Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya) TERHADAP INTENSITAS SERANGAN ULAT GRAYAK PADA KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir) Martia Aryati Noorsidah; Pramono Hadi; Libria Widiastuti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2784

Abstract

This study was conducted to test papaya leaf extract against armyworm in ground kale plants. This research has been carried out in January - February 2022 on CV. Pendawa Kencana Multifarm Cangkringan with an altitude of 400 - 700 meters above sea level. This study used a factorial method with a complete random design pattern (RAL) consisting of two treatment factors, namely the concentration of papaya leaf extract (K) consisting of four levels (K0 = without papaya leaf extract, K1 = papaya leaf extract 20 ml/L, K2 = papaya leaf extract 25 ml/L, K3 = papaya leaf extract 30 ml/L) and the frequency of giving extract (F) consisting of two levels (F1 = frequency of giving extract once a day,  F2 = frequency of giving extracts once every three days). Data analysis is carried out using an analysis of variance with the F test at the level of 5% and 1% and if the results of the F test were significally different then followed by the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at the level of 5%. The results showed the best concentration of papaya leaf extract on the growth and yield of ground kale plants in K1 (concentration of 20 ml/L) and the best frequency in F1 (frequency of giving extract once a day). The best interaction between the concentration and frequency of giving extract to armyworm was obtained in K1 F2 with a pest intensity of attack is 0.14%.INTISARIPenelitian ini dilakukan untuk menguji ekstrak daun pepaya terhadap hama ulat grayak pada tanaman kangkung darat. Penelitian ini telah terlaksana pada bulan Januari – Februari 2022 di CV Pendawa Kencana Multifarm Cangkringan dengan ketinggian 400 - 700 mdpl. Penelitian ini menggunakan metode faktorial dengan pola rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas dua faktor perlakuan yaitu konsentrasi ekstrak daun pepaya (K) yang terdiri dari empat taraf (K0 = tanpa ekstrak daun pepaya, K1 = ekstrak daun pepaya 20 ml/L, K2 = ekstrak daun pepaya 25 ml/L, K3 = ekstrak daun pepaya 30 ml/L) dan frekuensi pemberian ekstrak (F) yang terdiri dari dua taraf (F1 = frekuensi pemberian ekstrak satu hari sekali, F2 = frekuensi pemberian ekstrak tiga hari sekali). Analisis data dilakukan dengan menggunakan sidik ragam dengan uji F pada taraf 5% dan 1% dan bila hasil uji F berbeda nyata maka dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbagai taraf konsentrasi ekstrak daun pepaya (K), berbagai taraf frekuensi pemberian ekstrak (F), dan kombinasi perlakuan konsentrasi ekstrak daun pepaya dan frekuensi pemberian ekstrak tidak berbeda nyata terhadap kelima parameter pengamatan.
Pengaruh Pemotongan Bibit Dan Pemberian Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) : Pengaruh Pemotongan Bibit Dan Pemberian Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) Vifitalloka Dewi; Pramono Hadi; Tri Pamujiasih
