Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sebatik

PENGARUH PERLAKUAN AWAL TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA, MIKROBIOLOGI, DAN ORGANOLEPTIK TEPUNG ONCOM MERAH Alsuhendra Alsuhendra; Ridawati Ridawati
Sebatik Vol 23 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.049 KB)

Abstract

organoleptik tepung oncom merah. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan 3 jenis perlakuan, yaitu oncom merah segar langsung dikeringkan tanpa mendapatkan perlakuan apapun (P0), oncom merah segar dikukus terlebih dahulu, lalu dikeringkan (P1), dan oncom merah segar dipisahkan miselium dan spora kapangnya terlebih dahulu, lalu dikukus dan dikeringkan (P2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen tepung oncom merah yang diperoleh dari ketiga perlakuan berkisar antara 32,39 – 35,57%. Tidak ada pengaruh perlakuan terhadap rendemen tepung oncom merah (α=0.05). Kadar air, abu, dan lemak tepung oncom merah dari ketiga perlakuan juga tidak berbeda nyata, tetapi perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap kadar protein dan karbohidrat tepung (α=0.05). Secara mikrobiologis, angka lempeng total (ALT) tepung oncom merah dari ketiga perlakuan berturut-turut adalah 2,05 x 106 CFU (P0), 2,49 x 104 CFU (P1) dan 1,95 x 103 CFU (P2). Tepung oncom merah P0 dinilai oleh sebagian besar panelis memiliki warna cokelat gelap, aroma oncom kuat, rasa tepung kedelai mentah dengan sedikit pahit, dan tekstur halus dan agak halus. Tepung oncom merah P1 memiliki warna coklat gelap, aroma oncom agak kuat, agak terasa tepung kedelai mentah dan agak pahit, dan tekstur halus. Sementara itu, tepung oncom merah P2 memiliki warna agak coklat, aroma oncom agak kuat, tidak terrasa tepung kedelai dan agak sedikit pahit, dan tekstur halus.
PERBANDINGAN KUALITAS ROTI BUN DENGAN PENGGUNAAN ADONAN ASAM DARI RAGI SARI MENTIMUN DAN SARI CIREMAI Ridawati Ridawati; Alsuhendra Alsuhendra
Sebatik Vol 23 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.064 KB)

Abstract

Adonan asam merupakan adonan yang diolah menggunakan mikroba alami yang terdapat dalam bahan dasar produk pangan, seperti tepung terigu dan sari buah yang digunakan sebagai sumber mikroba. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kualitas zat gizi dan kualitas organoleptik roti bun yang diolah menggunakan adonan asam dari ragi sari mentimun dan sari ciremai. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan perlakuan perbedaan sumber ragi yang digunakan yaitu ragi dari sari mentimun dan ragi dari sari ciremai. Penelitian dilakukan duplo dengan dua kali ulangan. Analisis zat gizi roti bun meliputi analisis kadar air, kadar abu, kadar protein dan kadar lemak serta kadar karbohidrat (by difference). Analisis organoleptik dilakukan menggunakan uji mutu hedonik terhadap aroma, penampakan, rasa dan tekstur dengan 9 skala penilaian dan dilakukan oleh 9 panelis terlatih. Hasil uji kadar zat gizi dan kualitas organoleptik dari roti bun dianalisis menggunakan uji t-test paired two sample for mean. Roti bun yang diolah menggunakan ragi sari mentimun memiliki rata-rata kadar air 35,85%, kadar abu 0,69%, kadar protein 9,80%, kadar lemak 3,49% dan karbohidrat 50,16%, sedangkan roti bun yang diolah menggunakan ragi sari ciremai memiliki rata-rata kadar air 35,70%, kadar abu 0,83%, kadar protein 9,74%, kadar lemak 2,56% dan karbohidrat 51,17%. Kadar zat gizi roti bun yang diolah menggunakan adonan asam dari ragi sari mentimun dan sari ciremai menunjukkan hasil uji hipotesis statistik signifikan tidak berbeda nyata (α=0,05). Secara statistik hasil uji organoleptik pada tingkat kesalahan 0,05 tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada aspek aroma, penampakan, rasa dan tekstur dari roti bun yang diolah menggunakan adonan asam dari ragi sari mentimun dan sari ciremai.
ANALISIS KUALITATIF PENGETAHUAN SANITASI HIGIENE PEDAGANG MAKANAN OLAHAN ONLINE DI MASA PANDEMI COVID-19 DI JAKARTA TIMUR Ridawati Ridawati; Alsuhendra Alsuhendra
Sebatik Vol 26 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v26i1.1603

Abstract

Kasus pandemi Covid-19 menyebabkan munculnya pedagang makanan jajanan olahan online di Indonesia, terutama kota-kota besar seperti Jakarta. Pedagang makanan olahan online ini merupakan salah satu sektor yang mendukung perekonomian masyarakat di masa pandemi. Usaha di bidang makanan tidak membutuhkan kemampuan untuk membuat dan menjual, tetapi salah satu aspek penting yang harus ditaati yaitu terkait dengan aspek keamanan pangan, termasuk sanitasi dan higiene. Pengetahuan dan penerapan sanitasi dan higiene merupakan salah satu hal mendasar yang perlu diperhatikan dalam usaha makanan olahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengetahuan pedagang makanan olahan online di masa pandemi Covid-19 di Jakarta Timur. Penelitian dilakukan pada bulan April-Juni 2021 dengan sampel pedagang makanan online di lima kecamatan di Jakarta Timur yaitu Kecamatan Duren Sawit, Kecamatan Mataram, Kecamatan Pulo Gadung, Kecamatan Kampung Makassar, dan Kecamatan Cipayung. Metode penelitian dilakukan menggunakan metode survey, teknik pengambilan contoh secara acak berdasarkan area. Penyebaran angket instrumen penelitian dilakukan terhadap 32 responden yang menjual makanan secara online. Instrumen terdiri dari dua indikator yaitu pengetahuan sanitasi yang meliputi sanitasi peralatan pengolahan, peralatan penyajian, sanitasi air, sanitasi lingkungan dan lingkungan, sedangkan indikator kedua yaitu pengetahuan higiene yang mencakup pengetahuan higiene perorangan, perilaku di ruang pengolahan, kebiasaan hidup sehat, kebiasaan mencuci tangan dan etika ketika bersin, batuk atau sakit.asil yang diperoleh pengetahuan sanitasi dan higiene pedagang makanan online di Jakarta Timur sebanyak 34,4% berada pada kategori baik, 46,9% berada pada kategori cukup dan 12,5% berada pada kategori kurang. Perlu dilakukan proses pemetaan tingkat pengetahuan para pedagang makanan olahan online untuk dapat meningkatkan aspek pengetahuan tentang sanitasi higiene dalam pengolahan makanan.