Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Cakrawala Pendidikan

PUSAT LISTRIK TENAGA NUKLIR: ENERGI DAN PENGARUHNYA TERHADAP LINGKUNGAN Edy Supriyadi
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1994,TH.XIV
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4757.798 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.9035

Abstract

Pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara dan gas alam telah menyebabkan meningkatnya suhu atmosfir bumi, terjadinya hujan asam dan pengaruhi pencemaran lingkungan lainnya. Di lain pihak, kebutuhan energi listrik di Indonesia terus meningkat seiring dengan laju pembangunan. Pusat listrik tenaga nuklir (PTLN) merupkan salah satu jenis pembangkit tenaga listrik alternatif yang prospektif karena mempunyai potensi sebagai pembangkit energi yang besar, hemat bahan bakar, dan juka dibuat dengan teknologi yang memadai akan memiliki tingkat keamanan yang tinggi bagi kehidupan manusia maupun bagi alam lingkungannya.
A CHARACTER-BASED ASSESSMENT MODEL FOR VOCATIONAL HIGH SCHOOLS Edy Supriyadi; Zamtinah Zamtinah; Sunaryo Soenarto; Yuwono Indro Hatmojo
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 2, JUNE 2019
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.055 KB) | DOI: 10.21831/cp.v38i2.24099

Abstract

The competencies of vocational high school (VHS) graduates, especially in terms of character have not met its standards. This study aims to develop a character-based assessment model for VHS in the form of a guide and procedure. Borg Gall’s (1989) model with the following stages was utilized: (1) needs analysis, (2) planning, (3) development, (4) phase I trial, (5) phase II trial, (6) evaluation of model effectiveness, and (7) final product development. This study involved some experts in the model validation. Trials were done to teachers and principals in eight VHSs in Yogyakarta Special Province, Indonesia in 2017 (first trial), and those from 42 VHSs throughout Java island, Indonesia in 2018 (second trial). Data were collected by questionnaires and interviews and analysed by quantitative and qualitative descriptive statistics. This study suggest that, overall, the model is appropriate and feasible to use, proven by (1) the assessment guide is categorized as ‘very appropriate’ (Mean 3.55; SD .52); (2) assessment procedure achieves an ‘very appropriate’ category (Mean = 3.60; SD = .51); and (3) effectiveness of the assessment model in trial 1 is in the ‘very appropriate’ category (Mean 3.43, and SD .51), and in trial 2 is in the ‘appropriate’ category (Mean 3.38, SD .53).
PEMBELAJARAN SECARA BILINGUAL DI JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO Edy Supriyadi
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 2 (2012): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Juni 2012, Th. XXXI, No. 2
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v5i2.1564

Abstract

Abstrak: Pembelajaran secara Bilingual di Jurusan Pendidikan Teknik Elektro. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi tentang proses pembelajaran bilingual menggunakan pendekatan kontekstual yang efektif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tiga pertemuan. Penelitian ini dilakukan pada dua kelompok mahasiswa, masing-masing terdiri atas 42 mahasiswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa prestasi mahasiswa pada siklus terakhir termasuk dalam kategori baik (rerata = 72,48 dibandingkan dengan rerata yang ditargetkan = 70). Terdapat peningkatan aktivitas dan motivasi mahasiswa dalam proses belajar mengajar. Juga terdapat peningkatan pada penggunaan bahasa Inggris oleh mahasiswa pada dua siklus terakhir. Meskipun demikian, peningkatan tersebut tidak setinggi yang ditargetkan. Pada akhir siklus terakhir, aktivitas, motivasi, dan penggunaan bahasa Inggris oleh mahasiswa termasuk pada kategori cukup. Target tidak dapat dicapai karena besarnya jumlah mahasiswa dan kurang nyamannya kondisi ruangan. Kata kunci: pembelajaran, bilingual, pendekatan kontekstual Abstract: The Bilingual Teaching and Learning in Electronics Engineering Department. This study was carried out to obtain information on the bilingual teaching and learning process using the effective contextual approach. This was an action research study conducted in three cycles. Each cycle consisted of three meetings. There were two groups of students involved in this study. Each of group comprised 42 students. The results showed that the students’ achievement in the last cycle was categorized as good (mean = 72.48 compared to the targeted mean of 70). There was an improvement in the students’ activity and motivation in the teaching and learning process. There was also an improvement on the students’ use of English in the last two cycles. However, the improvement was not as high as targeted value. At the end of the last cycle, the students’ learning activity, motivation, and the use of English were in sufficient category. The target was not achieved possibly because of the class size (too big) and the uncomfortable classroom. Keywords: teaching and learning, bilingual, contextual approach
RELEVL4NSI PENGEMBANGAN CAI BIDANG PENDIDIKAN Sunaryo Soenarto; Edy Supriyadi
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 2 (2002): Cakrawala Pendidikan edisi Juni 2002, Th. XXI, No. 2
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1653.827 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.8757

