Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA FILM ANIMASI PADA SISWA VI SDN 1 SIGLI Nanda Saputra
Indonesian Journal of Elementary Education (IJOEE) Vol 2, No 2 (2020): Indonesian Journal of Elementary Education (IJOEE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/ijoee.v2i1.3864

Abstract

 Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan: 1) keaktifan dalam menulis cerita, dan 2) kemampuan menulis cerita melalui media film animasi. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SDN 1 Sigli yang berjumlah 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan media film animasi dapat meningkatkan keaktifan dan kemampuan menulis cerita siswa dari prasiklus ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) pembelajaran dengan menggunakan media film animasi dapat meningkatkan keaktifan siswa. Keaktifan terlihat dari hasil observasi terhadap proses pembelajaran siswa yaitu, sebelum tindakan sebesar 30%, siklus I sebesar 65% dan siklus II sebesar 85%; (2) pembelajaran dengan menggunakan media film animasi dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita. Peningkatan kemampuan menulis cerita terlihat dari hasil pekerjaan siswa yaitu, sebelum tindakan sebesar 35%, siklus I sebesar 70%, dan pada siklus II sebanyak 90%.Kata kunci : kemampuan, menulis cerita, media film animasi
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA MELALUI MEDIA FILM ANIMASI PADA SISWA KELAS IV MADRASAH IBTIDAIYAH Nanda Saputra; Lita Ariyanti; Kosilah Kosilah; Miswar Saputra
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.541-549.2020

Abstract

Berdasarkan hasil observasi, menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran guru tidak menggunakan media pembelajaran dan tidak melibatkan siswa secara langsung. Hal ini mengakibatkan kurang maksimalnya keterampilan menyimak cerita siswa. Tujuan yang ingin dicapai adalah mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menyimak cerita, mendeskripsikan hasil belajar menyimak cerita siswa, serta mendeskripsikan kendala yang dialami selama pelaksanaan pembelajaran menyimak cerita dengan menggunakan media film animasi dan cara mengatasinya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, tes dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas IV MIN 17 Pidie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan aktivitas pembelajaran mengalami peningkatan. Pada siklus I nilai ketercapaian yang diperoleh sebesar 69,12 dan siklus II sebesar 84,06. Semua kendala yang ada dapat diatasi dengan baik pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media film animasi dapat meningkatkan keterampilan menyimak cerita rakyat siswa kelas IV MIN 17 Pidie. Kata Kunci: Keterampilan, Menyimak cerita, Media, Film animasi, Siswa ABSTRACT Based on the results of observations, it shows that in the learning process the teacher does not use learning media and does not involve students directly. This results in not maximal listening to students' story skills. The objectives to be achieved are to describe the implementation of learning to listen to stories, describe the learning outcomes of listening to students' stories, and describe the obstacles experienced during the learning process of listening to stories using animated film media and how to overcome them. The research design used was PTK (Classroom Action Research). Data collection techniques using observation techniques, tests and field notes. The data analysis technique used is descriptive qualitative and quantitative. The research subjects were teachers and students of class IV MIN 17 Pidie. The results showed that the implementation of learning activities had increased. In the first cycle, the achievement value obtained was 69.12 and the second cycle was 84.06. All the existing obstacles can be overcome properly in cycle II. Based on the results of this study, it can be concluded that the use of animated film media can improve the students' listening skills of folklore class IV MIN 17 Pidie. Keywords: Skills, Listening to stories, Media, Animated films, Students
PENGARUH PENGGUNAAN PROGRAM MICROSOFT TEAMS TERHADAP MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI KELAS V SD NEGERI 3 SINJAI Nur Aisyah; Hasmiati; Irmayanti; Nanda Saputra
Journal on Teacher Education Vol. 3 No. 2 (2022): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.984 KB) | DOI: 10.31004/jote.v3i2.3244

