Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

DEVELOPMENT OF CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BASED LEARNING MATERIALS TO FACILITATE STUDENTS IN IMPROVING CRITICAL THINKING ABILITY IN REDOX AND ELECTRO CHEMICAL TOPICS Novia Prihastyanti; Deni Ainur Rokhim; Subandi Subandi; Darsono Sigit
Jurnal Pembelajaran Sains Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Prodi Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Some high school students still experience difficulties in studying chemistry, one of which is redox and electrochemistrytopics, which is very closely related to daily life. Besides that students 'understanding of the application of the material in daily life and students' critical thinking skills are low. This happens because students learn by rote caused by learning material that is contextual. Therefore it is necessary to develop learning materials based on Contextual Teaching and Learning to facilitate students in improving students' critical thinking skills on redox and electrochemistry topics. The development method used is basically the development model of the Four-D Model (4D Model by Thiagarajan) which consists of 4 stages, namely Define, Design, Develop, and Disseminate. Teaching material that has been developed in the form of teaching material products based on Contextual Teaching and Learning on redox and electrochemical materials to facilitate critical thinking skills of high school students. This teaching material consists of student books, teacher books, and learning videos. Based on the validation test and readability test on student books, teacher books, and learning video the results of the obtained scores were 86%, 89%, 82%, and 83%, respectively. This shows that the learning material resulting from the development is very suitable to be used in learning on the material at the high school level.
PERSEPSI GURU MGMP KIMIA SMA DAN SMK KABUPATEN MALANG TERHADAP PEMBELAJARAN BERBASIS LABORATORIUM DAN NON LABORATORIUM Hayuni Retno Widarti; Sutrisno Sutrisno; Darsono Sigit; Oktavia Sulistina
Jurnal KARINOV Vol 2, No 1 (2019): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.858 KB) | DOI: 10.17977/um045v2i1p19-25

Abstract

Telah dilakukan kegiatan workshop terkait pembelajaran kimia berbasis laboratorium dan non laboratorium pada forum musyawarah guru matapelajaran (MGMP) Kimia SMA dan SMK Kabupaten Malang. Tujuan penelitian adalah mengetahui persepsi guru-guru kimia terhadap pelaksanaan workshop terkait pembelajaran berbasis laboratorium dan non laboratorium. Penelitian dilakukan dengan memberikan angket yang terdiri dari 8 item terkait manfaat dan pentingnya kegiatan workshop. Angket diberikan kepada 52 guru kimia, yang terdiri dari 31 orang guru kimia SMA, 30 guru orang kimia SMK, dan 1 orang guru kimia MAN. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manfaat kegiatan dari sisi hakikat pembelajaran kimia, memperdalam dan memperluas pengetahuan tentang pembelajaran kimia berbasis laboratorium dan non laboratorium, meningkatkan pengetahuan tentang pembelajaran kimia, dan guru akan mengimplementasikan hasil workshop dalam pembelajaran di kelas masing-masing 100%. Terkait guru mengalami kesulitan dalam membuat perencanaan pembelajaran, khususnya pembelajaran siswa aktif (inkuiri) sebesar 100%. Guru melakukan pembelajaran dengan model konvensional 44,4%. Guru senang dengan diadakannya workshop dan mengikutinya dengan antusias sebesar 100%, dan 100% respon guru positif terhadap kegiatan pembuatan perangkat pembelajaran dalam workshop yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan keterampilan perencanaan.  Rata-rata hasil angket 94,45% memberikan respon positif. Saran yang diberikan adalah sebagian besar guru berharap untuk sering diadakan workshop  untuk sharing terkait kendala pembelajaran, meningkatkan kualitas pembelajaran dan perbaikan konsep kimia.
PERSEPSI MAHASISWA BARU JURUSAN KIMIA FMIPA UM ANGKATAN 2016 TENTANG FENOMENA PERUBAHAN MATERI M. Muchson M. Muchson; Yunilia Nur Pratiwi; Oktavia Sulistina; Darsono Sigit
J-PEK (Jurnal Pembelajaran Kimia) Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Pembelajaran Kimia (J-PEK) Vol. 1 No. 2 2016
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.254 KB)

