Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Interpretasi Makna Sistem Penamaan Orang Bugis: Kajian Semantik Muhlis Muhlis; Hj. Ratnawati Umar; Hj. Andi Ebe; Irnawati Irnawati
AIJER: Algazali International Journal Of Educational Research Vol. 4 No. 2 (2022): APRIL (AIJER)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/aijer.v4i2.555

Abstract

Abstrak: Interpretation of the Meaning of the Bugis Naming System: A Semantic Study. This study aims to describe the meaning of the names of the Bugis people. In this study, researchers collected several names and then processed and interpreted the meaning contained in the name. This research is qualitative research, the object of research is the Bugis community. The source of this research data is sourced from informants and the internet, data collection techniques using observation, interview, recording, and documentation techniques. Data analysis techniques use semantic interpretation techniques. The results showed that the Bugis people used to mostly give their children names in addition to being noble titles obtained from parents, as well as names derived from environmental events, forms of prayer, and children. Parents' expectations of their children.
Analisis Kesalahan Berbahasa Pada Karangan Deskripsi Jumadi Jumadi; Nurcaya Nurcaya; Ahmad Ghazali Samad; Muhlis Muhlis
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i3.5028

Abstract

Karangan deskripsi merupakan salah satu jenis tulisan yang penting dalam pembelajaran bahasa di tingkat SMA. Namun, siswa SMA sering kali melakukan kesalahan berbahasa dalam menulis karangan deskripsi, yang dapat mempengaruhi kualitas tulisan dan pemahaman pembaca.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan terkait:  1) bentuk kesalahan berbahasa yang dilakukan 2) bentuk kesalahan berbahasa yang sering muncul, 3) penyebab terjadinya kesalahan berbahasa, dan 4) upaya mengatasi kesalahan berbahasa. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa pengamatan langsung, mengkaji arsip atau dokumen dengan secara mendalam menggunakan teknik content analisis. Hasil penelitian menemukan bahwa besarnya persentase kesalahan berbahasa siswa sebagai berikut: ejaan 47,31%, wacana 11,29%, semantik 8,60%, sintaksis 31,72%, dan morfologi 1,07%. Ada dua faktor yang menjadi penyebab kesalahan berbahasa 1)  Faktor kompetensi siswa dipengaruhi oleh proses pembelajaran yang diterima siswa, Kekurangan guru dalam menjelaskan aturan-aturan penulisan dan kurangnya perhatian siswa kepada guru, membuat kompetensi menulis siswa kurang. 2) Faktor perfomansi, faktor dipengaruhi oleh konsentrasi siswa dan gugup ketika menulis, sehingga karangan siswa menjadi tidak maksimal. Dalam kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan adanya kesalahan berbahasa yang umum terjadi pada karangan deskripsi siswa SMA, sehingga guru dan siswa perlu memperhatikan tata bahasa, kosa kata, penggunaan kalimat, dan struktur paragraf guna meningkatkan kualitas karangan deskripsi. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang kesalahan berbahasa yang sering terjadi, diharapkan siswa SMA dapat menghasilkan karangan deskripsi yang lebih baik secara keseluruhan
Optimalisasi Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Karangan Narasi Siswa di SMA 9 Wajo: Analisis Kesalahan Berbahasa Nurcaya Nurcaya; Jumadi Jumadi; Ahmad Ghazali Samad; Muhlis Muhlis; Abdul Kadir; Abdul Wahid
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2808

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mendiskripsikan dan menjelaskan: (1) kesalahan berbahasa Indonesia pada aspek morfologi, (2) kesalahan berbahasa Indonesia pada aspek sintaksis, (3) kesalahan berbahasa Indonesia pada aspek ejaan, (4) kesalahan berbahasa Indonesia pada aspek semantis, (5) faktor penyebab terjadinya kesalahan berbahasa. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) bentuk kesalahan dalam bidang morfologi terdiri atas lima jenis, yaitu afiks, sufiks, pemenggalan kata, kata ulang, dan kata bentukan, (2) bentuk kesalahan dalam bidang sintaksis terdiri atas tiga jenis yaitu preposisi, kata penghubung, dan kalimat tidak efektif, (3) bentuk kesalahan dalam bidang ejaan terdiri atas dua jenis yaitu tanda baca dan huruf kapital, (4) bentuk kesalahan dalam bidang semantis terdiri atas dua jenis yakni diksi dan kalimat tidak baku, dan (5) faktor penyebab kesalahan berbahasa dalam karangan siswa kelas XI SMAN 9 Wajo disebabkan oleh kurangnya pemahaman tata bahasa, ketidaktahuan kosakata, kurangnya latihan menulis, kurangnya revisi dan penyuntingan, dan pengaruh bahasa ibu.
Campur Kode Pengguna Media Sosial X dalam Akun Tanyarlfes: Kajian Sosiolinguistik Winalda Tahir; Muhlis Muhlis; Sitti Hasriyati Anies; Ahmad Ghazali Samad; Nurcaya Nurcaya
Cakrawala Indonesia Vol 11 No 1 (2026): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v11i1.2430

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi olehnya fenomena campur kode merupakan masalah yang sering terjadi pada masyarakat pengguna media sosial yang sering dianggap sepele. Padahal hal ini dapat menghambat pemahaman lawan tutur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui campur kode pengguna media sosial X dalam akun Tanyarlfes. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, dokumentasi, dan teknik pencatatan. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah klasifikasi, analisis, interpretasi, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 kategori campur kode penyisipan, yaitu campur kode penyisipan kata berjumlah 39 data dan campur kode penyisipan frase 22 data. Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia pengguna media sosial cenderung menggunakan kata-kata yang lebih singkat dan selalu menciptakan gaya berbahasa baru dengan mengadopsi berbagai macam bahasa. Perbedaan latar belakang menciptakan ruang berkembangnya campur kode sebagai strategi komunikasi antarpenutur.