AGRONOMIKA Vol 19 No 2 (2021): JURNAL AGRONOMIKA AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan judul “Pengaruh pemotongan bibi dan pemberian pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.) telah dilaksanakan bulan Oktober sampai bulan Desember 2019. Penelitian dilaksanakan dii Desa Sekrikil, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap, (RAL) dengan pola faktorial 3x3, masing-masing kombinasi perlakuan, diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama adalah pemotongan bibit (P) yang terdiri atas 3 taraf yaitu: tanpa pemotongan pada bibit (p1), dipotong 1/3 bagian dari ujung tanaman (p2); dan dipotong 2/3 bagian dari ujung tanaman (p3). Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang kambing (K) yang terdiri atas 3 taraf yaitu: 40 gram/polybagi atau setara dengan 10 ton/ha (k1); 80 gram/polybag atau setara dengan 20 ton/ha (k2); 120 gram/polybag atau setara dengan 30 ton/ha (k3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemotongan bibit berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tanaman, berat segar konsumsi dan tidak berpengaruh nyata terhadap panjang akar. Perlakuan pemberian pupuk kandang kambing sangat berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, berat segar tanaman, berat segar, konsumsi, dan tidak berpengaruh nyata terhadap panjang akar. Interaksi pemotongan bibit dan pemberian pupuk kandang kambing menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, berat sega tanaman, dan berat segar konsumsi. Pengaruh pemotongan bibit dan pemberian pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun ditunjukkan pada berat segar konsumsi tertinggi (105,22 g) diperoleh pada kombinasi perlakuan P3K3 (dipotong 2/3 bagian dari ujung tanaman, Dosis pupuk kandang kambing 30 ton/ha atau 120 gram/polybag). Berat segar konsumsi terendah (76,27 g), diperoleh pada kombinasi perlakuan P1K1 (tanpa pemotongan, Dosis pupuk kandang kambing 10 ton/ha atau 40 gram/polybag). tinggi tanaman tertinggi (51,00 cm), diperoleh pada kombinasi perlakuan P3K3 (dipotong 2/3 bagian dari ujung tanaman, Dosis pupuk kandang kambing 30 ton/ha atau 120 gram/polybag). Tinggi tanaman terendah (34,67 cm), diperoleh pada kombinasi perlakuan P1K1 (tanpa pemotongan, Dosis pupuk kandang kambing 10 ton/ha atau 40 gram/polybag). Kata kunci: pemotongan bibit, pupuk kandang, daun bawang
PENGARUH MACAM MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PLANT0GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASILTANAMAN KAILAN (.Brassica oleraceae var acephala.) Fatma Al Fatonah; Pramono Hadi; Tri Rahayu
AGRONOMIKA Vol 19 No 1 (2021): JURNAL AGRONOMIKA FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Dusun Kondo, Kelurahan Balong, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) ) yang terdiri dari 2 perlakuan Faktor pertama11adalah macam media tanam (M) terdiri dari 3 macam media tanah, kompos jerami dan pupuk kandang kambing (M1), media tanah kompos jerami dan pupuk kandang sapi (M2), media tanah, kompos jerami dan9pupuk kandang ayam (M3) . Faktor kedua uadalah pemberian PGPR (K) yang terdiri atas 3 perlakuan konsentrasi PGPR 0 ml /l air (K0), konsentrasi PGPR 15 ml/l air (K1), konsentrasi PGPR 30m l/l air (K2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa macam media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun, berat berangkasan basah, dan berpengaruh nyata terhadap berat konsumsi dan volume daun dan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman . Perlakuan konsentrasi PGPR sangat berpengaruh sangat nyata terhadap volume daun, dan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, berat konsumsi, danrtinggi tanaman, dan tidak berpengaruh nyata terhadap berat berangkasan6basah. Interaksi macam media tanam dan konsentrasi PGPR menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun per tanaman, berat konsumsi, berat berangkasan basah, tinggi tanaman dan volume daun.