Abstract

Abstrak                                                                                       Perubahan materi merupakan topik pembelajaran yang umumnya disajikan pertama kali sebelum reaksi-reaksi kimia yang lebih rumit. Topik tersebut sudah mulai diperkenalkan sejak siswa duduk di bangku sekolah menengah. Namun, kemampuan siswa untuk membedakan perubahan fisika dan kimia tergantung pada tingkat pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi mahasiswa baru pendidikan kimia tentang perubahan materi. Sebanyak 95 mahasiswa semester I tahun ajaran 2016/2017 diminta untuk menuliskan persepsi mereka terhadap tujuh fenomena perubahan materi. Hasil analisis menunjukkan bahwa 73,68% mahasiswa mampu mengidentifikasi perubahan fisika dengan tepat, sedangkan perubahan kimia diidentifikasi dengan tepat oleh 78,42% mahasiswa. Selanjutnya, alasan mahasiswa pada masing-masing fenomena dianalisis dan dikategorikan berdasarkan kemiripan jawaban dengan mahasiswa lain. Namun, kemampuan mahasiswa untuk mengidentifikasi fenomena komplek yang melibatkan kedua jenis perubahan materi tersebut masih sangat kurang. Kata Kunci : Perubahan materi, persepsi mahasiswa, konsep alternatif Abstract Changes of matter are generally the first topics taught before the more complicated chemical reactions. The topics have been introduced since students in secondary school. However, the student's ability to distinguish between physical and chemical changes was depend on the level of student understanding. This study aims to identify early chemical education undergraduate students' perceptions about physical and chemical changes. There were 95 first semester students were asked to write down their perceptions of seven phenomena related to changes of matter. Results showed that 73,68% students were able to identify the physical changes precisely, while chemical changes identified correctly by 78,42% of students. Then, students’ reason students for each phenomenon analyzed and categorized based on the similarity of the answers with others. However, students' ability to identify complex phenomenon that involves both types of material changes are still lacking.    Keywords : change of matter, students’ perception, alternative conception
Pengaruh Pembelajaran Larutan Penyangga Model POGIL dan ADI Terhadap Keterampilan Argumentasi Ilmiah Peserta Didik SMA Helda Lupita Septyastuti; Oktavia Sulistina; Darsono Sigit
J-PEK (Jurnal Pembelajaran Kimia) Vol 3, No 1 (2018): J-PEK (JURNAL PEMBELAJARAN KIMIA)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.496 KB) | DOI: 10.17977/um026v3i12018p001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran ADI memberikan hasil yang lebih baik daripada model pembelajaran POGIL terhadap keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik pada materi larutan penyangga kelas XI SMAN 2 Nganjuk. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasy experimental dengan model penelitian posttest only control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran ADI memberikan hasil yang lebih baik daripada model pembelajaran POGIL terhadap keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik pada materi larutan penyangga kelas XI SMAN 2 Nganjuk.
PENGARUH KEMAMPUAN AWAL TERHADAP KEMAMPUAN INTERKONEKSI MULTI REPRESENTASI SISWA PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA Hayuni Retno Widarti; Darsono Sigit; Desy Irianti
J-PEK (Jurnal Pembelajaran Kimia) Vol 5, No 1 (2020): J-PEK (JURNAL PEMBELAJARAN KIMIA)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um026v5i12020p040

