Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGETAHUAN TRADISIONAL MASYARAKAT MUNA TENTANG PENGOLAHAN GOLANO KOWALA PADA MASYARAKAT MUNA DESA KAMPANI KECAMATAN WADAGA KABUPATEN MUNA BARAT Wa Ode Ismawati; Wa Kuasa Baka; Komang Wahyu Rustiani
LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya Vol 5 No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari-Juni 2022
Publisher : Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Univeritas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lisani.v5i1.1666

Abstract

Pembuatan gula merah memang banyak dilakukan oleh masyarakat namun berbeda halnya dengan masyarakat muna. Campuran dalam pembuatan gula dilakukan dengan caranya sendiri sehingga hasilnya memiliki kekhasan dan enak. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pengetahuan tradisional masyarakat Muna dalam proses pengolahan golano kowala. Untuk menjelaskan makna yang terdapat dalam pengetahuan tradisonal masyarakat Muna tentang pengolahan golano kowala. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitiam menunjukan bahwa Pengetahuan tradisional masyarakat Muna tentan pengolahan golano kowala di yang di lakukan di Desa Kampani Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna Barat dimana dalam pengolahan golano kowala ada beberapa proses yakni proses pengambilan air enau, proses pemasakan pertama yang di lakukan oleh pelaku pembuatan gula aren, dan tahap pemasakan kedua adalah gabungan air nira yang di masak pertama dengan yang kedua pada saat proses pembentukan gula aren; serta Proses pengadukan untuk menjaga agar uapan dari air nira yang di masak tidak tumpah, terakhir Proses pencetakan dalam pengolahan golano kowala.
Makna Tradisi Kasaraka pada Masyarakat Etnik Muna di Desa Kasakamu, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat Wa Ode Sriana Wati; La Niampe; Komang Wahyu Rustiani
LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya Vol 5 No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Univeritas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lisani.v5i2.1915

Abstract

The tradition of kasaraka is a tradition practiced by the ethnic group of Muna when they are about to harvest corn, however, its implementation has been decreasing. This research aims to describe the process of the kasaraka tradition and analyze the meanings contained in the implementation of the kasaraka tradition among the ethnic Muna. The theory used in this research is Roland Barthes' semiotics theory using descriptive qualitative research method. The results of the research show that the process of the kasaraka tradition consists of three stages: preparation stage, implementation stage, and final stage. The meanings contained in the kasaraka tradition are viewed from the process and tools used in the kasaraka tradition.
ICON KEBO IWA DALAM PERADABAN MASYARAKAT PADANGBULIA Komang Wahyu Rustiani; I Gusti Made Swastya Dharma Pradnyan; Gusti Ayu Kadek Arni Suwedawati
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 6 No 2: December 2022
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v6i2.1909

Abstract

Peradaban Manusia menyimpan beragam misteri dari peninggalan-peninggalan masa lampau. Situs berupa batu besar, patung, hingga sarkopagus mengandung jejak histori yang diwarisi masyarakat setempat. Seperti situs bersejarah yang ada di Desa Padangbulia. Eksistensi peninggalan tersebut terpelihara secara alamiah melalui mitos yang bersifat mistis. Salah satu situs dalam peradaban masyarakat Padangbulia yaitu peninggalan Kebo Iwa. Tokoh Kebo Iwa familiar menjadi Ikonik secara mistis sebagai proses pewarisan kelisanan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Mengandung bermacam interpretasi makna berdasarkan paradigma semiotika visual. Proses visualisasi dikolaborasikan antara pengetahuan kedaerahan dengan teknologi sehingga merepresentasi nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya seperti, karakterisasi tokoh Kebo Iwa yang terdapat dalam cerita kelisanan di beberapa situs purbakala tersebut merepresentasi tokoh yang memiliki karakter kuat secara lahir dan batin, pekerja keras, pengabdian tinggi kepada pemimpin serta nilai etika moral bermasyarakat. Masyarakat lebih mudah mengadopsi karakter kepahlawan sesuai semangat jiwa zaman di era kepemiminan Raja Bali Kuno. Semiotika visual mendeskripsikan konsep dasar salah seorang pakar semiotika terdahulu yaitu Charles Sanders Pierce, dengan memfokuskan pada relasi tipologi tanda antara Ikonisitas, Indeks dan Simbol, sehingga mampu menghasilkan sistem produksi tanda. Selain itu, dalam proses interpretasi tanda visual kemudian dikaji berdasarkan tiga fase analisis ideologi dari Tompson.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN BULETIN PURBAKALA EDISI DESEMBER 2023 Salniwati Salniwati; Faika Burhan; Rahmat Sewa Suraya; Sandy Suseno; Komang Wahyu Rustiani; I Gusti Made Swastya Dharma Pradnyan; Jaimun Jaimun; Visthalya Thevistha; Nurul Hikmah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.42947

