Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERUBAHAN TATA LETAK RUANG RUMAH TINGGAL DISEPANJANG JALAN UTAMA LINGKUNGAN DIKAITKAN DENGAN KEGIATAN EKONOMI Werdiningsih, Hermin; Indrosaptono, Djoko; Darmawan, Edy
MODUL Vol 15, No 2 (2015): Modul Volume 15 Nomer 2 Tahun 2015
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2287.119 KB) | DOI: 10.14710/mdl.15.2.2015.107-124

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi, kebutuhan perumahan juga semakin meningkat khususnya dikota-kota besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Untuk memenuhi kebutuhan perumahan yang layak maka Pemerintah bersama dengan swasta membangun perumahan untuk berbagai lapisan masyarakat berupa real estate maupun perumnas yang dilengkapi dengan berbagai fasilitasnya. Kehidupan yang layak dari penghuni tidak terlepas dari lingkungannya yaitu terpenuhinya fasilitas yang dapat menampung kegiatan berkeluarga dan bermasyarakat. Arsitektur sebagai suatu lingkungan binaan senantiasa berusaha menjawab berbagai perkembangan dan perubahan yang terjadi sehingga arsitektur merupakan  satuan ruang yang digubah, diwujudkan, dibina, ditata berdasarkan kaidah dan  norma-norma yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Setiap desain arsitektur diharapkan dapat memenuhi kebutuhan baik fisik maupun psikologis manusia yang akan menghuninya, terutama dalam pembentukan lingkungan binaan perumahan, dimana didalamnya terjadi proses bermukim yang merupakan proses penyesuaian penghuni agar merasa nyaman, betah dalam bertempat tingggal dilingkungannya. Salah satu untuk membuat nyaman penghuni yang ada didalamnya adalah tersedianya aktivitas ekonomi disekitar perumahan tersebut. Tumbuhnya kegiatan perdagangan di perumahan pada jalan utama lingkungan Perumahan Plamongan Indah, tidak lepas dari adanya kesempatan yang dimiliki oleh lingkungan tersebut sebagai tempat untuk berlangsungnya kegiatan ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis  secara kualitatif rasionalistik. Data-data yang dikumpulkan akan disajikan dalam bentuk tabel-tabel. Hal ini diperlukan dalam upaya menemukan hasil yang dipandang relevan terhadap fenomena yang akan diteliti dan dapat dicari hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Variabel penelitian adalah fisik dan non fisik sesuai dengan penelitian kualitatif. Variabel fisik meliputi visualisasi massa bangunan yang mencakup bentuk dan tata letak ruang. Variabel non fisik yang berkaitan dengan peraturan mengenai bangunan dan kondisi sosial ekonomi penghuni. Hasil penelitian ini adalah bahwa proses penganalisaan dengan mempergunakan setting sebaran variabel-variabel penelitian dari para koresponden secara keseluruhan yang tersaji pada peta/ gambar. Hal ini ternyata sangatlah mempermudah penganalisaannya karena tervisualisasi secara gamblang.
KONSEP PENGEMBANGAN RUANG WISATA BERBASIS INDUSTRI KREATIF Sari, Suzanna Ratih; Darmawan, Edy; Shamara, Dea
MODUL Vol 16, No 1 (2016): Modul Volume 16 Nomer 1 Tahun 2016 (8 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.689 KB) | DOI: 10.14710/mdl.16.1.2016.43-48

