Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK KELAS VIII-B DI SMPN I BANGILAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Wiwit Endah Lestari; Mas'ud Mas'ud
Jurnal Ilmiah Jendela Pendidikan Vol 7 No 1 (2017): Jendela Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan - Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jp.v7i1.542

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam menumbuh kembangkan anak. Peran keluarga menjadi begitu penting dalam membentuk beberapa sikap dasar yang akan menentukan perkembangan kepribadiannya di masa depan. Pada tahap awal perkembangan, peran keluarga yang utama adalah memberikan perhatian dan memenuhi kebutuhan rasa aman bagi anak sehingga anak mampu mengembangkan dasar kepercayaan terhadap lingkungan. Kemandirian anak sudah harus tumbuh pada usia prasekolah agar kepercayaan dirinya bisa tumbuh dan berkembang dengan wajar. Seorang anak merasa perlu untuk mandiri dan memang ada dorongan nalurinya untuk menjadi mandiri.Skripsi ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya hubungan antara pola asuh orangtua dengan kemandirian anak.Penelitian dilakukan di SMPN I Bangilan Kecamatan Bangilan Kab. Tuban, dengan obyek penelitian siswa dan orangtua anak yang bersangkutan. Instrumen yang digunakan adalah angket pola asuh orangtua yang meminta jawaan dari orangtua siswa untuk mengetahui pola asuh yang mereka terapkan. Penelitian ini juga menggunakan metode observasi yang mengamati tingkat kemandirian siswa di sekolah. Baik angket maupun observasi dinilai dengan skala 1 sampai 4. Uji validitas dan reliabilitas instrumen dilakukan terlebih dahulu sebelum melakukan pengujian selanjutnya. Pengujian ada tidaknya hubungan antara pola asuh orangtua dan kemandirian siswa diuji dengan analisis korelasi product moment.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orangtua memiliki hubungan yang cukup kuat dengan kemandirian anak dimana diperoleh nilai korelasi sebesar 0,613. Hal ini menunjukkan akan perlunya pemberian sedikit toleransi kepada anak untuk diberikan pola asuh yang benar agar dapat memicu anak untuk dapat melakukan segala sesuatunya secara mandiri.Berdasarkan simpulan analisis ini disarankan kepada: (1) orangtua untuk lebih meningkatkan sikap positif mereka terhadap program-program dalam rangka mendidik anak untuk memiliki kemandirian yang besar, (2) bagi orang tua agar dapat mendampingi putra-putrinya belajar dan membimbing mereka untuk menentukan cara atau jalan mereka yang terbaik supaya lebih mandiri, (3) bagi pendidik, diharapkan mampu memberikan contoh dan perilaku mandiri kepada siswa. Kata kunci    : Pola asuh orang tua, kemandirian anak DOI :10.5281/zenodo.3472152
Metode teka teki silang online pada Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik Laili, Faiqotul; Sukarno; Mas’ud
TA`DIBUNA Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tadibuna.v13i1.15136

Abstract

Pembelajaran di abad 21 haruslah mencerminkan 4C pada diri peserta didik. Pembalajaran semacam ini dinilai akan memberikan makna yang lebih mendalam, dan unsur paling penting dalam pembelajaran adalah adanya motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui apakah metode crossword online mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP. Dengan jenis penelitian tidakan kelas dan model Kurt Lewin, dalam satu siklusnya terdapat perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, studi dokumentasi dan tes. Analisis data menggunakan kualitatif deskriptif dan keabsahan datanya menggunakan pendapat ahli serta setting tempatnya adalah siswa kelas IX di SMP N 3 Satu Atap Siliragung. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa motivasi belajar pada siswa dipengaruhi oleh dua unsur yaitu instrinsik dan ekstrinsik, posisi crossword online ada pada pengaruh ekstrinsik yang mana mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik, yang dibuktikan dengan meningkatnya keaktifan peserta didik selama pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas.
From Values to Practice: The Role of Religious Culture in Shaping Spiritual Intelligence Among Students at Elementary School Jember Adyan Muhammad, Zahrul; Mas'ud, Mas'ud; Sarwan, Sarwan
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 8, No 3 (2024): Attadib: Journal Of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32507/attadib.v8i3.3140