KAJIAN DOSIS MACAM PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TEMULAWAK (Curcuma xanthoriza) Bagas Gumelar; Pramono Hadi; Tri Pamujiasih
AGRONOMIKA Vol 19 No 1 (2021): JURNAL AGRONOMIKA FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian telah dilakukan pada bulan Oktober 2019 sampai bulan Januari 2020 di Dukuh Cetokan, Desa Ketitang, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Penelitian ini metode yang di gunakan adalah factorial dengan pola Rancangan Kelompok Acak Lengkap (RKAL) terdiri dua faktor perlakuan. Faktor yang pertama yaitu macam dosis (P) yang terdiri atas 3 taraf. Faktor kedua yaitu macam pupuk kandang (K) yang terdiri atas 3 perlakuan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa : 1) tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah rimpang tanaman, berat rimpang tanaman, berat berangkasan segar dan berat berangkasan kering tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit temulawak. 2) Dosis pupuk kandang yang baik terhadap tanaman temulawak adalah 4 Ton. 3) Jenis pupuk kandang yang baik terhadap tanaman temulawak adalah pupuk kandang kerbau. 4) Dosis dan jenis pupuk kandang yang paling baik pertumbuhan temulawak adalah pupuk kandang kerbau dengan dosis 4 Ton
Pengaruh Pola Tanam Dan Macam Mulsa Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum, L.) : Pengaruh Pola Tanam Dan Macam Mulsa Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum, L.) Oky Nugroho; Pramono Hadi; Tri Pamujiasih
AGRONOMIKA Vol 19 No 2 (2021): JURNAL AGRONOMIKA AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola tanam dan macam mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian di laksanakan di Desa Sekrikil, Kecamatan Kedawung, Kabupaten. Sragen dengan jenis tanah grumosol ketinggian tempat ±116mdpl, curah hujan 2.123 mm/th dan suhu rata-rata 19o-31oc (data statistik kecamatan kedawung,2016). Penelitian di lakukan pada bulan oktober sampai dengan bulan desember 2019. Penelitian ini menggunakan metode faktorial dengan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL), terdiri atas dua faktor perlakuan, adapun kedua faktor perlakuan dengan 9 kombinasi perlakuan, masing-masing perlakuan diulang (3) kali. Perlakuan pertama, perlakuan pengunaan mulsa (M) yang terdiri atas 3 taraf yaitu (M1 : Penggunaan mulsa hitam perak, M2 : Penggunaan mulsa plastik transparan, M3 : Penggunaan mulsa jerami padi). Perlakuan kedua, perlakuan dengan sistem pola tanam (P) yang terdiri atas tiga taraf (P1 : Pola tanam bentuk zigzag, P2 : Pola tanam bentuk Y, P3 : Pola tanam bentuk I). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penggunaan mulsa hitam perak terhadap hasil tanaman bawang merah berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, berat umbi, berat umbi per tanaman sempel, berat umbi per petak, berat berangkas kering, dan berat berangkas segar, Perlakuan dengan sistem pola tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, berat umbi, berat umbi per tanaman sempel, dan berat umbi per petak. Tinggi tanaman terendah 22,79 cm (M1P1), sedangkan tinggi tanaman tertinggi 43,21cm (M3P2), berat umbi terendah 379,67 gram (M1P1), sedangkan berat umbi tertinggi 832,67 gram(M3P2), berat umbi per tanaman sempel terendah 34,57 gram (M1P1), sedangkan berat umbi per tanaman sempel tertinggi 69,45 gram (M3P2), berat umbi per petak terendah 792,67 gram (M1P1), sedangkan berat umbi per petak tertinggi 2398,67 gram (M3P2), berat berangkas segar terendah 82,67 gram (M1P1), sedangkan berat berangkas segar tertinggi 105,67 gram (M3P2), berat berangkas kering terendah 34,00 gram (M1P1), sedangkan berat berangkas kering tertinggi 171,00 gram (M3P2) Kombinasi antara penggunaan mulsa dan pola tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat umbi per petak. Kata kunci: bawang merah, mulsa, pola tanam
Aplikasi Pupuk Kandang Burung Puyuh Dan Pgpr Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.): Aplikasi Pupuk Kandang Burung Puyuh Dan Pgpr Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Muhammad Ridwan; Pramono Hadi; Srie Juli Rachmawatie