Abstract

Dusun Klipoh merupakan salah satu desa di sekitar Candi Borobudur yang dicanangkan sebagai desa wisata. Berdasarkan data yang ada, sekitar 60% dari wisatawan Borobudur datang berkunjung ke desa Candirejo.  Dengan semakin banyaknya jumlah wisatawan yang masuk ke kawasan desa wisata tersebut telah mempengaruhi berbagai kearifan budaya lokal di kalangan masyarakat sekitar candi Borobudur. Terjadilah perubahan-perubahan status sosial dan perubahan pandangan dalam masyarakat. Perubahan secara fisik desa pun juga terjadi,  berubahnya tata guna dan status lahan-lahan di kawasan Borobudur bahkan ada beberapa rumah tinggal masyarakat Borobudur dengan gaya arsitektur lama yang masih dipertahankan meskipun beberapa bagian yang  lain dari bangunan tersebut telah berubah sebagai akibat keterbatasan kemampuan dan pengetahuan masyarakat dalam merespon perubahan. Demikian juga dengan type desa yang muncul secara fisik mengalami modernisasi akibat pariwisata. Dalam perubahan sosial dan nilai-nilai dalam masyarakat dapat dilukiskan sebagai suatu sistem atau struktur yang memiliki elemen-elemen, ada elemen yang bertahan dan ada elemen yang berubah, namun tetap berada di dalam kondisi terintegrasi antar elemen. Mana elemen yang bertahan dan mana elemen yang berubah, semua akan ditampilkan sebagai pembahasan dalam penelitian. Penggalian potensi-potensi yang terkait dengan kearifan budaya lokal juga akan menjadi konsentrasi di dalam penelitian ini, walaupun perubahan-perubahan terjadi sebagai akibat dari berbagai pengaruh seiring dengan berjalannya waktu. Tentu saja tanda-tanda yang diyakini dan melandasi perilaku masyarakat selama ini dalam memberikan respon, persepsi, apresiasi, perilaku dan kreativitasnya berkaitan dengan aspek-aspek arsitektural dan perubahannya. Model-model pendekatan arsitektur akan lebih ditekankan sebagai metode untuk memecahkan permasalahan-permasalahan ruang wisata di area penelitian dan mapping bahavior akan digunakan untuk mengetahui pola pergerakan masyarakat pengrajin dan wisatawan yang akan dijadikan sebagai landasan dalam penyediaan ruang-ruang wisata. Adapun luaran penelitian adalah konsep pengembangan ruang-ruang wisata yang nyaman bagi pengrajin dan wisatawan. 
MAPPING OF URBAN TEXTURE ON INTEREST HERITAGE BUILDINGS IN SEMARANG Murtomo, Bambang Adji; Darmawan, Edy; Shamara, Dea
MODUL Vol 16, No 2 (2016): MODUL Volume 16 Nomer 2 Tahun 2016 (8 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.713 KB) | DOI: 10.14710/mdl.16.2.2016.110-115

Abstract

Semarang memiliki fasilitas umum yang pantas untuk dikunjungi turis, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.Permasalahan yang terjadi adalah banyak turis dari dalam dan luar negeri yang hanya lewat begitu saja tanpa transitsama sekali di Kota Semarang. Banyak fasilitas pelayanan umum yang ada dan menarik perhatian. Apabila bangunanreligius, bangunan kuno, bangunan kantor pelayanan, bangunan akomodasi, bangunan terminal transportasi baikudara, laut, dan darat. Disamping bangunan, terdapat juga universitas-universitas yang cukup dikenal baik dalamnegeri maupun luar negeri. Ruang-ruang terbuka yang cukup menarik. Disamping bangunan converence yang cukupmemadai. Perlu publikasi Kota Semarang yang lebih jelas, jaringan yang diperlukan bagi dunia luar maupunmasyarakat dalam negeri. Web dan urban texture sangat dibutuhkan bagi Kota Semarang. Oleh karena itu, perluidentifikasi fasilitas umum yang ada di Kota Semarang. Penelitian fasilitas tersebut kemudian menjadi suatu web ataujaringan yang dapat dibaca oleh semua kalangan masyarakat. Dalam penelitian ini dibutuhkan penelitian kualitatif dankemudian menjadi bentuk web yang menarik serta lengkap bagi Kota Semarang. Hal ini diharapkan akan lebih menarikbagi turis sehingga turis lebih tertarik untuk transit di Kota Semarang.
A DEVELOPMENT PLAN FOR TOURISM POTENTIALS IN COASTAL AREA OF UJUNGNEGORO, BATANG REGENCY Suzzana Ratih Sari; Edy Darmawan
JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT Vol 9, No 2 (2006): Volume 9, Number 2, Year 2006
Publisher : JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.353 KB)

Abstract

Ujungnegoro is one coastal area in Batang Regency Central Java, which offers a unique environmentalsetting as well as enormous tourism potentials such as marine resources, aquaculture and plantations.Furthermore, Ujungnegoro has a variety of terrain ranging from plain to hills. Despite these potentials,presently the government faces some problems which hinder the development of tourism in this area,namely limited capital for development purposes, absence of infrastructure, inadequate governmentassistance in terms of budgeting and technical assistance. This paper analyzes these problems andidentifies appropriate planning strategies that may be adopted to promote the tourism industry inUjungnegoro, Batang Regency. These strategies will hopefully evolve into policies that will develop thisarea into uppropriate tourist destination. Should this come to pass, this area will provide a greatercontribution to the development of the area as a whole.
CITY HOTEL BINTANG TIGA DI PEKALONGAN DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR MODERN Riscky Oktavianto; Edy Darmawan; hermin Werdiningsih
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.645 KB)