Abstract

The development of computer and multimedia technologyhas been so swift that it has led to changes in many facets ofman's life In the educational sector, the potential role of the multimediacomputer as a learning aid, source, and strategy has been ,.able to improve students' /earning motivation, interaction, andefficiency The strategy of using Computer -4ssistedInstruction (CAI) has empirically shown that CAI is able to promotelearning effectiveness.The development of the CAI program at the level of highereducational institution in the effort of sustaining the developmentof students' competence to make them competitive studentsindividually is at present the target of educational institutions'accountability in innovation and vision. The development of theCAI program is a synergic and integrated step of needs analysis,design, development, and implementation. This step should involvea group of experts, creative workers, and production staff.I11 order to implement such a project, the State University ofYogyakarta should be able to manage the visions and programsof its Learning Resource Development Unit, Computer Center, CurPnculum and Educational Techology Depmment. andElectronic EngineeIlng Department to empower Its human resourcesand equipment in ax Integrated and synergic way for thedevelopment and production of interactive multimedia hnstmction-based CAI.
PENDIDIKAN DAN PENILAIAN KARAKTER DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Edy Supriyadi
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 2 (2011): CAKRAWALA PENDIDIKAN Mei 2011, Th. XXX, Edisi Khusus Dies Natalis UNY
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v0i2.7590

Abstract

Abstract: Character Education and its Assessment in Vocational High Schools. Character education is a process of helping people to develop good characters, such as honesty, responsibility, compassion, and self-respect. Character education at school aims to build the student and staff characters and to develop the school culture. The assessment of character education covers that of student and staff characters and the school culture. The assessment of student character can be conducted through classroom-based assessment by teachers. In addition, civic education and religion teachers are supposed to conduct the assessment of student character more thoroughly. The assessment of staff character should be conducted by a school internal team. The school culture may be assessed by a provincial external team. The results of assessment are used to make decisions of student grade promotion and graduation and to improve a character education program. Keywords: education, character education
WAJIB BELAJAR SEMBILAN TAHUN BAGI MASYARAKAT TIDAK MAMPU Edy Supriyadi; Zamtinah Zamtinah
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1993,TH.XIII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.737 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.8927

Abstract

Pada tahuo 1994 nanti, pemerintah akan memberlakukanprogram wajib be~ajar 9 tahuo.. · yaitu pendidikan dasarminimal yang harus dialami oleh setiap warga negara. Programpemerataan kesempatan belajar ini dimaksudkan agarsetiap warga' negara Indonesia menjadi anggota masyarakatyang tahu akan kewajiban dan haknya, memiliki keterampilanuntuk mengatasi kesulitan dan meningka'tkan kualitas hidupoya.Program ini sangat esensial terutama bagi masyarakattidak mampu yang sebagian besar tinggal di pedesaan karenaanak-anak usia sekolah yang tidak memperoleh kesempatanmenikmati perididikan formal SD dan SLTP sebagian besarberasal dari masyarakat ini. Mengingat kondisi sosial e"konomimasyarakat pedesaan yang kurang begitu menguntungkan,yaitu seperti kemi$kinan, rendahnya kesadaran tentang pendidikan,kondisi l.ingkungan dan lain-Iainnya, maka pelaksanaanwajib belajar 9 tahv.n hen,daknya direncanakan dengan mempertimbangkankon~si-kondisi tersebut sehingga programwajib belajar dapat terlaks~~:a dengan baik dan memberimanfaat yang sebesar-besarnya bagi peninglli;,tan kesejahteraanmasyarakat pedesaan. Di samping itu. sistem pendidikan(wajar 9 tahun) yang hendak diterapkan hendaknya sejalandBn berorientasi pada ltebutuhan masyarakat karena pendidikanbagi ma:$yarakat desa harus menyajikan model yang hidup.berfaedah, diperlukan dan cocok dengan situasi kebud:-.)'aanpedesaan setempat. baik lokal maupun regional.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PEMROGRAMAN KOMPUTER DENGAN METODE KOOPERATIF Edy Supriyadi
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1995,TH.XIX
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.084 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.9162

Abstract

Untu1- menguasai pemrograman kompuler dengan baikdiperlukan kemampuan dasar-dasar pemrograman, alur logikaberpikir rasional dan sistematis, kemampuan memahami danmenentukan masalclh, serta kemampuan mengaplikasikankaidah-kaidah bahasa pe~rograman untuk merancang danmembuat program guna memecahkan suatu masalah. Penggunaanmetode klasikal, individual serta pengajaran berbantuankomputer yang selama ini digunakan dipandang kurangtepat karena tidak sesuai dengan karakteristik mated pemrogramankomputer. Oleh karena itu, periu dikembangkanmetode pembelajaran pemrograman komputer yang palingtepat agar ha~sil pembelajaran dapat dicapai secara optimal.Metode kooperatif merupakan metode yang palingsesuai dan efektif uotuk mengajarkan materi pemrogramankomputer karena pada proses pembelajaran metodc ini mahasiswamampu meningkatkan penemuan dan pengembanganstrategi kognitif pada kualitas yang tinggi, berpikir analisissintesis dan mengarah pada pemecahan masalah. Pdns1p-·prinsip metode kooperatif antara lain: menekankan adanyakerja sarna dan keberhasilan bersama, terdiri a tas kelompokkelompokkedl (3 s.d. 5 mahasiswa perkelompok), aktivitasbelajar Iebih berpusat pada mahasiswa, dosen berfungsisebagai fasilitator dan motiva~or, diskusi untuk mengemukakaninformasi baru, menjelaskan dan mcnyatukan pemikiranpemikiranrasional yang mengarah pada pemecahan masalah.Berbagai keuntungan penggunaan\ metode kooperatH diantaranya adalah: mampu meningkatkan aktivitas dankreativitas mahasiswa, lebih termotivasi secara intrinsik,mempunyai self-esteem lebih baik dan secara personal lebih. terampil serla mempunyai apresiasi yang Iet.ib tinggiterbadap materi yang dipelajari.