Abstract

       AbstractThis study aims to analyze the implementation of religious culture in fostering students' spiritual intelligence at SD Baitul Amien 1 and SD Baitul Amien 2 Jember. The research focuses on strategies for instilling religious cultural values, the development of religious culture programs, and their implications for students' spiritual intelligence. A qualitative approach was used with a case study and multi-case design. Data were collected through interviews, observations, and document analysis. The research subjects were purposively selected, including the principal, vice principal of curriculum, Islamic education teachers, and students. Data analysis followed the Miles, Huberman, and Saldana model, with data validity tested through technique and source triangulation.  The findings reveal that: (1) Strategies for instilling religious cultural values are carried out through the development of an integrated curriculum, the creation of a supportive learning environment, and the involvement of all school components; (2) Religious culture programs include congregational Duha prayer, Monday-Thursday fasting, congregational prayer, prayer habituation, honesty canteens, and the 3S culture (Smile, Greet, Salute); (3) The implementation of religious culture has multidimensional implications, encompassing spiritual-personal, social-interpersonal, and academic-intellectual dimensions. This study concludes that a structured and integrated religious culture can be an effective strategy for fostering students' spiritual intelligence in public schools.Keywords:Role, Religious Culture, Spiritual IntelligenceAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi budaya religius dalam menumbuhkan kecerdasan spiritual peserta didik di SD Baitul Amien 1 dan SD Baitul Amien 2 Jember. Fokus penelitian meliputi strategi penanaman nilai budaya religius, program pengembangan budaya religius, dan implikasinya terhadap kecerdasan spiritual peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus dan rancangan multi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan kajian dokumen. Subjek penelitian ditentukan secara purposive meliputi kepala sekolah, waka kurikulum, guru PAI, dan peserta didik. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Strategi penanaman nilai budaya religius dilakukan melalui pengembangan kurikulum terintegrasi, pembentukan lingkungan pembelajaran yang mendukung, dan pelibatan seluruh komponen sekolah; (2) Program budaya religius yang diterapkan meliputi salat Duha berjamaah, puasa Senin-Kamis, salat berjamaah, pembiasaan doa, kantin kejujuran, dan budaya 3S; (3) Implementasi budaya religius memberikan implikasi multidimensional meliputi dimensi spiritual-personal, sosial-interpersonal, dan akademik-intelektual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan budaya religius yang terstruktur dan terintegrasi dapat menjadi strategi efektif dalam menumbuhkan kecerdasan spiritual peserta didik di sekolah umum.Kata kunci: Budaya Religius, Kecerdasan Spiritual, Peran
IMPLEMENTASI MEDIA KUIS INTERAKTIF BERBASIS KAHOOT DALAM PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR JEMBER Muttaqin, Moch Nurhidayatul; Mustajab, Mustajab; Mas,ud, Mas'ud; Safitri, Hany
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 8, No 3 (2024): Attadib: Journal Of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32507/attadib.v8i3.3339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi media kuis interaktif berbasis Kahoot dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada materi "Indahnya Saling Menghargai Keberagaman" di kelas IV sekolah dasar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian dilakukan di SD Negeri Jember Kidul 2 dengan subjek penelitian 28 siswa kelas IV. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam partisipasi siswa dari 85% menjadi 96%, serta peningkatan pemahaman materi yang tercermin dari kenaikan rata-rata skor kuis dari 65% menjadi 85%. Implementasi Kahoot berhasil menciptakan pembelajaran yang lebih dinamis dan menyenangkan, yang dibuktikan dengan tingginya antusiasme siswa dan meningkatnya interaksi positif antar siswa. Penerapan nilai-nilai toleransi meningkat dari 60% menjadi 85%, dengan keterlibatan orang tua mencapai 79% melalui fitur homework challenge. Meskipun terdapat tantangan teknis seperti keterbatasan jaringan internet dan perangkat, hal tersebut dapat diatasi melalui strategi pembelajaran adaptif. Kesimpulannya, implementasi Kahoot merupakan inovasi yang efektif dalam modernisasi pembelajaran PAI di tingkat sekolah dasar, dengan tetap mempertahankan esensi dan nilai-nilai fundamental pendidikan agama Islam. 
Realizing a Civilized Urban Society through the Application of Al-Ghazali's Tasawwuf Teachings (A Study of the Taklim Assembly of Kitab Ihya 'Ulumuddin) Mas’ud, Mas’ud; Asnawan, Asnawan; Dahri, Harapandi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i2.6924

Abstract

The reinterpretation and contextualization of the spiritual value of Sufism will be more meaningful if it is applied in a practical way to social life. The concepts of Love, Sincerity, and Patience in Sufism become meaningful for people who are currently experiencing the emptiness of the heart. Through Sufistic values, urban communities can practice applicable spiritual values amid the increasingly complex dynamics of modern human life. The purpose of this study is to describe the Sufistic values taught in Imam Al-Ghazali’s Sufism teachings and the relationship between Sufistic values and social intelligence in urban communities. The research method employs a qualitative approach, utilizing a field study research design through an interactive model. Through this research, Imam Al-Ghazali’s Sufistic values are found to have a close relationship with social intelligence. Sufistic values are indirectly able to provide awareness to a person on how to communicate, relate, and interact with urban communities that have increasingly complex problems. So socializing and socializing are not easily influenced by negative things with the religious stigma that has an impact on one’s psychological side.
Sufism moral education as an effort to strengthen student’s character in the era of digital disruption M. Mas'ud; F. Fauzan
Research and Development in Education (RaDEn) Vol. 5 No. 1 (2025): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/raden.v5i1.38364

Abstract

Sufism moral education plays an important role in shaping the character of students, especially in Islamic universities. The era of digital disruption presents a major challenge for the formation of student character, where the widespread use of information and communication technology can affect moral and ethical values. This study aims to analyze the role of Sufism moral education in strengthening the character of students at the State Islamic University of Kiai Haji Achmad Siddiq Jember (UIN KHAS Jember) amidst rapid digital developments. This study uses a qualitative approach with a case study method, which involves in-depth interviews and observations of students and lecturers at UIN KHAS Jember. The results of the study indicate that Sufism moral education can increase spiritual awareness, self-control, and ethical attitudes of students in interacting in cyberspace. However, its application still needs strengthening, especially in aligning Sufism values with the challenges of the digital era. Therefore, this study also compiles a model of Sufism moral education that is more relevant to the needs of the times, which can be applied in the curriculum at UIN KHAS Jember. This research provides theoretical contributions to Islamic education literature and practical contributions to the development of Sufism-based education curriculum to strengthen students' character.