Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Ulil Albab

Adaptasi Arsitektur Kolonial terhadap Iklim Tropis : Analisis Fasad Gedung SMA Negeri 2 Purwokerto Pandhu Nagara Prijatna; I Wayan Srijaya; Coleta Palupi Titasari
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 10: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan SMA Negeri 2 Purwokerto merupakan bangunan kolonial dengan aplikasi gaya arsitektur modern aliran Nieuwe Bouwen. Langgam arsitektur pada bangunan SMA Negeri 2 Purwokerto telah beradaptasi dengan iklim tropis dimana hal tersebut merupakan perkembangan dari arsitektur kolonial. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, studi pustaka, dan wawancara. Data yang terkumpul di analisis dengan analisis kualitatif, karakter spasial, dan karakter visual dan di dukung dengan teori morfologi arsitektur, teori arsitektur modern, dan teori arsitektur fungsionalisme.  Hasil analisis menghasilkan kesimpulan bahwa adaptasi dari iklim tropis pada bangunan terlihat pada penggunaan elemen-elemen pada bangunan sehingga menimbulkan sirkulasi udara yang baik serta suhu ruangan yang dapat berkaitan dengan kenyamanan penghuni. Karakteristik bangunan yang berorientasi terhadap adaptasi iklim tropis dapat terlihat dari kondisi fasad bangunan. Fungsi pada elemen-elemen bangunan saling berkaitan yang berdampak pada sistem sirkulasi udara bangunan.  Dengan adanya orientasi terhadap iklim tropis, elemen yang terdapat pada bangunan harus memiliki fungsi sebagai penyalur udara.Bangunan SMA Negeri 2 Purwokerto merupakan bangunan kolonial dengan aplikasi gaya arsitektur modern aliran Nieuwe Bouwen. Langgam arsitektur pada bangunan SMA Negeri 2 Purwokerto telah beradaptasi dengan iklim tropis dimana hal tersebut merupakan perkembangan dari arsitektur kolonial. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, studi pustaka, dan wawancara. Data yang terkumpul di analisis dengan analisis kualitatif, karakter spasial, dan karakter visual dan di dukung dengan teori morfologi arsitektur, teori arsitektur modern, dan teori arsitektur fungsionalisme.  Hasil analisis menghasilkan kesimpulan bahwa adaptasi dari iklim tropis pada bangunan terlihat pada penggunaan elemen-elemen pada bangunan sehingga menimbulkan sirkulasi udara yang baik serta suhu ruangan yang dapat berkaitan dengan kenyamanan penghuni. Karakteristik bangunan yang berorientasi terhadap adaptasi iklim tropis dapat terlihat dari kondisi fasad bangunan. Fungsi pada elemen-elemen bangunan saling berkaitan yang berdampak pada sistem sirkulasi udara bangunan.  Dengan adanya orientasi terhadap iklim tropis, elemen yang terdapat pada bangunan harus memiliki fungsi sebagai penyalur udara.
Tinggalan Seni Arca Di Pura Puseh Desa Getakan Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung Ni Luh Putu Meriandani; I Wayan Srijaya; Kadek Dedy Prawirajaya R
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 11 (2022): Oktober 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v1i11.745

Abstract

Abstract: Tinggalan seni arca merupakan salah satu tinggalan arkeologi yang banyak tersebar di wilayah Pulau Bali dan disimpan di tempat suci/pura. Salah satu pura di Kabupaten Klungkung yang terdapat tinggalan seni arca, yaitu Pura Puseh Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna tinggalan seni arca. Menggunakan beberapa metode tahap pengumpulan data, diantaranya studi pustaka, observasi, dan wawancara. Terdapat dua teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teori fungsional dan teori simbol untuk membantu memecahkan masalah atau menjadi guideline dalam penelitian ini. Menggunakan tiga metode analisis data, yaitu analisis morfologi, analisis ikonografi, dan analsisi kwalitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa tinggalan seni arca di Pura Puseh Desa Getakan, yaitu arca Ganesha, empat belas arca perwujudan, dan dua puluh fragmen arca. Fungsi dari tinggalan seni arca tersebut sudah mengalami perubahan jika dilihat dari fungsi awal arca tersebut dibuat. Saat ini, tinggalan arca tersebut berfungsi sebagai sarana pemujaan, memohon keselamatan, dan perlindungan. Masyarakat peyugsungnya memaknai tinggalan seni arca tersebut sebagai tinggalan yang sangat dikeramatkan dan disakralkan untuk sarana pemujaan.
Dampak Lingkungan Fisik Dan Budaya Terhadap Penempatan Situs-Situs Megalitik di Sekitar Ranca Gabus Thomas Nehemia Augie Geofernando; I Wayan Srijaya; Rochtri Agung Bawono
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2: Januari 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i2.1151

Abstract

Situs-situs megalitik di sekitar Ranca Gabus, Desa Cimareme, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut merupakan bukti bahwa wilayah ini pernah dihuni oleh manusia masa lalu. Wilayah ini diasumsikan memiliki kondisi lingkungan yang ideal, baik itu lingkungan fisik maupun budaya, sehingga wilayah tersebut dipilih sebagai lokasi penempatan situs-situs megalitik. Penelitian ini menyelidiki dampak lingkungan fisik dan budaya terhadap penempatan situs-situs megalitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak lingkungan fisik dan budaya pada situs-situs megalitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter lingkungan fisik yang banyak dipilih untuk dijadikan lokasi penempatan situs-situs megalitik di sekitar Ranca Gabus adalah variabel lingkungan pada rentang ketinggian 500-1000 mdpl, sebaran jenis tanah aluvial, jenis formasi batuan aluvial, berada pada jarak 100-500 m dari sumber air, dan rentang kemiringan lereng antara 5-15%. Karakter lingkungan budaya yang berpengaruh adalah manusia sudah hidup menetap dan memahami konsep kerja sama dalam membangun bangunan megalitik yang berupa punden berundak dan tradisi atau ritual memberikan persembahan untuk roh nenek moyang yang pernah dilakukan masyarakat Desa Cimareme di Situs Pasir Lulumpang.
Estetika Ornamen Makam di Kompleks Makam Sendang Duwur, Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur: Kajian Variasi, Fungsi dan Makna Bella Kristina; I Wayan Srijaya; Zuraidah Zuraidah
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 10: September 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i10.2251

Abstract

Islamisasi di Indonesia diawali dengan datangnya bangsa-bangsa asing. Dalam  data historis Hikayat Tionghoa, Catatan Arab dan Persia, mengatakan bahwa Islam masuk nusantara sekitar abad ke-7 atau awal abad ke-8. Proses islamisasi ini membawa pengaruh terhadap seni bangunan dan juga ragam hias atau seni hias. Wujud dari proses Islamisai ini terdapat pada kompleks Makam Sendang Duwur yang merupakan salah satu bentuk peninggalan sejarah yang berasal dari masa transisi Indonesia Hindu ke Islam. Penulis tertarik untuk meneliti tentang Estetika Ornamen Makam di Kompleks Makam Sendang Duwur, Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur Kajian Variasi, Fungsi dan Makna untuk dikaji lebih lanjut. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, studi pustaka, dan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis kualitatif dan dibantu dengan teori seni dam semiotika. Hasil penelitian berupa Variasi ornamen yang ada di kompleks Makan Sendang duwur terbagi atas variasi pada gapura, cungkup dan nisan. Fungsi dari ornamen pada nisan berfungsi sebagai penghias, penopang bangunan dan sebagai alat pendukung lainnya.