat dalam lokakarya, diskusi budaya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang refleksi atas identitas hibrida mereka, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan untuk bertindak sebagai duta budaya informal Indonesia. Dengan pendekatan partisipatif dan kualitatif, kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menunjukkan bahwa meskipun menghadapi tantangan marjinalisasi dan kurangnya pengakuan institusional, mahasiswa diaspora ini aktif dalam membangun dialog antarbudaya dan inklusi sosial di lingkungan kampus dan komunitas. Ini menegaskan potensi strategis pemuda diaspora dalam diplomasi budaya Indonesia di tingkat akar rumput.
DIPLOMASI PENDIDIKAN SABAH BRIDGE DALAM MEMENUHI HAK PENDIDIKAN BAGI ANAK PEKERJA MIGRAN INDONESIA DI SABAH, MALAYSIA Damayanti, Christy; Dewi, Untari Narulita Madyar; Permatasari, Defta Galuh
Indonesian Journal of International Relations Vol 7 No 2 (2023): INDONESIAN JOURNAL OF INTERNATIONAL RELATIONS
Publisher : Indonesian Association for International Relations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32787/ijir.v7i2.440

Abstract

This research was conducted to describe the role of Sabah Bridge in conducting educational diplomacy in fulfilling the educational rights of Indonesian migrant workers' children through educational diplomacy. Qualitative research methods, literature studies, interview techniques, and educational diplomacy theory involving non-government actors were carried out. The results of the study show that there are three results from Sabah Bridge's educational diplomacy with related parties: (1) the Indonesian government built the Kota Kinabalu Indonesian school in Malaysia; (2) immigration cooperation between the two countries to facilitate documents needed by PMI children; and (3) Sabah Bridge and the Government of Indonesia provide repatriation scholarships to continue higher education in Indonesia. This research confirms that through diplomacy non-state actors can contribute to the national interests of their countries
Pengembangan keterampilan berbasis pengolahan sampah plastik sebagai upaya pemberdayaan kader PKK Harini, Setyasih; Damayanti, Christy; Rohmadiena, Qonitah
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i4.24171

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kader PKK Kabupaten Wonogiri melalui pengembangan keterampilan berbasis pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi. Kegiatan ini dilatarbelakangi beberapa permasalahan yakni: 1) kapasitas dan infrastruktur (TPA) yang belum memadai; 2) masih rendahnya kebiasan dan pengetahuan masyarakat terhadap lingkungan sehat akibat kemiskinan; 3) belum optimalnya pemberdayaan dan pelatihan dari pemerintah setempat bagi kader PKK; 4) kurangnya diversifikasi program dan solusi kreatif bagi permasalahan sampah. Metode yang dipilih adalah edukasi melalui sosialisasi dan pelatihan bagi kader PKK yang berjumlah 50 orang dari 25 kecamatan. Hasil menunjukkan bahwa: 1) kegiatan ini menjadi wujud keberhasilan kolaborasi antar pemangku kepentingan lokal dalam mengatasi kemiskinan; 2) keberhasilan pendekatan pengabdian masyarakat antara sosialisasi dan pelatihan pengolahan sampah plastik rumah tangga; 3) pemberdayaan kader PKK tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis, tetapi juga membuka peluang ekonomi; 4) pemberdayaan kader PKK Kabupaten Wonogiri memiliki potensi untuk direplikasi di daerah lain. Dampak signifikan dari program ini terlihat dari meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengurangan sampah plastik serta terciptanya sumber pendapatan alternatif bagi keluarga. Dengan demikian, program ini tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah plastik, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan perempuan sebagai agen perubahan di tingkat lokal.
Rethinking Environmental Determinism: Sebuah Analisis Faktor Pendorong Kebijakan Ekonomi Hijau era Joko Widodo Rohmadiena, Qonitah; Damayanti, Christy
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v10i2.8727

Abstract

Kebijakan ekonomi hijau diambil oleh pemerintah Indonesia di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menanggapi isu pelestarian lingkungan dan desakan komitmen pembangunan keberlanjutan. Langkah ini muncul sebagai respons terhadap kondisi alam yang kian tertekan akibat kerusakan lingkungan. Untuk menganalisis kebijakan tersebut, artikel ini menggunakan teori environmental determinism, sebuah pandangan klasik yang menekankan bahwa perilaku atau keputusan manusia sangat dipengaruhi oleh keadaan alam dan lingkungan. Jika ditarik ke konteks Indonesia di era Jokowi, terlihat bahwa kebijakan ekonomi hijau hadir sebagai upaya menyeimbangkan dua kepentingan: menjaga kelestarian alam sekaligus memastikan roda perekonomian tetap bergerak. Artikel ini akan menguraikan bagaimana environmental determinism dapat menjelaskan faktor-faktor yang melatari munculnya kebijakan ekonomi hijau, serta menempatkannya sebagai bagian dari dinamika pembangunan nasional di tengah tuntutan global terhadap keberlanjutan.
ANALISIS STRATEGI TOURISM AUTHORITY OF THAILAND DALAM MENINGKATKAN PARIWISATA NASIONAL THAILAND PADA TAHUN 2015–2019 Yasril Fadhil Aryatama; Christy Damayanti; Sritami Santi Hatmini
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2398

Abstract

Artikel ini membahas kontribusi signifikan yang diberikan oleh Tourism Authority of Thailand (TAT) dalam membangkitkan kembali sektor pariwisata nasional pasca konflik politik dan insiden keamanan pada tahun 2014–2015. Dengan menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif, studi ini menelaah sejumlah dokumen resmi pemerintah, laporan organisasi pariwisata internasional, dan juga arsip publik lainnya melalui teknik interpretasi. Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa kebijakan strategis TAT, termasuk program “Amazing Thailand” dan “Open to the New Shades”, mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan internasional secara signifikan dan memperluas jangkauan promosi ke wilayah yang sebelumnya kurang terekspos. Upaya tersebut berkontribusi terhadap peningkatan citra Thailand di mata dunia dan memperkokoh ketahanan ekonomi negara. Selain sebagai promotor pariwisata, TAT juga menjalankan fungsi diplomatik melalui pendekatan soft power yang dikaitkan dengan kepentingan nasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara strategi pariwisata, promosi budaya, serta penerapan kebijakan pariwisata berkelanjutan berpotensi besar untuk memperkuat relasi internasional dan pembangunan ekonomi Thailand secara berkelanjutan.