Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : PRofesi Humas

Komunikasi pariwisata budaya dalam mempromosikan city branding “Siak the truly Malay” Noor Efni Salam; Nurjanah Nurjanah
PRofesi Humas Vol 4, No 1 (2019): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.422 KB) | DOI: 10.24198/prh.v4i1.22235

Abstract

Kabupaten Siak dikenal dengan slogan Siak the Truly Malay, karena daerah ini merupakan wilayah berbasis budaya Melayu, bahkan sudah berhak memegang hak cipta atas branding Siak the Truly Malay, paten atas branding tersebut, menurut Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Siak sudah terdaftar sejak 27 April 2017. Berdasarkan kenyataan itulah  masyarakat Siak akhir-akhir ini bersemangat untuk mempromosikan city branding Siak the Truly Malay-nya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali, menemukan, dan mendeskripsikankan  berbagai promosi yang digalakan mereka terkait dengan wisata budaya ini. Metode penelitian bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa komunikasi pariwisata yang dilakukan oleh masyarakat Siak,antara lain: memasarkan objek atau produk-produk budaya Melayu,  baik situs-situs sejarah, kerajinan tradisional, kuliner dan kondisi geografis yang menunjang program tersebut sebagai brand Kabupaten ini, memberdayakan dan meningkatkan ekonomi kreatif yang mengarah kepada city creative; menyelenggarakan berbagai event budaya yang menjadi agenda tahunan, memaksimalkan berbagai saluran komunikasi, seperti situs-situs online, media elektronik, koran lokal dan berbagai publikasi lainnya, memperbaiki dan meningkatkan  sarana dan prasana terutama infrastruktur dan elektrisasi, dan meningkatkan  kerjasama dengan stakehlders. Beberapa rekomendasi untuk meningkatkan program ini, pemerintah sebaiknya memaksimalkan sarana dan prasarana di berbagai tempat wisata yang tengah dikembangkan; masyarakat ikut menjaga dan  mengembangkan potensi ekonomi kreatif yang mereka miliki, stakeholder/Swasta seharusnya memberikan dukungan material secara maksimal terhadap program pemerintah dalam mempromosikan city branding ini.