Abstract

Multipel representasi yang meliputi makroskopik, submikroskopik, dan simbolik sangat penting dalam pembelajaran kimia, khususnya pada materi larutan pengangga. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui 1) Keterlaksanaan proses pembelajaran materi larutan penyangga pada kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E berbasis multi representasi. 2) Ada tidaknya perbedaan kemampuan interkoneksi multi representasi antara siswa dengan kemampuan awal rendah, sedang, dan tinggi. 3) Ada tidaknya pengaruh kemampuan awal terhadap kemampuan interkoneksi multi representasi siswa pada materi larutan penyangga. Metode penelitian yang dilakukan adalah pra eksperimen dengan desain post-test only group design. Populasi penelitian ini adalah kelas XI SMA LAB UM, dan sampel yang digunakan adalah kelas XI MIPA 2 berjumlah 29 orang siswa. Data dikumpulkan melalui nilai materi sebelumnya, dan post-test kemudian dianalisis dengan ANAVA dan analisis korelasi product moment Pearson. Hasil penelitian adalah: 1) keterlaksanaan proses pembelajaran materi larutan penyangga pada yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E berbasis multi representasi adalah 96% dengan kategori sangat baik. 2) Tidak terdapat perbedaan kemampuan interkoneksi antara siswa yang memiliki kemampuan awal rendah, sedang, dan tinggi, taraf signifikansi yang diperoleh adalah 0,109. 3) Terdapat pengaruh kemampuan awal terhadap kemampuan interkoneksi multi representasi siswa pada materi larutan penyangga, koefisien korelasi Pearson yang diperoleh adalah 0,008.
Identifikasi kemampuan makroskopik, mikroskopik dan simbolik siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Karangan Trenggalek pada materi larutan penyangga Tahun Ajaran 2018/2019 Endah Yuliani; Hayuni Retno Widarti; Darsono Sigit
Jurnal MIPA dan Pembelajarannya (JMIPAP) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1348.805 KB) | DOI: 10.17977/um067v1i6p407–425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Kemampuan makroskopik-mikroskopik, makroskopik-simbolik dan mikroskopik-simbolik siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Karangan Trenggalek pada materi larutan penyangga (2) Kemampuan pemahaman siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Karangan Trenggalek terhadap materi larutan penyangga pada level makroskopik-mikroskopik, makroskopik-simbolik dan mikroskopik-simbolik. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif. Instrumen penelitian berupa soal-soal pilihan ganda berbasis interkoneksi multipel representasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan representasi makroskopik-mikroskopik siswa pada materi larutan penyangga sebesar 57,61 persen (kriteria cukup), (2) kemampuan representasi makroskopik-simbolik siswa pada materi larutan penyangga sebesar 66,67 persen (kriteria tinggi), (3) kemampuan representasi mikroskopik-simbolik siswa pada materi larutan penyangga sebesar 55,61 persen (kriteria cukup), (4) kemampuan pemahaman siswa terhadap materi larutan penyangga pada representasi makroskopik-mikroskopik yaitu miskonsepsi sebesar 27,20 persen dan tidak paham sebesar 18,56 persen, (5) kemampuan pemahaman siswa terhadap materi larutan penyangga pada representasi makroskopik-simbolik yaitu miskonsepsi sebesar 13,62 persen dan tidak paham sebesar 20,69 persen dan (6) kemampuan pemahaman siswa terhadap materi larutan penyangga pada representasi mikroskopik-simbolik yaitu miskonsepsi sebesar 37,36 persen dan tidak paham sebesar 19,82 persen.
Development of a Four-Tier Diagnostic Instrument to Identify High School Students' Understanding of Salt Hydrolysis Anne Nailul Aziz; Darsono Sigit
STEM Education International Vol. 1 No. 2 (2025): STEM Education International
Publisher : PT Ahan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71289/73x61681

Abstract

This research aims to (1) produce a four-tier instrument in salt hydrolysis, (2) determine the validity and reliability of the instrument to facilitate students' understanding of salt hydrolysis. The development of the instrument followed the platform developed by Habiddin & Page (2019), which was adapted from the Treagust (1988), which consisted of six steps. The results of instrument validation were 81.74% with a very feasible category, yielding 23 valid questions, with a reliability of 0.7985.