Abstract

Letak Kota Pekalongan yang strategis berada pada Jalur Pantura dan menghubungkan kota-kotabesar seperti  Jakarta  Semarang Surabaya serta  potensi-potensi  Kota  Pekalongan di  bidang industri,perdagangan,  dan pariwisata  menyebabkan akan terjadi  banyaknya kunjungan ke  Kota  Pekalongandimasa mendatang dengan berbagai tujuan, baik tujuan wisata, bisnis, atau sekedar singgah.Sector perhotelan di Kota pekalongan masih sangat potensial untuk dikembangkan dan dapatmenjadi salah satu sektor bisnis yang menguntungkan. Jenis hotel yang sesuai untuk kebutuhan tersebutadalah hotel kota atau city hotel karena Kota Pekalongan berada tepat di tengah-tengah jalur utamaJakarta-Surabaya menjadikan kota ini sebagai kota transit dan juga sebagai pusat batik sehingga banyakpelancong yang memanfaatkan waktu transitnya disini untuk berbelanja bahkan kulakan batik.Selain itudalam 2-3 tahun terakhir ini terlihat bermunculan hotel-hotel baru yang ternyata merupakan dampak daripenawaran investasi dari Pemkot Pekalongan tentang kebutuhan hotel yang berkualitas di Kota Batik iniLetak Kota Pekalongan yang strategis berada pada Jalur Pantura dan menghubungkan kota-kotabesar seperti  Jakarta  Semarang Surabaya serta  potensi-potensi  Kota  Pekalongan di  bidang industri,perdagangan,  dan pariwisata  menyebabkan akan terjadi  banyaknya kunjungan ke  Kota  Pekalongandimasa mendatang dengan berbagai tujuan, baik tujuan wisata, bisnis, atau sekedar singgah.Sector perhotelan di Kota pekalongan masih sangat potensial untuk dikembangkan dan dapatmenjadi salah satu sektor bisnis yang menguntungkan. Jenis hotel yang sesuai untuk kebutuhan tersebutadalah hotel kota atau city hotel karena Kota Pekalongan berada tepat di tengah-tengah jalur utamaJakarta-Surabaya menjadikan kota ini sebagai kota transit dan juga sebagai pusat batik sehingga banyakpelancong yang memanfaatkan waktu transitnya disini untuk berbelanja bahkan kulakan batik.Selain itudalam 2-3 tahun terakhir ini terlihat bermunculan hotel-hotel baru yang ternyata merupakan dampak daripenawaran investasi dari Pemkot Pekalongan tentang kebutuhan hotel yang berkualitas di Kota Batik ini
BANJAR BARU INTERNATIONAL CIRCUIT DENGAN PENEKANAN DESAIN HI-TECH bio bhirawan; edy darmawan; bambang suyono
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.281 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki peminat khusus dalam dunia otomotif khusus nya dalam olahraga balap, dapat dilihat dari event yang terus berkembang di Indonesia khusus nya di Kalimantan Selatan, dapat dilihat banyak nya para pembalap nasional yang terlahir dari sana, dan banyak nya event nasional yang diselenggarakan dengan rutin disana. Namun semua ini tidak didukung pemerintah secara maksimal dalam menunjang dan mendukung aktivitas dunia balap yang ada, Banjar Baru memiliki beberapa potensi dalam dunia otomotif di Indonesia seperti, Posisi geografis yang berada di tengah tengah Indonesia, dukungan masyarakat yang besar dalam dunia otomotif, lahan yang berlimpah, dan banyak lagi potensi yang terdapat disana. Sampai saat ini hanya terdapat satu sirkuit di Indonesia yang memenuhi standar sirkuit dari FIA (Federation Internationale de I’Automobile), FIM (Federation Internationale de Motorcyclisme), dan badan dunia otomotif lain di Indonesia yang bisa digunakan untuk event Internasional, namun sirkuit tersebut tidak terawat dan tentu saja sangat kurang untuk menampung minat dari masyarakat didalam nya baik itu dalam event skala regional hingga Internasional. Dengan dukungan pemerintah secara penuh dan serius serta partisipasi mereka merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengembangkan dunia balap yang ada di Banjar Baru bahkan di Indonesia dalam bentuk sirkuit berskala Internasional dengan penekanan desain Hi-Tech sehingga dapat mengikuti jaman dan dapat mengembangkan potensi dunia otomotif di Indonesia.
TAMAN BERTEMA INDOOR TRANS STUDIO SEMARANG erik extrada; edy darmawan; bambang suyono
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.947 KB)