Abstract

Wabah virus COVID-19 berdampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat terlebih pada bidang pendidikan. Pembelajaran pun dilaksanakan di rumah melalui daring atau jarak jauh. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh Microsoft Teams terhadap minat belajar peserta didik terdiri dari kelas Va, Vb, Vc, dan Vd dengan jumlah populasi 90 peserta didik dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Penelitian ini merupakan jenis penelitian expost facto menggunakan instrumen penelitian angket online microsoft from yang dianalisis melalui uji statistik, uji validitasi dan reliabilitas, uji normalis, uji linear, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan bantuan software SPSS 20,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunan program microsoft teams terhadap minat belajar peserta didik dalam pembelajaran Tematik di Kelas V SD Negeri 3 Sinjai berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat belajar peserta didik dengan besar pengaruhnya senilai 95.6% termasuk dalam kategori berpengaruh sangat tinggi. Penggunaan program microsoft teams sangat efektif dalam meningkatkan minat belajar dan hasil belajar peserta didik.
PENERAPAN PENDEKATAN EXPLORATORY DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV MIS AL-FITRAH KOTA KUPANG Julhidayat Muhsam; Nanda Saputra
Journal on Teacher Education Vol. 3 No. 2 (2022): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.999 KB) | DOI: 10.31004/jote.v3i2.3248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui pendekatan exploratory discovery pada siswa kelas IV MIS Al-Fitrah. Jenis penelitian yang digunakan adalah PTK. Desain menggunakan model pengembangan menurut kemmis yang terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini yakni siswa kelas IV MIS Al-Fitrah berjumlah 17 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dokumentasi. Analisis data menggunakan data observasi untuk menghitung lembar observasi aktivitas guru dan siswa, data tes dianalisi menggunakan rata-rata nilai dan ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata siswa yang tuntas dalam pembelajaran siklus I mencapai 35,29 dan meningkat pada siklus II menjadi 94,11; hal ini membuktikan bahwa pembelajaran dengan menerapkan pendekatan eksploratory discovery dapat menigkatkan hasil belajar siswa sesuai dengan KKM yakni 75 pada pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui pendekatan exploratory discovery pada siswa kelas IV MIS Al-Fitrah. Jenis penelitian yang digunakan adalah PTK. Desain menggunakan model pengembangan menurut kemmis yang terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini yakni siswa kelas IV MIS Al-Fitrah berjumlah 17 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dokumentasi. Analisis data menggunakan data observasi untuk menghitung lembar observasi aktivitas guru dan siswa, data tes dianalisi menggunakan rata-rata nilai dan ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata siswa yang tuntas dalam pembelajaran siklus I mencapai 35,29 dan meningkat pada siklus II menjadi 94,11; hal ini membuktikan bahwa pembelajaran dengan menerapkan pendekatan eksploratory discovery dapat menigkatkan hasil belajar siswa sesuai dengan KKM yakni 75 pada pembelajaran IPA.
PARADIGMA PEMBELAJARAN BERPENDEKATAN MULTILITERASI DI ABAD 21 Nurcaya; Andi Ebe; Nanda Saputra; Muhlis
Journal on Teacher Education Vol. 3 No. 2 (2022): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.321 KB) | DOI: 10.31004/jote.v3i2.3250

Abstract

Pendekatan multiliterasi dalam pembelajaran merupakan paradigma pembelajaran yang telah lama digaungkan dalam dunia pendidikan. Namun, masih ada sebagian orang yang buram akan multiliterasi ini. Metode dalam penulisan ini adalah studi literatur. Dalam pembelajaran multiliterasi, memfokuskan pada pengembangan kemampuan peserta didik, bukan pada pencapaian kompetensi. Sehingga pendidik lebih dapat menghargai perbedaan setiap individu. Perbedaan ini sebagai contohnya adalah dalam gaya belajar, bakat, minat, dan lain sebagainya. Penghargaan oleh pendidik ini wujudnya dapat berupa penerapan model maupun media yang dapat menunjang keseluruhan perbedaan setiap siswa ini. jadi tidak hanya berpatokan pada model, teknik, metode maupun media yang monoton atau tidak bervariasi. Karena kemonotonan ini dapat mengakibatkan beberapa siswa menjadi tidak dapat mengembangkan potensinya. Sejatinya, dengan adanya pembelajaran multiliterasi ini diyakini akan dapat memenuhi tuntutan jaman dan tantangan pendidikan. Sehingga setiap individu dapat mempertahankan eksistensinya dalam suatu masyarakat, bahkan dapat mempertahankan eksistensi negaranya. Selain itu, penerapan pembelajaran multiliterasi dapat membentuk individu yang multitasking.
KAIN PERCA BATIK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK DI PAUD AL-KARIMAH LOMBOK TENGAH Runi Fazalani; Nanda Saputra
Journal on Teacher Education Vol. 3 No. 2 (2022): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.777 KB) | DOI: 10.31004/jote.v3i2.3285

Abstract

Penelitian ini bertujuan unuk mengetahui perbedaan tingkat kreativitas anak di PAUD Al-Karimah setelah diberikan media kain perca batik. Teknik dan alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi. Dan instrument penelitian. Prosedur Penelitian ini adalah Perencanaan (Plan), Pelaksanaan (Act) dan Observasi (Observe), Refleksi (Reflect). Validasi data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara evaluasi dan merefleksi siklus. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah pada pra siklus, siklus I, siklus II, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan kain perca batik sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan kreativitas anak di PAUD Al-Karimah Lombok Tengah. Sesuai dengan hasil penelitian yaitu rerata pada pra pelaksanaan tindakan 66, 67%, pada siklus I 83%, kemudian meningkat pada siklus II yaitu 98%. Oleh karena itu guru dapat memanfaatkan kain perca batik sebagai media untuk meningkatkan kreativitas anak dalam proses belajar, untuk mengatasi keterbatasan media pembelajaran.
Application Of The Assure Learning Model In Improving The Learning Outcomes Of Class IV Elementary School Students Nanda Saputra; Amiruddin Amiruddin; Miswar Saputra
ZAHRA: Research and Tought Elementary School of Islam Journal Vol. 2 No. 2 (2021): ZAHRA: Research And Tought Elmentary School Of Islam Journal
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/zahra.v2i2.198