Abstract

Tujuan kegiatan penegbdian ini yaitu untuk mendeskripsikan tahapan pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan Buletin Purbakala Edisi Desember 2023 dan mendeskripsikan Buletin Purbakala Edisi Desember 2023 yang dihasilkan oleh peserta kegiatan. Metode pengabdian ini dilakukan dengan 3 (tiga) tahapan yaitu tutorial, pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukan bahwa tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi tutorial tentang konsep jurnalistk, produk jurnalistik, konsep buletin dan tata cara pembuatan buletin serta pembentukan tim redaksi. Tahap selanjutnya adalah pelatihan desain cover bulletin, desain layout, penentuan tema dan topik, tata cara menarasikan isi rubrik dan penyusunan daftar pustaka.  Tahap terakhir adalah pendampingan yang merupakan tindaklanjut pelatihan yang meliputi pendampingan finalisasi desain cover Buletin Purbakala Edisi Desember 2023, desain dan inovasi tampilan gambar, menarasikan gambar dalam rubrik, serta penyusunan daftar pustaka dengan style dan font tertentu. Selanjutnya, buletin yang dihasilkan oleh peserta kegiatan berupa buletin ilmiah dengan tema, “Arkeologi Islam” dan topiknya, “Memahami Jejak Peradaban Islam: Penelusuran Arkeologi Islam di Sulawesi Tenggara”. Buletin yang dihasilkan juga dilengkapi dengan cover, tim redaksi, desain layout, rubrik, narasi rubrik, halaman, dan daftar pustaka. Kegiatan pengabdian ini membawa dampak positif, baik dalam bidang ilmiah, skill maupun psikologis yang berupa dorongan dan antusias untuk berkarya, khususnya pada generasi muda yang merupaka peserta kegiatan.
PEMANFAATAN MEDIA PENYIARAN SEBAGAI SARANA REVITALISASI TRADISI LISAN: STUDI KASUS TURKI Shinta Arjunita Saputri; Rahmat Sewa Suraya; Nurtikawati Nurtikawati; Komang Wahyu Rustiani; La Ode Marhini; Sitti Utami Rezkiawaty K; Dian Trianita Lestari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.57861

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk menambah wawasan mahasiswa Program Studi Tradisi Lisan mengenai cara tradisi lisan direpresentasikan melalui media penyiaran modern seperti program televisi. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk kuliah tamu virtual yang menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang penyiaran. Melalui studi kasus Turki, mahasiswa mempelajari bagaimana cerita rakyat dan legenda direpresentasikan dalam program siaran secara profesional, kreatif, dan relevan dalam konteks kontemporer. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dalam pemanfaatan media penyiaran sebagai media revitalisasi tradisi-tradisi lisan. Sebelum kegiatan dilakukan, sebagian besar mahasiswa hanya memahami tradisi lisan dari perspektif teoretis tanpa gambaran konkret tentang penerapannya dalam media penyiaran. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperluas wawasan namun juga termotivasi untuk ikut serta dalam upaya pelestarian budaya melalui media penyiaran yang inovatif dan berkelanjutan.