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara yang kaya akan wisata di dalamnya. Hal ini dibuktikan bahwa sektor pariwisata merupakan sektor yang sangat penting dalam hal perekonomian bangsa. Berdasarkan dari data pariwisata indonesia menempati urutan ketiga dalam hal penerimaan devisa. Dari sumber devisa tersebut banyak tempat wisata yang telah dikunjungi turis, beberapa wisata ini tersebar dalam berbagai provinsi di Indonesia. Beberapa provinsi yang sering dikunjungi adalah Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, beberapa provinsi di Sumatera, dan provinsi yang berada di wilayah Indonesia Timur. Sebagian turis yang datang ke indonesia merupakan bertujuan menikmati liburan, dan sebagian kecil yang datang untuk berbisnis. Pilihan wisata di indonesia sangat beragam, mulai dari wisata alam, wisata sejarah dan budaya, wisata belanja, wisata keagamaan serta yang paling baru dan berkembang adalah wisata taman bertema atau dengan kata lain sering disebut Theme Park. Theme Park itu merupakan sebuah tempat atau sarana rekreasi yang memiliki ide dasar khusus yang mencirikan seluruh tempat rekreasi tersebut. Dari setiap Taman Hiburan ini terbukti berhasil meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung, meskipun lokasi-lokasi setiap taman hiburan sudah cukup menyebar, namun masih relatif jauh jaraknya dari Jawa Tengah. Padahal di Provinsi Jawa Tengah ini merupakan provinsi yang tidak kalah potensialnya dengan provinsi lain di Indonesia pada umumnya dan di Pulau Jawa pada khususnya karena termasuk dalam Provinsi yang paling sering dikunjungi wisatawan. Di Jawa Tengah terdapat kota kota besar yang berpengaruh dalam bidang budaya dan pariwisata di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah memang setara dengan Provinsi besar lainnya di Indonesia. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan karakteristik dari taman bertema, tinjauan mengenai theme park, serta studi banding beberapa Taman Rekreasi yang telah ada di Indonesia. Dilakukan juga tinjauan mengenai persebaran Taman Rekreasi yang telah ada di Kota Semarang.Pendekatan perancngan arsitektural dilakukan dengan konsep Modern Architecture. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis dan konstekstual.Pemilihan tapak dilakukan pada 2 alternatif lokasi dengan menggunakan matrik pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
WATERPARK DAN RESORT TELAGA SILATING PEMALANG Gardian Yusti Nagara; Hermin Werdiningsih; Edy Darmawan
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1560.542 KB)

Abstract

Kehidupan masyarakat belakangan ini yang sangat padat terutama masyarakat perkotaan telah mengurangi waktu untuk berekreasi, beristirahat dari kepenatan sehari-hari. Sebuah wahana rekreasi adalah salah satu jawaban dari kebutuhan masyarakat akan rekreasi.Waterpark merupakan wahana rekreasi yang familiar di masyarakat. Jenis rekreasi keluarga ini bisa menjadi alternatif bagi keluarga. Resort adalah tempat tinggal sementara dengan tujuan untuk mendapatkan kesegaran jiwa dan raga. Waterpark dan Resort adalah kombinasi yang saling berkesinambungan. Karena bisa menjadi obyek untuk peristirahatan sekaligus permainan. Resort bisa mempunyai fasilitas permainan bagi para pengunjungnya dan Waterpark bisa mempunyai fasilitas peristirahatan bagi pengunjungnya. Telaga Silating merupakan sebuah telaga yang terletak di Desa Sikasur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Telaga ini merupakan salah satu obyek wisata di Kabupaten Pemalang. Telaga ini mempunyai potensi yang sangat besar untuk sebuah obyek rekreasi. Dengan kehadiran Waterpark dan Resort di Telaga Silating diharapkan dapat memaksimalkan potensi yang ada dan menjadikan Telaga Silating salah satu destinasi wisata utama di Pemalang. Metode pendekatan digunakan sebagai acuan dalam Perencanaan dan Perancangan Waterpark dan Resort Telaga Silating Pemalang antara lain aspek Kontekstual, aspek Fungsional dan aspek Teknis.Untuk kesimpulan dari program luasan ruang, desain 2 dimensi dan 3 dimensi digunakan ilustrasi desain berupa 2 dimensi maupun 3 dimensi.
PUSAT BUDAYA DAN PARIWISATA KARESIDENAN MADIUN Fary Faizal; hermin werdiningsih; edy darmawan
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1803.202 KB)

