Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Water Management through the Adoption of Tarpaulin Ponds to Enhance the Self-Sufficiency of the Wanagiri Village Community Darmadi, Ni Made; Zamri, Sharil Fadli Mohamad; Sadguna, Dewa Nyoman; Kawan, I Made; Suryani, S.A.M.; Arya, I Wayan; Gede, Dewa; Adi, Semara
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v7i3.336

Abstract

Community Service activities are carried out in Wanagiri Village, Sukasada, Buleleng which has abundant water sources but has not been utilized optimally, especially for the Fisheries sector. Fish Group activities are weakening due to lack of motivation and the location for Fisheries Activities is very difficult to reach. The purpose of this community service is to provide solutions to the Merta Lestari Fish Group (Partners) to actively re-cultivate tilapia with the Biofloc system, providing Training on Tarpaulin Pond Making. The method used is by means of Interview, Counseling, Face-to-face, and Direct Practice. With this method, it is hoped that Partners will get knowledge and solutions to the problems faced. Activities are carried out in stages, the First Stage, the Team Provides Counseling, the Second Stage, the Team provides direct practice on making Tarpaulin Pools, conducting evaluations so that Partners really understand, and after that carrying out Coaching. The output targets to be achieved in this activity are publishing the results of activities in international journals, publishing in print/electronic media, making 4-minute activity videos, and obtaining IPR Certificates.
PKM Increasing the Economic Value of Tuna Fish ‘Trips’ Waste in Pedungan Village, Denpasar Darmadi, Ni Made; Arjana, I Gusti Made; Edi, Dewa Gede Semara; Lestari, Ni Made Dwi; Antara, I Kadek Riko Adi
Asian Journal of Community Services Vol. 3 No. 10 (2024): October 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ajcs.v3i10.11753

Abstract

By Providing Added Value from waste is a very important thing to implement in developing the Blue Economy. In this PkM Activity, waste handling is carried out in stages and sustainably, until the Zero Waste principle is achieved. The Community Service activity carried out at the IRT owned by Ni Wayan Sarimi (Partnersa) turned Tuna Fish Skin waste into a food product in the form of fish skin crackers. The meat part is used as Fish Abon. The method of Community Service is using the interview method and participation in the practice of making tuna fish floss. The purpose of this PkM is to provide solutions to Partners to make meat from waste Tuna fish skin into Tuna fish floss. . This PkM activity has been published in Print and Electronic Media. Activity videos are uploaded on YouTube.
Optimalisasi Sumber Daya Alam Untuk Meningkatkan Produktivitas Perikanan di Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Buleleng Singapurwa, Ni Made Ayu Suardani; Suariani, Luh; Sudewa, Ketut Agung; Darmadi, Ni Made
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 11 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i11.10712

Abstract

Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng Propinsi Bali, merupakan daerah yang subur dengan potensi pertanian, peternakan dan perikanan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya alam dalam upaya meningkatkan produktivitas perikanan di Desa Bebetin. Kegiatan ini melibatkan pelatihan bagi kelompok mengenai praktik pemeliharaan ikan yang berkelanjutan, penggunaan teknologi modern, dan pengelolaan ekosistem, serta pengolahan hasil budidaya perikanan. Selain itu, dilakukan penyuluhan tentang pentingnya restorasi habitat dan diversifikasi sumber pendapatan untuk mengurangi ketergantungan pada pakan ikan instan yang harganya mahal. Melalui kolaborasi dengan pemerintah desa dan lembaga swadaya masyarakat, program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keberlanjutan sumber daya perikanan. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan produktivitas hasil budidaya perikanan sebesar 80%, perbaikan kualitas lingkungan dengan penerapan teknologi sebesar 60%, serta produkstivitas pengolahan hasil perikanan sebesar 20%. Inisiatif ini dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengelola sumber daya perikanan secara berkelanjutan.
Prospek dan Potensi Budidaya Rumput Laut di Bali:Suatu Kajian Pratama, Gede Agus Surya; Darmadi, Ni Made; Suryani, Sang Ayu Made Putri
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 8 No 2 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi November 2025
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v8i2.4738

Abstract

Rumput laut sebagai salah satu komoditas ekonomis penting dan merupakan salah satu sumber pangan dunia merupakan salah satu produk primadona di sector budidaya perikanan. Budidaya rumput laut relative mudah dibudidayakan, tidak memerlukan modal yang besar, tidak ada petisida, tidak ada residu dan tanpa pemberian pakan. Berdasarkan segi kualitas air yang berada di wilayah Bali yang mendukung pertumbuhan rumput laut dan juga sinar cahaya matahari yang cukup sehingga potensi dalam budidaya rumput laut sangat besar dan juga menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar potensi luasan wilayah yang dapat digunakan untuk budidaya rumput laut. Metode dalam penelitian ini yang digunakan ialah literatur review. Hasil analisis kesesuaian lahan di bali mendapatkan lahan potensial untuk budidaya rumput laut adalah perairan Pulau Nusa Lembongan sebesar 3.375,65 Ha. Luas lahan efektif sebesar 2.025,39 Ha yaitu 60% dari luas, serta total produksi pada satu musim panen sebesar 89.117,16 ton/siklus panen. Hasil pengukuran kualitas perairan menunjukkan parameter optimal yang meliputi suhu perairan 26 s.d 31 oC, salinitas 28 s.d 35 ppt, dan kedalaman 30 cm s.d 1 meter.