AGRONOMIKA Vol 19 No 2 (2021): JURNAL AGRONOMIKA AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan hasil pupuk kandang burung puyuh dan PGPR terhdap tanaman mentimun (Cucumis sativus L.)Penelitian ini telah dilaksanakan pada 11 September 2019 sampai 12 Desember 2019, di Dukuh Jrangkah RT 01 RW IV Desa Sudimoro, Kecamatan Teras , Kabupaten Boyolali. Ketinggian tempat ± 265 mdpl. Penelitian ini menggunakan rancangan lingkungan dengan pola dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) disusun secara faktorial dengan 2 (dua) faktor yang diulang 3 (tiga) kali. Faktor pertama adalah pemberian tanpa pupuk kandang burung puyuh dan dengan pupuk kandang burung puyuh. Faktor kedua yaitu pengunaan PGPR dengan 4 taraf yaitu tanpa pemberian kosentrasi PGPR,dengan kosentrasi 5 ml/l air PGPR,10 ml/l air PGPR dan 15 ml/l air PGPR. Parameter pengamatan terdiri atas tinggi tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman ,berat berangkasan kering, dan panjang buah per tanaman.Interaksi pupuk kandang burung puyuh dan PGPR (KxP) berbeda nyata terhadap tinggi tanaman dengan hasil teringgi pada perlakuan (K1P2) dengan hasil 300,23 cm dan hasil terendah pada perlakuan (K0P1) dengan hasil 214,30 cm. Penggunaan pupuk kandang burung puyuh (K) berbeda nyata terhadap berat berangkasan kering . Hasil terbaik di peroleh pada perlakuan (K1P2) dengan hasil 225,67 g dan hasil terendah di peroleh pada perlakuan (K0P1) denganhasil 171,00 g. Kata kunci: burung puyuh, PGPR, mentimun
KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN MEDIA TANAM ORGANIK TERHADAP HASIL DAN PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI SENDOK (Brassica rapa L.): KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN MEDIA TANAM ORGANIK TERHADAP HASIL DAN PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI SENDOK (Brassica rapa L.) Ahmad Yhogi Nugroho; Pramono Hadi; Srie Juli Rachmawatie
AGRONOMIKA Vol 20 No 1 (2022): JURNAL AGRONOMIKA FEBRUARI 2022
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam organik, konsentrasi pupuk organik cair dan kombinasi kedua factor, terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi sendok (Brassica rapa L.). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni 2020 sampai bulan Juli 2020 di Dukuh Kuwelan, RT 010, RW 002, Desa Kadireso, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah dengan ketinggian tempat 233 m dpl. Penelitian ini menggunakan metode faktorial dengan pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan dan 3 blok sebagai ulangan. Faktor pertama adalah media tanam yang terdiri (M1) media tanah, (M2) tanah dan kompos, (M3) tanah dan arang sekam, faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair nasa (O1) konsentrasi 5 ml/l, (O2) konsentrasi 7,5 ml/l, dan (O3) konsentrasi 10 ml/l. Parameter pengamatan terdiri atas tinggi tanaman, Jumlah daun, panjang akar, berat basah, dan berat kering berangkasan. Hasil penelitian menunjukan perlakuan media tanam (M) berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat berangkasan kering, dan panjang akar namun tidak berpengaruh nyata terhadap berat basah. Perlakuan media tanam yang paling baik adalah M3 (tanah dan arang sekam). Perlakuan konsentrasi pupuk organik0cair Nasa (O) berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah, berat kering berangkasan dan panjang akar. Perlakuan konsentrasi POC yang paling baik adalah konsentrasi 10 ml/l (O3). Kombinasi perlakuan media tanam organik dan konsentrasi POC (M X O) menunjukkan pengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan panjang akar, berbeda nyata dengan berat basah dan tidak berbeda nyata terhadap berat kering berangkasan. Kombinasi perlakuan yang paling baik adalah tanah dan arang sekam dengan konsentrasi 10 ml/l (M3O3). Kata kunci : Tanaman sawi sendok, media tanam, konsentrasi poc, Interaksi Dimasukkan : 6 Desember 2021 Diterima : 13 Januari 2022 Diterbitkan : 22 Februari 2022
APLIKASI ARANG SEKAM DAN KOTORAN GAJAH PADA HASIL TANAMAN ZUCCHINI Pramono Hadi; Suwardi; Agung Mugi Widodo
GEMA Vol 36 No 01 (2024): GEMA
Publisher : LP3M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore the use of husk charcoal and elephant manure as organic fertilizer in increasing the growth and production of zucchini (Cucurbita pepo). Application by using elephant manure (G) and husk charcoal dose (S) on zucchini plant yield specifically on the observation of fruit weight, fruit length and fruit diameter. Using factorial method with two treatments with three replications and continued with DMRT test. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) followed by Duncan's mean comparison test at the 5% significance level. The results showed that the husk charcoal treatment did not show a significant effect on all observations. The treatment of manure dose showed significantly different effects on the variable of fruit weight and fruit length, but not significantly on the variable of fruit diameter. The combination of treatments showed no significant effect on all variables. The practical implication of this research is to provide an environmentally friendly and sustainable alternative in increasing the yield of zucchini plants organically