Abstract

Karesidenan Madiun yang terdiri dari kabupaten Magetan, Ngawi, Pacitan, Madiun dan Ponorogo memiliki keberagaman kebudayaan dan objek wisata yang berpotensi besar untuk dikembangkan dan dimaksimalkan. Potensi wisata tersebut meliputi wisata budaya, alam, dan kuliner. Wisata budaya yang ada Madiun seperti kebudayaan reog Ponorogo yang sudah sangat dikenal se-Indonesia dan wisata alam yang berpotensi di Madiun seperti Telaga Sarangan yang berada di Magetan, sedangkan untuk wisata kuliner sudah tidak perlu dipertanyakan lagi karena Madiun terkenal oleh kulinernya yang bernama pecel dan brem. Selain itu Madiun memiliki beberapa julukan yaitu Madiun Kota Gadis, Kota Brem, Kota Pelajar, Kota Sepur, Kota Pecel, Kota Budaya, Kota Sastra, dan Kota Industri. Namun sangat disayangkan, dalam perkembangannya timbul berbagai permasalahan yang berkaitan dengan bidang kebudayaan dan pariwisata Madiun, seperti kurangnya pembinaan dan pelestarian kebudayaan kota Madiun sehingga sempat kebudayaan Reog Ponorogo diklaim oleh negara tetangga. Selain itu kurangnya informasi mengenai objek wisata yang ada di Madiun berakibat pada kurangnya minat masyarakat serta ketidaktahuan masyarakat mengenai beberapa objek wisata yang ada di Madiun. Selain karena kurangnya pembinaan kesenian budaya Madiun dan kurangnya informasi mengenai objek wisata di Madiun, hal lain yang menjadi hambatan adalah karena belum tersedianya fasilitas informasi mengenai kebudayaan dan objek wisata di Madiun. Faktor lainnya yang menyebabkan kurangnya minat masayarakat adalah karena belum tersedianya fasilitas yang mampu mewadahi eksistensi dan apresiasi terhadap kesenian dan kebudayaan Madiun.
STADION RENANG DI YOGYAKARTA hafidh Al Haq; bambang suyono; edy darmawan
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.481 KB)

Abstract

Yogyakarta menargetkan agar semua fasilitas maupun infrastruktur olahraga dalam keadaan siap. Akan tetapi cabang olahraga renang yang seharusnya menjadi event baru yang nantinya diharapkan mampu menyumbang atlit renang bagi kompetisi nasional dan internasional sepertinya terhambat. Mengingat Stadion Kridosono yang di dalamnya terdapat fasilitas kolam renang akan segera digantikan dengan ruang publik komersil. “Kawasan stadion Kridosono ditengah kota Yogyakarta akan dikembangkan menjadi kawasan bisnis publik. Selanjutnya, fungsi sport center atau pusat olah raga akan dialihkan di stadion Mandala Krida dan area lahan sekitarnya. Kepala Bappeda DIY, Tavip Agus Rayanto mengungkapkan, pemerintah propinsi (pemprop) DIY berencana membangun kawasan bisnis di Kridosono, sehingga harus mencarikan pengganti ruang publik termasuk kolam renang. Sementara ini opsinya adalah di jalan Kenari sebelah timur stadion Mandala Krida. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang kolam renang dan stadion, pengertian dan standar-standar mengenai stadiondi Indonesia, tinjauan dan studi banding mengenai stadion renang yang sejenis. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Yogyakarta perkembangan hotel di kota tersebut, serta program-program pemerintah yang mendukung adanya stadion renang di Yogyakarta. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep sustainable. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 5 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.