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah kurangnya minat belajar siswa dan rendahnya hasil belajar bahasa Indonesia. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah model pembelajaran assure dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN 2 Sigli?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran assure dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 2 Sigli. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV SDN 2 Sigli yang berjumlah 22 peserta didik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran assure dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari nilai yang diperoleh siswa pada masing-masing siklus. Pada siklus I mendapatkan nilai rata-rata siswa 68,1, sedangkan pada siklus II mendapatkan nilai rata-rata siswa 75.
PEMANFAATAN MEDIA FOTO KARIKATUR UNTUK MENAIKKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS ANEKDOT PADA SISWA KELAS X MAN 1 PIDIE Nanda Saputra; Miswar Saputra
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v2i1.77

Abstract

Riset ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendidikan menulis bacaan anekdot dengan media foto karikatur pada siswa kelas X MAN 1 Pidie serta kenaikan keterampilan menulis bacaan anekdot pada siswa kelas X MAN 1 Pidie sesudah mendapatkan pendidikan dengan media foto karikatur. Riset ini ialah riset aksi kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahapan, ialah perencanaan, penerapan, observasi, serta refleksi. Subyek riset ini merupakan siswa kelas X MAN 1 Pidie dengan jumlah siswa 34 orang yang terdiri dari 15 siswa wanita serta 19 siswa pria. Metode pengumpulan informasi dicoba dengan uji, observasi, serta catatan lapangan. Metode analisis informasi yang digunakan merupakan analisis kualitatif serta kuantitatif. Hasil analisis informasi menampilkan kalau kenaikan keahlian menulis bacaan anekdot pada siswa kelas X MAN 1 Pidie terjalin sesudah memakai media foto karikatur. Perolehan nilai rata- rata pada siklus I: 62, 35%, siklus II: 78, 8%, serta siklus III: 88, 9%. Dengan demikian bisa disimpulkan, pemakaian media foto karikatur dapat meningkatkan keahlian menulis bacaan anekdot, serta guru tetap tingkatkan keahliannya dalam memakai media foto karikatur. Perihal ini nampak dari siklus yang diperoleh siswa pada tiap- tiap siklus. This research aims to describe the application of anecdotal reading writing education using caricature photo media in class X MAN 1 Pidie students and the increase in anecdotal reading writing skills in class X MAN 1 Pidie students after receiving education using caricature photo media. This research is a classroom action research (CAR), which is carried out in 3 cycles. Each cycle consists of 4 stages, namely planning, implementing, observing, and reflecting. The research subjects were students of class X MAN 1 Pidie with a total of 34 students consisting of 15 female students and 19 male students. The method of collecting information was tried by testing, observation, and field notes. The information analysis method used is qualitative and quantitative analysis. The results of the information analysis show that the increase in anecdotal reading writing skills in class X MAN 1 Pidie was intertwined after using caricature photo media. The average value obtained in cycle I: 62, 35%, cycle II: 78, 8%, and cycle III: 88, 9%. Thus, it can be concluded that the use of caricature photo media can improve writing skills for anecdotal reading, and teachers can continue to improve their skills in using caricature photo media. This matter can be seen from the cycle that students get in each cycle.
Penerapan Model Learning Cycle untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV MIN 41 Pidie Nanda putra Saputra
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2020): December
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v5i4.206

Abstract

Abstrak Masalah utama dalam penelitian ini adalah kurangnya minat belajar siswa dan rendahnya hasil belajar IPA. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah model learning cycle dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV MIN 41 Pidie?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model learning cycle dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV MIN 41 Pidie. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV MIN 41 Pidie yang berjumlah 24 peserta didik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa penerapan model learning cycle dapat meningkatkan hasil belajar siswa IV MIN 41 Pidie. Hal ini terlihat dari nilai yang diperoleh siswa pada masing-masing siklus. Pada siklus I mendapatkan nilai rata-rata siswa 60,41., sedangkan pada siklus II mendapatkan nilai rata-rata siswa 80 dan pada siklus II mendapatkan nilai 90,62. Kata Kunci: model learning cycle, meningkatkan, hasil belajar
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM NOVEL CAHAYA DI PENJURU HATI KARYA ALBERTHIENE ENDAH Nanda - Saputra
sarasvati Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/sv.v3i1.1200

Abstract

Abstract Moral education is a core component in the world of education. Because humans need not only knowledge but also religious spiritual strength to form a complete human being (insan kamil) in accordance with Islamic norms. One of the ways is through high-quality literary works, namely the novel Light in the corner of the Heart by Alberthiene Endah. This study aims to determine: 1) The values of moral education in relation to God. 2) The values of moral education in relation to oneself. 3) The values of moral education in relation to others. This research is a descriptive qualitative type of research, while the data used is in the form of verbal data in the form of dialogue between characters, narratives, signs that describe moral education, and quotes that describe moral education. The data analysis used in this research is content analysis. The results of this study include three things. 1) There are three values of moral education in relation to God, namely: faith in God, obedience to worship and gratitude. 2) There are ten moral values in relation to oneself, namely: honesty, responsibility, healthy lifestyle, discipline, hard work, confidence, entrepreneurial spirit, creative, independent and curiosity. 3) There are three moral values in relation to others, namely: being aware of one's obligations and of others, appreciating achievements and being friendly.Keywords: values, moral education, novels