Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penggunaan Media Pembelajaran Daring Pada Siswa Kelas 3 SD Negeri 5 Blahbatuh di Masa Pandemi COVID-19 I Wayan Subaker; Nyoman Suryawan; Diah Nirmala Nirmala Dewi; Ni Wayan Yusi Armini
Jurnal Penelitian Agama Hindu Special Issue Budaya & Pendidikan
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.807 KB) | DOI: 10.37329/jpah.v0i0.1610

Abstract

The COVID-19 pandemic has changed everyone's life in all aspects of life. The government has limited all community activities so that there are no crowds to avoid and break the chain of the spread of COVID-19. Based on the contents of circular letter number 15 of 2020 regarding Guidelines for Organizing Learning from Home in an emergency period of the spread of Covid-19, the Education Office of Gianyar Regency has shifted teaching and learning activities in the classroom to online or virtual learning. This phenomenon is certainly a new thing experienced by an educator and also experienced by students because they have to use online learning media as a liaison between teachers and students. The use of online learning media during the COVID-19 pandemic is an alternative choice to provide a sense of security in teaching and learning. At SD N 5 Bahbatuh, especially in grade III, the policy of the learning media used is WhatsApp. Seeing the ability of students who can only apply cellphones to WhatsApp media. Based on the results of this study, researchers can conclude that the use of learning media that is often used by teachers and preferred by students, namely WhatsApp Group is because it is easy to access and does not require a lot of quota to access it. However, as for the obstacles that students often experience when learning online during the pandemic, it is difficult to understand the subject matter, not to mention the tasks given by teachers and also parents who have busy schedules cannot always guide their children in online learning. Therefore, this online learning makes students unhappy.
SALAH KAPRAH DALAM PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA I Wayan Subaker; Ni Putu Ayu Kartika Sari Dewi; I Made Suparta
WACANA : MAJALAH ILMIAH TENTANG BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 21 No 1 (2021): Wacana Saraswati
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.412 KB) | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v20i2.223

Abstract

Dalam forum resmi, pemakai bahasa Indonesia diharapkan memakai bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah yang berlaku, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Sesuai dengan realitas, dewasa ini masih ditemukan pemakaian bahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar atau disebut juga dengan bahasa baku. Hal ini memotivasi penulis untuk untuk mengkajinya, dengan harapan bahwa dengan tulisan ini, pemakai bahasa Indonesia mendapatkan pengetahuan dan memahami kaidah pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar. Metode yang digunakan dalam mendapatkan data adalah metode observasi dengan teknik catat. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif interpretatif. Berdasarkan analisis data, dapat diketahui bahwa dalam pemakaian Bahasa Indonesia terdapat bentuk-bentuk bahasa yang salah kaprah, seperti kalimat rancu, kontaminasi, salah diksi, dan salah nalar. Berkaitan dengan hal tersebut, maka penulis sarankan kepada pemakai bahasa Indonesia agar tetap memperhatikan dan mematuhi kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar untuk mewujudkan bahasa yang bermartabat serta bangga menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Cerita Rakyat Bali I Wayan Subaker; Desak Nyoman Alit Sudiarthi; Ni Putu Ayu Kartika Sari Dewi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.763 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6520

Abstract

Berangkat dari pandangan bahwa pendidikan karakter adalah proses pembelajaran itu sendiri, pendidikan karakter dapat diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran tanpa mengubah materi pembelajaran yang sudah ditetapkan dalam kurikulum. Oleh karen itu, dalam pembelajaran bahasa Indonesia, pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran itu sendiri. Pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat dilakukan dengan cara mengembangkan bahan ajar yang mengandung muatan karakter. Bahan ajar yang demikian biasanya berupa karya sastra seperti folklor atau cerita-cerita rakyat yang di dalamnya mengandung berbagai unsur yang dapat diteladani. Oleh karena itu, setiap pendidik dan satuan pendidikan perlu mengintegrasikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan karakter ke dalam kurikulum, silabus yang sudah ada. Nilai-nilai karakter tersebut tidak diajarkan tetapi dikembangkan melalui proses belajar yang mengandung makna bahwa nilai-nilai karakter bukanlah bahan ajar biasa dan tidak semata-mata diajarkan, tetapi lebih jauh diinternalisasi melalui proses belajar.
SALAH KAPRAH DALAM PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA I Wayan Subaker; Ni Putu Ayu Kartika Sari Dewi; I Made Suparta
Wacana Saraswati Majalah Ilmiah Tentang Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya Vol 21 No 1 (2021): Wacana Saraswati
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.412 KB) | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v20i2.223

Abstract

Dalam forum resmi, pemakai bahasa Indonesia diharapkan memakai bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah yang berlaku, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Sesuai dengan realitas, dewasa ini masih ditemukan pemakaian bahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar atau disebut juga dengan bahasa baku. Hal ini memotivasi penulis untuk untuk mengkajinya, dengan harapan bahwa dengan tulisan ini, pemakai bahasa Indonesia mendapatkan pengetahuan dan memahami kaidah pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar. Metode yang digunakan dalam mendapatkan data adalah metode observasi dengan teknik catat. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif interpretatif. Berdasarkan analisis data, dapat diketahui bahwa dalam pemakaian Bahasa Indonesia terdapat bentuk-bentuk bahasa yang salah kaprah, seperti kalimat rancu, kontaminasi, salah diksi, dan salah nalar. Berkaitan dengan hal tersebut, maka penulis sarankan kepada pemakai bahasa Indonesia agar tetap memperhatikan dan mematuhi kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar untuk mewujudkan bahasa yang bermartabat serta bangga menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945.