The UJI EFIKASI BIOFUNGISIDA BAHAN AKTIF Streptomyces sp DAN Geobacillus sp. TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT BERCAK UNGU PADA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L): shallot , biofungicide, Streptomyces, Geobacillus , Alternaria porri. Hadi, Pramono; Toni, Toni; Juli Rachmawatie, Srie; Mukti P, Shalahudin
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/viabel.v16i2.2138

Abstract

ABSTRACT Shallots (Allium ascalonicum L.) is a leading vegetable commodity in Indonesia which is cultivated in an incentive by farmers. The development of shallot farming in Indonesia is directed at increasing yields, quality of production and income as well as improving the standard of living of farmers. Loss of shallot production can not be separated from the effect of increasing or decreasing the attack of plant pests and diseases. This study aims to determine the concentration of the biofungicide active ingredient Streptomyces sp 1 x 106 cfu/gram and Geobacillus sp 1 x 106 cfu/gram The most effective for controlling purple spot disease on shallots . This research was carried out from November 2021 to January 2022 in Wonodoyo Village, Cepogo District, Boyolali Regency at an altitude of 1,300 masl with brown lithosol soil type. The method used in this study was a non-factorial Completely Randomized Block Design (CRBD) with 5 (five) different biofungicide concentrations. The concentration treatment used is 1.5 gr / liter ( E1 ), 1,25 gr / liter ( E2 ), 1,0 gr / liter ( E3 ), 0,75 gr / liter ( E4 ), and farmer treatment ( E0 ). The results showed that the concentration treatment of the biofungicide active ingredient Streptomyces sp 1 x 106 cfu/gram and Geobacillus sp 1 x 106 cfu/gram gives a very real influence on the parameters of attack intensity Alternaria porri , weight of wet stover, weight of dry stover, weight of dry tuber, and number of leaves . However, it had no significant effect on plant height parameters. The level of effectiveness of the biofungicide active ingredient Streptomyces sp 1 x 106 cfu/gram and Geobacillus sp 1 x 106 cfu/gram on attack intensity parameter The best Alternaria porri was treated with a concentration of 1,50 gr /liter ( E1 ), with an efficacy level of 76.19 %. Keywords: shallot , biofungicide, Streptomyces, Geobacillus , Alternaria porri.
Pengaruh Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kailan (Brassica oleraceae Var. Alboglabra) Pada Perlakuan Konsentrasi dan Interval Waktu Pemberian POC Amura Bio: Kata kunci: konsentrasi; interval, kailan; poc Defina Arda Resta; Hadi, Pramono; Rachmawatie, Srie Juli
innofarm Vol 26 No 2 (2024): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v26i2.10961

Abstract

Using liquid organic fertilizer in agriculture can enhance the population of soil organisms and improve the soil's chemical, physical, and biological properties. This research aimed to determine the interaction of Amura Bio liquid organic fertilizer at various concentrations and time intervals on kailan (Brassica oleraceae Var. Alboglabra). The study was conducted from May to July 2024 in Kedunggalar, Ngawi, East Java. The research design employed was a Complete Randomized Block Design (RAKL) with 2 factors and 9 combinations, repeated 3 times. The first factor was the POC concentration with 3 levels: K1 = 20 ml/l, K2 = 40 ml/l, and K3 = 60 ml/l. The second factor was the time interval with 3 levels: I1 = once every 3 days, I2 = once every 5 days, and I3 = once every 7 days. Observed parameters included plant height, leaf width, root length, fresh fruit weight, and dry fruit weight. The results indicated an interaction between concentration and time interval for the administration of Amura Bio POC on the fresh fruit weight parameters. Amura Bio POC at a concentration of 60 ml/l produced the best results for all parameters, and a time interval of every 3 days provided the best results for several parameters.